Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
ban 94


__ADS_3

waktu terus berjalan, hari berganti hari Minggu berganti Minggu dan bulan berganti bulan, tak terasa kini pernikahan Dewi dan Kevin memasuki sembilan bulan pernikahan, dan jangan ditanya apakah Kevin sudh mendapatkan haknya sebagai suami..?jawabannya belum.


Bahkan Dewi belum bisa mencintai Kevin, terlalu lama memang, terkadang kevin sudh jenuh dalam hal menunggu cintanya Dewi. Tapi Dewi semakin berusaha mencintai Kevin dan semakin berusaha membuka hati dan diri kepada Kevin, tapi entah kenapa semua seakan hambar dibenak Dewi.


Sejak kejadian penghianatan yang di lakukan Rangga, membuat Dewi tanpa sadar bangun tembok yang sangat kokoh dalam hatinya, tanpa berpikir kedepannya jika ada seseorang yang selalu setia menunggu kata cinta itu keluar dari mulut Dewi, tanpa berpikir jika orang yang menunggu sudah sampai di titik jenuhnya.


Padahal jika di lihat dari sisi perhatian dewi, gadis itu sudh mencintai Kevin, tapi sampai saat ini ia tidak menyadari perasaannya, mungkin duluh dia pernh mencintai dengan sangat tulus, tapi cinta tulusnya di balas dengan penghianatan antar sahabat dan pacarnya sendiri.


Apa kabar dengan suci dan kandungannya,..?suci memilih mempertahankan kandunganya, meskipun Rangga tidak mau tanggung jawab dan menikahi dengan alasan masih mencintai Dewi, tapi Rangga berjanji tetap membiayai anak dalam kandungan suci tapi tidak dengan menikahi suci.


Sedangkan Rangga, mungkin perasaanya kepada Dewi tidak dapat diartikan sebagai cinta lagi, tapi sudah masuk di artikan dalam istilah obsesi, obsesinya yang sangat besar kepada Dewi sehingga dengan tidak tau malunya rangga selalu memaksa Dewi untuk kembali kepadanya.


Bagaimana hubungan Dewi dengan suci..?hubungan mereka masih gitu-gitu aja, jika suci tidak ada niatan untuk minta maaf kepada Dewi, bahkan ia menyalahkan Dewi dengan apa yang terjadi kepadanya, ia akan menjadikan singel perents dan Rangga tidak mau menikahinya semua terjadi gara-gara Dewi, itu sebabnya ia memilih untuk cuti kuliah dengan alasan ingin liburan kerumah nenek yang ada di luar negeri, padahal alasan nyata tidak ingin bertemu dengan Dewi.


Sedangkan Dewi juga begitu, ia juga tidak ada naiatan untuk bertemu dengan suci, ia belum terima penghianatan sahabatnya sendiri, sahabat yang sudah di anggap sebagai saudara kandung sendiri, yang pada kenyataannya menghianati dirinya, Dewi tidak membenci suci tapi ia membenci cara suci menghianatinya dan menjatuhkannya


Seperti saat ini, setelah selesai mengikuti mata kuliah pagi, ketika menjelang siang Dewi memutuskan ke kantin, dan ia tetap sendiri, setelah hubungannya dengan suci yang sangat renggang Dewi memutuskan untuk memilih dalam hal pertemanan.


"permisi mba, bakso dan jus mangga"ucap salah satu pelayan kantin mengantar pesanan Dewi.


"makasih mba"ucap Dewi sambil meletakkan ponselnya.


Dewi langsung memakan bakso pesanannya, karna tadi pagi ia juga tidak sempat sarapan karena berdebat dengan Kevin yang tidak ada habisnya, dimana Kevin yang selalu tidak ada habisnya menggodanya, sehingga membuat Dewi kesal.


Tapi di sela-sela dirinya memakan bakso ternyata ponselnya berbunyi pertanda adanya pesan masuk.


Ting


"Dewi, selesai kamu makan langsung ke roftop iyh, aku tungguh disini"


Isi dari pesan itu, yang ternyata notif itu dari Kevin, yang menyuruhnya untuk naik ke roftop


"gapain Kevin ngajak ketemu di roftop, biasanya ketemu di parkiran kok"guman Dewi sambil membaca pesan singkat dari Kevin.


Tak mau ambil pusing, akhirnya selesai makan, Dewi memutuskan langsung naik ke roftop.


"Vin..Kevin"teriak Dewi setelah sampai di roftop yang ternyata keadaan roftop sangat sepi.


"Kevin, kamu dimana"teriak Dewi lagi karna belum menemukan sosok Kevin disana, bahkan tanda-tanda orang ada disana pun belum tercium.

__ADS_1


"belum naik paling, lebih baik aku tungguh disini aja deh"guman Dewi sambil berdiri di pembatasan roftop, menatap lurus kedepan, ia menghirup udara yang masih segar di atas roftop.


Lama-lama Dewi menunggu Kevin, dengan berdiri di pembatas roftop ternyata kaki dewi mulai sedikit kesemutan, jadi dia memilih untuk duduk di kursi taman yang disediakan ke atas roftop.


"lama Kevin, ngk tau apa disini panas"guman Dewi sambil melihat jam yang melingkar ditangannya, waktu sudah menunjukkan pukul dua sore, tapi Kevin belum menunjukkan batang hidungnya.


"sekarang ponselnya tidak aktif"guman Dewi kesal setelah menghubungi Kevin yang ternyata nomornya di luar jangkauan.


"Tunggu sampai lima belas menit saja, kalau dia tidak datang aku akan langsung tinggalkan, masa bodoh lah kalau diamuk sampai rumah"ucap Dewi memilih menunggu Kevin.


bunkkkkkk


Ternyata belum lima menit kemudian, ternyata seseorang memukul punggung Dewi dengan cukup keras, sehingga membuat Dewi pingsang, sosok itu langsung mengangkat tubuh Dewi.


"pastikan semua aman dan tidak ada yang mencurigai, target sudh ada dalam genggaman"


Dia langsung membawa Dewi turun dari roftop, dan sepertinya takdir tidak ada yang berpihak kepada Dewi, bahkan mahasiswa yang melihat tubuh Dewi di gendong dengan mudahnya mereka percaya kalau Dewi sedang pingsang.


#####


Sedangkan disebuah tempat, Kevin masih berperan dengan dokumen-dokumen di atas meja, bahkan ketika waktu menunjukkan pukul lima sore Kevin belum menunjukkan tanda-tanda akan pulang, padahal sebagian karyawan sudh banyak yang berpulang, karna Jam kerja kantor sudh pulang.


"wah sudh pukul lima, tapi kok Dewi belum sampai juga"guman Kevin sambil menatap ke arah pintu ruangan, karna jika dirinya tidak ke kampus maka setelah pulang dari kampus Dewi akan menyusulnya ke kantor, menemani dirinya bekerja, karna jika Dewi menemani dirinya bekerja mempunyai rasa tersendiri bagi Kevin.


"Daffa keruangan ku sekarang"ucap Kevin lewat sambung telepon.


"ada yang bisa saya bantu tuan"ucap daffa.


"Dewi sampai jam segini kok belum sampai kekantor, kemana aja mereka..?hubungin sopir yang menjemput"ucap Kevin menatap Daffa.


"mohon maaf tuan, sopir sudh menunggu nona Dewi sejak tadi siang, dan nona Dewi belum ada datang keparkiran, dan sopir masih terus menunggu di kampus"ucap Daffa menjelaskan info yang ia dapat dari sopir yang ditugaskan untuk mengantar jemput Dewi.


"kok bisa iyh, kemana Dewi sampai jam segini, dia tidak ada mengabari aku lagi"ucap Kevin sambil memeriksa ponselnya tapi tidak ada kabar dari Dewi. "nomor ngk aktif lagi"


"kita pulang sekarang, hubungi orang rumah, siapa tau Dewi sudh kembali kerumah naik taksi, sopir yang dikampus suruh kembali kerumah"ucap Kevin sambil memakaikan jas yang ia gantung di kursi kebesarannya.


"baik tuan"ucap Daffa sambil mengikuti Kevin dari belkaang, tak lupa sambil berjaln mengikuti tuannya, ia juga sambil menghubungi orang rumah untuk menanyakan keberadaan Dewi.


"ngimna daf, ada kabar dari rumah"ucap Kevin setelah sampai di dalam mobil.

__ADS_1


"dari info yang saya dapat, nona Dewi belum kembali sejak kepergian tadi pagi tuan"ucaf Daffa sambil fokus menyetir mobil.


"kemana kamu dewi, kok ngk ada kabar sih"guman Kevin sambil membuka nomor kontak Dewi di aplikasi hijaunya, yang ternyata Dewi terakhir membuka wa kurang lebih tiga jam yang lalu, berarti tadi siang sekitaran jam dua atau ngk jam tiga.


"agak cepat menyetirnya daf"ucap Kevin mulai khawatir karna belum ada kabar dari Dewi.


Setelah beberapa saat Kevin dan Daffa sudah sampai di kediaman Kevin, setelah dirasa mobil berhenti dengan sempurna, Kevin langsung turun dan berlari menuju kamar, berharap Dewi berada disana.


Tapi setelah sampai di kamar, ia tidak menemukan sosok itu, ranjang masih sama seperti tadi pagi mereka tinggalkan, dan meja rias Dewi pun masih rapi, lalu Kevin mengecek ke kamar mandi tapi hasilnya nihil, bahkan tidak ada tanda-tanda orang memakai kamar mandinya, terbukti dari lantai ruang mandi dan bathub masih kering.


"wi kamu Dimana..?jangan pergi lagi dari ku, maaf kalau aku sering membuat mu kesal"ucap Kevin duduk di samping ranjang.


Entahlah, kalau berurusan tentang Dewi, Kevin akan berubah menjadi orang bodoh dan pria lemah, bodoh tidak tau harus berbuat apa, bahkan otaknya akan berhenti bekerja jika menyangkut tentang Dewi, dan dengan bodohnya, dia akan menjadi pria lemah karna kepergian Dewi ia akan merasa setengah dari badannya seperti hilang kekuatan.


"Daffa, lacak keberadaan Dewi"ucap Kevin keluar dari kamarnya "periksa setiap sudut ruangan disini"teriak Kevin.


"suruh semua anak buah mu untuk mencari keberadaan Dewi"teriak kepada kepala penjaga.


"ngimna.?dimana Dewi, aku akan menjemputnya"ucap Kevin.


"nona Dewi terakhir berada di roftop kampus tuan, dan setelah itu tidak bisa di lacak lagi karna ponselnya mati"ucap Daffa.


"periksa cctv roftop, saya mau copyannya sekarang juga"ucap Kevin lalu masuk kedalam ruang kerjanya.


"kemana kamu wi"guman Kevin sambil terus menghubungi Dewi, tapi hasilnya selalu nihil, nomor ponsel Dewi tidak bisa dihubungin.


"maaf tuan, cctv di roftop kampus kebetulan sedang rusak dan mati total, jadi tidak bisa mengambil gambar nona Dewi"ucap Daffa setelah masuk ke ruang kerja Kevin.


"ahhh Bangs*k"teriak Kevin sambil menghancurkan semua barang ada di atas kerjanya.


"periksa transaksi kartu rekening Dewi, terakhir dia bayar apa..?"teriak Kevin mengingat kejadian beberapa bulan lalu, dimana mereka mengetahui keberadaan Dewi dari laporan terakhir Dewi melakukan transaksi.


"nona Dewi terakhir melakukan transaksi pembayaran semangkok bakso dan segelas jus mangga tuan"ucap Daffa.


"tidak ada yang lain..?atau mungkin dia melakukan pembelian tiket, atau membayar penginapan"ucap Kevin, sedangkan daffa hanya mengeleng.


"kita cari Dewi sekarang, perintah semua anak buahmu untuk mencari Dewi"ucap Kevin sambil keluar dari mana.


kevin dan Daffa langsung mencari keberadaan Dewi, dari setiap sudut kota ke sudut lainnya, tapi hasilnya selalu nihil, bahkan anak buah Daffa tidak jauh berbeda dari mereka yang tidak menemukan Dewi.

__ADS_1


"kenapa sih wi, setiap kamu hilang tidak pernh meninggalkan jejak sedikit pun"guman Kevin.


__ADS_2