Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 111


__ADS_3

Setelah bebrapa menit perjalanan kini Kevin dan Dewi sudah sampai disebuah rumah yang cukup mewah bagi kalangan atas.


Daffa langsung membuka pintu buat Kevin, diikuti Kevin membuka pintu buat Dewi.


Degg


Setelah menyadari dimana mereka berada jantung Dewi berhenti berdetak untuk beberapa saat, rumah ini sangat tidak asing baginya.


"ini kan rumahnya kleven, jadi yang mengundang kami orang tua kleven, aku harus ngimana, orang tua kleven pasti masih mengingatku, apa sudah saat Kevin mengetahui masa lalu"batin Dewi melamun.


"ngk!! kalau Kevin tau masa laluku, sudah pasti aku akan disuruh pindah kampus, bisa-bisa bakal terjadi perang dunia tiap hari dikampus"batin Dewi lagi.


"ayo sayang turun"ucap Kevin membuyarkan lamunan Dewi, ia gemas sendiri melihat Dewi yang diam saja tanpa berniat turun dari mobil.


"kenpa kita kesini..?"ucap Dewi gugup tersadar dari lamunannya


"lah trus!! kita kemana..?acaranya disini sayang"ucap Kevin .


"kamu ngk salah alamat kan Vin..?"tanya Dewi sambil turun dari mobil.


"astagfirullah Dewi"ucap Kevin kesal, mungkin mulai saat ini Kevin harus banyak-banyak istifar untuk menghadapi Dewi yang suka memancing emosinya.


"sayang acaranya disini, di dalam undangannya alamtnya disini, jadi aku ngk mungkin salah alamat"ucap Kevin menatap gemas wajah Dewi.


"o"ucap Dewi.


"o aja"batin Kevin semakin kesal, sudah dijelaskan panjang lebar Dewi meresponnya hanya o aja, benar-benar memang!!kalau bukan karna istri tercintanya sudah dari tadi ia melempar Dewi ke negeri seberang.


"kamu bisa jalan ngk..?kalau ngk bisa biar aku gendong"ucap Kevin memengang tangan Dewi.


"ini nih, gara-gara baju ini aku jadi susah berjalan, entah siapa yang memilih baju seperti ini, menyusahkan sekali, udah jadi baju pun masih aja bikin susah"gerutu Dewi menatap kesal Kevin.


Sedangkan Kevin hanya terkekeh geli melihat wajah cemberut Dewi, ia tidak menyangka kalau Dewi memakai baju itu akan menimbulkan drama yang cukup membuat kepalanya pusing mendengar ocehan Dewi.


Tapi tak masalah, jika memang Dewi sudah mau mengoceh dihadapannya itu berarti secara perlahan kecanggungan diantara mereka mulai berkurang seiring berjalannya waktu.


Kevin langsung menuntun Dewi masuk ke tempat acara, sampai di dalam banyak pasang mata yang menatap mereka penuh kagum, ada juga yang terkejut, karna kabar angin yang mereka dengar kalau bukan sosok Dewi yang lagi dekat dengan Kevin, tak sedikit tau kalau Kevin hanya dekat dengan Icha saja.


Tapi dengan kedatangan Kevin ke acara malam ini di dampingi seorang wanita cantik dan baru ini pertama kalinya Kevin memperkenalkan Dewi ke publik, itu membuat semakin banyak sebuah pertanyaan dibenak mereka, apalagi saat ini Kevin memeluk pinggang Dewi dengan begitu posesif.


"tenang syang, semua akan baik-baik saja"ucap Kevin karna menyadari kegugupan Dewi, terlihat dari tubuhnya yang bergetar.


"sumpah ini sangat menengankan, apa mereka tidak pernh melihat manusia, sampai menatap kita harus seperti itu"bisik Dewi.


"kalau mereka melihat aku sudah biasa, tapi mereka baru pertama kali melihat dirimu, sekarang kita langsung ke tuan rumah saja"ucap Kevin menuntun Dewi, diikuti Daffa dari belakang.


"wah tuan Kevin akhirnya kalian datang juga, terimaksih sudah memenuhi undangan kami"ucap Robert selaku tuan rumah.


"iyh, maaf kami sedikit telat, selamat atas ulang tahun pernikahannya, semoga langgeng terus"ucap Kevin.


"terimaksih tuan atas doanya, ayo nikmati hidangan yang ada"ucap Robert.

__ADS_1


Sedangkan Dewi hanya tersenyum canggung, sebisa mungkin ia menghindar dari tuan rumah.


"eth Dewi, kamu disini..?"ucap Ester menghentikan langkah Kevin dan Dewi.


"ahh iyh, saya dsini"ucap Dewi gugup.


"wahh setelah kejadian itu, kamu masih berani ngituh muncul dihadapan publik"ucap Ester memandang remeh Dewi.


"iyh nyonya, saya sering muncul kok mungkin kita aja yang baru bertemu, saya juga hanya mendampingi suami saya memenuhi undangan kalian"ucap Dewi mencoba terlihat biasa aja "kalau boleh tau apakah kita pernh saling bertemu sebelumnya.?"


"ohh maaf kalau memang kita pernah bertemu sebelumnya, tapi seingatku kita ngk pernh sih bertemu"ucap Dewi menatap wanita paruh baya yang ada di hadapannya.


"sombong sekali kau, untung anak ku kleven sudah putus hubungan denganmu, kalau kalian masih berhubungan mungkin aku akan malu sendiri"ucap Ester tersenyum sinis kepada Dewi.


"saya juga bersyukur sudah putus hubungan dengan anak anda, mungkin kalau kami masih berhubungan saya tidak akan berdiri disini sebagai tamu undangan, dan mungkin juga saya tidak bertemu dengan suami sya"ucap Dewi sambil menahan laju air matanya, tangannya sudah memengang erat tangan kevin.


"sudahlah mah, yang berlalu biarlah berlalu, sekrang kita berjalan kedepan"ucap Robert menghentikan perdebatan Dewi dan juga istrinya.


"kok malah papa membela wanita murahan ini sih, gara-gara dia anak kita tidak mau melanjutkan sekolahnya dan harus menggambil paket c"ucap Ester tidak terima.


"kok jadi gara-gara sya, itu tergantung didikan kalian, jangan pernh bawa nama saya dengan gagalnya anak kalian, karna perlu kalian ketahui saya tidak mengenal anak kalian siapa"ucap Dewi.


"sombong sekali kau, kau jangan lupa duluh kau yang mengejar-ngejar anak ku, dan kau juga yang meninggalkan anakku, dasar manusia tidak punya hati"ucap Ester menatap tajam Dewi.


"anak kalian ada disini..?tolong dong kalian tanyakan siapa yang mengejar dan siapa yang dikejar, biar tidak ada salah paham ke depannya"ucap Dewi. "kalau begitu kami permisi duluh"


Dewi hendak menarik tangan Kevin supaya pergi dari hadapan suami istri itu, tapi siapa sangka belum sempat melangkah seseorang menarik tangan Dewi dari belakang.


"seperti yang kamu lihat"ucap Dewi dingin sambil menghempaskan tangan kleven.


"terimakasih kamu sudah datang ke ulang tahun pernikahan mama dan papah ku"ucap kleven.


"aku hanya menemani suami ku saja"ucap Dewi.


"suami..?"guman kleven bingung.


"iyh kenalan ini suami ku"ucap Dewi


"by kenalkan kleven teman SMA"ucap Dewi memperkenalkan Kevin dan kleven.


"kenalkan Kevin, suami Dewi"ucap Kevin sambil mengulurkan tangannya.


Sedangkan kleven hanya menerima uluran tangan Kevin tanpa menyebut siapa namanya, karna ia tau kalau Kevin sudah mengetahui namanya karna beberapa kali mereka sudah beberapa kali bertemu.


"jadi benar, kamu sudah menikah wi..?ucapan kamu waktu ditaman itu benar..?secepat itu kamu melupakan aku wi..?padahal aku kembali buat kamu"ucap kleven lirih, padahal selama ini ia berharap semua yang Dewi ucapkan waktu ditaman hanya angin lalu saja.


"seperti yang kamu tau!! melupakanmu adalah hal yang paling gampang buat aku, karna tidak ada momen yang perlu di ingat dari kamu, dan satu lagi aku tidak pernh meminta kamu kembali buat aku, dan asal kamu tau seandainya aku belum menikah sampai kapan pun aku tidak akan menerima kamu lagi, ingat kamu sendiri yang membuang aku"ucap Dewi tanpa terasa air matanya sudah lolos, ia sedih bukan karna hubungannya dan kleven kandas tapi ia sedih ketika mengingat perlakuan kleven dimasa lalu, entahlah setiap melihat kleven kejadian beberapa tahun silam menari-nari dalam pikirannya.


"tolong kamu jelaskan kepada orang taumu, siapa yang mengejar dan siapa yang dikejar, siapa yang membuang dan siapa yang dibuang, sepertinya orang tau mu tidak tau banyak tentang masa lalu kita"ucap Dewi.


"kalau begitu kami permisi, ayo by"ucap Dewi menarik tangan Kevin.

__ADS_1


Sedangkan Kevin hanya diam saja melihat perdebatan mereka, ia belum mau ikut campur tentang masa lalu Dewi, tugasnya sekarang adalah membalas dendam tentang dimasa lalu Dewi, bahkan ia juga sudah menyuruh Daffa untuk mencari kembali tentang video Dewi.


Kevin membawa Dewi kesebuah meja yang cukup sepi dari para tamu undangan, ia tau kalau Dewi butuh udara segar.


"tuan minumnya"ucap Daffa memberikan sebotol air mineral berukuran kecil.


"sayang minum duluh"ucap Kevin sambil membuka penutup air mineral.


Dewi meminum air mineral sampai benar-benar habis, yang ia takutkan benar-benar terjadi, sejak turun dari mobil Dewi sudah pikiran kalau kejadian ini akan terjadi kalau sudah bertemu dengan orang tua kleven.


"kamu mau makan apa syang.?mau kue atau yang lain"ucap Kevin mencoba membuat Dewi melupakan perdebatan beberapa menit lalu.


"aku mau kue brownis aja"ucap Dewi menatap Kevin yang sedang berjongkok di hadapannya.


"biar sya aja tuan yang mengambil kuenya, tuan temani nyonya disini saja, takut nanti ada yang menganggu"ucap Daffa ketika melihat Kevin hendak berdiri.


"baiklah, terima kasih daf"ucap Kevin.


Daffa langsung pergi mencari kue brownies kebagian makanan.


"kamu jangan sedih, ngk usah diingat-ingat masa lalu syang"ucap Kevin lembut sambil mengelus pipi Dewi dengan lembut.


"siapa yang sedih..?aku ngk ada sedih, perasaan kamu aja"ucap Dewi tersenyum.


"ehh btw aku suka kalau kamu panggil aku by, apalagi tadi didepan umum kamu memanggil by, pokoknya mulai sekarang kamu harus memanggil aku by, ngk terima penolakann"ucap Kevin sambil memperbaiki beberapa helai rambut Dewi yang sedikit berantakan.


"itu enak dikamu, kamu keenakan di panggil by"ucap Dewi tertawa lepas sambil mencubit lengan Kevin.


"sayang sakit, kdrt ini namanya"ucap Kevin cemberut.


"ngk usah.."


"tuan kuenya"ucap Daffa menghentikan candaan Kevin dan Dewi.


"makasih kak Daffa"ucap Dewi.


"biar aku suapin sayang"ucap Kevin mengambil alih kue yang ada ditangan Dewi.


"ngk usah, malu tau banyak orang"ucap Dewi.


"bukankah kita sudah bertukar air ludah..?gapain malu"ucap Kevin sambil memotong kecil kue yang ada di atas piring.


"Kevin, ada kak Daffa"ucap Dewi dengan wajah yang sudah memerah.


"saya ngk mendengar nyonya, kalau begitu saya permisi duluh"ucap Daffa.


"ngk dengar tuh dia"ucap Kevin "buka mulutnya syaang"


Mau tidak mau Dewi menerima suapan kue dari Kevin, dan kevin pun demikian yang menyuapi Dewi dengan begitu telaten.


Sedangkan kleven hanya menatap dari kejauhan kemesraan Dewi dan Kevin dengan tatapan penuh kebencian, lebih tepatnya ia menatap Kevin dengan tatapan penuh kebencian.

__ADS_1


__ADS_2