Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 136


__ADS_3

"Vin Lo jangan main-main sama bensi"ucap Remon panik, karna melihat Kevin sudah menyalakan korek yang ada ditangannya.


"gue ngk pernh main-main, pokoknya wanita gila ini harus jadi abu"ucap Kevin dingin.


"kita pikirkan cara lain untuk memberi pelajaran sama dia, pasti ada caranya, tidak harus membakar dia kan"ucap Remon lagi.


"Vin, membakar Angel itu terlalu mudah, apakah kamu tidak mau memberikan Angel pelajaran yang lebih berharga lagi sebelum membunuh dia..?"ucap Devan kompromi dengan Kevin.


Benar!!


Sangat benar sekali, terlalu mudah jika Angel meninggalkan dengan cara dibakar, benar kata Devan, ia harus memberikan pelajaran yang tidak bisa di lupakan oleh wanita di hadapannya seumur hidupnya.


Kevin langsung mematikan korek ditangannya dan membuangnya kesembarangan arah.


"benar, gue ngk harus membunuh wanita ini, gue harus bermain-main duluh dengannya"ucap Kevin tersenyum licik.


"gue akan membuat di mengerti bagaimana tersiksanya Dewi saat bersama gue, gue akan menunjukkan kepada wanita ini betapa sulitnya menjadi wanitaku yang sesungguhnya"ucap Kevin lagi.


"bawah dia kelantai paling atas"ucap Kevin lalu berjlan ke arah tangga menuju lantai atas pada bangunan tua itu, di ikut oleh ketiga temannya.


Mendengar perintah kevin bodyguardnya langsung membawa Angel menuju lantai paling atas.


Sedangkan angel hanya bisa pasrah saja, ia tidak punya kekuatan lagi untuk melawan, ia cukup berdoa sjaa supaya hati Kevin bisa berubah-ubah dan melepaskan dirinya.


"lemparkan dia kedalam kolam"ucap Kevin yang sudah duduk di pinggir kolam.


Tanpa pikir apapun bodyguardnya langsung tubuh Angel ke kolam, mereka tidak memperdulikan teriak Angel yang memohon supaya tidak di lemparkan ke kolam.


Byurrrrrr


Sedangkan Ryo, Remon dan Devan hanya mengeleng melihat kekejaman Kevin


Mereka akan diam saja kalau Kevin masih bertindak dengar sewajarnya, meskipun pada garis besarnya tindakan Kevin tidak dapat dibenarkan karna telah menyiksa orang lain.


Sang Dewi Fortuna masih berpihak kepada Angel, karna ia cukup pandai berenang sehingga ia tidak ketakutan ketika dilempar ke kolam, berbeda dengan Dewi yang memiliki trauma berat dengan kolam sehingga ketika duluh ia segaja di lempakan ke kolam tidak bisa berbuat apa-apa, karna memang ia tidak bisa berenang.


Angel yang dilemparkan ke kolam menjadi bahan tontonan oleh semua bodyguard Kevin. Hampir tiga jam Angel berada di dalam kolam, tubuh yang mengigil dan bibir yang sudah menghitam tak lupa dengan bibir yang sudah mulai gemetar pertanda suhu dingin air kolam sudah memperlihatkan efeknya bagi tubuh Angel.


Kedinginan tentu.


Masuk angin!! apalagi.


Angel sudah berkali-kali meminta Kevin supaya mengeluarkan dirinya dari kolam, tapi permohonan angel seakan lalat lewat ditelinga Kevin, ia masa sekali tidak menghiraukan racauan angel yang meminta dirinya untuk di keluarkan, baginya itu belum seberapa dari apa yang ia lakukan kepada Dewi dan anaknya.


"Kevin, gue mohon keluarkan gue dari sini, gue ngk kuat lagi"lirih Angel dengan suara yang bahkan hampir tidak terdengar.


Sedangkan Kevin dan yang lain hanya asik dengan ponselnya, karna memang mereka tidak mendengar suara angel.


"tuan, wanita itu sudah pingsang, sepertinya sudah masuk angin"ucap salah anak buahnya.

__ADS_1


"bereskan dia, panggilkan dokter untuk mengobati"ucap Kevin dingin.


"baik tuan, akan kami laksanakan"


Setelah hampir lima jam Angel di rendam di dalam kolam, akhirnya wanita itu pingsang karna kedinginan dan sepertinya ia sudah masuk angin.


Para bodyguard Kevin langsung mengangkat tubuh Angel ke atas kolam, ketika mengangkat tubuh Angel anak buah Kevin menelan salivanya dengan kasar.


Karna Angel memakai pakai yang sangat tipis sehingga ketika di angkat dari air memperlihatkan dengan begitu jelas lekuk tubuh Angel, bahkan bra Angel yang berwarna hitam terlihat jelas menutup kedua gunung kembarnya.


"aku suruh kalian mengangkat wanita itu, bukan malah bengong seperti itu"ucap Kevin menyadarkan anak buah yang beberapa menit sama-sama terdiam memandangi tubuh angel.


"bagaimana tidak bengong tuan, di suguhkan ikan asing kepada kucing mana nolak, udh ikan segar lagi"celetuk salah satu anak buah Kevin tanpa sadar


"segar mataku, itu sudah bekas semua, masih aja dilihati"ucap Kevin yang tau arah omongan anak buahnya.


"kalian juga gapain dilihati, kayak ngk pernh lihat begituan aja"ucap Kevin kesal karna ketiga teman juga melihat pemandangan tubuh Angel.


"iyh memang ngk pernh Vin, nyaman situ sudah punya istri, jadi bebas mau kapan pun bisa lihat"ucap Ryo dengan polosnya.


Manusiawi memang, kalau setiap laki-laki jika disuguhkan dengan pemandangan indah sorgawi akan tergoda juga, dan dapatkan dipastikan akan melupakan segala sesuatunya jika melihat pemandangan itu.


"lihat kalian aja trus, sampai keluar tuh bola matanya"ucap Kevin mengeleng kepalanya.


"sudah, aku cabut duluan,mau jemput Dewi"ucap Kevin lalu meninggalkan tempat itu.


"woi Devan, ayo kerumah sakit, kamu itu kerja di gaji buat menolong orang sakit, bukan malah memandang yang belum muhrim mu"ucap Kevin menarik rambut Devan sehingga mengikuti langkahnya.


"Ryo, Remon kalian pulang sekarang juga, mata kalian belum cukup umur melihat hal-hal begitu"ucap Kevin menunjuk Remon dan Ryo secara bergantian, tak lupa tangannya masih setiap menarik rambut Devan "kalian semua bereskan ke kacauan ini"


"iyh, iyh calon bapak, tau situ punya mata sudah tidak suci lagi, tau situ kalau lagi pengen tinggal minta sama Dewi"ucap Ryo sambil mencari-cari kunci mobilnya.


"Kevin kunci mobil gue dimana njing"teriak Ryo karna belum menemukan kunci mobilnya.


"itu mungkin yang gue lempar ke kolam Yo, maaf gue kira tadi itu cuma batu doang"teriak Kevin dari tangga tanpa rasa bersalah.


"aihh Kevin, gila Lo iyh, nambah-nambah kerjaan aja Lo"teriak Ryo kesal.


"sudah ahh, ngk usah dibawah pusing, pulang ama gue aja"ucap Remon sambil menarik tangan Ryo.


"trus mobil gue ngimna, baru juga bokap belikan kemarin lusa, masak langsung gue tinggal"ucap Ryo.


"ngk bakal hilang, para penjaga ada disini jagaain mobil Lo dua puluh empat jam, tenang aja, lagi mobil Lo murahan kok"ucap Remon.


"murahan begit tapi bokap udah lembur pagi siang malam supaya bisa beli mobil itu"ucap Ryo belagak orang paling susah.


"si anj*Ng, jangan belagak kayak orang susah dah Lo, bokap Lo beli mobil sepuluh seperti itu ngk akan juga membuat bokap bangkrut"ucap Remon kesal.


Sedangkan Ryo hanya bisa pasrah meninggalkan mobil pemberian bokapnya, sungguh Kevin benar-benar kurang kerjaan membuang kunci mobilnya ke kolam.

__ADS_1


Yang kata pulang sore hanya omong kosong, yang janji Dewi akan pulang sore ini dari rumah sakit hanya janji semata tanpa ditepati.


Ketika jarum panjang menunjukka pukul sebelas malam, barulah Kevin menunjukkan batang hidungnya dirumah sakit.


Sebelum memasuki ruangan Dewi, lebih duluh ia menyiapkan mentalnya supaya siap menghadapi Dewi yang menjelma menjadi serigala kalau marah.


Jika melihat waktu Kevin juga berharap kalau Dewi sudah tertidur di jam segini, supaya tidak kena amukkan.


"malam"ucap Kevin pelan memasuki ruangan Dewi.


"malam"ucap Dewi dingin.


"sayang belm tidur..?maaf iyh, aku banyak kerjaan dikantor, maklum sudah satu Minggu ngk ke kantor, ngk mungkin juga kan aku suruh bunda yang lembur, lagian kalau Daffa juga kasihan, dia udah lembur satu Minggu belakangan ini"ucap Kevin memasang wajah selelah mungkin, dan memang benar adanya habis bermain-main dengan Angel Kevin langsung meluncur ke kantor untuk menyicil pekerjaan yang sudah menumpuk, ia juga menurungkan Devan ditengah jalan dan menyuruh naik taksi.


"iyh tidak papa, aku ngerti kok kamu satu Minggu tidak kekantor pasti dokumen sudah banyak menumpuk di meja mu kan"ucap Dewi meleleh ketika melihat wajah lelah Kevin, tadinya ia ingin mengomeli Kevin karna tidak jadi membawanya pulang.


"kenpa belum tidur hmm..?ini udah tengah malam syang"ucap Kevin sambil mengelus rambut Dewi.


"masak mamanya mengajak anak papa begadang sih"ucap Kevin sambil mengelus perut Dewi.


"bukan begitu, segaja belum tidur karna nungguin kamu"ucap Dewi.


"makan apa syang..?"ucap kevin.


"makan buah, tadi aku kelaparan jadi memutuskan makan buah aja, udah malam juga ngk ada tukang jualan yang masih buka"ucap Dewi.


"kenapa ngk suruh penjaga untuk mencari makan, lagian kamu bisa menghubungi ku sayang aku bisa cari restoran yang dua puluh empat jam"ucap Kevin.


"ngk papa, kasihan tau mereka, hampir dua puluh empat jam berdiri di depan pintu, kaki mereka terbuat dari apa, ngk pegal apa berdiri terus"ucap Dewi.


"aku menggaji mereka mahal, lagian itu sudah kewajiban mereka"ucap Kevin.


"kamu habis dari mana..?kok kamu bau bensin..?kamu jadi pengawai pom bensin..?"ucap Dewi sambil menghirup aroma badan Kevin.


"anu..itu..apa namanya syang..anu"ucap Kevin gelagapan, dia melupakan kalau dia habis bermain-main bensin beberapa jam yang lalu, dan bodohnya dia lupa menukar baju dan mencuci tangan.


"anu..anu apa Vin..?kamu habis dari mana..?kok tumben banget kamu bau bensin begini..?kamu ngk melamar jadi pengawai Pertamina kan..?"ucap Dewi menatap curiga Kevin yang masih diam tanpa ada tanda-tanda ingin berbicara.


"emng biaya operasi sebesar itu iyh..?sampai kamu haru cari kerja sampingan juga..?emng aku separah itu sampai kamu bangkrut hanya membayar biaya operasi ku..?"ucap Dewi mulai berfikir negatif.


"ngk ngituh syang, bahkan membeli rumah sakit ini pun aku tidak akan bangkrut, kalau soal biaya operasi kamu itu hanya sebutir debu bagiku, tadi dijalan ada motor mogok, jadi aku bantu sendok dari mobil kita..iyh begitu ceritanya"ucap Kevin berbohong, tidak mungkin ia mengatakan kalau hendak membakar Angel hidup-hidup.


"iyh sudah kamu tidur aja ngih, ini udah hampir pagi, aku mau ganti baju duluh sekalian mandi"ucap kevin mengalihkan percakapan, ia tidak mau Dewi bertanya lebih luas lagi.


"yok tidur yuk, kasihan anak papah begadang"ucap Kevin sambil membantu Dewi berbaring, karna awalnya Dewi hanya duduk di atas rajang dengan beberapa jenis buah dipangkuan nya.


"selamat tidur sayang, aku mau mandi bentar"ucap Kevin sambil mencium kening Dewi bergantian kedua matanya.


"selamat tidur anak papah"ucap Kevin sambil mencium perut Dewi, tak lupa sebelum ke kamar mandi lebih duluh ia meninggalkan ciuman singkat di bibir Dewi.

__ADS_1


__ADS_2