
ketika kleven dan juga Bayu sampai di kantin, seketika mahasiswi heboh sendiri karna mereka kedatangan pangeran baru si pemilik kulit putih, tidak kalah hebohnya ketika Kevin dan teman-temannya memasuki kantin.
"mau pesan apa"ucap Bayu.
"mie ayam ada..?"ucap kleven, karna kantin di kampus yang lamanya tidak ada yang menjual mie ayam khas Indonesia.
"ada"jawab Bayu.
"mie ayam sama jus alpukat"ucap kleven.
"baiklah, kamu tungguh disini aja, aku pesan duluh"ucap Bayu lalu meninggalkan meja mereka.
Sedangkan kleven hanya mengangguk sambil melihat-lihat sekitaran kantin, seperti sedang mencari posisi seseorang.
Setelah memutar leher hampir seratus delapan puluh derajat, matanya menangkap sosok perempuan yang duduk sendiri di meja paling sudut, sepertinya ia sedang menunggu pesanan.
"kamu masih sama seperti duluh wi, masih suka menyendiri"guman kleven yang ternyata sosok itu adalah Dewi yang duduk sendiri sambil fokus bermain ponsel.
Kleven terus menatap dewi, tanpa mengalihkan sedikit pun tatapannya dari Dewi, entah sejak duluh iyh tidak pernh bosan menatap wajah cantiknya Dewi.
Tanpa ia sadari ternyata tiga pasang mata menatap dirinya dari sudut kantin.
"kenapa si anak baru itu menatap Dewi terus..?"ucap Ryo.
"kayak ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, tapi sepertinya dia agak takut juga"ucap Ryo lagi.
"sepertinya anak baru itu kenal dekat dengan Dewi, dari tatapannya sepertinya ia mengetahui banyak tentang Dewi"ucap Remon.
"jadi mantannya Dewi sekarang kuliah disini, maksudnya apa coba, kayak cuma ini aja lagi kampus di kota ini"batin Kevin menatap Dewi dan kleven bergantian.
"Vin, oo Kevin"ucap Ryo menyadarkan lamunan Kevin.
"apaaan"ucap Kevin.
"Lo dengar kita ngk sih sedari tadi ngomong"ucap Ryo kesal.
"iyh dengar, tuh cowok mantan cinta pertamanya Dewi, dan cowok itu masih menginginkan Dewi"ucap Kevin.
"trus Lo diam aja ngituh, mantannya Dewi kembali lagi dan sekarang dia malah melihati Dewi trus, lihat tuh tatapannya kayak menelanjangi anjir"ucap Remon yang memang saat ini kleven menatap Dewi sangat dalam sekali, sedangkan Dewi tidak menyadari tatapan kleven kepadanya.
"gara-gara tuh cowok kemari aku sama Dewi diam-diaman, aku pikir Dewi akan segera kembali kepadanya, tapi tadi malam pas aku bicara empat mata sama Dewi, katanya dia ngk ada niatan mau kembali sama mantannya"ucap Kevin "gue percaya aja sih, secara selama ini Dewi juga menutup diri sama kaum pria"
"mudahan aja seperti itu, tapi kamu harus jaga ketat Dewi Vin, seperti itu cowok lumayan berbahaya sih"ucap Remon.
Sedangkan Kevin hanya mengangguk, ia juga merasakan kalau kleven sangat-sangat menginginkan Dewi saat ini, karna tatapannya kepada Dewi bukan seperti antara mantan sesama mantan, tetapi melebihi dari situ.
Mereka terus memantau Kleven, dan tatapan Kleven terputus ketika Bayu membawa pesanan mereka, dan bertepatan pada saat itu juga Dewi pergi meninggalkan kantin.
"Vin, Dewi pergi tuh, ikutin ngih"ucap Ryo, sedangkan Kevin langsung pergi mengikuti Dewi.
Ternyata Dewi masuk ke dalam kamar mandi, melihat Dewi masuk kedalam kamar mandi, Kevin memilih menunggu di lorong menuju toilet, tidak mungkin dia ikut masuk ke toilet wanita, bisa-bisanya pas keluar nya dia akan berubah menjadi pisang gapit, karna diamut para perempuan yang ada di dalam.
"lamanya di kamar mandi syang"ucap Kevin ketika melihat Dewi sudah berjalan menuju lorong kamar mandi.
"ih kamu Vin, bikin kaget tau"ucap Dewi sambil mencubit pinggang Kevin.
"syang sakit"rengek Kevin.
__ADS_1
"sorry, kamu sih bikin aku kaget, untung aku ngk punya penyakit riwayat jantung"ucap Dewi sambil mengelus pinggang Kevin bekas ia cubitannya.
"kamu habis nih kemana..?"ucap kevin sambil merangkul Dewi, kebetulan suasana kampus lumayan sepi.
"kamu itu dirumah nempel dikampus juga nempel, lihat kondisi dong Vin"ucap Dewi melepaskan tangan Kevin dari bahunya "kalau ada yang lihat ngimna"
"sayang, seperti kita harus mengadakan resepsi pernikahan deh, aku malas klau sudah kucing-kucingan begini"ucap Kevin.
"ngk usah gadi-gadi kamu, udah lama nikah juga masih aja mikirin resepsi"ucap Dewi menoel hidung mancung Kevin.
"ngk papa dong sayang, lagian yang tau hubungan kita itu cuma dua tiga orang aja"ucap Kevin "lagian jika kita resepsi kita masih bisa kok kayaknya pengantin baru, kan kamu masih tersengel sayang, jadi kita itu masih pengantin baru"
blus
Mendengar kata tersengel mendadak wajah Dewi berubah menjadi udang rebus, benar sudah hampir enam bulan menikah dengan Kevin sampai saat ini juga ia masih tersegel yang artinya Dewi belum memberikan haknya Kevin selayaknya seorang suami.
"ma.maaf"lirih Dewi gugup.
"kok maaf sayang sih"ucap Kevin karna ia belum menyadari ucapannya sebelumnya.
"maaf, sampai saat ini aku belum bisa melayani mu sebagai suami, aku belum siap, tapi aku janji cepat atau lambat akan aku berikan"ucap dewi.
"hey kok jadi Melo sih, aku ngk pernh maksa supaya kamu memberikan hak ku, aku tau kamu trauma, aku tau kamu belm percaya seutuhnya sama aku, dan aku tau kamu belum siap"ucap Kevin "ngk usah terlalu di pikirin"ucap Kevin lagi, mencoba menenangkan Dewi padahal pada kenyataannya setiap dekat dengan Dewi ia selalu menahan nafsunya, entahlah setiap kali bersentuh dengan tubuh Dewi, tubuh Kevin selalu beraksi berlebihan dan reaksi itu baru ia rasakan ketika bersama Dewi, apalagi saat ini mereka sudah tidur satu ranjang.
Tapi sebisa mungkin ia menahan sampai Dewi siap dan ia meminta dengan sendirinya.
"tapi kamu ngk marah kan..?"ucap Dewi.
"aku akan marah klau kamu memanggil dengan sebutan nama"jawab kevin
"trus aku harus manggilnya apa dong"ucap Dewi bingung
"ngk usah gadi-gadi kamu"ucap Dewi.
"kalau ini ngk dikampus sudh aku kurung dikamar kamu"ucap Kevin karna gemas melihat Dewi.
"ngk usah aneh-aneh, aku mau kekelas duluh"
ucap Dewi
"habis kelas tungguh aku di mobil, kita kekantor duluh"ucap Kevin sambil memberikan kunci mobilnya kepada Dewi.
"aku antar kamu sampai kelas iyh, tapi kamu jalan duluan"ucap Kevin yang mengerti akan kekhawatiran Dewi.
"baiklah pak suami, ibu istri mau beljr duluh"ucap dewi.
Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka dari kejauhan.
"apa sebenarnya hubungan mereka..?tapi anak-anak kampus sini bilangnya Dewi susah ditaklukkan, apakah mereka suami istri..?tapi ngk mungkin, ngk mungkin Dewi menikah diusia yang mudah"batin kleven yang sedang menatap kemesraan Dewi dan Kevin.
Ia juga dapat melihat Kevin memperlakukan Dewi dengan lembut dan penuh cinta, dan Dewi juga sudah terbiasa dengan sikap lembutnya Kevin, berarti secara logikanya mereka sudah lama dekat, begitu kira-kira pemikiran kleven.
"pokoknya aku tidak akan membiarkan Dewi bersama laki-laki lain, duluh memang aku bodoh membuang berlian seperti Dewi, tapi sekarang ngk lagi, aku ngk mau mengulangi kesalahan yang sama"guman kleven.
######
Kleven langsung berjalan menuju kelasnya, sebenar setelah melihat kemesraan Kevin dan Dewi ia sudah tida ada niatan lagi mengikuti kelas selanjutnya, tapi mengingat ini adalah hari pertamanya kuliah, tidak mungkin dia bolos kuliah di hari pertama.
__ADS_1
Kleven langsung masuk ke kelas, dan ternyata dosen yang bersangkutan hari sudah masuk dan hendak memulai pelajaran.
"permisi pak, maaf saya telat, tadi dari toilet duluh"ucap kleven.
"kamu anak baru itu, lain kali jangan coba-coba telat ketika jam saya"ucap Bimo dingin.
"baik pak"ucap kleven.
"silakan kamu duduk disamping nya Dewi sja, cuma itu kursi yang kosong"ucap Bimo.
Sedangkan kleven langsung duduk disamping meja Dewi yang hanya berjarak dua keramik dari meja Dewi.
Sehingga ia bisa dengan begitu bebas memandang wajah cantik Dewi, jika tadi dijam pertama ia hanya melihat punggung Dewi maka sekarang ia bisa melihat wajah Dewi.
Sedangkan Dewi hanya bisa diam saja, ia tau kalau kleven terus memperhatikan, tapi sebisa mungkin bersikap normal saja, mencoba untuk tidak berbicara banyak sama kleven, mencoba untuk tidak menatap wajah kleven dan tidak menanggapi kleven, ia tidak mau kalau teman-teman satu kelasnya mengetahui masa lalu mereka.
"kleven kenpaa dari tadi kau melihat Dewi terus, ngk bisa kah kau jaga matamu itu..?saya ngajar disini tapi kamu kok melihat Dewi terus..?"ucap Bimo kesal, bukan kesal karna kleven tidak memperhatikannya tapi ia kesal karna kleven terus menatap Dewi, walaupun Dewi sudah menolaknya beberapa kali tapi tidak membuat cintanya pudar, mungkin ia akan mencintai dalam diam.
"maaf pak, habis mahasiswa bapak cantik banget"ucap kleven.
"cie Dewi, soswet banget sih"
"tapi wi, Lo belum bisa kita katakan pemenang kalau Kevin sendiri aja belum bisa Lo taklukkan"
"ayo dong wi, dekatin Kevin, pasti bagus tuh, yang cantik ketemu yang ganteng"
"ayo dong dewi, membuka diri, jangan cuek muluh bah"
"apaan sih garing"guman Dewi tidak ucapan teman-temannya.
"sudah-sudah, kita kembali ke laptop"ucap Bimo menghentikan perdebatan dikelas itu.
"jadi anak-anak dikampus ini tidak tau kalau Dewi sama Kevin lagi dekat, main cantik juga mereka"batin kleven menatap Dewi sekilas.
"kleven, kalau kamu ngk ada niatan belajr, tau kan dimana pintu keluar"ucap Bimo kesal karna lagi dan lagi ia hanya menatap Dewi.
"ngk kok pak"ucap kleven langsung menatap kedepan.
"diam semua, kalau sya sedang berbicara disini, jangan ada yang coba-coba membuka kelompok baru dimeja kalian dan bergosip ria"bentak Bimo karna melihat beberapa mahasiswa ingin berbicara lagi.
Setelah satu jam berlalu kini mata kuliah kedua pun selesai, melihat waktu semua mahasiswa harus keluar dari kelas berganti dengan mahasiswa lain yang masuknya siang.
"Dewi ada waktu ngk, boleh berbicara sebentar"ucap kleven menahan tangan Dewi.
"sorry gue buru-buru, duluan"ucap Dewi sambil melepaskan pegangan kleven.
"sepuluh menit aja wi"ucap kleven tak mau kalah.
"ngk ada yang perlu dibicarakan, gue duluan"ucap Dewi dingin sambil menghempaskan tangan kleven.
Sedangkan kleven hanya menatap sendu Dewi.
"kamu berubah wi, bukan ini Dewi yang duluh, Dewi yang duluh adalah wanita yang lemah lembut, wanita yang hangat bukan seperti ini kasar dan dingin"batin kleven.
"sepertinya kamu kenal dengan dengan Dewi ven"ucap Bayu menyadari lamunan kleven
"ngk, aku ngk kenal dekat sama Dewi, cuma aku pengen kenal dia lebih dekat aja sih, dia punya daya tarik tersendiri"ucap kleven.
__ADS_1
"semangat bro, hati Dewi susah disentuh, bahkan pak Bimo aja yang sudah menjadi dosen, ditolak sampai berkali-kali"ucap Bayu menepuk punggung kleven.
"pak Bimo menyukai Dewi"batin kleven.