Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 36


__ADS_3

"berarti dia tau kalau aku sudh menikah sama Kevin, tapi dia siapa sih"batin Dewi berpikir keras.


"wah wah seperti ada yang setiap hari dapat kiriman paket nih"ucap Angel menatap sinis Dewi dan suci.


"wah ada yang mulai iri nih,"ucap suci, "tumben muncul lagi udh gatal lagi tangan mau buli Dewi"ucap suci lagi.


"gue ngk ngomng sama Lo iyh"ucap Angel menunjuk suci.


"kenapa Lo iri karna ngk ada teman yang belain Lo, kemana para dayang-dayang Lo itu semua, upps Lo ditinggalkan iyh"ucap suci mengejek Angel.


"diam Lo iyh"ucap Angel terbawa emosi.


"makaya jadi orang tuh jangan bermuka dua, ditinggalin Lo kan"ucap suci lagi.


"seperti gue melihat kamu tadi di gedung apartemen **** sama Kevin,"ucap Angel menatap Dewi yang sedari tadi diam tanpa menghiraukan ucapan suci.


"emang iyh..?"tanya Dewi dingin.


"mata gue masih sehat dan ngk mungkin gue salah lihat kan, gapain Lo sama Kevin di apartemen, udh bosan Lo kerja di cafe sampai-sampai harus jual tubuh Lo sama Kevin"ucap Angel segaja memperkeras suaranya.


Akibat suara itu alhasil mereka menjadi pusat perhatian di kantin itu, sedangkan Ryo dan Remon langsung menatap kevin meminta penjelasan, dan yang ditatap masih diam melihat perdebatan Dewi dengan Angel.


"jaga ucapan kamu iyh, gue ngk pernah jual tubuh gue sama siapa pun, dan lagian kalau pun gue jual tubuh gue Lo merasa dirugikan iyh..?"ucap Dewi menatap Angel.


"upss sorry Lo emang tipikal orang yang suka ngurusin hidup orang iyh, ternyata kebiasaan buruk Lo ngk pernh berubah iyh gue kira setelah dayang-dayang Lo ninggalin lo, Lo bakal berubah ternyata sama aja"ucap Dewi memandang remeh Angel.


"ngk usah memutar balikkan fakta, berpaa Lo jual tubuh Lo smaa kevin, biar gue beli lebih dari itu sepertinya satpam rumah gue butuh belaian"ucap Angel.


"kenapa ngk Lo aja yang memberi mereka belaian, bukannya itu duluh profesi Lo, ohhh iyh tubuh Lo sudh ngk laku lagi iyh soalnya sudh banyak bekasnya"ucap Dewi, "dan asal Lo tau, Lo pernah ngk lihat gue bicara smaa Kevin..?Lo pernah ngk lihat gue akrab sama Kevin..?sorry gue bukan Lo yang mudah akrab kesemua pria hingga pada akhirnya Lo dipakai kan..?"ucap Dewi.


"ahhh iyh Lo mau Kevin..?ambil sana Lo bungkus biar ngk lepas, gue ngk butuh Kevin disini, dan kalau pun gue diberi kesempatan memutar waktu mungkin gue ngk bakal melakukan kesalahan dengan mengenal Kevin, entah Kevin yang mana pun itu gue ngk berminat"ucap Dewi.


"jadi Lo stop ganggu gue kalau soal masalah Kevin, bukannya masih banyak diluar sana laki-laki yang lebih dari Kevin.?"ucap Dewi.


"Lo tau kan dimana meja orang yang Lo cari sekarang, tuh disana,"ucap Dewi menunjuk meja Kevin dan teman-temannya, "gue perjelas biar Lo ngk kesasar"ucap Dewi lagi berdiri meninggalkan kantin.


Sedangkan Kevin yang melihat itu hanya bisa menahan emosi, secara tidak langsung Dewi sudh menghina dirinya, ingin rasanya ia meneriaki semua orang kalau ia dan Dewi sudah menikah, Dan ia juga sampai melupakan sosok yang mengangumi Dewi selama ini.


"siapa lagi yang mengirim itu sama Dewi, kurang kerjaan banget"batin Kevin menatap tajam Dewi.


"menurutmu siapa yang mengirim ponsel itu kepada Dewi, dan inisial H itu siapa."tanya Remon dengan penasaran.


"dari sekian banyaknya pengemar Dewi mana kita tau bambang"ucap Ryo .


"gue duluan"ucap Kevin ketika melihat Dewi meninggalkan kantin,

__ADS_1


Kevin berjalan mengikuti Dewi di belakang, ketika Dewi membelok ke arah gerbang kampus Kevin langsung menarik paksa tangan Dewi.


" ikut gue"ucap Kevin menarik paksa Dewi.


"ihh apaan sih Vin"ucap Dewi menghempaskan tangan Kevin.


"mau jalan sendri atau mau gue paksa"ucap Kevin mengancam Dewi.


"yang pertama gue ngk mau ikut smaa Lo, dan yang kedua gue mau pulang"ucap Dewi kesal lalu berjalan meninggalkan Kevin.


"ikut gue Dewi"ucap Kevin menarik paksa Dewi.


"Kevin lepasin, sakit"pekik Dewi yang merasa pergelangannya terasa sakit.


Sedangkan Kevin tidak menghiraukan teriakan Dewi, ia terus menarik paksa Dewi memasuki lift.


"Kevin lepasin gue, gue mau pulang ngerti bahasa manusia kah apa ngimna sih"ucap Dewi kesal, sedangkan Kevin tidak menghiraukan hal itu, ia terus memengang tangan Dewi dengan sangat keras.


"gapain kamu bawah aku kesini, ngk guna tau ngk"teriak Dewi ketika mengetahui bahwa Kevin membawanya ke rooftop kampus.


"siapa yang kasih ponsel itu"ucap kevin menghempaskan tangan Dewi lalu merebut paper bag yang ada ditangan Dewi.


"kamu ngk perlu tau dan bukan urusan kamu"ucap Dewi kesal.


"aku ngk tau Kevin"ucap Dewi.


"kamu ngk sok ngk tau, aku tau seperti apa wajah mu ketika berbohong dan ketika juju"ucap Kevin.


"laki-laki simpanan mana lagi yang memberikan kamu kiriman itu, kemarin bunga, bekal, obat-obatan coklat danan sekrng ponsel, segitu banyaknya laki-laki simpanan kamu"teriak Kevin menatap tajam Dewi.


"apa mungkin ucapan Angel benar kamu bosan bekerja di cafe sehingga berhenti bekerja karna sudh ada simpanan kamu yang membiayai kamu"teriak Kevin berjalan mendekati Dewi.


"pantasan kamu menolak nafkah yang aku berikan, ternyata kamu sudh punya simpanan membiayai hidup kamu, dasar fic*k, wanita mur*han, j*l*ng ngk punya ot*k"teriak Kevin semakin berjalan mendekati Dewi.


"jaga ucapan kamu Kevin, aku ngk punya simpanan siapa pun itu, dan soal bunga, coklat dan apa pun itu aku tidak tau dan ngk mau tau siapa yang mengirim itu"teriak Dewi menatap tajam Kevin.


"dan soal nafkah yang kamu kasih aku ngk butuh uangmu, aku tidak sudi menerima nafkah dari laki-laki lain"teriak Dewi lagi.


plakkkkkk


Kevin menatap Dewi dengan cukup keras, bisa-bisanya Dewi menganggap dirinya sebagai laki-laki lain.


"aku bakal tunjukkan siapa sebenarnya laki-laki lain ini"ucap Kevin semakin berjalan mendekat Dewi.


"kamu mau gapain, stop disitu"ucap Dewi sambil berjalan mundur, alhasil tubuh Dewi terhalang oleh tembok.

__ADS_1


"kenapa, bukannya kamu sudh menjual tubuhmu kepada banyak laki-laki lalu aku hanya ingin mencicipi sedikit bibirmu, aku tidak butuh tubuh yang sudh bekas orang lain"ucap Kevin sambil tersenyum penuh arti.


"bahkan aku sendiri tidak rela kalau tubuhku dicicipi smaa kamu, meskipun kamu beranggapan kalau tubuh ini sudh bekas orang lain"ucap Dewi menahan laju air matanya.


"dari segi ucapanmu membenarkan kalau kau telah menjual tubuhmu Dewi"ucap Kevin.


"kalau iyh kenapa ahh, apa urusannya sama kamu, hidup hidup aku jadi terserah ku mau gapain, kamu ngk ada hak mengatur hidup aku Kevin, kamu bukan siapa-siapaku"teriak Dewi menangis histeris.


Kevin langsung mencium kasar bibir Dewi, bahkan tangan sudh berkeliaran kebagian tubuh Dewi yang sensitif, sedangkan Dewi tidak membalas ciuman itu dan juga tidak menolak perlakuan itu, ia hanya bisa menangis dalam diam, untuk kesekian kalinya ia dilecekan Kevin yang notabennya suaminya sendiri.


Ingin rasanya dewi melompat dari rooftop itu untuk mengakhiri semua penderitaan itu, dewi sungguh sangat capek, direndahkan, dihina bahkan di perlakukan kasar, ia sudh lelah menghadapi semua ini.


"puas kamu sekarang"teriak Dewi mendorong paksa tubuh Kevin.


"puas kamu sekrang kan, aku sudh dihina habis-habisan sama Angel, gara-gara kamu membawah paksa aku ke apartemen itu kamu tau sendiri kan apa yang terjadi, kamu tau sendiri kan seperti apa mereka menganggap aku"teriak Dewi menangis histeris.


"permainan macam apa lagi ini Vin, aku udh capek, aku salah apa sih sebenarnya sama kamu"teriak Dewi histeris.


"kalau kamu mau membunuh aku Vin ngk kayak gini caranya, kenapa kamu ngk langsung tembak mati aja aku, kenapa harus pakai cara murahan seperti ini"teriak Dewi mendorong tubuh Kevin yang diam mematung.


"kalau kamu mau aku mati secepatnya, aku bisa mengabulkan itu tanpa mengotori tanganmu, aku bisa mengabulkan itu tanpa mengeluarkan tenaga berhargaku"teriak Dewi mendorong tubuh Kevin lalu berlari kearah pembatasan rooftop.


"kamu mau gapain Dewi jangan macam-macam"teriak Kevin mengejar Dewi.


"stop, kalau kamu mendekat aku akan meloncat"ucap Dewi mengancam Kevin.


"kamu jangan gila Dewi, "teriak Kevin mencoba mendekati Dewi.


"bukannya ini yang kamu mau, kamu ingin aku mati secara perlahan kan.!tapi syang aku tidak mau mati dengan cara itu, aku mau mati dengan caraku sendiri"teriak dewi menatap Kevin sambil salah satu kakinya menaiki pagar pembatas roftop.


"please Dewi jangan lakukan itu, turun ayo"ucap Kevin semakin mendekatin Dewi.


"stop Kevin, aku udh capek, aku lelah Vin aku ngk kuat lagi berada di posisi ini bahkan aku sudh terlalu lama di keadaan ini, jadi tolong jangan halangin aku untuk pergi"ucap Dewi sambil menangis.


"apakah kamu pikir dengan kamu bunuh diri bisa menyelesaikan masalah,"ucap kevin mempengaruhi Dewi.


"tentu, dengan aku mati, aku tidak akan mendengar hinaan itu lagi dengan aku mati aku tidak akan menerima perlakuan kasar itu lagi, dan kalian yang menghina aku tidak pernah melihat aku lagi"ucap Dewi.


"tapi bukan kayk gini caranya Dewi"ucap kevin semakin berjalan mendekati dewi.


"harus dengan cara apa lagi Vin, apakah aku harus meminum Baygon, atau apakah aku gila dulu baru kamu mati"teriak Dewi.


"kamu tidak perlu melakukan itu, dan kamu tidak akan kemana-mana"ucap Kevin sambil menarik tubuh Dewi dari pembatas roftop ketika dirasa keadaannya mulai lega.


terimakasih atas kunjungan dan dukungan jangan lupa tinggalkan jejak 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2