
Setelah mengantarkan Dewi ke kamar Kevin langsung berjalan menuju ruang baca yang tidak jauh dari kamar mereka hanya terhalang dua pintu saja.
"apa kamu lupa dengan pesan nenek waktu itu Vin..?"ucap sari dingin.
"aku tidak pernh melupakan itu nek, aku tidak akan melupakan kalau nenek sudh menjodohkan aku dengan wanita pilihan nenek kan.?"ucap kevin.
"lalu kalau kamu tidak melupakan itu, maksud dari semua ini apa Vin..?kenapa kamu malah menikahi gadis kampung itu..?dia tidak selevel dengan keluarga kita yang terpandang dari zaman ke zaman"ucap sari dengan angkuhnya.
"gadis itu punya nama nek, namanya Dewi kalau nenek tidak melupakan hal itu"ucap Kevin.
"siapapun namanya nenek tidak peduli, tapi satu hal yang kamu ingat, ceraikan gadis itu dan besok malam calon istri kamu akan datang kesini"ucap sari.
"tanpa nenek suruh pun hubungan kami sudh di ujung tanduk, Dewi sudh mengurus surat pisah kami"ucap Kevin segaja menjeda ucapannya
"baguslah ternyata wanita kampung itu mengerti akan posisinya"ucap sari tersenyum penuh kemenangan.
"dan sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Dewi nek, meskipun Dewi sudh mengurus surat pisah itu, aku akan mempertahan hubungan ini meskipun kalian menentang hubungan ini"ucap kevin menekan setiap kata-kata nya.
"tidak bisa begitu, wanita kampung seperti dia tidak akan bisa bersanding dengan kamu, ingat kamu sudh nenek jodohkan sedari kecil"teriak sari "gadis itu sudh kasih apa aja sama kamu, apakah gadis sudah memamerkan tubuh dihadapan kamu..?kalau pun itu benar, ternyata wanita pilihanmu adalah wanita murah*n"
"jaga ucapan nenek, Kevin pastikan kalau sampai detik ini Dewi masih per*wan, karna selama menikah Kevin bahkan tidak pernh menyentuhnya"ucap Kevin tak terima dengan perkataan nenek sari.
"ternyata dibalik ketampananmu, kamu sangat mudah tertipu, zaman sekrang mana ada perempuan yang masih menjaga keperawanan"
"termasuk gadis yang akan nenek jodohkan dengan ku begitu.?aku hanya mengikuti arah pembicaraan nenek kan..?"ucap Kevin tersulut emosi dan hal itu membuat sari terdiam seketika, ia masuk dalam omongannya sendiri.
"beda, sangat beda sekali, gadis yang akan nenek jodohkan dengan sangat jauh berbeda, dan asal kamu tau Kevin, kamu harus menghargai Salsa yang setia menunggu kamu, bahkan dia tidak pernh pacaran hanya menunggu kamu meminangnya, tapi apa..?kamu kembali kesini dengan membawa wanita murahan itu kesini, ingat keluarga kita tidak memberikan tempat pada seorang gadis murahan"teriak sari.
__ADS_1
"memang sejak kapan kevin menyetujui perjodohan itu nek..?lagian Kevin tidak pernh meminta salsa untuk menunggu Kevin, kevin tidak pernh meminta salsa supaya menjaga hatinya"teriak Kevin.
"ingat sampai kapan pun nenek tidak akan pernh menerima Dewi dirumah ini, dan nenek tidak akan memberi restu buat hubungan kalian"teriak sari.
"sudah, sudah, Bu, vin sudh,"ucap Tiara melerai perdebatan antara mertuanya dan putranya.
"bisa kamu ceritakan asal usul Dewi, sepertinya wajahnya sangat tidak asing"ucap Devi menatap putra nya.
"tapi apakah setelah bunda mengetahui siapa dewi, bunda juga akan menolak kehadiran Dewi dirumah"ucap Kevin menatap Devi.
"dari mana pun asalnya Dewi bunda tidak akan pernh menolaknya, karna itu sudh menjadi pilihan kamu, bunda hanya penasaran sama dengan wajahnya nak"ucap Devi.
"Dewi adalah putri dari pasangan Herman Syahputra Adijaya dan Tiara geograni Adijaya, orang yang telah membunuh ayahnya bund"ucap Kevin menatap bunda Devi melihat reaksinya dan benar saja ketika mendengar kalimat singkat Kevin seketika badan Devi bergetar air matanya lolos begitu saja, seketika kejadian beberapa tahun silam yang sudh ia kubur dalam-dalam terlintas kembali, kejadian dimna ia harus melihat suaminya sendiri terbunuh di depan mata kepalanya.
Bertahun-tahun ia melupakan kejadian itu, dan setelah ia berhasil melupakan itu, Kevin putra kandungannya sendiri malah membawa bibit dari pembunuh suaminya.
"Herman yang menjual Dewi kepadaku bund, karna perusahaannya hampir bangkrut dan untuk menyelamatkan perusahaan ia menjual Dewi kepada ku..."ucap Kevin terpotong.
"terus kamu membeli gadis itu, lalu apa itu namanya kalau tidak murahan"teriak sari memotong ucapan kevin "kamu tidak pernh memikirkan perasaan nenek dan ibumu yang kehilangan ayahmu, kamu malah menikahi anak dari si pembunuh itu dan dengan beraninya kamu membawa dia kesini dengan status istrinya"
Sedangkan Devi hanya diam saja mendengar penjelasan Kevin, ia bingung harus berbuat apa dan anak si pembunuh suaminya benar-benar ada di rumah ini, dan sekrang sudh menjadi menantu satu-satunya dirumah ini, apakah dia harus memutuskan hubungan mereka juga..?apakah dia harus menerima Dewi sebagai menantunya yang notoben bibit dari si pembunuh suaminya..?
"terus Tiara bagaimana, apakah dia menyetujui pernikahan kalian"ucap Devi.
"mamanya Dewi sudh meninggal bund, setelah ayah meninggal tak lama setelah itu mamanya Dewi menyusul ayah"ucap Kevin.
duarrrrrr
__ADS_1
Bagaikan disambar petir dibawah sinar matahari ketika Devi mendengar ucapnya Kevin, apa Tiara meninggal dunia juga..?wanita yang merupakan cinta pertama suaminya meninggal dunia setelah suaminya meninggal..?apakah ini yang dinamakan cinta sejati..?
"benar-benar cinta sejati Iyah, tidak bisa hidup bersama maka mati bersama pun jadi"guman Devi sendu, segitu abadinya kisah cinta suaminya dengan Tiara sehingga mau meninggal pun mereka harus janjian.
"Dewi juga sma seperti kita Bun, jika Kevin kehilangan ayah maka Dewi kehilangan sosok mama, dan mama Dewi pun meninggal terbunuh oleh Herman, terbunuh oleh suaminya sendiri"ucap Kevin sambil memeluk tubuh bunda Devi.
ahhh kenyataan apa lagi ini..?Tiara meninggal karna dibunuhnya suaminya sendiri.?malang ternyata nasipnya Tiara lebih buruk dari pada dirinya, jika ia masih hidup sampai sekarang dan masih bisa merawat anak semata wayang dan yang pasti Kevin tidak kehilangan figur seorang ibu, sangat jauh berbeda dengan nasip Tiara yang tidak bisa merasakan figur menjadi seorang ibu, dan sudh dapat dipastikan kalau Dewi tidak pernh merasakan peluk hangat dari seorang ibu.
"maksudnya kamu apa Vin,..?bukanya Herman sangat mencintai Tiara..?bahkan Herman cinta mati smaa Tiara"ucap Devi.
"justru itu bund, dari yang ku dengar antara perdebatan Dewi dan Herman waktu itu, alasan Herman membunuh mamanya Dewi karna ia tidak mau seorang pun yang bisa memiliki mama Dewi kecuali dirinya, itulah sebabnya ia lebih memilih menghabisi mamanya Dewi"ucap Kevin melerai pelukkannya. "semenjak kematian istrinya Herman membenci keberadaan Dewi karna Dewi sangat mirip sama mamanya, mulai dari wajah hingga sampa kesenyuman Dewi, Herman menyimpulkan kalau Dewi adalah jelmaan istrinya, dan sejak saat itu Dewi kehilangan figur orang tua bund"ucap sambil berjlan menuju lemari buku.
"awalnya aku menikahi Dewi karna mau bals dendam kepadanya, dan iyh balas dendamku terpenuhi"ucap Kevin sambil mengambil satu buku yang tersusun rapih "aku sudh menyiksa Dewi habis-habisan, bahkan aku sudh berhasil membuat gadis itu masuk rumah sakit dan kristis, tak cukup sampai disitu setelah hampir satu Minggu kristis, Dewi sempatnya dinyatakan meninggal dunia dan semua itu karna aku"
"dan dengan gampangnya Dewi sudah berhasil membuat aku jatuh cinta kepadanya, dan sejak dewi dinyatakan meninggal dunia disitu juga aku sadar kalau balas dendamku tidak ada gunanya sama sekali, justru balas dendamku menyiksa diriku sendiri"ucap Kevin lagi.
plakkkkkkk
Bukannya memuji putranya karna sudh membalas dendam keluarga mereka, Devi malah menampar Kevin dengan keras sehingga mengeluarkan darah dari sudut bibir Kevin.
"sejak kapan kami mengajari mu sebagai seorang pendendam, sejak kapan kami mengajarmui mempermainkan perempuan, kamu anak laki-laki Vin, kamu lahir dari seorang perempuan, kamu masih punya bunda dan masih punya nenek, ngimna rasanya kalau bunda atau nenek yang di siksa orang lain"ucap Devi menatap tajam Kevin, ia benar-benar kecewa mendengar tindakan Kevin yang sudh sangat jauh melangkah, padahal jika di pikirkan secara logika Dewi tidak ada hubungan dalam masa lalu ayah atau ibunya.
"maafkan Kevin Bun, waktu itu Kevin sangat terobsesi dengan rasa dendam kepada bibit Adijaya, sehingga Kevin merencanakan hal itu"ucap Kevin lesu.
Ia tau bunda Devi sangat benci yang namanya sebuah kekerasan apalagi jika itu kekerasan terhadap seorang perempuan, karna semasa hidup ayahnya meskipun beliau tidak mencintai bunda Devi, tapi beliau sangat melindungi Devi bahkan tidak pernh bertindak kasar dan berbicara kasar.
"tidak ada guna dendam Kevin, sekarang bunda tanya, apakah ayahmu akan senang di atas sana ketika kamu sudh berhasil membalas dendam..?apakah ayahmu akan bertepuk tangan melihat tindakan kamu sekrang..?tidak Kevin, ayah sangat kecewa dengan kamu"ucap Devi.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari sepasang mata dan telinga melihat perdebatan itu, dengan sangat jelas di telinga Dewi ketika nenek sari menolak dirinya, sangat jelas ditelinga ketika dengan lantang nenek sari mengatakan dirinya wanita murahan.