
Benar saja, sudah hampir satu jam Angel menunggu di ruangan tamu tanpa ada teman mengobrol tetap saja Kevin maupun Dewi belum ada tanda-tanda menunjukkan batang hidungnya.
"kenapa Kevin dan Dewi lama pulang, ini sya sudah hampir satu jam menunggu disini, membuang-buang waktu saya aja"ucap Angel kepada seorang pelayan yang kebetulan lewat dari ruang tamu.
"maaf nona, biasanya pulang kuliah nyonya Dewi sudah pulang, kalau nyonya Dewi terlambat pulang berarti dia ikut tuan Kevin duluh kekantor, dan taun Kevin biasanya pulang habis magrib"ucap pelayan.
"tapi ini sudah magrib, kenapa mereka belum pulang juga"ucap Angel kesal.
"saya bilang kan tuan Kevin biasanya pulang habis magrib, nah ini kan masih magrib, berarti magrib belum habis"ucap pelayan kesal.
Menurut mereka kedatangan tamu yang tidak dikenal ini sangat menganggu aktivitas mereka saja.
Hanya tamu saja tapi gaya blagak seperti tuan rumah saja.
Dan benar saja, sehabis magrib Kevin dan Dewi baru sampai dirumah, mereka langsung disambut oleh pelayan dan para penjaga.
"ada tamu..?"ucap Dewi ketika melihat koleksi mobil Kevin seperti bertambah.
"ada nyonya, tapi kamu tidak tau siapa yang datang, katanya teman dekat tuan"ucap pelayan.
"pasti itu Ryo dan Remon sayang, kan cuma mereka aja yang dekat sama aku"celetuk Kevin.
"bukan tuan, ini seorang perempuan dan hanya satu orang sjaa, sepertinya nona itu baru pertama kali bertamu disini"ucap pelayan.
Sedangkan Kevin langsung menatap Dewi sambil menaikan alisnya, Ia berpikir tamu perempuan itu salah alamat, mengingat ia tidak pernah masukkan perempuan kedalam rumah selain Icha dan juga Dewi.
"kita langsung keruang tamu aja Vin"ucap Dewi.
"mba, tolong buatkan air minum ia sama tamu nya"ucap Dewi sambil mengikuti Kevin berjalan menuju ruang tamu
"Kevin, akhir Lo pulang juga, sudah hampir dua jam aku menunggu kamu disini"ucap Angel ketika melihat Kevin.
"ada apa..?sepertinya kita tidak pernh akbrab, tapi kenapa Lo tiba-tiba bertamu dirumah gue"ucap Kevin dingin.
"Dewi...?"guman Angel tidak menghiraukan pertanyaan Kevin, ia menatap tajam Dewi yang sedang berjaln dibelakang Kevin.
"Angel..?gapain kesini..?"ucap Dewi menatap Angel.
"Lo memang perusak kebahagiaan orang, Lo harus mati sekarang juga"teriak Angel sambil berlari kearah Kevin dan Dewi.
Karna tindakan Angel tiba-tiba, sehingga Dewi tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar dan alhasil.
Jeppp
Dengan dikuasai emosi dan dendam Angel tiba-tiba mengeluarkan pisau dari dalam tasnya dan ia langsung menusukkan pisau itu ke perut Dewi.
Dewi
Pekik Kevin ketika melihat Dewi tiba-tiba tumbang disampingnya.
"apa yang Lo lakukan Angel"teriak Kevin murka.
__ADS_1
"aku hanya melakukan permainan kecil saja, aku baru membeli pisau jadi aku ingin melakukan uji coba kepada Dewi"ucap Angel tertawa lepas, akhirnya aksinya bisa berjaln lancar tanpa ada halangan sedikit pun, bahkan Kevin yang notabennya pandai membaca situasi tidak menyadari pergerakan Angel.
"anj*Ng, dasar manusia gila, manusia biadab"teriak Kevin menatap tajam Angel.
"iyh, aku memang manusia gila, dan aku gila gara-gara Lo, tapi sepertinya uji coba pertama belum membuktikan hasil, aku akan melakukan uji coba lagi"teriak Angel lalu mencabut pisau yang menancap di perut Dewi dan kembali menancapkan di bagian yang berbeda tanpa ada rasa ketakutan sedikit pun dan saking panik dan khawatir lagi-lagi kevin tidak menyadari pergerakan Angel yang cukup gesit.
"Angel cukup"teriak Kevin sambil mendorong Angel, ketika Angel hendak mencabut pisau itu kembali.
"ke..ke..Kevin"ucap Dewi lirih.
"Dewi...dewi sayang..kamu masih bisa dengar aku kan"teriak Kevin khawatir karna melihat secara perlahan Dewi menutup matanya.
"sa..sa..sakit vin"lirih Dewi sambil tersenyum tipis dengan posisi mata tertutup, seakan menandakan bahwa rasa sakitnya masih biasa saja.
"please jangan tersenyum seperti itu, aku benci senyuman itu"teriak Kevin sambil tangannya menutup luka diperut Dewi supaya darah tidak mengalir lagi.
"siapkan mobil sekarang, hubungin pihak rumah sakit"teriak Kevin sambil menggendong Dewi yang sudah tidak sadarkan diri.
"tangkap si Bangs*k itu, aku pastikan kau tidak akan menghirup udara lagi"teriak Kevin menatap tajam Angel lalu berlari sambil menggendong Dewi.
Bukannya takut, Angel malah tersenyum miring kepada Kevin, senyuman menantang, ia tidak peduli dengan ancaman kevin, baginya itu urusan belakang saja, karna ia tau kalau Kevin tidak tegaan orang apalagi dengan perempuan.
Padahal ia tidak tau saja bagaimana Kevin duluh begitu teganya kepada Dewi, bahkan Kevin tidak memandang buluh kalau sudah dendam.
Rangga saja yang notebene sahabatnya Kevin siksa tanpa ampun, sedangkan Angel..?mereka kenal hanya karna satu kampus saja, jadi tidak mungkin Kevin melepaskan Angel begitu saja yang Kevin anggap hanya orang lewat dalam hidupnya.
Para penjaga langsung menangkap Angel dan langsung mengikatnya dikursi, mereka akan menunggu perintah dari Kevin selanjutnya.
Sedangkan Angel tidak memberontak sama sekali ketika para anak buah Kevin mengikatnya, ia malah tersenyum tipis.
"semoga nyonya Dewi selamat, aku tau dia perempuan yang kuat, di awal pernikahan saja tuan Kevin selalu menyiksanya tapi ia tetap kuat kok"ucap salah satu anak buah Kevin.
"iyh syaa yakin, nyonya Dewi pasti selamat, tadi sjaa ia masih sempat tersenyum juga kok"
"nyonya kesayangan kalian tidak akan sadar lagi, dia kan segera meninggalkan kalian untuk selama-lamanya"teriak Angel sambil tertawa.
"diam kau wanita ular, manusia setan"bentak salah satu anak buah Kevin.
"nikmati saja duluh waktu-waktu terakhirmu untuk tertawa, karna setelah ini kami pasti kau akan menjadi slaah satu santapan buaya"ucap ada buah Kevin sambil tertawa yang membuat Angel menghentikan ketawanya.
"kenapa diam saja, dimana ketawamu yang tadi, baru dengar buaya aja sudah menciut aja nih, ngk usah pucat begitu muka atuh"
"aku dengar-dengar ayam di pasar sedang mahal-mahal, seperti tuan Kevin mempunyai rencana untuk memberikan si buaya daging manusia, dan tanpa kita susah-susah mencari manusia yang dengan suka rela untuk santapan buaya, ehh ternyata manusia masuk sendiri kekandangnya"
"buaya.?daging manusia..?santapan buaya..?jadi Kevin mempunyai buaya peliharaan..?"batin Angel dengan wajah yang sudah pucat.
"ehh si mbanya pucat dong"
"gue ngk mau dimakan buaya hidup-hidup, gue harus cari jalan keluar dari sini"batin Angel berpikir keras.
"gue mau kencing, lepaskan ikatannya"ucap Angel memberi alasan pertama.
__ADS_1
"bodoh amat, Lo mau kencing kah, mau berak kah, kita tidak peduli sama sekali"ucap salah satu anak buahnya "kencing di celana aja, kalau situ tidak malu"
Dan Angel sudah membuat berbagai alasan supaya anak buah kevin melepaskan ikatannya, tapi sedikit pun alasan itu tidak berpengaruh terhadap anak buah Kevin.
Karna melihat tindakan Angel yang begitu brigasnya menusuk nyonya mereka sampai dua kali sehingga membuatkan mereka yakin klau manusia seperti Angel tidak perlu dikasihani.
"Dewi please bangun syang, buka mata mu demi aku"ucap Kevin sambil memengang luka tusukan di perut Dewi.
"lebih cepat menyetirnya Bangs*k"bentak Kevin karna merasa mobilnya sangat berjaln dengan lambat.
"ini sudah cepat tuan, bahkan kecepatan sudah full"ucapnya sambil menambah kecepatan mobil.
"kenapa berhenti, kau jangan main-main denganku"bentak Kevin karna mobilnya tiba-tiba berhenti.
"maaf tuan, di depan ada pohon tumbang, jadi macet"
"ahh Bangs*k, cari taksi atau apa lah"bentak Kevin frustasi.
Kenapa disaat seperti ini harus ada pohon tumbang, Kevin paling benci hal-hal seperti ini.
tok
tok
tok
"Vin buka pintunya"teriak Ryo mengetuk kaca mobil Kevin.
"untung kalian ada disini, mobil kalian dimana..?"ucap Kevin sambil membuka pintu mobil.
"seratus meter dari sini, ada apa..? kenapa Dewi..?"ucap Remon tak sabaran.
"bantu aku bawa Dewi kerumah sakit, nanti aku ceritakan"ucap Kevin sambil mengeluarkan Dewi dari mobil.
Mereka langsung membantu Kevin untuk membawa Dewi kerumah sakit, tapi dibalik kepanikan mereka terdapat beribu-ribu pertanyaan dibenak mereka, tapi melihat kondisi Dewi dengan darah terus menetes dari perutnya akhirnya mereka mengurungkan niatnya.
"lebih cepat Mon"teriak Kevin khawatir.
"sabar Vin, ini sudah kecepatan full, tutup saja terus lukanya Dewi supaya tidak mengeluarkan darah lagi"ucap Remon menambah kecepatan mobilnya.
"kamu tenang Vin, aku yakin Dewi pasti selamat, dia gadis yang kuat, percaya sama aku"ucap Ryo menenangkan Kevin.
"dengan kondisi Dewi yang seperti ini tidak ada alasan buat aku untuk terus tenang, sekarang Dewi antara hidup dan mati, soalnya di perutnya dua kali tusukan, bagaimana aku bisa tenang"ucap Kevin kesal.
"what, dua tusukan..?bagaimana bisa..?"pekik Ryo terkejut bahkan Remon saking terkejutnya tidak menyadari kau mobilnya hendak masuk jurang, untung ia dengan sigap mengelak.
Bagaimana bisa, dua tusukan di perut dalam waktu bersamaan, secara manusianya tidak ada lagi harapan untuk hidup.
Bagaimana Kevin bisa tenang, sedangkan Dewi sedang berjuang sendiri antara hidup dan mati tanpa ada pertolongan pertama.
Remon terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak peduli dengan kendaraan lain yang mengumpat mereka karna membawa mobil seperti orang kesurupan.
__ADS_1
Untun saja Remon dan Ryo ada di lokasi macet tersebut, kebetulan mereka habis nongkrong, dan tanpa segaja mereka melihat sopir pribadi Dewi sedang mondar mandir di tengah-tengah kemacetan, sehingga mereka menanya apa yang terjadi kepada sopirnya.
Dan lebih beruntung nya lagi kebetulann mobil Remon sudah melewati pohon yang tumbang, jadi memudahkan mereka untuk melewati kemacetan yang cukup panjang.