
Benar kata orang, ala bisa karna terbiasa, seperti saat ini walau selelah apapun ketika azan subuh berkumandang tetap saja Dewi terbangun untuk melaksanakan kewajibannya.
Padahal jika mengingat tadi malam, Kevin menggempurnya sampai benar-benar lelah sekali, secara manusia jika melihat bagaimana lelahnya bisa saja Dewi melewatkan azan subuh pagi ini, tapi pada kenyataan ia bukan hidup secara manusia, ketika dibangku sekolah menengah atas Dewi pernh mendengar ceramah kalau Tuhan itu tidak kompromi dengan dosa.
Hingga pada saat ini Dewi tetap menerapkan ceramah itu dalam perjalanan hidupnya, karna bagi Dewi penciptanya mengizinkan dirinya untuk menghirup udara segar di pagi harinya merupakan berkat yang sangat luar biasa bagi perjalanan hidupnya.
Jadi tidak ada alasan bagi dirinya untuk meninggalkan kewajiban sebagai umat beragama, meskipun ayahnya tidak menuntun dirinya untuk belajar agama, tapi Dewi belajar agama dari kecil, meskipun tidak sepasi orang-orang di luaran sana.
Setelah menyelesaikan ibadah sholat subuh lagi dan lagi Dewi kembali tidur disamping Kevin tanpa melepaskan mukenahnya dan sadar atau tidak sadarnya Kevin langsung menarik Dewi kedalam dekapan.
Ketika matahari mulai meninggi perlahan tapi pasti, Kevin membuka matanya pemandangan yang pertama ia lihat adalah Dewi yang tertidur begitu pulas di dalam dekapannya.
Wajah Dewi cantik tanpa polesan skincare, bahkan wajahnya semakin glow up karna air wudhu, ia juga tau Dewi sangat jarang sekali perawatan wajannya disalon, tapi tetap saja cantik natural.
"begitu indahnya ciptaan mu iyh Allah"guman Kevin sambil mencium kening Dewi.
Ia mengambil ponselnya yang ada disamping tempat tidur, lalu menekan aplikasih camera dan mengarahkan kepada wajah Dewi yang sedang terlelap sambil memakai mukena.
Sambil duduk di tepi kasur, Kevin lagi dan lagi membuka aplikasi Instagram, siapa sangka ternyata ia memposting foto Dewi yang ia potret pas tidur.
Ia memposting foto Dewi di akun Instagram pribadinya dengan caption "He is mine
my wife", ada memang cara Kevin mengumumkan hubungan mereka.
Tak menunggu lama postingan itu sudah dapat like dan komentar, ada yang memuji kecantikan wanita dalam postingan itu yang begitu natural, dan ada juga yang merasa kecewa dengan hubungan mereka.
Kevin memang tipikal orang yang jarang memposting dirinya di media sosial, tapi sekali memposting cukup membuat para pengikutnya terkejut.
"sayang bangun yuk, kita pulang, aku mau ngantor hari ini"ucap Kevin sambil mengelus pipi Dewi.
"capek banget iyh sampai ngk mau kebangun"ucap Kevin lagi karna Dewi tidak terusik sama sekali.
Cup
Jalan satu-satunya untuk membangunkan Dewi ialah mencium bibir wanita itu, dan benar saja ketika merasakan sesuatu menempel di bibirnya Dewi langsung membuka matanya, ia cukup terkejut ketika membuka matanya mendapati wajah Kevin yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Vin"ucap Kevin dengan suara serak.
"bangun yuk, kita pulang sekarang iyh, soalnya aku mau ngantor"ucap Kevin sambil membantu Dewi duduk.
"jam berapa"ucap Dewi yang masih menutup matanya sambil duduk.
"jam setengah tujuh sayang"ucap Kevin sambil memakai kaos oblongnya.
__ADS_1
"jadi kita pulang sekarang nih"ucap Dewi dengan malas sambil turun dari kasur.
"iyh syang, aku mau ngantor dan kamu juga mau kuliah kan, lagian nanti jam sembilan aku ada meeting"ucap Kevin.
"baiklah ayo kita langsung turun aja"ucap Dewi setelah membuka mukenanya dan merapikan tempat tidur, tidak lupa ia membuka sprei dan mengantikan yang baru, tak lupa ia membawa sprei yang kotor kerumahnya.
"kenapa sprei kotornya dibawa..?"ucap Kevin karna melihat Dewi memasuki sprei itu ke dalam paper bag.
"ini bekas kita, dan ngk mungkin kan pelayan dirumah ini yang mencucinya"ucap Dewi dengan muka yang merah karna mengingat olahraga mereka tadi malam yang cukup menguras tenaga yang banyak.
"tapi kan mereka ngk tau kalau kita habis melakukannya syang"ucap Kevin.
"tapi pasti ada aromanya Vin, sudahlah cukup kita berdua aja yang tau tentang hal ini"ucap Dewi menggulung rambut panjang.
Sedangkan kevin yang mengerti arah omongan Dewi hanya mengangguk, ia juga membenarkan ucapan Dewi, cukup mereka berdua aja yang tau bagaimana hubungan mereka ketika diranjang.
"ehh syang, rambutnya jangan digulung begitu, tuh tanda merah di lehermu kelihatan semua"ucap Kevin menghentikan langkah Dewi yang hendak keluar kamar.
"makaya kalau mau bikin sesuatu tuh lihat-lihat tempat, gini kan jadi ribet sendiri"ucap Dewi kesal sambil membuka gulungan rambutnya.
"tapi kan kamu suka kalau aku bikin kayak begitu syang"ucap Kevin sambil mencuri ciuman di pipi Dewi, dan sebelum mendapatkan amukan dari si empedu Kevin langsung berlari meninggalkan kamar.
"menyebalkan"guman Dewi sambil berjalan mengikuti Kevin.
"pagi tuan Kevin"ucap pak Herman yang sedang duduk di meja makan bersama istrinya.
"pagi wi, ayo kita sarapan duluh"ucap Herman yang melihat Dewi berjalan dibelakang Kevin.
"pagi yah, pagi mah"ucap Dewi tersenyum, sedangkan Herman dan juga Ririn hanya tersenyum sambil mengangguk.
"kami langsung pulang aja yah, kak Kevin mau kekantor juga lagian aku ada kelas pagi"ucap Dewi menolak secara halus, padahal jika melihat waktu, bisa saja mereka ikut bergabung.
"ayolah kita sarapan sebentar, jarang-jarang Lo kita sarapan bersama apa lagi tuan Kevin ada disini"ucap Ririn.
"bukan jarang mah, memang ngk pernh kan",batin Dewi.
Sejenak Dewi menatap Kevin, sedangkan kevin yang mengerti hanya mengangguk, mau sebenci apapun ia terhadap Herman, tidak dapat disangkal Herman tetaplah mertuanya, ayah kandung Dewi meskipun Herman tidak pernh memperlakukan Dewi dengan baik.
"baiklah, kira sarapan dsini aja kak"ucap Dewi sambil menarik tangan kevin.
"mau makan apa kak"ucap Dewi hendak mengisih piring Kevin.
"nasi putih smaa ayah goreng sjaa sayang"ucap Kevin dingin.
__ADS_1
"kenpa nasi putih tuan, ini ada nasi goreng kok"ucap Ririn menatap kevin.
"hanya nasi goreng buatan istri yang cocok di lidah saya"ucap Kevin cuek.
"nih kak makanannya, makanlah hari sudah siang, aku ada kelas pagi"ucap Dewi mencairkan suasana yang cukup tegang.
"maksih sayang"ucap Kevin dan lagi bersikap dingin.
Entahlah hanya sedang berduaan dengan Dewi saja ia berbicara lembut dan juga memperlihatkan senyumannya.
Setelah selesai makan Dewi dan kevin langsung pulang. Sebenarnya Herman mengajak Kevin untuk mengopi sebentar, tapi bukan Kevin namanya kalau tidak bisa menolak ajakan itu meskipun membuat Herman sakit hati dengan cara penolakkan yang menggunakan kata-kata yang cukup menyentil sampai ke uluh hati.
####
Sebelum berangkat kekantor Kevin terlebih dahulu mengantar Dewi kekampus, meskipun sudah telat untuk menghadiri meeting, Kevin tetap memaksa Dewi supaya ikut bersamanya, meskipun awalnya mereka berdebat.
"besok-besok ajarin aku nyitir aja Vin, kalau sudah seperti ini bikin kamu keteteran kan, belum lagi ngantor, trus antar aku"ucap Dewi sebelum turun dari mobil.
"kamu ngk boleh belajar bawa mobil, kalau kamu kenapa-napa bagaimana, aku masih sanggup mengantar kamu kemana-mana, lagian aku sudah siapkan sopir buat antar kamu jika sewaktu aku sibuk sayang"ucap Kevin lembut.
"tapi kan.."
"sudah sana turun ngih, katanya ada kelas pagi"ucap Kevin memotong ucapan Dewi.
"iyh sudah aku turun iyh, hati-hati dijalan, jangan lupa kabarin kalau sudah sampai"ucap Dewi sambil mencium tangan kevin.
"iyh syang"ucap Kevin.
"nanti siang datanglah kekantor, kebetulan hari ini aku ngk kuliah jadi aku pengeng kamu temani aku makan siang"ucap Kevin lalu mencium kening Dewi, tak lupa ia juga mencium kedua mata Dewi dan yang terakhir bibir Dewi, cukup lama, tapi hanya menempel saja tidak untuk *******, karna Kevin tau, kau ia sampai bermain di bibir Dewi sudah dipastikan ia akan meminta lebih.
"iyh, nanti aku datang setelah selesai kuliah"ucap Dewi.
"aku tungguh, nanti Daffa akan menjemputmu"ucap Kevin.
Dewi keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam kampus, masuknya Dewi kedalam kampus maka Kevin pun melajukan mobil menuju kantor, karna sejak tadi Daffa sudah menghubunginya.
Sampai di gedung kamu banyak mahasiswa yang menatap Dewi, ada yang membentuk sebuah kelompok dan sama-sama menatap Dewi.
"kenpa dengan mereka..?sampai segitunya melihat ku, apakah mereka melihat aku turun dari mobil..?tapi kan mobil Kevin beda dari mobil biasanya"guman Dewi risih sambil menatap penampilannya.
"tapi aku berpenampilan seperti biasa kok, atau jangan-jangan"guman Dewi sambil membuka ponselnya dan menekan aplikasi kamera.
"semua aman kok, ladang kehidupan yang dibuat Kevin tidak terlihat sama sekali"ucap Dewi sambil memperhatikan lehernya lewat kamera handphone.
__ADS_1
"tapi kenapa mereka melihat aku seperti itu"guman Dewi merinding sambil melanjutkan langkah.
Karna memang Dewi manusia yang sangat jarang nimbruk di media sosial jadi ia tidak tau berita yang menggemparkan kampus pagi ini.