
waktu terus berjalan, menit berganti jam dan jarum jam terus memutar sebagaimana mestinya, dan waktu pun menjelang malam, azan magrib berkumandang, mengingatkan umat-umat nya untuk segera melaksanakan kewajibannya untuk sholat.
"ya Allah sampai kapan aku harus kayak gini, aku mau sholat"guman Dewi ketika azan magrib berkumandang, "aku sudh ngk kuat ya Allah, tolong hambamu"
Karna memang saat ini keadaan Dewi sangat memprihatikan, haus dan lapar datang secara bersamaan, lemas, sangat lemas sekali, bahkan saking lemasnya hanya sekedar membuka matanya ia tidak sanggup lagi.
"Vin, kamu dimana..?kamu lagi gapain..?kamu cari aku kah..?aku kangen kamu..?"guman Dewi sudah tidak bisa lagi menahan laju air matanya, air matanya lolos begitu saja, entahlah saat ini ia benar-benar merindukan sosok Kevin, ia merindukan omelan pria itu, dan ia merindukan ngombalan pria itu, bahkan ia merindukan ketika Kevin menciumnya secara tiba-tiba.
Lama merenung tak lama setelah itu terbukalah pintu, terlihatlah sosok beberapa laki-laki berpakaian hitam lengkp dengan masker hitam menutup wajah mereka, mereka berjalan mendekat Dewi.
"siapa kalian, jangan macam-macam"ucap Dewi ketika salah satu dari antara mereka mencoba membuka ikatan yang ada di tangan dan kaki Dewi.
"Anda tenang sjaa nona, kami hanya butuh kerja samanya saja, jika anda tidak ingin terluka maka menurutlah, dan pekerjaan kamu akan cepat selesai"
"kerjasama gapain..?kalian siapa..?tolong jangan sakiti aku"ucap Dewi dengan bibir gemetar, bukan karna kedinginan tapi karna saat ini ia benar-benar takut.
"bantu dia berjalan"ucapnya salah satu dari mereka tanpa menghiraukan ucapan Dewi.
lalu mereka membantu Dewi berdiri dan berjalan, karna saat ini Dewi benar-benar sangat lemah bahkan untuk sekedar mengangkat tubuhnya pun ia tidak sanggup.
"jangan lupa tutup matanya"ucapnya lagi "berikan kain hitam itu"
"ya Allah mau gapain lagi mereka ini, aku sangat lelah"batin Dewi.
Dia hanya diam saja ketika matanya ditutup dengan kain hitam, mau memberontak pun dia sungguh tidak sanggup, dia akan mencoba mengikuti permainan mereka.
Karna dia terlalu percaya, semua pasti ada jalan keluar, karna ia percaya Kevin akan datang menyelamatkannya, bahkan ia sangat percaya kepada Tuhannya, bahwa Tuhannya tidak akan mengujinya melampau batas kekuatannya.
Tapi ketika hendak melangkahkan kakinya, baru langkah pertama Dewi sudh ambruk seketika.
"kenapa dia bisa pingsang, kalian jangan menyakitinya, nanti kita akan dihabisi sama tuan Rangga"pekiknya panik karna melihat Dewi ambruk.
"kamu tidak gapain-gapain dia tuan, mungkin nona ini sungguh sangat lelah, karna dia belm makan sedikit pun".
"gendong saja, bawah kemobil"
Lalu mereka menggendong tubuh mungil Dewi kedalam mobil, setelah dirasa Dewi sudah terlentang dengan sempurna dan dirasa nyaman lalu mereka menutup mobil.
"nona ini sangat cantik sekali, pantas saja tuan Rangga sangat tergila-gila kepadanya, bahkan kalau saja syaa jadi tuan Rangga akan melakukan hal yang sama, beruntung sekali suaminya mendapatkan nona ini"batinnya sambil menutup pintu mobil.
"jalan pak"ucapnya "jangan lupa yang lain mengikuti mobil itu dari belakang, dan jangan sampai meninggalkan jejak sedikit pun"ucapnya kepada beberapa ank buahnya yang masih berdiri menunggu disana.
Setelah perjalanan beberapa jam, akhirnya mobil yang membawa Dewi berhenti disebuah bangunan yang menjulang tinggi.
__ADS_1
Secara sederhana bangunan itu sangat sulit di devinisikan, jika disebut hotel sangat tidak mungkin, karna bangunan itu berdiri tepat ditengah hutang, lumayan jauh dari keramaian, bahkan jika disebut penginapan sangat tidak mungkin juga.
Lalu mereka mengangkat tubuh Dewi, mengeluarkan secara perlahan dari mobil, dan mereka pastikan kulit mulus Dewi tidak tergores walaupun hanya sedikit saja.
"dimana kamar nona"ucap sambil mengangkat tubuh Dewi.
"mari tuan, kami sudh siapkan dilantai atas"ucap salah satu pelayan sambil menuntunnya naik kelantai atas.
"kalian ganti bajunya yang lebih layak lagi, dan jika dia sudh bangun berikan dia makan, intinya layani dia sebaik mungkin"ucapnya lalu meninggalkan kamar itu, sedangkan beberpa pelayan hanya mengangguk saja, lalu mereka membersihkan tubuh Dewi dan mengganti bajunya.
"Kevin, tolong aku, mereka membawa ku lagi"ucap Dewi mengingau.
Sedangkan para pelayan yang mendengar hal itu hanya bisa menarik napas panjang dan membuangnya secara kasar, mereka tau asal muasal kenpa Dewi berada disini, bahkan mereka sangat tau jelas siapa sosok Kevin yang di sebut Dewi dalam tidurnya, tapi di saat seperti ini mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karna jika mereka berbuat kesalahan sedikit saja, sangat di pastikan pekerjaan mereka menjadi taruhannya.
Setelah selesai mengganti baju Dewi, mereka pun langsung keluar dari kamar itu.
"bagaimana sudh selesai...?"ucap Rangga yang ternyata sedari tadi berdiri di depan pintu kamar Dewi.
"sudah tuan, baju nona Dewi sudh kami ganti, sekarang dia sedang istirahat"ucap salah satu pelayan sambil menundukkan kepalanya.
"bagus, kalian bisa pergi, sisanya supaya aku yang mengurus"ucap Rangga, lalu langsung masuk kedalam kamar Dewi.
Sampai dikamar yang bernuansa hitam putih di atas kasur yang berukuran besar, terdapat sosok gadis cantik yang terbaring lemas, entah dia tidur atau pingsang dia tidak ambil pusing untuk hal itu, yang penting saat ini Dewi sudh berada dalam genggamannya.
"Kevin, kevin"ucap Dewi mengingau.
"bahkan ketika tidur pun kau menyebut nama Kevin wi, secinta itu kau sama dia..?"ucap Rangga.
Sakit, sangat sakit sekali, ketika gadis yang paling ia cintai menyebut nama laki-laki lain yang notabennya itu suaminya sendiri.
Lalu ia berjalan menuju balkon kamar, ia harus memikirkan rencananya untuk besok, ia juga harus memastikan tidak ada penganggun yang menyebabkan rencananya gagal total.
Karna lelah berdiri dibalkon kamar, akhinya ia memutuskan untuk membaringkan tubuhnya disamping Dewi, membawa Dewi kedalam dekapannya, tak lupa ia mencium pucuk kepala Dewi dengan hangat.
Rangga hanya tidak dengan Dewi saja, membawa gadis itu kedalam dekapannya, ia tidak melakukan hal diluar batas, ia tidak akan mengulangi kesalahannya yang sama ketika dengan suci.
#####
brakkkkkk
"kenapa mencari gadis seperti Dewi saja kalian tidak mampu, kalian saya gaji untuk bekerja"teriak Kevin sambil menghempaskan semua barang yang ada diruang kerjanya.
Daru malam ketemu malam, yang artinya sudh hampir dua puluh empat mereka mencari keberadaan Dewi, dan yang dalam artian luas sudah hampir dua puluh empat jam Dewi berada di tangan penculik itu.
__ADS_1
"maaf kami tuan, kami sudh mencari nona Dewi disetiap penjuru sudut kota ini, tapi nona Dewi tidak bisa kami temukan, penculik itu tidak meninggalkan titik terang sedikit pun"ucap salah satu anak buahnya, entahlah kalau berurusan tentang Dewi, mereka akan menjadi manusia paling bodoh dan lambat.
"aku tidak butuh maaf kalian, aku butuh hasil kerja kalian"teriak Kevin menatap mereka dengan tatapan mematikan.
brakkkkkkk
"siapa yang berani macam-macam sama aku, anj*Ng"teriak Kevin sambil membalikan meja kerjanya.
"siapapun dia, aku tidak akan mengampuninya Bangs*k"teriak Kevin sambil menghempaskan vas bunga yang ada diatas meja dekat sofa.
Alhasil ruangan kerja yang awalnya diatur serapi mungkin, kini sudah tidak berbentuk lagi, Kevin sudh menghancurkannya tanpa sisanya, barang-barang yang ada disana sudh tak berbentuk lagi, pecahan kaca bertebaran dimana-mana.
Bahkan ruang itu tidak cocok dikatakan gudang, lebih cocoknya diarakan ke tempat sampah umum.
"sabar Vin, kita harus mencari Dewi dengan kepala dingin"ucap Ryo sambil menahan Kevin yang lagi-lagi ingin menghancurkan perabotan yang ada di ruangan itu.
"sabar kamu bilang..?bagaimna caranya aku bisa sabar sedangkan Dewi tidak ada di sisiku..?bagaimana aku bisa sabar sedangkan Dewi diculik..?"teriak Kevin sambil menarik kerah baju Ryo.
"kalian tidak pernh tau, ngimna rasanya kehilangan wanita yang paling disayang diculik orang lain, sakit anj*ing"teriak Kevin sambil melayankan pukul ke pipi Ryo.
"mungkin itu sudh takdir, duluh kau menyiksa Dewi, dan sesuai perjanjian kalian pernikahan kalian akan berhenti ketika sudh satu tahun, dan akan berhenti sebelum satu tahun pernikahan"ucap Devan yang tiba-tiba masuk kedalam ruang kerja Kevin.
"tapi aku dan Dewi sudh berjanji akan tetap melanjutkan pernikahan ini sampai sisa umur kami"ucap Kevin sambil berlepakan tangganya dari kerah baju Ryo.
"Dewi sudah berjanji akan mencintai aku, Dewi sudah berjanji akan membuka hatinya buat aku, Dewi berjanji akan menjadi ibu dari anak-anakku"ucap Kevin dengan suara serak, ia akan berubah menjadi pria cengeng ketika berurusan dengan Dewi.
Sifat kejamnya, arroganya dan tatapan tajamnya akan hilang entah kemana ketika menghadapi Dewi, ia akan semudah itu bertekuk lutut dihadapan Dewi.
"coba kamu ingat lagi kebelakang Vin, coba kamu ingat lagi kejadian beberapa bulan silam, coba kamu ingat dimana Dewi yang berjuang hidup dan mati, hingga ia dinyatakan meninggal dunia, dan semua itu terjadi gara-gara kamu, kamu yang terus-menerus menyiksa dia diawal pernikahan kalian, apakah masih wajar Dewi bertahan bersamamu..?Dewi berhak bahagia"ucap Devan.
"iyh Dewi berhak bahagia, tapi bahagia bersama aku, aku tau aku salah, itulah sebabnya aku berjanji akan mencintai dan membahagiakan nya"ucap Kevin tidak bisa menahan airnya matanya lagi, alhasil air motornya lolos begitu saja.
"jika memang Dewi diculik, kita akan mencarinya sampai ketemu, tapi jika Dewi yang memiliki pergi, ikhlas kan dia, lupakan dendam mu kepala orang tuanya, karna sejak awal kau yang merebut paksa Dewi dari Rangga"ucap Devan sambil membantu Kevin berdiri.
"cengeng, kau jangan menangis lagi, jika kau disini menangis dan Dewi disana menangis, siapa yang akan menguatkan kalian"ucap Remon sambil memukul bahu Kevin pelan.
"percayalah Dewi cinta sejatimu, apapun yang terjadi Dewi akan kembali kepadamu, kau dan dia sudh ditakdirnya bersama"ucap Ryo mencoba menyemangati Kevin.
Untuk pertama kalinya mereka melihat Kevin menangis, untuk pertama kalinya mereka melihat air mata Kevin, dan semua itu terjadi hanya karna Dewi seorang.
Seorang Dewi Sartika Gabriela Adijaya, gadis cantik yang mampu membuat Kevin Mahendra menangis seperti anak kecil.
"lanjutkan pencarian kalian, pasti ada tanda-tanda kecil beradaan Dewi."ucap Devan membubarkan ank buah Kevin.
__ADS_1
"Daffa panggil OB untuk merapikan ruangan ini"ucap Devan lagi.