Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 101


__ADS_3

"dokter"teriak Kevin sambil menggendong tubuh Dewi.


Sedangkan dokter dan para suster langsung membantu Kevin dan mendorong Dewi ke ruangan pemeriksaan.


"tuan, sampai sini saja, sisanya serahkan kepada kami"ucap suster menahan Kevin yang hendak ikut masuk.


"tapi saya suaminya sus"ucap Kevin.


"kami tau tuan, tapi beri kami ruang untuk memeriksa keadaan nona Dewi"ucap suster tersebut.


Sedangkan Kevin langsung mundur beberapa langkah dan pintu UGD pun tertutup.


"bertahan sayang, aku mohon"ucap Kevin menatap pintu UGD.


Untuk kesekian kalinya Dewi harus masuk rumah sakit, dan Kevin menyalahkan dirinya sendiri yang selalu lalai dalam menjaga Dewi.


"Vin Dewi ngimna..?"tanya Devan ternyata baru selesai melakukan pemeriksaan ke pasien lain.


"masuk Van, periksa Dewi sekarang, aku tidak percaya sama dokter di dalam"ucap Kevin mencoba mendorong Devan.


"ngk boleh Vin, semua sudah ada prosedurnya, ngk bisa sembarangan"ucap Devan "kita tungguh dokter keluar, percaya semua baik-baik saja"


"bagaimana aku bisa percaya semua akan baik-baik saja, sedangkan Dewi di dalam sendirian"ucap Kevin sambil menarik rambutnya.


"Dewi ngk sendirian , ada dokter dan suster di dalam"ucap Devan.


"itu beda Van, Dewi pasti ketakutan disana"ucap Kevin.


"dengan keluarga nyonya Dewi"ucap dokter menghentikan perdebatan Kevin dan Devan.


"saya suaminya dok, ngimna keadaan istrinya saya dok"ucap Kevin tak sabaran.


"istri tuan baik-baik saja, dia hanya kelelahan karna terlalu lama menangis, kelihatan dari matanya"ucap dokter.


"tapi tuan.."


"tapi apa..?"tanya Kevin memotong ucapan dokter.


"mentalnya sedikit ternganggu, bisa di katakan nyonya trauma tuan, dan sepertinya nyonya baru saja di lecekan, karna dia selalu mengingau yang tidak-tidak"ucap dokter.


bunnkkkkkk


"kurang ajar kamu Rangga, berani-beraninya kau menganggu wanita ku"teriak Kevin setelah memukul tembok rumah sakit, sehingga tangganya terluka.


"sabar Vin, jangan melukai dirimu, saat ini Dewi benar-benar membutuhkan dirimu"ucap Devan sambil menahan Kevin yang hendak memukul dinding lagi.


"boleh saya masuk dok..?"tanya Kevin tersadar dari kelakuannya.


"silakan tuan, tapi jangan sampai menganggu pasien saja"ucap dokter mempersilakan Kevin, sedangkan Devan memilih menunggu diluar, karna berpikir Kevin ingin berduaan dengan dewi.


Perlahan Kevin masuk ke dalam ruang inap Dewi, disana ia melihat seorang gadis yang terbaring lemah dengan alat bantu pernapasan melingkar dihidupinya, tak lupa selang infus tertusuk disalah satu tanganya.


Sakit


Sakit sekali rasanya melihat wanita yang paling ia cintai harus terbaring lagi dan lagi di rumah sakit, kejadian beberapa bulan silap terlintas kembali diingatannya, kejadian dimana Dewi dinyatakan kritis dan kejadian dimana Dewi di nyatakan meninggal dunia.


"Hay cantik"ucap Kevin dengan suara serat.


"maafkan aku sayang, lagi dan lagi kamu harus terbaring disini, lagi dan lagi aku gagal menjaga kamu, aku gagal membahagiakan kamu"ucap Kevin mengelus rambut Dewi.


"bangun sayang, aku sakit lihat kamu seperti ini, aku rindu sama kamu, tolong sayang, bangunlah, jangan terlalu lama tidurnya sayang"ucap Kevin, tanpa sadar air matanya terjatuh ke pipi Dewi.


"tolong jangan lakukan itu, aku mohon"ucap Dewi mengingau.


"Kevin tolongin aku, kamu dimna Vin"ucap Dewi lagi dalam kondisi tidur.

__ADS_1


"wi, Dewi, sayang, aku disini, bangun sayang"ucap Kevin mencoba membangunkan Dewi.


"Dewi syang, bangunlah"ucap Kevin berusaha karna melihat Dewi yang terus mengingau.


"aaaaaaaaa"


Teriak Dewi sambil membuka matanya dengan sempurna sambil mengangkat kepalanya.


"kamu siapa..?dimana aku..?"teriak Dewi menyadari sosok yang ada disampingnya.


"sayang ini aku Kevin, suami kamu, tenanglah aku ada disini syang"ucap Kevin sambil membawa Dewi ke dalam dekapannya.


"lepaskan aku, kamu bukan Kevin, kamu hanya laki-laki biadab yang ingin menikahi secara paksa, kamu hanya laki-laki biadab yang ingin memperkosa aku, aku benci sama kamu"teriak Dewi terus memberontak di pelukan Kevin.


"hei, lihat aku, ini aku Kevin, suami kamu"ucap Kevin sambil melepas pelukannya dan memengang kedua pipi Dewi lalu mengarahkan matanya Dewi supaya menatap matanya "ini aku, please jangan seperti ini syaang"ucap Kevin lagi sambil menarik tubuh mungil Dewi kedalam pelukannya.


"Vin, ak..aku takut, mereka semua jahat"ucap Dewi menangis histeris.


"jangan takut sayang, aku ada disini, mereka semua tidak ada lagi disini"ucap Kevin menenangkan Dewi.


"mereka akan datang lagi Vin, mereka akan membawa aku pergi dan memaksa aku menikah dengan laki-laki itu"tangis dewi memeluk Kevin semakin erat.


"tidak akan aku biarkan mereka menyentuh kamu seujung rambut pun, tidak akan aku biarkan laki-laki itu menikahi wanitanya kevin Mahendra"ucap Kevin.


"kamu janji tidak akan meninggalkan aku, aku tidak mau menikahi dengannya, aku sudah punya suami"ucap Dewi sendu.


"aku janji, tidak ada yang akan menikahimu sayang, hanya aku yang akan menjadi suami mu selama-lamanya, aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu"ucap Kevin sambil melepaskan pelukannya.


"kita akan menua bersama wi, aku janji"ucap Kevin lagi sambil mencium kening Dewi dengan hangat.


Rindu.


Ciuman ini yang Dewi rindukan selama ini, ciuman yang duluh menemani diwaktu membuka matanya di pagi hari yang dimana Kevin tidak pernh lupa mencium kening Dewi, katanya mencium kening Dewi menjadi pusat kekuatan bagi Kevin, dan kini ciuman itu telah kembali kepada Dewi seorang, dan ia juga berharap setelah bunda Devi hanya dia yang bisa merasakan ciuman Kevin.


"sekarang kamu istirahat iyh"ucap Kevin membantu Dewi berbaring "atau kamu mau sesuatu, mau makan, atau minum syang"


"baiklah, istirahatlah, aku akan terus menjagamu"ucap kevin, sedangkan Dewi hanya menganggu sambil menutup matanya.


"aku tidak akan memberikan kamu ampun Rangga, aku pastikan kamu habis ditangan ku"batin Kevin.


"kenapa belum tidur wi, ada yang kamu pikirkan..?"ucap Kevin yang melihat Dewi terus membuka tutup matanya.


"aku takut, kalau aku tertidur mimpi buruk itu akan muncul lagi"ucap Dewi yang memang takut berselancar ke dunia tidurnya.


"berdoa duluh gih, nanti mimpi buruknya pasti tidak datang"ucap Kevin.


"sini aku temani tidur"ucap Kevin sambil naik keatas ranjang dewi, yang kebetulan ranjang Dewi lumayan besar sehingga bisa membuat Kevin terbaring disamping Dewi.


"wi, aku boleh meminta sesuatu kepadamu..?"ucap Kevin sambil memeluk Dewi.


"apa itu..?"ucap Dewi meletakkan kepalanya di dada bidang Kevin.


"berjanjilah supaya kamu tidak mengingat kejadian yang menimpah kamu, berjanjilah untuk melupakan laki-laki itu"ucap Kevin sambil mengelus rambut Dewi.


"aku sakit melihat kamu seperti ini, aku ngk kuat kalau melihat kamu teriak histeris seperti tadi"ucap Kevin.


"iyh aku akan melupakan kejadian itu"ucap Dewi.


"aku boleh bertanya..?"ucap Dewi sambil menunjuk-nunjuk dada bidang Kevin.


"tanyakan sayang"ucap Kevin "tapi tanganya diam iyh, kamu masih sakit soalnya"ucap Kevin sambil menghentikan tangan Dewi.


"kenapa kamu bisa sampai kesana..?kenapa ngk dari kemarin-kemarin kamu datang kalau kamu tau aku di sekap disna"ucap Dewi.


"itu berkat info dari suci, makaya kami langsung cepat meluncur kesnaa"ucap Kevin "untung kami tidak terlambat, kalau telat sedikit sja, istrinya Kevin Mahendra ini akan istrinya laki-laki lain juga"ucap Kevin sambil menghentikan tangan Dewi yang lagi-lagi tidak mau diam. "tangannya syang, jangan nakal, nanti aku terkam baru tau rasa"ucap Kevin gemas.

__ADS_1


"kok bisa suci..?"ucap Dewi akhirnya menghentikan tangganya, takut juga jika Kevin harus menahan nafsunya.


flashback on


Kevin dan teman-temannya sudah putus asa mencari keberadaan Dewi, bahkan Kevin sudah menambahkan anak buah untuk mencari Dewi, tetapi hasilnya selalu nihil.


Hingga pada saat ini mereka sedang berkumpul disebuah cafe, karna semalam Kevin terus mencari Dewi, dan paginya ia meminta Ryo dan Remon menemui nya di cafe itu.


"ngk ada jalan keluar lagi Vin, kita laporkan ke polisi saja"ucap Ryo


"iyh sebaiknya kita laporkan saja"ucap Remon menyetujui saran Ryo.


Sedangkan Kevin hanya menundukkan kepalanya di atas meja, tanpa merespon saran Ryo dan Remon, ia benar-benar pusing saat ini, bahkan jalannya sangat buntu untuk mencari keberadaan Dewi.


"hai, maaf menganggu kalian"ucap suci yang kebetulan berada di cafe itu dan mendengar percakapan tiga sejoli itu.


"apa kalian mencari Dewi..?"tanya suci.


Mendengar nama Dewi, Kevin langsung mengangkat kepalanya dan menatap suci.


"tau dimana Dewi..?"tanya Kevin dingin.


"aku tau, Rangga-lah yang menculiknya selama ini, dia bekerja sama dengan Icha, dan mungkin beberapa jam lagi ia akan segera menikahi Dewi"ucap suci.


"dari mana kamu tau..?jangan main-main suci, aku lagi pusing"ucap Kevin.


"tadi malam Rangga datang ke apartemen ku, tanpa segaja aku mendengar ia menghubungi seseorang, dan mengatakan mempelai wanitanya Dewi, dan dia juga menyebut ia mau acara nya dimulai jam dua belas siang"ucap suci.


"katakan dimana Rangga menyekap Dewi"ucap Remon, yang tak sabaran.


"kalau tidak salah, ditengah hutan di ujung kota ini"ucap suci.


"ayo kita kesnaa"ucap Kevin sambil berdiri.


"Ryo hubungin Daffa, suruh dia membawah anak buah kesana semua"ucap Kevin sambil berjalan meninggalkan cafe.


"aku boleh ikut"ucap suci menghentikan langkah Ryo dan Remon.


"apa tidak papa, kamu sedang hamil, karna kami akan ketengah hutan"ucap Ryo.


"tidak papa, kandungan kuat, pokoknya aku mau ikut kesna"ucap suci.


"baiklah, tapi kamu di mobil aja nanti"ucap Remon sedangkan suci hanya mengangguk sambil mengikuti langkah Ryo dan Remon.


Ketika jam menunjukkan pukul dua belas, rombongan Kevin baru sampai di tengah-tengah hutan, dimna tempat acaranya dilaksanakan.


"acaranya sangat di jaga ketat, bagaimana kita bisa masuk"ucap Ryo.


"kita langsung masuk sjaa, ini sudh hampir jam dua belas, jangan sampai mereka menikah"ucap Kevin hendak turun.


"jangan Kevin, justru itu akan memakan waktu yang banyak, kalau kalian langsung masuk kedalam maka kalian akan menghadapi para penjaga itu yang membuat kalian akan lama sampai ke ruang utama"ucap suci menahan Kevin.


"aku pura-pura masuk, dan aku akan pura-pura kalau aku sedang sakit perut, dan besar kemungkinan perhatian penjaga akan tertuju kepadaku, dan pada saat itu juga kalian menggunakan waktu itu untuk masuk kedalam"ucap suci menjelaskan idenya.


"tapi dengan perut besar seperti itu emng bisa"ucap Kevin sedikit ragu, takut juga jika akan membahayakan kandungan suci.


"justru itu, membuat mereka semakin percaya kalau aku sedang sakit perut, bahkan aku kan mengatakan kepada mereka nanti kalau akan melahirkan"ucap suci menyakinkan kevin.


"baiklah, tapi tolong hati-hati"ucap kevin,


Sedangkan suci hanya mengangguk sambil keluar dari mobil, berjaln menuju gerbang utama rumah itu.


Dan benar saja, ketika suci berpura-pura sakit perut dan berteriak hendak melahirkan, hal itu membuat perhatian para penjaga tertuju kepada suci, dan hal itu pula Kevin dan teman-temannya menggunakan waktu itu untuk masuk kedalam rumah itu.


Tak lupa para anak buah menyemprotkan sesuatu kearah wajah para pelayan yang menyebabkan mereka pingsang seketika, sehingga mereka bertindak tanpa menimbulkan kekacauan.

__ADS_1


Hingga di detik-detik terakhir hijab kabul, dan tinggal menunggu para saksi mengucapkan kata sah, kevin langsung teriak, supaya pernikahan itu berhenti


flashback off


__ADS_2