Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 142


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tak terasa kandungan Dewi sudah masuk empat bulan yang berarti berat badan Dewi kian naik, tapi Dewi tidak mempermasalahkan hal itu, ia tetap menjalani hari-harinya dengan enjoy.


Kevin pun demikian, ia tak mempermasalahkan berat badan Dewi yang naik, bahkan menurutnya Dewi semakin mengemaskan dengan pipi yang sedikit berisi.


"permisi Kevin nya ada diruangan"ucap Dewi ke salah satu resepsionis.


"nyonya Dewi..?tuan Kevin kebetulan sedang meeting, kebetulan tadi beliau berpesan supaya nyonya menunggu diruangnya saja"


"baiklah, kalau begitu saya akan menunggu Kevin diruangan nya"ucap Dewi.


"mari nyonya saya antar keruangan Kevin, sini kotak bekalnya biar sya aja yang bawa"ucap resepsionis sambil mengambil alih bekal ditangan Dewi.


"boleh, makasih iyh kamu sudah membantu aku"ucap Dewi.


"sudah menjadi kewajiban saya nyonya"


Resepsionis mengantar Dewi sampai keruangan Kevin, memastikan istri pemilik perusahaan itu sampai dengan selamat di ruangan.


"kalau begitu saya permisi nyonya, kalau butuh sesuatu anda bisa memencet tombol disebelah sana, nanti OB akan segera meluncur"


"baiklah, terimaksih sudah mau mengantar saya sampai kesini, selamat bekerja kembali"ucap Dewi sedangkan resepsionis hanya mengangguk sambil tersenyum.


Resepsionis langsung keluar dari ruangan itu mengingat ia mempunyai banyak pekerjaan.


Hampir satu jam Dewi menunggu Kevin, tapi belum ada tanda-tanda Kevin menunjukkan batang hidung, tanpa sadar Dewi tertidur di kursi kebesarannya Kevin.


"kau bisa pergi Daffa, kosongkan jadwal ku sampai nanti sore"ucap Kevin ketika berada di depan pintu ruangan, ia tidak membiarkan Daffa masuk keruangan karna ia tau di dalam sudah ada Dewi yang menunggu.


Karna beberapa hari ini Kevin cukup khawatir karna akhir-akhir ini Dewi selalu menanyakan keberadaan Daffa ketika Kevin sudah pulang kerumah. Ia takut kalau hubungan Dewi dan Daffa semakin dekat.


"astaga sayang, gapain tidur di kursi, kan ada kamar"ucap Kevin terkejut melihat Dewi yang tertidur di kursinya.


"syang, Dewi syang, bangun"ucap Kevin sambil mengelus pipi lewat.


"Vin, udah selesai meetingnya"ucap Dewi membuka matanya secara perlahan dan mendapati wajah Kevin berada di depan matanya.


"udah syang, gapain tidur disini, kan ada kamar syang, emng ngk sakit tidur disini..?kasihan embrio ku yang di dalam sini"ucap Kevin lalu mencium perut buncit Dewi.

__ADS_1


"tadi ngk segaja ketiduran Vin, yuk makan siang, aku udah lapar banget ini"rengek Dewi sambil turun dari kursi Kevin.


Dewi berjaln menuju sofa di ikuti kevin dari belakang, ia mempersiapkan makanan buat Kevin dan juga dia.


"makan sepiring berdua aja syang, kamu suapi aku iyh"ucap Kevin sambil duduk di samping Dewi.


Dewi menyuapi Kevin yang sedang berpangku pada laptop, berhubung pekerjaan Kevin masih mempunyai beberpa pekerjaan, ia memutuskan makan sambil bekerja.


"maaf tuan, sya sudah mencoba menghalangi nona ini, tapi dia memaksa untuk masuk"ucap sekretaris Kevin sambil menundukkan kepala.


"Kevin, lihat sekretaris sialan mu, masak dia melarang aku masuk sih"ucap salsa kesal.


"salsa.?gapain Lo datang ke kantor gue..?"ucap Kevin terkejut.


"gue cuma mau main aja kesini Vin, gue bosan di apartemen terus, ngk ada teman juga"ucap salsa belum tau kalau Dewi berada di ruangan itu.


"by, kita langsung jalan kan, soalnya dokternya udah nungguin kita karna aku buat janji jam satu"ucap Dewi keluar dari kamar yang ada diruangan Kevin. "salsa..?gapain kesini..?"


"Dewi ternyata Lo ada dsini juga..?gue cuma mau main aja sih kesini, gue bosan di apartemen"ucap salsa.


"kalian mau kemna..?gue ikut dong, masak gue datang kalian malah pergi"ucap salsa menahan lengan Kevin tapi langsung di hempaskan oleh kevin.


"Lo mau apa sih sebenarnya sal, langsung ke intinya aja ngk usah main drama inilah drama itu, lagian kami ngk pernah minta Lo datang kesini, jadi ngk masalah dong kalau Lo datang kami pergi"ucap Dewi jengah karna salsa selalu ingin nempel terus kepada Kevin, baik di kampus maupun di luar kampus.


"kita mau kerumah sakit, Lo mau ikut..?biar sekalian otak Lo di periksa duluh, siapa tau ada bergeser"ucap Dewi kesal.


"gue ngk bermaksud apa-apa wi, gue cuma mau berteman dengan kalian"ucap salsa.


"tapi wajah Lo tidak menunjukkan seperti ingin berteman dengan kami, lagian kalau Lo ingin berteman dengan kami kenapa harus nempel terus sama Kevin, Lo ngk lupa kan kalau Kevin itu sudah beristri bahkan sebentar lagi akan mempunyai anak"ucap Dewi kesal.


"emang Lo ngk malu mengejar suami orang lain, emng Lo ngk punya pekerjaan lain selain nempel muluk smaa Kevin..?jadi perempuan itu punya harga diri kenapa sih..?Kevin itu sudah menikah jadi tolong Lo tau batasan iyh"ucap Dewi menatap salsa.


"ayo by"ucap Dewi menarik tangan Kevin, tapi lagi-lagi salsa menahan lengan Kevin.


"gue ikut Vin"rengek salsa sambil menahan lengan Kevin.


"cukup salsa, tolonglah bersikap sewajarnya, gue sudah menikah dan mau punya anak, apa susahnya sih berdamai dengan keadaan..?gue bukan lagi risih dengan sikap Lo, tapi gue jijik melihat tingkah yang seperti wanita murahan"ucap Kevin habis kesabaran dengan tingkah salsa "mau seperti apapun Lo mendekati gue, gue ngk bakal buka hati buat Lo, gue ngk bakal suka sama Lo"

__ADS_1


"gue udah sering peringati Lo supaya tau batasan, mau sampai kapan pun kita tidak akan bisa bersama"


"tolonglah sal, gue cuma mau hidup tenang tanpa ada Lo selalu nempel muluk smaa gue, gue ngk mau orang-orang menyalah artikan kedekatan kita, Lo kan tau kalau gue sudah menikah, bahkan sebentar lagi akan memiliki anak"ucap Kevin. "jangan sia-siakan hidupmu itu sesuatu yang tidak berguna"


Kevin dan Dewi meninggalkan salsa di dalam ruangan kerjanya.


"harus seperti apa aku supaya kamu mau melirik aku Vin, sedikit aja, apakah aku harus seperti Dewi supaya kamu cinta dan sayang sama aku"ucap salsa menghentikan langkah Dewi dan Kevin.


"Lo ngk perlu jadi apa-apa, seandainya gue ngk bertemu dengan Dewi tetap saja keadaan tidak akan berubah, kita tidak akan bersama, karna sejak awal gue hanya menganggap Lo sebagai sahabat ngk lebih"ucap Kevin tanpa menatap salsa, lalu ia menyematkan jarinya ke tangan Dewi, menuntun wanita itu keluar dari ruangan. "tapi Lo salah mengartikan persahabatan kita dan Lo juga yang membuat persahabatan kita hancur sehingga kedekatann kita semakin renggang"


"seistimewa itu Dewi buat Lo Vin, ok salsa Lo udah berjuang sampai sejauh ini, jauh-jauh datang dari Itali hanya untuk Kevin tapi tidak membuahkan hasil, mulai hari ini gue mundur, gue berhenti mengejar Kevin"ucap salsa berbicara pada diri sendiri.


"benar sal, mulai saat ini Lo jangan buang waktu Lo buat hal-hal yang tidak penting, Lo masih terlalu mudah untuk mengejar cintai pria"ucap salsa.


Benar kata kevin, selama ini salsa terlalu sibuk mengejar cinta Kevin, mulai dari menyusun rencana busuk dan halus sekalipun telah ia lakukan untuk mendapatkan Kevin tapi rencana sia-sia semua. Ia mengaku selama ini ia terlalu bodoh mengejar yang memang buat dirinya.


Menyadari kebodohannya selama ini, salsa memilih mundur dan meninggal ruang kerja Kevin.


###


"bagaimana keadaan anak saya dok..?apakah ada yang perlu di khawatir kan..?"ucap Kevin.


Setelah empat bulan Dewi hamil baru kali ini Kevin dan Dewi memeriksa kandungannya, untuk pertama kalinya mereka bertemu dengan si Dede bayinya.


"semua baik-baik saja tuan, ibu dan anak sangat baik, anak berkembang dengan baik, bahkan ini perkembangan yang cukup cepat"ucap dokter "ketika usia kandungan enam bulan kita akan melihat jenis kelamin bayi"


"baiklah dok, terimaksih sudah memeriksa istrinya saya"ucap Kevin sambil membantu Dewi turun dari tempat tidur.


"sama-sama tuan, apakah nyonya Dewi masih mengalami keluhan, seperti mual di pagi hari atau apakah nyonya Dewi sering pusing..?"ucap dokter sambil menulis resep vitamin kepada Dewi.


"tidak ada dok, saya sangat jarang mual, kalau pun mual hanya dua sampai tiga kali saja"ucap Dewi.


"syukurlah, ternyata Dede bayi sangat mengerti kondisi mamanya yang kuliah sambil mengurus papahnya, mudah-mudahan sampai lahir tidak menyusahakan iyh nyonya"ucap dokter "ini saya sudah tuliskan resep vitamin buat nyonya Dewi sekaligus obat penguat kandungan, silakan di tebus di apotik terdekat"


"baik dok, terimaksih atas waktunya, kalau begitu kami permisi duluh"ucap Kevin sambil mengambil selembar kertas dari tangan dokter.


"senang membantu tuan dan nyonya Dewi"

__ADS_1


__ADS_2