Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 117


__ADS_3

Ketika azan subuh berkumandang Dewi langsung membuka matanya, kalau pun tidur hanya setengah jam ketika azan subuh berkumandang Dewi akan tetap terbangun untuk melaksanakan kewajibannya sebagai umat beragama, bahkan selelah apa pun Dewi akan terbangun ketikan azan subuh berkumandang.


Ketika Dewi terbangun ia merasakan bagian sensitif sangat sakit sekali, tapi hal itu tidak mengurungkan niat untuk melaksanakan ibadah.


Perlahan tapi pasti, Dewi mengeser tangan Kevin dan dengan sangat pelan ia turun dari ranjang untuk mengambil wudhu.


Setelah selesai sholat Dewi kembali tidur lagi, karna lelah dan memang sangat mengantuk sekali, sehingga Dewi tertidur kembali disamping Kevin dengan memakai mukena.


#######


Suara burung yang saling bersautan membangunkan umat manusia, matahari mulai meninggi pertanda hari sudah mulai siang, mewajibkan semua manusia harus terbangun dari tidurnya untuk memulai aktivitas dipagi hari.


Ketika jarum jam menunjukkan waktu pukul setengah tujuh pagi Kevin terbangun dari tidurnya, tapi tidak dengan Dewi.


Ketika membuka matanya, betapa indahnya pemandangan di pagi hari ini ketika melihat Dewi sedang tertidur lelap di dekapan nya dengan memakai mukena berwarna putih bersih.


adem


Itulah yang Kevin rasakan ketika melihat wajah cantik Dewi yang telah di basuh dengan air wudhu, benar kata orang, skincare yang paling bagus itu adalah mengambil air wudhu.


"sayang bangun, emng kamu ngk kuliah pagi ini"ucap Kevin mencium hidung mancungnya Dewi.


"hmmm"guman Dewi sambil membuka matanya perlahan dan mendapati Kevin sedang tersenyum manis kepadanya, pagi-pagi seperti ini sudah disuguhkan dengan senyum manis Kevin.


"ada kuliah pagi ini syang hm..?" ucap Kevin.


"ada, nanti jam delapan"ucap Dewi menatap Kevin.


"iyh sudah, nanti aku antar ke kampus baru aku langsung ke kantor"ucap Kevin sambil turun dari ranjang.


"Kevin pakai celana duluh"ucap Dewi sambil menutup wajahnya menggunakan bantal, pasalnya Kevin turun dari ranjang hanya menggunakan ****** ***** saja.


"gapain malu, bukannya kamu sudah melihat semuanya, bahkan kamu sudah merasakannya"ucap Kevin sambil berjaln membuka tirai jendela dan balkon supaya udara di pagi hari masuk.


"tapi itu beda Vin, kenapa ngk pakai celana duluh, ngimna kalau ada pelayan yang lewat dan melihat kamu seperti itu"ucap Dewi sambil melemparkan selimut ke arah kevin untuk menutup tubuhnya.


"ada pelayan kah atau kamunya ngk rela kalau tubuhku dinikmati orang lain"ucap Kevin.


"mandi Vin, aku udh lapar banget, tadi malam kan kita ngk makan malam"ucap Dewi mengalihkan pembicaraan.


"aduh maaf syang lupa kalau tadi malam kita belum makan malam, tungguh sebentar aku akan mandi, jangan keluar kamar tanpa aku"ucap Kevin sambil menyambar handuk dan langsung berlari ke kamar mandi.


Ibu negara sudah kelaparan, tidak ada lagi alasan buat Kevin untuk berlama-lama dikamar mandi.


Selesainya Kevin mandi Dewi sudah mengganti baju dengan pakaian kampus, saat ini ia sibuk menutupi bekas maha karya Kevin di leher Kevin sampai tidak menyadari kevin sudah selesai mandi

__ADS_1


"gapain ditutupin syang..?biarin aja seperti itu"ucap Kevin berdiri dibelakang Kevin lengkap dengan pakaian kantor.


"ngk ditutupi ngimna..?kalau orang kampus lihat bagaimana..?dikira akunya nanti simpanan om-om"omel Dewi sambil menutup tanda yang ada di lehernya.


"bilang aja kamu simpanan suami kamu sendiri"ucap Kevin sambil memakai dasi.


"ngk semudah itu Kevin, sini aku rapikan rambutnya"ucap Dewi sambil membantu Kevin menyisir rambutnya.


"maksih syang"ucap Kevin sambil menarik pinggang Dewi lalu mencium bibir dengan lembut, hanya sekilas, Kevin tidak mau melakukan lebih takutnya ia tidak bisa tahan dan menerkam Dewi kembali.


"jangan mulai deh, nanti kamu ngk bisa tahan susah sendiri juga"ucap Dewi.


"kan ada kamu tempat penyalurannya syaang"ucap Kevin.


"ayo turun, aku sudah sangat lapar sekali"ucap Dewi.


"baiklah kita turun sekarang"ucap Kevin sambil mengambil jasnya.


Jika Kevin mengambil jasnya maka Dewi akan mengambilkan tas kerja Kevin beserta dengan tas selempang tak lupa dengan beberapa buku paket yang sudah ia siapkan.


"emng itu mu ngk sakit sayang, yang aku tau kalau perempuan ketika pertama kali melakukan pasti bagian bawahnya sakit"ucap Kevin ketika berada di dalam lift, ia melihat Dewi berjalan dengan normal, padahal Dewi masih tersegel ketika dijamah oleh Kevin tadi malam, harusnya ada drama bagian sensitif sakit dong, pikir Kevin.


"tadi pas subuh memang sakit, tapi sekarang ngk sesakit pas tadi subuh"ucap Dewi dengan wajah yang sudah merah, sebenarnya bagian bawahnya masih sakit, tapi sebisa mungkin ia berjaln dengan normal.


"maksih iyh syang"ucap Kevin sambil mengelus rambut panjang Dewi.


"makasih sudah menjaganya buat aku, aku adalah laki-laki pertama yang menjamah tubuh kamu"ucap Kevin.


"ngk usah dibahas, masih pagi juga ini, bikin malu aja kamu"ucap Dewi kesal.


"masih malu aja kamu, padahal aku sudah melihat semua nya dan sudah merasakannya, gapain lagi kamu malu-malu begitu"ucap Kevin terkekeh geli.


Terbukanya lift menghentikan perdebatan mereka dan hal itu membuat Dewi bernapas lega, sehingga Kevin tidak lagi menggodanya.


"selamat pagi nyonya dan tuan"ucap pelayan.


"pagi"ucap Dewi sambil tersenyum, sedangkan Kevin tidak respon, seperti biasa berjalan lurus kedepan tanpa ekspresi.


Ketika di meja makan Dewi langsng melayani Kevin, dirasa sudah lengkap makanan di piring kevin, ia berniat berdiri dari kursinya.


"mau kemana sayang"ucap Kevin menatap Dewi "makan duluh, katanya lapar"


"aku mau bikin kopi buat kamu sebentar, kamu tungguh disini duluh"ucap Dewi berdiri dari kursinya berjalan menuju dapur, karna di atas meja hanya tersedia segelas susu saja.


Segaja memang Dewi meminta para pelayan supaya tidak menyiapkan kopi buat Kevin, karna hanya kopi buatan Dewi yang cocok di lidah Kevin ketika berada dirumah.

__ADS_1


"nih kopinya"ucap Dewi sambil meletakkan kopi dihadapan Kevin.


"makasih syang"ucap kevin, sedangkan Dewi hanya mengangguk sambil memakan sarapannya, karna melihat waktu juga Dewi sudah hampir terlambat kekampus.


Kevin langsung meminum kopi buatan Dewi sambil menunggu Dewi selesai sarapan, Kevin membaca-baca majalah bisnis.


Setelah selesai sarapan Dewi dan Kevin langsung berangkat kekampus, dan tanpa menunggu lama mereka sudah sampai di kampus.


"aku turun iyh, kamu hati-hati berangkat ke kantor, kabarin aku kalau sudah sampai di kantor"ucap Dewi sambil mencium tangan Kevin, dibalas dengan Kevin mencium kening Dewi tak lupa Kevin juga mencium kedua mata Dewi secara bergantian.


Setelah memastikan Dewi masuk ke dalam kampus Kevin langsung melajukan mobilnya menuju kantor, karna sejak tadi Daffa sudah menghubungi untuk mengikuti rapat.


"wah wah ada yang di antar sama om-om nih"ucap Angel ketika Dewi masuk ke dalam kampus, tanpa Dewi sadari ternyata Angel melihatnya turun dari mobilnya Kevin.


"apakah Angel melihat aku turun dari mobilnya Kevin tadi, mampus aku"batin Dewi.


"ternyata hebat juga kamu iyah, berapa om-om yang kamu simpan..? perasaan kemarin kamu diantar pakai mobil warna coklat dan sekarang sudah pakai mobil warna hitam aja lagi"ucap Angel memandang sinis Dewi.


"jaga ucapan kamu Angel, aku tidak mempunyai om-om"ucap Dewi tak terima.


"trus kalau bukan simpanan om-om apa dong, sekaya apa sih orang tuamu, sampai-sampai mobil yang menghantar kamu ganti setiap hari"ucap Angel masih terus memojokkan Dewi.


"mau sekaya apapun keluargaku itu bukan urusan, yang harus kamu tau, keluargaku tidak meminta makan kepadamu, keluargaku tidak pernh mengusik keluargamu, jadi stop kamu ngomongin tentang keluargaku"ucap Dewi sambil berjaln meninggalkan angel dan antek-anteknya.


"aku kasihan kepada orang tuamu, udah capek-capek kerja banting tulang, ehh anaknya malah simpanan om-om"ucap Angel menghentikan langkah Dewi.


"tau apa kamu tentang orang tua ku..?ngk usah sok tau deh kamu, dan satu lagi mau mobil seperti apapun yang mengantarku setiap hari kekampus itu bukan urusan kalian, kalau pun mobilnya gonta ganti berarti aku anak orang kayak dong, dan yang pastinya kekayaan orang tua kalian belum ada apa-apa dengan kekayaan orang tuaju yang mampu mengganti mobilku setiap hari"ucap Dewi menatap Angel.


Sedangkan angel dan antek-anteknya menatap Dewi kesal, awal mereka ingin memojokkan Dewi tapi malah Dewi yang memojokkan mereka.


"sekaya apa sih orang tua Dewi..?kenapa mobil ganti-ganti setiap hari...?aku jadi penasaran seperti apa rumahnya Dewi"ucap Angel menatap teman-temannya secara bergantian.


"iyh sama, perasaan penampilan Dewi biasa aja sejak duluh, tidak kelihatan seperti keturunan konglomerat, tapi kenapa bisa mobilnya ganti-ganti setiap hari"ucap salah satu teman angel.


"pokoknya kita harus selidiki semua ini, kita haru cari tau seperti apa orang yang berdiri di belakang Dewi sekarang"ucap Angel dan dianggukan oleh teman-temannya.


Mood Dewi sudah hambar pagi ini, dan lebih hambar lagi ketika kleven muncul dihadapannya dan mengajak dirinya untuk berbicara.


"apalagi sih ven, bukannya urusan kita sudah selesai"ucap Dewi kesal. "apakah kamu belum puas melihat keluargamu yang menghina aku..?apakah kamu belum puas ketika keluargamu menganggap aku yang bersalah, menganggap aku yang menyakiti dan meninggalkan kamu"


"urusan kita memang sudah selesai, aku hanya ingin berteman denganmu, apa ngk bisa"ucap kleven menatap Dewi.


"maaf sorry ngk bisa, aku sudah capek berurusan sama kamu, anggap saja kita tidak pernh kenal"ucap Dewi berjalan menuju meja kosong.


"apa yang harus aku lakukan supaya kamu mau berteman denganku"ucap kleven.

__ADS_1


"simpel, jelaskan semua yang terjadi kepada orang tuamu, itu aja"ucap Dewi dingin dan cuek.


__ADS_2