
Jika mata kuliah pertama Dewi menyelesaikan dengan bagus tanpa suatu hambatan sedikit pun, maka dijam kedua Dewi harus keluar dari kelas karna ke dapatkan tidur ketika jam kuliah dimulai.
"Dewi kamu keluar, saya paling tidak suka mahasiswa tidur ketika saya menerangkan"ucap dosen.
"baik Bu, mohon maaf, lain kali tidak terulang lagi"ucap Dewi sambil berdiri dari kursinya.
Sebenarnya Dewi bisa saja bertahan untuk tetap di kelas, mengingat hampir semua dosen sudah tau kalau Kevin selalu berdiri dibelakang Dewi, tapi untuk saat ini Dewi benar-benar malas berdebat, karna memang otaknya benar-benar buntu.
Sedangkan dosen sedikit salut melihat Dewi mengalah dan keluar dari kelas dan bisa Dewi mengandalkan kekuasaan Kevin itu menjadi mahasiswa paling berkuasa dikampus itu, tapi ini tidak, Dewi tidak pernh mengandalkan kekuasaan Kevin untuk bertindak seenak jidat dikampus itu, padahal Kevin adalah sponsor terbesar dikampus itu, jika Kevin mencabut sponsor itu maka dapat dipastikan kampus akan berhenti beroperasi pada saat itu juga.
Karna bingung mau kemana, dan tidak ada teman, mengingat suci sedang cuti kuliah sampai melahirkan, maka Dewi memutuskan untuk pergi ke kantin.
"pak jus mangga sama bakso satu, meja nomor lima"ucap Dewi kepada petugas kantin.
"baik nona"
Sambil menunggu pesanan Dewi melihat setiap sudut kantin, sepi, karna memang ini masih jam pelajaran jadi sebagian besar mahasiswa sedang dikelas.
"ehh Dewi, bukannya kelas mu ada jam..?tuh Bu rina masuk loh"ucap Remon yang ternyata baru saja masuk ke kantin diikuti Kevin dan Ryo.
"disuruh keluar"ucap Dewi tanpa menatap Remon.
"kenapa..?"tanya Ryo penasaran.
"biasalah, pas dia ngajar aku ketahuan tidur"ucap Dewi.
"wah kamu mahasiswa pintar tau tidur dikelas juga kah..? kukira kau cuma belajar aja dikelas, ternyata sepintar-pintarnya orang ada saat juga ia menjadi bodoh"ucap Remon.
"aku kan bukan mahasiswa sempurna dari segala bidang"ucap Dewi.
"emng semalam kamu ngk tidur..?kok ini masih siang kamu sudah ngantuk..?"tanya Remon sambil duduk di depan Dewi.
Sedangkan Dewi hanya mengeleng, karna memang nyatanya satu malam tidak bisa tidur.
"kamu habis nangis wi..?"tanya Ryo karna memperhatikan mata Dewi bengkak dan berkaca-kaca.
"ngk kok, aku ngk ada nangis"ucap Dewi sambil tersenyum
"neng Dewi pesanannya"
"maksih pak"ucap Dewi.
Sambil mengambil alih nampak yang bersih pesannanya dari petugas kantin.
"kalian kenapa..?"ucap Ryo, karna melihat Dewi dan Kevin diam-diaman sebab biasanya Kevin akan selalu bucin kepada Dewi.
"entahlah, aku juga bingung"ucap Dewi dengan suara serak sambil mengaduk-aduk bakso dihadapan nya.
"kalian sedang bertengkar..?"tanya Ryo menatap Kevin dan Dewi, jika Dewi sedang duduk maka Kevin sedang berdiri dibelakang Dewi.
"ngk kok, cuma ini kan lagi dikampus jadi kami jaga jarak aja, aku juga ngk mau jadi bahan omongan kalau orang-orang tau kalau aku istrinya"ucap Dewi dengan suara serak sambil menahan laju air matanya.
"kenapa begitu wi.?kamu merasa tidak pantas berdampingan sama Kevin..?"ucap Remon.
"bukan begitu, awalnya kami ngk pernh akrab jadi akan lucu ketika kami tiba-tiba dekat dengan status suami istri"ucap Dewi sambil berdiri dari kursinya.
__ADS_1
Nyatanya air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya lolos juga, bahkan dihadapan teman-temannya Kevin masih cuek kepadanya, untuk saat ini ia bisa menilai bahwa Kevin tidak pandai menyembunyikan masalah rumah tangga mereka.
"kamu kok nangis wi.."ucap Remon, melihat dengan jelas air mata Dewi keluar
"aku sudah selesai"ucap Dewi tanpa menghiraukan pertanyaan Remon sambil mengusap pipinya dan hendak berjalan meninggalkan mejanya.
"kemana..?baksonya aja belum ada kamu makan sedikit pun, selesai dari mana..?"ucap Ryo sambil menahan tangan Dewi tapi langsung ia lepas karna Kevin menatap dirinya tajam.
"aku sudah kenyang"ucap Dewi "duluan"
"makan duluh, tadi pagi kamu belum sarapan"ucap Kevin dingin menghentikan langkah Dewi.
"ngk"ucap Dewi menatap Kevin sekilas.
"Dewi Sartika Gabriela Adijaya berhenti disana"ucap Kevin dingin.
"bapak Kevin Mahendra, aku sudah kenyang"ucap Dewi "bisa ngk sih kita ngk usah berdebat dari hal-hal kecil"
Dewi langsung melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan teriak Kevin, jika Kevin cuek kepadanya maka ia akan lebih cuek lagi kepadanya Kevin.
"kalian kenapa..? selesaikan masalah kalian, jangan suka larut-larut dalam masalah ngk baik, apalagi usia pernikahan kalian masih seumur jagung, sangat gampang masuknya orang ketiga"ucap Ryo menasehati Kevin, ia tau kalau Kevin dan Dewi sedang ada masalah kecil, tapi mereka tidak ada yang mau duluan memperbaiki.
"tadi malam ditaman kota kami bertemu dengan mantannya Dewi, dan sepertinya laki-laki itu masih menginginkan Dewi, dan aku tidak suka akan hal itu sehingga aku memilih mendiami Dewi, karna aku tidak bisa membayangkan kalau mereka akan bersama lagi"ucap Kevin frustasi, ia yang memulai tapi ia juga bingung cara mengakhiri masalah ini.
"cemburu lo terlalu berlebihan Vin, justru itu yang membuat laki-laki itu cepat masuk kedalam rumah tangga kalian"ucap Remon.
"entahlah aku bingung, aku hanya cemburu"ucap Kevin.
"segera selesaikan masalah rumah tangga kalian, ingat kalian baru saja memulai hubungan suami istri yang wajar"ucap Remon menepuk pundak Kevin.
Setelah dari kantin Dewi memutuskan untuk langsung pulang kerumah, karna pusing di kampus ditambah lagi rasa ngantuk selalu menyerangnya.
"maksih pak"ucap Dewi sambil turun dari mobil, lalu masuk kedalam rumah dan berjalan menuju kamar mereka.
Sampai di kamar Dewi bukannya tidur, otaknya malah disibukkan berpikir, entah apa yang ia pikirkan.
Sedangkan Kevin setelah mendengar sedikit nasihat dari Ryo dan Remon, setelah menyelesaikan mata kuliah hari ini, ia memutuskan langsung pulang kerumah, karna ia juga tau kalau Dewi sudah ada dirumah.
"mau kemana lo..?ngk nongkrong duluh kah kita"ucap Ryo yang melihat Kevin buru-buru berjalan menuju parkiran.
"mau bucin sama istri duluh, biasalah istri nungguh dirumah"teriak Kevin sambil berlari menuju parkiran, pokonya ia harus menyelesaikan masalah ini bersama Dewi.
"istri..?"guman Angel yang ternyata tak segaja mendengar teriakan Kevin.
"maksudnya Kevin sudah punya istri"guman Angel lagi.
"ehh Ryo, Remon, boleh nanya ngk..?"ucap Angel langsung bertanya kepada Ryo dan Remon.
"apa..?"tanya Ryo.
"maksudnya Kevin tadi apa..?"ucap Angel
"yang mana, berbicara jangan setengah-setengah"ucap Ryo.
"bucin sama istri dan istri menunggu di rumah"ucap Angel "emang Kevin sudah menikah..?"
__ADS_1
"ohh Kevin, ia Kevin sudah menikah bebrapa bulan lalu"ucap Ryo.
"siapa..?"ucap Angel.
"apanya..?"ucap Ryo.
"siapa perempuan yang berhasil menaklukkan laki-laki sedingin Kevin, kan selama ini ia hanya dekat dengan Icha saja, apa mungkin Icha istrinya"ucap Angel.
"seperti yang kamu tau, lagian gapain sih tanya-tanya istri Kevin, siapapun itu kamu ngk dirugikan juga kan..?"ucap Ryo "ini nih kalau kebiasaanya ngurusin hidup orang, sampai-sampai yang bukan urusanmu jadi kau urusin"
"apa sih kok kamu jadi ngegas, orang aku tanyanya baik-baik aja"ucap Angel kesal "siapapun istri kevin aku tidak masalh, asal jangan sampai Dewi saja yang berhasil masuk ke hidup Kevin"
"masalahnya dewilah saat ini yang mengambil alih hidup Kevin, Dewi mampu mengendalikan sifat angkuh dan sombongnya Kevin"batin Ryo tersenyum mengejek Angel yang sudah kalah sangat jauh dari Dewi.
"kenapa Lo senyam senyum begitu..?"ucap Angel kesal.
"lucu aja, masih ada manusia si paling kurang kerjaan"ucap Ryo "yuk balik"
"ternyata dugaan ku salah, Kevin dan Dewi tidak ada hubungan apa-apa, buktinya Kevin sudah menikah dengan Icha"batin Angel, karna ia pernh melihat Kevin dan Dewi sedang berada di roftop kampus, sejak dari situ ia sangat yakin kalau Kevin dan Dewi ada hubungan khusus, itulah sebabnya ia langsung menyelidiki hal itu, jangan sampai Kevin dan Dewi mempunyai hubungan, itu artinya ia akan kalah jauh dari Dewi.
#####
"Dewi sudah pulang..?"ucap Kevin.
"sudah tuan, nyonya Dewi sedang istirahat dikamar"
Kevin langsung berjaln menuju kamar, supaya lebih cepat ia pun memutuskan naik lift.
Sampai dikamar ia tidak menemukan sosok Dewi, terbukti dari ranjang yang kosong.
"kemana Dewi"guman Kevin sambil berjaln menuju balkon, tapi ia tidak menemukan Dewi.
"Vin"ucap Dewi, yang melihat Kevin hendak keluar dari kamar.
"mmm"ucap Kevin menatap Dewi yang ternyata baru keluar dari kamar mandi.
Melihat Kevin, Dewi langsung berlari kearah Kevin dan langsung memeluk Kevin.
"maaf"lirih Dewi.
"maaf kalau aku ada salah, tapi tolong jangan diamin aku kayak gini, kasih tau dimana salah aku Vin, biar aku bisa merubah, aku bukan dukun yang tau segalanya"ucap Dewi menangis di dalam dekapan Kevin
"kamu jahat Vin, kamu tiba-tiba diamin aku, kamu ngk kasih tau dimana letak kesalahan aku, aku bingung harus berbuat apa Vin"ucap Dewi sambil memukul-mukul dada kevin
"aku ngk sanggup kamu diamin kayak gini, aku sakit kalau kamu diamin kayak gini Vin, tolong dong, ngomng Vin, kasih tau dimna salah aku"ucap Dewi menangis sambil menyenderkan jidatnya di dada Kevin, karna lagi dan lagi Kevin hanya diam saja tanpa membalas pelukan Dewi dan mulutnya hanya diam saja.
Sedangkan Kevin hanya diam saja, otaknya belum bekerja seratus persen karna tiba-tiba saja Dewi memeluknya, bahkan ia tidak menyangka kalau Dewi akan sesakit ini selama ia mendiami gadis itu.
"kamu ngk salah syang, aku yang slaah, aku yang cemburuan"ucap Kevin menarik Dewi kembali kedalam dekapannya.
"maaf jika lagi dan lagi aku menyakiti mu, aku hanya cemburu wi, aku hanya takut jika kamu akan kembali ke mantan cinta pertamamu, aku hanya takut jika kamu lagi dan lagi meninggalkan aku, aku ngk bisa bayangkan kalau kamu bersama pria lain wi, aku syaang banget smaa kamu, hanya kamu perempuan yang mampu membuat aku selemah ini jika harus berurusan dengan masalh cinta"ucap Kevin "please jangan nangis lagi"
"ngk ada sedikit pun terlintas dalam pikiran aku untuk kembali sama Kleven, Kleven hanya masa lalu aku Vin"ucap Dewi.
"aku janji, aku tidak akan meninggalkan kamu, aku janji akan belajar menerima dan mencintai kamu"ucap Dewi.
__ADS_1