
Ketika jarum pendek jam menunjukkan angka dua belas dan jarum panjang menunjukkan angka enam lewat yang artinya sekarang waktu menunjukkan pukul setengah satu malam, lebih tepatnya setengah satu pagi.
Tepat ketika itu Dewi terbangun dari tidurnya, sejenak ia menatap langit-langit kamar, ia menghirup aroma yang ada dikamar itu, sangat asing bagi hidungnya.
"aku dimana ini, ini bukan kamar kami, dan aroma ini bukan aroma Kevin"batin Dewi.
Dan ketika ia hendak bergerak ia merasakan beban di bagian perutnya, seperti ada sesuatu yang menimpah di perutnya.
"Kevin"guman Dewi sambil memindahkan tangan yang melingkar di perutnya.
"Kevin, aku mau pipis"ucap Dewi karna tangan itu tidak mau berpindah dari perutnya.
"Kevin"ucap sambil menoleh kesamping dan ia merasa ada yang sangat janggal, karena biasanya ia memanggil Kevin , sekali saja maka Kevin akan langsung bangun, berbeda dengan sekarang.
"ran..rann.rangga"guman Dewi setelah menyadari sosok yang berada dibawah sampingnya, betapa terkejutnya ia ketika menyadari yang tidur bersamanya adalah Rangga bukan Kevin.
"aku tidur berdua dengan Rangga"guman Dewi dengan suara serak.
"ya Allah apa yang terjadi"ucap Dewi sambil menghempaskan tangan Rangga secara kasar dari perutnya.
"Dewi, kamu sudh bangun syang"ucap Rangga dengan suara serat.
"Ki...kita tidur berdua..?"ucap Dewi tanpa menghiraukan ucapan Rangga
"iyh sayang"ucap Rangga.
"apa yang lo lakukan Rangga..?kenapa lo tega..?apa salah gue sama Lo ga.?kenapa..kenapa ga"teriak Dewi histeris "jawab gue ga, kenapa lo tega..?"teriak Dewi semakin histeris ketika menyadari pakainya sudh terganti.
"aku ngk gapain-gapain kamu wi, kamu tenang duluh"ucap Rangga mencoba membujuk Dewi.
"lo bilang tenang..?setelah apa yang lo lakukan sama gue, Lo masih bisa bilang tenang..?"teriak Dewi "stop Rangga , Lo jangan coba-coba mendekat, gue benci sama Lo"teriak Dewi semakin mundur.
"Dewi tenang duluh, ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan wi"ucap Rangga tak mau menyerah.
"stop Rangga, gue salah apa sih sebenarnya sama Lo..?Lo jahat ga, Lo laki-laki biadab, manusia sampah, apa gue perna ganggu hidup Lo..?kalau gue ada salah kasih tau gue baik-baik ga, bukan seperti ini caranya"bentak Dewi sambil turun dari ranjang. "hentikan semua ini ga, gue udh terlalu capek dengan permainan Lo, gue hanya ingin bahagia".
"Lo akan bahagia wi, tapi harus sama gue, please gue bisa jelaskan, semuanya ini tidak seperti yang lo pikirkan"ucap Rangga mencoba menghampiri Dewi.
plakkkkk
"stop Rangga"bentak Dewi setelah melayangkan Rangga tamparan yang cukup keras.
"Lo bahagia sama gue tapi gue ngk pernh bahagia hidup sama Lo, apa yang harus Lo jelaskan lagi..?semua sudh jelas, Lo penjahat"bentak Dewi lagi "Lo tau kesalahan terbesar yang pernh gue perbuat selama hidup gue..?kesalahan gue adalah ketika gue mengenal Lo, dan gue jatuh cinta sama Lo, dan penyesalan terbesar gue adalah ketika nama Lo pernh gue ukir di hatiku"bentak Dewi menatap tajam Dewi.
__ADS_1
"bukan gue yang ganti baju Lo, yang ganti baju Lo pelayan dirumah ini"ucap Rangga, yang memang sudh tau asalnya kenapa Dewi histeris ketika terbangun.
"yang pertama terimakasih karna Lo sudah menyuruh pelayan untuk menganti bajuku, yang kedua, satu hal yang harus Lo tau ga, gue istrinya Kevin, apa layak gue sama Lo tidur satu ranjang..?apa dirumah sebesar ini hanya ada satu kamar..?sehingga membuat lo tidur sama gue..?dan ketiga Lo udah ganggu privasi gue ga, Lo udh terlalu jauh mengurusi hidup gue, mulai Lo menculik gue, sampai Lo menyekap gue, gue bisa diam aja, tapi ketika Lo tidur berdua dengan gue, jangan harap gue bisa diam aja ga"Isak Dewi
"ingat lo jangan pernh mempertahankan suatu hal yang sudh rapuh karna pada ending Lo juga yang sakit, Lo ngk bisa rubah takdir kalau gue istrinya Kevin, Lo ngk bisa rubah takdir kalau hubungan gue sama Lo sudh ngk ada, Lo yang menghianati gue ga, jadi jangan Lo sok merasa paling dihianati"bentak Dewi lagi sambil membuka pintu, hendak keluar kamar.
"kamu mau kemana wi, ini masih terlalu pagi buat keluar"ucap Rangga mencoba menahan Dewi yang hendak keluar.
"gue mau kemana bukan urusan Lo, jadi Lo jangan pernh halangin gue"bentak Dewi sambil mendorong tubuh Rangga yang hendak menahannya, lalu ia berlari keluar kamar, bodohlah kemana ia pergi, tapi setidaknya ia pergi dari hadapan Rangga.
"tutup semua pintu keluar, pastikan semua penjaga berada disetiap sudut pintu dijaga dengan ketat"ucap Rangga dari sambung telepon dan mematikan secara sepihak, lalu ia mencoba mengejar Dewi.
"Dewi, tunggu, aku bisa jelaskan semuanya"teriak Rangga sambil menuruni tangga.
"nona anda mau kemana, sebaiknya anda istirahat saja, karna ini masih terlalu pagi"ucap salah satu penjaga yang stay menjaga di pintu utama.
"stop panggil gue nona, karna gue bukan nona kalian"bentak Dewi, "awas gue mau pulang"ucap Dewi sambil mendorong tubuh penjaga itu dengan sekuat tenaga.
Sedangkan penjaga itu mencoba menahan Dewi, lalu ia menatap kebelakang yang terjaga Rangga ada dibelakang Dewi, Rangga yang melihat itu hanya mengangguk, menandakan supaya melepaskan Dewi.
"minggir Bangs*k"bentak Dewi lagi sambil mendorong tubuh kekar penjaga itu.
Karna melihat tuannya mengangguk akhirnya penjaga itu menyingkir dari hadapan Dewi dan mempersilakan Dewi keluar rumah.
"Lo ternyata pinta ga, gue suka cara Lo bermain"guman Dewi ketika sudh menyadari dimana dirinya sekarang, Yap dia sekarang berada ditengah hutan, dengan penjagaan ketat yang dimana saat ini disetiap sudut rumah dan halaman ada penjaga.
"kamu ngk bisa kemana-mana wi, ayo kita masuk"ucap Rangga sambil menghampiri dewi.
"Lo jangan pernh sentuh gue ga, gue jijik disentuh sama pria seperti lo"ucap Dewi menatap tajam Rangga.
"kamu kenapa sih wi, aku ngk ngapain-gapain kamu, aku hanya tidur disamping kamu, kenapa kamu sehisteris itu, biasa aja wi"ucap Rangga tanpa rasa bersalah sedikit pun, bahkan ia masih bisa menatap Dewi sambil tersenyum.
"apa lo bilang..?biasa aja..?asal lo tau ga, dengan lo tidur berdua dengan gue, itu sama aja lo telah melecehkan gue, gue istri orang ga, dan gue tidur berdua dengan lo dan lo masih bilang biasa aja..?kamu punya otak ngk sih.."teriak sambil terisak Dewi yang tak habis pikir dengan pemikiran Rangga.
"ok aku minta maaf telah lancang tidur disamping kamu, yang penting sekarang kita masuk, udara diluar sangat dingin"ucap Rangga, sambil menarik paksa dewi, tak peduli dengan teriakan Dewi.
"aku sudh mencoba untuk bersikap lembut sama kamu, tapi kamu selalu menjawabnya dengan ketus"ucap Rangga sambil menghempaskan tubuh Dewi ke atas ranjang.
"jangan mentang-mentang saya cinta mati sama kamu, membuat kamu seenaknya membentak saya"ucap Rangga.
"tapi gue ngk pernh minta Lo supaya cinta mati sama gue, dan asal Lo tau gue juga ngk pernah minta supaya Lo bersikap lembut sama gue"teriak Dewi.
"satu hal yang harus Lo tau, walaupun Lo bersikap lembut sama gue, ngk akan merubah keadaan, walaupun Lo memuja-muja gue, itu tidak akan bisa membuat gue bisa jatuh cinta sama lo, intinya gue benci sama Lo dari segimana pun"teriak Dewi menatap wajah Rangga dengan penuh kebencian.
__ADS_1
"baiklah aku akan perlihatkan ngimna kalau aku kasar sama kamu"ucap Rangga sambil berjalan mendekati Dewi.
"sekasar apa lo..?tapi sorry, gue sudah biasa dengan hal kasar, karna pada awalnya gue berjuang dari tangan orang-orang kasar"ucap Dewi semakin mundur kebelakang.
"OOO iyh, kita lihat aja nanti, sampai dimana kamu akan bertahan"ucap Rangga semakin dekat dan mengikis jarak yang hanya beberapa Senti saja dihadapan Dewi.
"yang pastinya gue ngk akan bertahan lama, karna gue sudah cukup lelah dengan semua ini"ucap Dewi sambil mengangkat tangannya "gue udh muak dengan semua, terlalu banyak drama dengan semua ini, sekarang kamu mau apa..?"ucap Dewi.
"menikah dengan ku dan kita akan pergi dari sini"ucap Rangga.
"wah menikah..?Lo pikir gue wanita seperti apa..? lebih baik gue mati saat ini juga dari pada harus menikah sama bajingan seperti lo"ucap Dewi menekan setiap kata-kata yang keluar dari mulut nya.
"jadi kamu memilih mati dari pada menikah dengan saya.?, ternyata Kevin berhasil mengajarkan mental yang kuat sama kamu"ucap Rangga mengunci tubuh Dewi dengn kedua tangannya.
"menyingkir dari hadapan gue Bangs*k"ucap Dewi sambil mendorong tubuh Rangga sekuat mungkin, tapi bahkan sedikit pun tubuh Rangga tidak bergeser.
"bukannya kamu ingin melihat aku yang kasar..?"bisik Rangga "akan aku perlihatkan seberapa kasarnya aku"
plakkkkk
"jangan pernh Lo sentuh gue"teriak Dewi sambil menampar pipi Rangga, ketika melihat wajah Rangga semakin dekat ke wajahnya, lebih tepatnya Rangga yang hendak mencium Dewi.
"tampar aja terus wi, aku rela ditampar sama orang yang paling aku cintai"ucap Rangga sambil memengang pipi yang ditampar Dewi.
"pergi dari hadapan gue"ucap Dewi sambil mendorong tubuh Rangga.
"keluar Rangga"teriak Dewi karna melihat Rangga kembali mendekatinya "keluar Rangga, Lo ngk lupakan dimna pintu keluar"bentak Dewi sambil menunjuk ke arah pintu.
"aku tidak akan keluar, aku ingin menghabiskan malam ini hanya bersama kamu seorang"ucap Rangga tanpa menghiraukan teriak Dewi.
"lo yang keluar atau gue yang keluar..?"teriak Dewi.
"Dewi......"
"Lo yang keluar atau gue yang keluar"teriak Dewi memotong ucapan Rangga.
"baiklah kalau Lo yang ngk mau keluar, biar gue yang keluar, kalau Lo bisa berbuat dekat dengan membawa gue ke tengah hutan seperti ini, maka gue akan lebih nekat untuk keluar dari hutan ini"bentak Dewi menatap tajam Rangga "pantasan hati dan otak Lo seperti ini iyh, ternyata Lo suka tinggal di hutan, hati sama otak Lo sama kayak hutan ini, sama-sama berantakan"
"berobat Lo, supaya otak Lo baikan dikit"ucap Dewi sambil berjaln meninggalkan kamar itu.
"jangan Lo ikutin gue, kalau Lo masih pengeng melihat gue hidup, Lo jangan pernh ikutin gue, gue butuh waktu sendiri"ucap Dewi lagi ketika menyadari Rangga mengikutiny.
Sedangkan Rangga langsung berhenti dan tidak mengejar dewi, tapi ia memerintahkan penjaga rumah untuk tetap stay di gerbang keluar rumah
__ADS_1