Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
118


__ADS_3

Setelah dari kampus Kevin tidak langsung pulang kerumah, ia mampir duluh kekantor sehingga ketika menjelang magrib Kevin baru keluar dari gedung kantor.


Dan karna kondisi jalanan yang lumayan macet, hingga alhasil Kevin dan daffa terjebak macet yang cukup panjang, karna saking macet tak jarang Daffa yang memejamkan matanya sambil menunggu mobil di depannya maju.


Kevin jangan tanya lagi, sesekali ia menarik napas panjang dan mengeluarkan secara kasar, saking kesalnya ingin rasanya ia memasang sayap pada mobilnya supaya bisa terbang ketika macet melanda seperti ini.


"besok-besok kamu cari tukang yang bisa bikin sayap mobil daf, sampai kapan kita harus terjebak seperti ini"ucap kevin yang sedang berada di kursi belakang.


"wah gilanya, macet begini masih bisa tidur"guman kevin.


Karna tidak mendapat respon dari Daffa, sehingga Kevin melirik ke arah kursi kemudi ternyata ia mendapati Daffa tertidur.


"ehh bangun, mobil di depan sudah maju tuh"ucap Kevin membangunkan Daffa.


"maaf tuan, saya ketiduran"ucap Daffa yang memang saat ini ia benar-benar sangat lelah sekali, ngimna tidak lelah, Kevin menumpahkan urusan kantor kepadanya satu harian ini, belum lagi ia harus memantau perkembangan Rangga dan masih banyak lagi pekerjaan yang harus Daffa kerjakan dan tidak ada habisnya.


"formal amat bahasa Lo, emng kita masih di kantor"ucap Kevin.


"iyah, namanya juga kebiasaan"ucap Daffa.


"makaya kamu healing Daffa"ucap Kevin seenak jidatnya.


"bagaimna bisa healing, situ kasih saya pekerjaan yang tiada habisnya, tiap hari bekerja seperti robot"teriak Daffa dalam hati.


"ngk usah teriakin gue dalam hati"ucap Kevin.


"buat apa gue neriakin Lo dalam hati, ngk ada untung"ucap Daffa.


"astaga baru maju sepuluh meter sudah berhenti lagi, kapan sampainya kalau begini cerita Daffa"ucap Kevin kesal "coba lihat daf, kenapa macet betul"


"di depan ada kecelakaan maut, dan korbannya meninggal ditempat, itu polisi sedang evaluasi"ucap Daffa kesal, jika kevin yang hanya duduk saja sudah bosan, apa kabar dengan dirinya yang sudah sangat-sangat lelah sekali.


"ngomong dong dari tadi"ucap Kevin.


"lah kan situ ngk ada nanya, ngimna mau ngomong"ucap Daffa kesal.


"gapain juga gue nanya, ngk penting kan"jawab Kevin.


"astagfirullah Kevin, kenapa Dewi bisa bertahan sama manusia menyebalkan seperti dirimu"ucap Daffa kesal, kalau tidak karna Kevin atasan dikantor mungkin sejak tadi ia sudah menurunkan Kevin dijalanan, benar-benar tidak bisa membaca situasi.


Kevin tidak merespon ucapan Daffa lagi, ditengah-tengah kebosanannya ia memang segaja membuat Daffa sedikit kesal, jarang-jarang ia melihat wajah Daffa kesal yang ada hanya wajah serius saja.


"sudah sampai, mau tidur dimobil Lo"ucap Daffa, akhirnya setelah melewati mecat yang cukup panjang akhirnya mereka sudah sampai di rumah, jika biasanya ketika pulang dari kantor akan memakan waktu kurang lebih empat lima menit, maka sekarang mereka memakan waktu hampir satu jam setengah, menyebalkan memang.

__ADS_1


"besok kamu cuti aja daff, kasihan aku melihat kamu seperti kelelahan sekali"ucap Kevin sebelum turun dari mobil.


"iyh kan besok harus Minggu Kevin, cuti apaan hari Minggu"ucap Daffa gemas sambil melemparkan bekas tissu ke wajah Kevin.


"cuma mengingatkan besok libur dengan embel-embel cuti aja sih"ucap kevin terkekeh melihat wajah kesal Daffa.


Sedangkan Daffa tidak lagi mengubris candaan Kevin, ia langsung melajukan mobilnya menuju apartemennya, karna saat ini ia benar-benar lelah sekali.


"mana Dewi"ucap Kevin setelah masuk kedalam rumah, ia melihat beberapa pelayan yang menyiapkan makan malam.


"nyonya Dewi ada kamar tuan, sejak pulang kuliah dia tidak keluar, dia hanya meminta kami mengantar cemilan saja"


Sedangkan Kevin langsung naik kekamar saja, ia tau sebab Dewi kenapa tidak keluar dari kamar, sudah pasti gadis itu sedang kepikiran tentang masa lalu kembali.


Sampai dikamar ia tidak melihat sosok Dewi, tapi sepertinya Dewi baru bangun tidur terlihat dari kasur yang sedikit berantakan, lalu matanya menatap bayangan yang ada di balkon kamar, ia tau itu Dewi, ia langsung berjalan menuju balkon.


"kenapa berdiri disini sayang"ucap Kevin.


"ehh Kevin, sudah lama sampainya..?"ucap Dewi mencoba tersenyum hangat.


"baru aja, kamu kenapa..?kamu baru nangis iyh"ucap Kevin menatap wajah Dewi dan terlihat dengan begitu jelas mata Dewi masih sedikit lembab.


"ngk kok, tadi habis baca novel yang sedih ehh malah terbawa suasana"ucap Dewi tersenyum manis.


"kenapa baru pulang, biasanya sebelum mangrib sudah sampai dirumah"ucap Dewi mengalihkan percakapan, ia tidak mau Kevin terus bertanya lebih dalam lagi tentang keadaannya.


Kevin langsung berbalik badan tapi untuk sepersekian detiknya Dewi langsung menahan tubuh Kevin.


"kenapa syang"ucap Kevin sambil menata Dewi sambil membalikan badannya menghadap dewi. Tanpa menjawab pertanyaan Kevin Dewi langsung memeluk tubuh Kevin, memeluk dengan sangat erat, ingin rasanya ia menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan Kevin, menumpahkan semua segala bebannya, tapi mau ngimna, ia harus menutup semua kejadian dimasa lalu, cukup duluh semua orang tau mengetahui kejadian itu, tapi tidak dengan sekarang, sebisa mungkin ia menutup kejadian itu.


"apakah ketika Kevin mengetahui masa laluku, dia akan tetap mempertahankan aku tetap disisinya, atau dia malah melepaskan aku"batin Dewi masih terus memeluk Kevin dengan sangat erat.


"menangis wi, jangan ditahan"ucap Kevin memeluk tak kalah erat, ia sangat berharap ia bisa menjadi sandaran buat, ia tau kalau Dewi saat ini sedang menahan tangis, terasa dari tubuh Dewi yang bergetar hebat.


"ngk kok, aku ngk mau nangis, lagian siapa juga yang menahan tangis"ucap Dewi sambil melepas pelukkan kepada kevin.


"betulan ngk nangis nih"ucap Kevin menatap wajah Dewi.


"ngk kok, aku ngk ada nangis"ucap Dewi menundukkan kepalanya, ia cukup malu ketika mengingat tindakannya yang begitu refleks memeluk Kevin.


"trus gapain kamu peluk aku hm"ucap Kevin gemas.


"ngk papa, cuma lagi pengeng peluk kamu aja sih"ucap Dewi. "emng salah peluk suami sendiri"

__ADS_1


"apa tadi, suami"ucap Kevin memastikan ucapan Dewi.


"apanya..?"ucap Dewi.


"kamu sebut aku tadi apa syang, sebut lagi dong aku pengeng dengar lagi"rengek Kevin


"ngk ada, aku ada sebut apa-apa, kalau pun ada itu lidah ku hanya keseleo saja"ucap Dewi..


"emng lidah bisa berjaln sampai keseleo ngituh"ucap Kevin lagi.


"sudah ahh, ngk usah dibahas lagi, katanya mau mandi"ucap Dewi dengan wajah yang sudah merah karna menahan malu.


"iyh ini aku mau mandi, kamu sudah mandi ngk..?"ucap Kevin sambil berjaln meninggalkan balkon diikuti Dewi dari belakang.


"ngk, aku kambing takut air, jadi ngk usah mandi"ucap Dewi sembarang.


"apa..?"ucap Kevin sambil menghentikan langkahnya lalu membalikan badannya.


"aduh"ucap Dewi sambil mengelus kening yang terbentur dada bidang Kevin.


"bisa ngk sih kalau mau berhenti itu bilang-bilang, jangan asal berhenti aja, sakit tau"ucap Dewi dengan wajah yang cemberut.


"sorry-sorry" ucap Kevin sambil mengelus-elus jidat Dewi.


"sudah sembuh"ucap kevin sambil mencium jidat Dewi lalu meniupnya "kamu bilang apa tadi..?"


"emng aku bilang apa..?"tanya Dewi balik.


"ngk ada sejarahnya pertanyaan dijawab pertanyaan juga Dewi"ucap kevin sambil menyentil jidat Dewi kembali, kesal karna Dewi menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan juga.


"ihh kok disentil lagi sih"ucap Dewi cemberut sambil memengang jidatnya.


"lagian kamu kebiasaan, ditanya malah jawabnya pertanyaan juga"ucap Kevin sambil meniup jidat Dewi lagi.


"aku mau mandi, siapkan bajuku"ucap Kevin "sudah sembuh, sudah aku kasih tiupan cinta"


"tiupan cinta dari mana..?tiupan itu cuma tiupan biasa aja, ngk ada tiupan cinta"ucap Dewi sambil menatap Kevin.


Seperginya Kevin ke kamar mandi, ia langsung mempersiapkan piama buat Kevin, sambil menunggu Kevin keluar dari kamar mandi, ia memeriksa bebrapa tugas kuliah yang belum ia kerjakan.


tok tok tok


"permisi nyonya, makan malam sudah selsai, apakah nyonya dan tuan mau langsung makan..?kalau belum kami bisa simpan kembali dan nanti akan dipanasi jika nyonya dan tuan mau makan"

__ADS_1


"ngk usah, sepuluh menit lagi kami akan turun, masih nunggu Kevin mandi"ucap Dewi tersenyum manis.


"baiklah nyonya, kalau begitu saya permisi duluh"


__ADS_2