Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 82


__ADS_3

"Pulang kerumah, jangan mampir kemana, sopir menunggumu dibawah, tungguh aku sampai dirumah"ucap Kevin, tidak mau berlama-lama dengan Dewi, mengingat emosinya belum stabil, takut ketika bersama Dewi ia tidak bisa menahan emosinya alhasil nanti bisa menyakiti Dewi.


Setelah mengatakan itu, Kevin langsung pergi meninggalkan tempat itu, membiarkan Dewi seorang diri.


Sedangkan Dewi hanya bisa menatap sendu punggung Kevin yang semakin menjauh dari pandangannya.


"kenapa sih Vin, ketika kamu bersikap kasar kepadaku, aku seakan tidak mengenalmu, kalau kamu tidak menyukai aku, tolong lepaskan aku"guman Dewi sendu, lalu ia menatap lurus ke depan.


Secara garis besar ia benar-benar bingung dengan sikapnya Kevin, yang kadang baik, lembut dan kasar kepadanya, entah apa yang ada dipikiran Kevin saat ini, Dewi sendiri pun benar-benar tidak bisa menebak.


Setelah beberapa saat kepergian Kevin, akhirnya Dewi pun memutuskan untuk pergi dari sana, selain cuaca panas, jika ia berlama-lama disna pun seperti tidak ada gunanya saja.


Sebelum benar-benar pergi dari sana, sejenak ia menarik panas panjang lalu membuangnya secara kasar, tak dapat di pungkiri ia cukup lelah hari ini.


Setelah turun dari roftop Dewi tidak pergi ke parkiran, padahal dia sudh tau kalau sopirnya sudh menunggu disana, entahlah saat ini ia belum niat pulang ke rumah, meskipun Kevin memerintahkannya tadi untuk pulang kerumah, tapi sepertinya ia butuh hiburan saat ini, coba saja ada suci, mungkin dia tidak akan kesepian seperti ini.


Karna jam kuliah selesai dan tidak mau berlama-lama dikampus akhirnya Dewi memutuskan untuk pulang, tapi bukan kerumah, ia langsung membuka ponselnya untuk memesan taksi online.


####


Sedangkan di lain tempat, karna sudh menitip absen sebelumnya, akhirnya Kevin memutuskan untuk kembali ke kantor, karna ada sedikit dokumen yang akan ia tanda tangani, ia langsung melajukan mobilnya menuju salah satu cabang dari perusahaan.


Setelah beberapa saat melakukan perjalanan, akhirnya Kevin sudah sampai di kantor cabang dari perusahaan.


Yang awalnya berencana ingin menanda tangani dokumen, kini rencana hanya sekedar rencana saja, terbukti dari Kevin yang berdiam diri dikursi kebesarannya tanpa ada niatan sedikit pun untuk menyentuh dokumen, jangankan untuk menyentuh bahkan memandang dokumen itu Kevin seakan engga.


Entahlah yang ada di dalam pikirannya saat ini hanya Dewi, ia teringat ketika saat dikampus dimana seorang pengagum rahasia Dewi lagi-lagi harus memberikan dia sebuah bingkisan dan seketika note yang ada di kiriman itu melintas dipikiran, dari setiap huruf membentuk menjadi kalimat menari-nari di kepalanya.


Entahlah ketika bersama Dewi, ia benar-benar posesif sekali, bahkan ketika sama Icha sekalipun ia tidak seposesif itu, ia juga heran bahkan ketika Dewi menyebut nama pria lain dari mulut Dewi, ia seakan tidak rela nama laki-laki lain keluar dari mulut Dewi.


Apakah ia se-cinta itu kepada Dewi..?atau apakah ia sudah jatuh cinta sedalam-dalamnya kepada Dewi seorang..?


Sampai jam menunjukkan pukul tujuh malam Kevin belum meninggalkan kantor, padahal ia sudh meminta Dewi supaya menunggu dirinya dirumah.

__ADS_1


"apakah Dewi sudh pulang kerumah..?"ucap Kevin yang ternyata menelepon salah satu pelayan yang ada dirumah.


"......."


"apa, maksudnya Dewi belum kembali mulai dari tadi siang..?"ucap Kevin terkejut karna mendapat kabar dari pelayan kala Dewi belum kembali kerumah, mengingat jam kuliah Dewi sudh selesai tepat jam makan siang, harusnya Dewi sudh harus dirumah.


"......"


"coba cek kamar, dan kalau tidak ada, cepat perintahkan semua penjaga untuk memeriksa setiap sudut ruangan itu"ucap Kevin langsung mematikan sambung telepon secara sepihak.


Sejenak ia melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya, Waku sudah menunjukkan pukul delapan malam, yang artinya gadis itu sudh harus kembali ke rumah, tapi kenapa Dewi belum kembali kerumah..?mengingat ini baru pertma kalinya gadis itu tidak mengabarinya.


Lalu ia membuka ponselnya, menekan aplikasih hijau dan ia bisa lihat terakhir kalinya Dewi aktif beberapa jam yang lalu, dapat ia perkirakan Dewi terakhir kalinya aktif setelah satu jam ia tinggalkan di roftop.


Ia mencoba mengirim pesan kepada nomor kontak Dewi, tapi hanya centang satu yang berarti ponsel Dewi saat ini tidak aktif, dan ia memandang ke arah keluar ruanganya, di luar sana hujan sangat lebat disertai petir yang cukup keras.


"Daffa"teriak Kevin dari ruangannya "Daffa, Daffa" teriak Kevin lagi tapi tidak ada tanda-tanda Daffa akan segera masuk keruangan itu.


"bodoh, Bangs*k"ucap Kevin menyadari kebodohannya, ia sampai melupakan kalau ruangan kedap suara, jadi hal yang wajar jika ia meneriaki Daffa tidak akan kedengaran.


"ada tuan"ucap daffa sambil tergesa-gesa.


"Dewi belum kembali kerumah sampai sekarang, apa ada kabar..?"ucap Kevin dingin.


"tidak ada tuan"ucap Daffa.


"lacak Dewi sekrang juga"ucap Kevin dingin


"maaf tuan, nona Dewi tidak bisa di lacak, sepertinya ia segaja mematikan ponsel"ucap Daffa setelah beberapa saat melacak posisi Dewi.


"sudah kuduga, kemana kamu dewi"guman Kevin.


"kita cari Dewi sekarang juga, arahkan anak buahmu untuk mencari keberadaan Dewi"ucap Kevin sambil berdiri dari kursi kebesarannya.

__ADS_1


Sedangkan daffa langsung mengikuti Kevin dari belakang sambil mengotak-atik ponsel untuk mengabari anak buahnya.


"perintahkan rehan untuk memblokir transportasi ke luar kota, baik darat, udara maupun laut, saya tidak mau sampai ke colongan"ucap Kevin sambil masuk ke dalam mobil. "kita mencar saja, kamu ke barat, aku ke selatan, pastikan anak buahmu mencar juga disetiap penjuru kota"ucap Kevin lagi sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Tak jauh berbeda dengan Kevin, Daffa juga harus melajukan mobilnya menuju arah barat dikota itu, sesuai perintah tuannya.


Berita ketidak pulangnya Dewi kerumah menjadi berita gempar di Mension Kevin, sosok nona yang sangat mereka hormati tidak pulang padahal hari sudh malam, tidak biasanya nona mereka pulang selarut ini, Semua pelayan dan para penjaga mencari sosok Dewi di setiap sudut Mension itu, tidak ada yang terlewatkan barang sedikit pun, tapi hasilnya tetap nihil, mereka tidak menemukan sosok Dewi di rumah itu.


Sampai menjelang tengah malam belum ada tanda-tanda Dewi ditemukan, bahkan kevin dan juga anak buah Daffa sudh mencari disetiap penjuru kota, tetap saja hasilnya selalu nihil, Dewi tidak mereka sedikit pun.


"dimana kamu Dewi"teriak Kevin frustasi sambil menarik rambutnya, saat ini ia sedang di atas jembatan yang ada di kota itu dengan keadaan air arus yang sangat deras.


"bodoh kamu Kevin, bisanya kamu sampai ke colongan seperti ini, laki-laki bodoh kamu Vin"teriak Kevin sambil menatap kebawah jembatan.


"bagaimana..?"tanya Kevin ketika ponselnya berdering pertanda adanya panggilan masuk.


"........."


"ahhhh Bangs*k, pokoknya cari Dewi sampai ketemu, tidak peduli apapun yang terjadi, dan syaa hanya mau menunggu kabar baiknya"teriak Kevin.


Ia langsung masuk ke mobil dan kembali melakukannya dengan kecepatan tinggi menyusuri jalan untuk mencari sosok Dewi.


Waktu sudah menunjukkan pukul satu malam, dan dapat dipastikan waktu akan segara menunjukkan subuh, dan Kevin masih terus mencari keberadaan Dewi, ia juga sudh mengabari kedua temannya untuk membantunya mencari Dewi, tapi hasilnya nihil, mereka tidak menemukan Dewi.


"dimana kamu Dewi"teriak Kevin sambil menarik rambutnya "aku sudh jatuh cinta sama kamu Dewi, jatuh cinta se dalam-dalamnya, tapi kenapa kamu malah meninggalkan aku"teriak Kevin lagi sambil memukul stir mobilnya.


Ia paling benci situasi ini, situasi dimna Dewi benar-benar pergi meninggalkannya, ketakutan selama ini terjadi juga, dan tidak pernh terselubung dalam pikirannya kejadiannya akan secepat ini.


Ia tidak bisa bayangkan kalau Dewi benar-benar pergi dari hidupnya, ia tidak bisa bayangkan Dewi berbahagia bersama pria lain, dan satu hal yang paling ia benci adalah ketika ia tidak bisa menebak isi pikiran Dewi, ketika tidak bisa membaca gerak gerik Dewi selama ini.


Ternyata memblokir nama Dewi dari pengadilan agama belum cukup juga untuk membuat gadis itu terus berada disampingnya, ternyata Dewi lebih nekat dari pemikirannya selama ini.


Ketika azan subuh berkumandang Kevin masih terus mencari Dewi, mungkin dalam satu alamat dia sudh datangin hampir beberapa kali, tapi hasil nol sama sekali, Dewi belum berhasil ditemukan.

__ADS_1


kalau sudh seperti ini siapa yang mau disalahkan, mengingat kelakuan di masa lalu hal yang wajar jika Dewi pergi meninggalkannya, siapa pun perempuan yang mendapat perlakuan kasar dari suaminya akan melakukan hal yang sama seperti yang Dewi lakukan.


Ketika jam menunjukkan pukul enam pagi Kevin pun memutuskan untuk beristirahat sejenak, dan sambil menunggu kabar dari anak buahnya, karna mungkin saking kelelahan tak butuh waktu lama Kevin sudh terlelap di dalam mobil dengan berada di tepat dipinggir jalan.


__ADS_2