Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 85


__ADS_3

Karna saking lama duduk sambil menangis tak terasa hujan pun turun dengan di sertai petir, sedangkan Dewi yang berada dibawah nguyuran hujan tidak berniat mencari tempat teduh, bahkan awal duluh Dewi sangat takut dengan petir, maka sekarang ketakutan itu hilang entah kemana perginya.


Ketika hujan deras disitulah Dewi menangis sejadi-jadinya, ia berteriak sekuat mungkin dikala suara petir menggema ditempat itu, ia berharap petir bisa mengerti penderitaan lewat sebuah teriak, dan petir bisa menyampaikan kepada sang pencipta bahwa ia sudh sangat lelah dan sang pencipta bisa menjemputnya segera, konyol memang, mau terkejut dan heran tapi ini Dewi, si gadis dengan sejuta penderitaan.


Karna hari mulai malam, Dewi memutuskan meninggalkan tempat itu, kembali berjalan tanpa arah, ketika berjalan pun ia matanya masih lolos begitu saja,


Benar kata orang jika ingin menangis, menangislah bawah nguyuran hujan, karna pada saat itulah semua orang akan menganggap air matamu adalah bagian dari hujan, sakit memang menangis dibawah hujan, tapi mau ngimna lagi, ini perjalan hidup tidak boleh ditinggal sebelum sampai garis finis.


Setelah beberapa jauh berjalan, tak segala mata Dewi menangkap sebuah hotel, ia tidak habis pikir kok ada hotel ditempat yang sangat jauh dari keramaian, tapi itulah pemikiran pebisnis.


Dewi memutuskan untuk menginap disana, mau pulang pun Dewi bingung, karna ia juga tidak tau dimana ia sekrang, mau menghubungi Kevin supaya menjemputnya ponsel malah mati.


"permisi mba, saya mau sewa kamar, masih ada yang kosong ngk iyh"ucap Dewi kepada resepsionis hotel.


"ada nona, atas nama siapa iyh, biar syaa boking"


"atas nama Dewi Sartika Gabriela"ucap Dewi.


"sudah nona, mau bayar kas atau pakai kartu kak..?


"pakai kartu aja deh mba, tapi tolong di cek duluh saldonya soalnya yang ngk pernh isi"ucap Dewi sambil memberikan sebuah kartu yang berlambangkan salah bank di Indonesia.


"isinya masih banyak nona, dan disini setiap bulannya ada transferan masuk seratus juga perbulan"


"baik mba, saya mau boking beberapa hari kedepan"ucap Dewi tak terkejut ketika mendengar pernyataan resepsionis, karna ia tau siapa yang melakukan itu.


"ini kuncinya nona, semoga nyman beristirahat di hotel kami"


"makasih mba, boleh minta tolong lagi kah..?"ucap Dewi sambil menerima kunci kamarnya.


"boleh nona, silakan"


"ponsel saya kebetulan mati nih, bisa tolong pesannya syaa beberpaa baju tidur sama baju santai iyh mba"ucap Dewi


"baik nona, di tungguh iyh, pihak kami akan mengantar ke kamar tempat anda beristirahat, ada lagi kak yang bisa syaa bantu..?"

__ADS_1


"mungkin saya butuh teh hangat aja mba"ucap Dewi.


"baik nona, ditungguh iyh"


Dewi langsung berjalan menuju lift, karna kamar yang ia tempati berada di lantai lima, ngk lucu kalau ia harus menaiki tangga.


Sampai di kamar Dewi langsung membersihkan diri, merendam sejenak badannya di dalam bathtub yang sudh ia isi dengan air hangat, tak lama setelah itu baju yang sudh ia pesan lewat resepsionis pun sudah berada dikamarnya tak lupa dengan segelas teh hangat.


Setelah selsai membersihkan diri dan memakai baju, dan meminum teh hangat dan langsung merebah tubuhnya dikasur.


"iyh mati"guman Dewi ketika memeriksa ponselnya.


"biarkan dah"ucap Dewi, buat apa juga ia mengisi daya baterai ponselnya, toh ngk ada orang yang khawatir sama dia dan ngk ada orang yang harus ia Kabarin, padahal ia belum tau kalau Kevin cs sedang mencari posisinya ditambah dengan beberapa orang suruhannya.


Lain hal dengan Dewi yang sudh mengistirahkan badan sampai matahari meninggi, berbeda dengan Kevin ketika tidur beberapa jam di dalam mobil, ia harus dibangunkan suara ketukan dari luar mobil.


tokk tok tok tok


"kenapa daf, apa ada kabar"ucap Kevin setelah membuka kaca mobilnya.


"aku tunggu kabarnya sampai sore, kalau belum habis kalian semua ditanganku"ucap Kevin dingin, "batalkan semua jadwal hari, dan kita ketemu di kantor pusat, jangan lupa kabarin Ryo dan Remon"


"tapi tuan, meeting hari sangat pen...."


"aku ngk peduli Daffa, mau penting atau ngk, ngk ada yang paling penting selain mencari keberadaan Dewi"ucap Kevin memotong ucapan daffa, lalu ia langsung melajukan mobilnya menuju kantor pusat.


Sedangkan daffa hanya bisa menghembuskan napasnya kasar sambil mengeleng kepala, tuan dan nonanya benar-benar membuat pusing tujuh keliling, tuannya yang suka semena-mena sedangkan nonanya pergi bak ditelan bumi.


"uhhh kapan sih aku ada waktu mencari pasangan..?kerja lembur kerja lembur itu muluk kegiatan ku setiap hari"ucap Daffa sambil menatap mobil Kevin yang semakin tidak terlihat.


Seperti perintah Kevin sebelumnya supaya mereka berkumpul di kantor pusat guna membahas pencarian Dewi yang belum ada titik temunya, hingga pada saat ini Ryo, Remon, Daffa dan beberapa orang suruhan Kevin.


"ngimna kalau kita laporkan saja ke polisi Vin, kan ini sudh ada dua empat jam Dewi hilang"ucap Remon memberi solusi, pasalnya Dewi menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.


"masalahnya kalau aku melaporkan ke polisi itu sama saja memberitahu lawan bisnis ku dimna kelemahanku, dan itu akan menjadi kesempatan buat menjatuhkan aku"ucap Kevin, yang sudh hapal dengan keadaan dunia bisnis.

__ADS_1


"apa tidak ada titik terang sedikit pun tentang keberadaan Dewi, Daffa masak anak buahmu yang sebanyak itu tidak bisa mencari Dewi, kalian gapain aja sih..?"ucap Kevin kesal, seperti tidak berguna saja memperkerjakan mereka semua.


"maaf tuan, salah satu anak buah sya mendapatkan dimana terakhir Nona Dewi berada, Nona Dewi terakhir berkunjung ke cafe*****, dan tepat pada saat itu Nona Dewi sedang berkelahi dengan kedua temannya, berita ini sudh viral di media sosial dengan durasi hampir lima menit"ucap salah satu anak buah Daffa.


Mendengar hal itu Kevin maupun Ryo dan Remon langsung membuka media sosial mereka, mereka langsung berselancar di aplikasi Instagram mereka masih-masing, dan benar saja berita Dewi yang berkelahi di cafe****sudah viral dimana-mana, ternyata tanpa mereka sadari beberapa pengunjung merekam perkelahian itu dan mempostingnya di jagat dunia Maya.


Kevin melihat semua yang terjadi di dalam video itu, dengan sangat jelas ia mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut Dewi, bahkan dengan jelas ia melihat Dewi membentak lawan bicaranya beberapa kali, hatinya pilu ketika Dewi tiba-tiba terisak dan tersenyum getir.


"aku mau video ini dihapus dari berita mana pun, hitungan menit berita sudh harus hilang"ucap Kevin dingin dengan tatapan masih tertuju pada benda pipi ditangannya.


Daffa yang mengerti dengan maksud tuannya langsung menghapus berita itu, sehingga hitungan menit berita benar-benar hilang, seperti tidak ada yang terjadi.


"suci..?kenapa Dewi dan suci berdebat..?dan siapa pria dalam video itu..?dan kenpa Dewi menangis ketika mengetahui suci hamil..?"ucap Ryo mengucapkan beberapa pertanyaan berurutan.


"suci dan Rangga, ternyata mereka bermain-main selama ini, pria itu namanya Rangga, kekasih Dewi selama ini dan dari video kita bisa simpulkan kalau suci hamil anak Rangga"ucap Kevin menjelaskan dengan wajah yang dikelamui emosi yang hendak meledak.


"dan yang berarti Rangga selingkuh dengan suci, dan menghamili suci"ucap Remon memberikan kesimpulan.


Sedangkan Ryo dan Kevin mengangguk membenarkan kesimpulan yang diambil Remon, benar dan nyata itulah kesimpulan yang bisa mereka ambil saat ini.


"itu video di unggah beberapa jam yang lalu, dan yang artinya Dewi masih ada di kota ini"ucap Remon lagi.


"cari tau setelah dari cafe itu, Dewi kemana perginya"ucap Kevin dingin, tak menunggu lama para ank buah langsung meninggalkan ruangan itu.


"Daffa, periksa di setiap bandara dan terminal atau apapun itu, apakah nama Dewi ada disalah satu penumpang"ucap Kevin dingin, ketika hendak berangkat ke Italia Kevin membuka blokiran nama Dewi dari bandara, dan setelah pulang dari negara tetangga itu ia tidak lagi memblokir nama Dewi, ia pikir Dewi tidak berniat lari darinya.


"Mon, hubungin suci supaya datang kerumah sakit******"ucap kevin.


"buat apa..?"tanya Remon bingung.


"kita akan memberi pelajaran kemana mereka berdua, dan sekarang kita langsung ke rumah****, tempat si laki-laki brengsek itu praktek"ucap Kevin langsung berdiri dari kursi kebesarannya.


Dan Ryo dan Remon langsung mengikuti Kevin dari belakang, sebelumnya Ryo sudh menghubungi suci, karna Remon tidak mempunyai kontak suci, mau tidak mau Ryo yang menghubungi.


Hingga pada saat ini kevin dan kedua teman sedang perjalanan menuju tempat rumah****Rangga melakukan praktek, yang rumah sakit itu bisa beroperasi dibawah naungan perusahaan Kevin selama ini.

__ADS_1


lain hal dengan Kevin dan teman-temannya, sedangkan Dewi masih terlelap, hingga sore pun Dewi tidak beranjak sedikit pun dari kasurnya, bahkan lapar, dan haus seakan tidak dirasa sama sekali, mungkin karna terlalu lelah saat ini Dewi benar-benar butuh istirahat yang banyak, sejenak ia melupakan semua masalahnya, sejenak ia melupakan setiap orang-orang yang pernah hadir dalam hidupnya, mulai dari keluarga, suami, pacar dan sahabat, ia butuh waktu sendiri dan ketenangan.


__ADS_2