Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 116


__ADS_3

Malam pun tiba, dimana malam yang sudah ditunggu-tunggu oleh Kevin selama kurang lebih enam bulan ini. Berbeda dengan Dewi, malam ini adalah malam yang paling ia hindari semasa hidupnya, seandainya ia bisa mengubah dari sore langsung pagi mungkin Dewi akan melakukan hal itu, karna memang ini adalah hal yang baru pertama kalinya akan melakukan hal itu setelah menikah hampir enam bulan.


Setelah selesai membuat kue Dewi langsung naik ke atas untuk membersihkan dirinya, walaupun sejujurnya ia enggan untuk membersihkan diri tapi mau ngimna lagi, malam ini dia akan memberikan sesuatu yang merupakan milik nya Kevin.


Karna sejatinya Dewi adalah seorang perempuan yang paling jarang mandi sore, kalau tidak berangkat kampus mungkin Dewi bisa tidak mandi satu harian, dan kalau berangkat kekampus Dewi mandi satu hari sekali saja dan malamnya dia tidak mandi lagi.


Terkadang jika Dewi berada dititik termalas tak jarang Dewi berangkat kekampus tanpa mandi, dan hal itu tidak membuat aroma tubuh Dewi menjadi bau.


Dengan Dewi tidak mandinya kekampus tidak mengurangi kecantikkannya.


Ketika jam menunjukkan pukul sembilan malam Kevin belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang, berulang kali Dewi berjlan ke arah balkon tapi tidak ada tanda-tanda orang akan memasuki pekarangan rumah.


clek


Pintu terbuka dan muncullah sosok Kevin yang sebenarnya sudah sangat lelah tapi kelelahan itu hilang begitu saja ketika melihat Dewi berdiri dibalkon dengan memakai baju tidur yang tipis.


"kenapa pulang malam, apakah dosennya mengajar sampai malam..?"ucap Dewi sambil berjalan mendekati Kevin.


Sedangkan Kevin tidak menghiraukan omelan Dewi, ia lebih fokus menatap penampilan Dewi mulai dari ujung rambut sampai ujung kepala, benar-benar menggoda iman Kevin sebagai laki-laki normal.


"kenapa lihatin aku begitu..?ada yang salah sama penampilan aku..?kayaknya smaa aja kayak malam-malam sebelumnya"ucap Dewi sambil melihat-lihat penampilannya.


"malam ini kamu lebih menggoda sayang"bisik Kevin sambil memperbaiki rambut panjang Dewi yang menghalau wajahnya dan hal itu membuat wajah Dewi berubah menjadi merah. Benar, malam ini ia memang menyiapkan penampilannya untuk Kevin saja.


Pokoknya malam ini ia harus membuang sifat egoisnya demi memenuhi nafkah biologis Kevin yang sudah jaga selama ini.


"apaan sih kamu, biasa aja"ucap Dewi mencubit lengan Kevin.


"kamu mandi syang..?tumben..?biasa kamu ngk pernh mandi malam"ucap Kevin sambil membuka jaketnya dan melemparkannya ke keranjang tempat baju kotor. Kevin tau kalau selama ini Dewi jarang mandi kalau malam, tapi hal itu tidak membuat Kevin menjadi enggan untuk tidur disamping Dewi.


"sembarang kalau ngomng, kayak aku paling jarang aja lagi mandi malam"ucap Dewi kesal.

__ADS_1


"lah bukan jarang lagi, kamu itu bisa dihitung berapa kali mandi sore dalam sebulan"ucap Kevin.


"sana mandi ngih, airnya sudah aku siapin"ucap dewi mendorong tubuh Kevin masuk kekamar mandi.


"udah ngk sabar iyh menempati janjimu waktu dikantor"ucap Kevin.


Dewi yang sudah tau arah bicaranya Kevin kemana langsung menutup mulut Kevin dengan telapak tangannya, kalau dibiarkan maka Kevin akan semakin leluasa untuk menggodanya.


"mandi atau ngk melakukan nya malam ini, aku kan menahannya sampai satu tahun pernikahan"ancam Dewi yang membuat Kevin mengangguk pasrah.


"iyh syang, ini aku mau mandi, jangan ditahan dong sampai segitu lamanya, jangan buat aku gila karna menahan hawa nafsu"ucap Kevin cemberut


Satu tahun pernikahan..?jangankan satu tahun enam bulan pernikahan pun ia sudah hampir mau gila setiap malamnya, ia sudah cukup lelah harus bermain solo terus jika berdekatan dengan Dewi apalagi tidur satu ranjang dengan Dewi yang membuat nafsu nya muncul begitu saja dan hal itu adalah paling yang dibenci Kevin yang berujung ia harus bermain solo lagi, apalagi Kevin laki-laki normal dan Dewi halal baginya.


Ia tidak bisa bayangkan kalau Dewi tidak memberikan haknya selama satu tahun, bisa-bisa Kevin junior akan lumutan karna bermain solo terus.


Seperginya Kevin kekamar mandi Dewi langsung menyiapkan baju untuk Kevin.


Setelah beberapa saat masuk ke kamar mandi, Kevin keluar dengan handuk yang melilit di pinggang sehingga memperlihatkan dada bidang, sambil mengeringkan rambutnya, Kevin mencari sosok Dewi yang tidak ada dikamar, lalu ia mata menangkap sosok yang sedang berdiri di balkon kamar dengan rambut panjang yang ditiup angin.


"kenapa akhir-akhir ini kamu sering banget nongkrong di balkon..?apa yang kamu pikirkan..?"ucap Kevin sambil memeluk Dewi dari belakang.


Mendapatkan pelukan secara tiba-tiba dari belakang membuat Dewi tersadar dari lamunan, seketika tubuhnya bergetar hebat, ia sudah terbiasa mendapat pelukkan secara tiba-tiba dari Kevin, tapi entah kenpa pelukkan kali ini mampu membuat tubuh Dewi bergetar hebat.


"kenapa tidak pakai baju duluh"ucap Dewi gugup "dan rambutnya kenapa ngk dikeringkan"ucap Dewi lagi karna merasakan tetesan air dari rambut Kevin menembus baju tidur yang ia gunakan.


"gapain pakai baju, toh dibuka juga nanti"ucap Kevin sambil membalikkan badan Dewi sehingga membuat tatapan mereka bertemu.


"kamu kenapa..?apakah kamu belum siap memberikan hak ku..?kalau kamu belum siap aku tidak akan memaksa, aku akan menunggu kamu sampai siap, jangan kamu jadikan sebagai beban syang"ucap Kevin lalu mencium hidung mancung Dewi.


"apa yang kamu pikirkan hm..?cerita sama aku sayang, siapa tau aku bisa bantu"ucap Kevin lembut

__ADS_1


"siapa bilang ngk siap..? aku udah siap kok, lagian aku ngk jadikan sebagai beban, dan itu hak kamu mau minta sekarang karna cepat atau lambat bakal aku kasih juga kan"ucap Dewi menutup kegugupan karna Kevin menatapnya dengan tatapan intens.


Semakin gugupnya lagi ketika air tetesan dari rambut Kevin menetes di pipinya, karna saat ini jarak mereka hanya sekitaran kurang lebih lima senti saja.


Dengan masih berdiri di balkon kamar ditemani tiupan angin malam perlahan tapi pasti, Kevin mulai menempelkan bibirnya ke bibir merah mudah Dewi, bibir yang menjadi candunya, ke bibir itu ia memberikan ciuman pertamanya dan dari bibir itu juga ia mendapatkan ciuman pertama dari di pemilik.


"bernapas sayang"bisik Kevin setelah puas mengabsen setiap inci bibir Dewi.


Sedangkan Dewi hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kevin. Malu, itulah yang ia rasakan sekarang, meskipun bukan pertama kali mereka berciuman tapi tetap saja rasa malu itu selalu melekat pada diri Dewi.


"aku menginginkan kamu malam ini"bisik Kevin sambil mencium pucuk kepala Dewi.


Sadar atau tidak sadarnya Dewi hanya bisa mengangguk, mendapat persetujuan dari si empedu, Kevin langsung menggendong tubuh Dewi dan meletakkannya di ranjang.


Lalu Kevin memulai ritual sebagai seorang suami pada malam pertama, ia memimpin permainan mereka malam untuk pertama kalinya.


Kevin membuat Dewi senyaman mungkin, karna hal ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka berdua.


Setelah menjalani pernikahan selama enam bulan akhirnya malam pertama yang ditunggu-tunggu oleh pengganti baru pada umunya pun dirasakan oleh kedua pasangan yang sedang bermain di atas ranjang.


Pernikahan yang awal ajang balas dendam tapi tak disangka bumbu cinta mulai tumbuh di antara mereka, bahkan jika mengingat diawal pernikahan, mereka tidak pernah berpikir akan merasakan malam pertama, mengingat seberapa besarnya kebencian Kevin kepada Dewi dan keluarganya.


Benar kata orang, dendam, benci dan cinta hanya berjarak setipis kulit bawang saja, dan Kevin pun demikian membenarkan pepatah itu, ia bisa merasakan dendam yang begitu besar kepada Dewi dibalas dengan cinta, sehingga saat ini ia begitu mencintai Dewi, ia bisa melupakan dendam kepada Dewi hanya karna kata cinta.


Duluh ia bertekat akan membuat Dewi dan keluarganya bertekuk lutut dihadapannya, tapi siapa sangka dalam hitungan beberapa bulan pernikahan malah dia yang bertekuk lutut dihadapan Dewi tanpa dipaksa oleh Dewi.


"terimaksih kasih syaang"ucap Kevin setelah menyelesaikan pergulatan mereka, sedangkan Dewi yang sudah sangat begitu lelah tidak mendengar ucapannya Kevin, pasalnya Kevin memakannya sampai menjelang azan subuh.


Beralasankan lengan Kevin yang ia jadikan sebagai bantal Dewi pun terlelap, karna segala jenis guling dan bantal telah terbang kesana kemarin akibat pergulatan mereka.


"kamu milik ku sekarang Dewi, kamu milikku seutuhnya dan tidak ada yang boleh menyentuh milik"batin Kevin sambil mencium kening Dewi.

__ADS_1


Lalu ia membawa Dewi kedalam dekapannya dan menyusul Dewi ke alam mimpi, lumayanlah tidur bebrapa jam saja sampai menuju pagi.


Untuk adegan 18+ halu sendiri iyh kakak, karna aku sebagai bocil tidak bisa mendeskripsikan adegan ituπŸ™πŸ™


__ADS_2