
"aaaa masalah apa lagi ini"ucap Kevin frustasi, belum selesai masalh yang ini datang lagi masalah yang itu, lama-lama kepalanya bisa pecah.
Setelah kepergian Icha, Kevin tidak bisa lagi bekerja, fokusnya sudah hilang mau kekampus pun mood sudah tidak baik lagi, tapi mau ngimna lagi, hari ada ujian dari beberapa dosen mau tidak mau ia harus tetap berangkat ke kampus.
Kevin langsung masuk ke kamar pribadinya dan mengganti baju sesuai pakai khusus kuliah, karna tidak mungkin ia memakai jas menuju kampus.
Kevin langsung melajukan mobilnya menuju kampus, sampai dikampus ia tidak berjalan menuju kelasnya, tapi ia berjalan menuju kelasnya Dewi, karna mengingat ini sudah jam makan siang, jadi ia berniat mengajak Dewi makan siang.
"ehh Kevin, gapain kesini lagi.?"ucap dosen yang baru saja keluar mengajar dari kelasnya Dewi.
"Dewinya ada Bu..?"ucap Kevin.
"ada tuh"ucap sambil menunjuk ke arah Dewi yang sedang beres-beres di mejanya.
"boleh saya pinjam Bu..?"ucap Kevin.
"ngk bisa, Dewi mau ibu bawa pulang, mau ibu jodohkan dengan anak ibu yang baru pulang dari laut negeri"ucap dosen.
"ngk bisa begitu Bu, Dewi punya sya"ucap Kevin tak terima.
"bercanda, ngk usah dibawah serius begitu"ucap dosen sedangkan Kevin hanya mengangguk.
Seperginya dosen Kevin masih tetap menunggu Dewi sampai keluar kelas, banyak mahasiswa yang menatap bingung Kevin yang sedang berdiri disamping pintu kelas Dewi.
Pasalnya akhir-akhir ini Kevin sering berkunjung kelas mereka.
"sayang makan siang berdua yuk, aku menunggu kamu di depan kelasmu"
Kevin mengirim pesan kepada Dewi, karna sejak tadi Dewi belum keluar dari kelasnya.
Ting
Ketika sedang asyik berbincang-bincang ternyata ponsel Dewi berbunyi, pertanda ada pesan masuk.
Dewi langsung membuka ponselnya dan membaca pesan yang masuk, disana tertera nama Kevin yang mengirim pesan.
"aku duluan iyh, soalnya ada janji sama teman"ucap Dewi setelah membaca pesan dari pesan dari kevin
"ahh iyh, lain kali kita berbicara lagi"
Dewi langsung berjalan meninggalkan kelas, dan hal itu tak luput dari perhatian kleven.
"mau kemana Dewi, kenapa setelah membuka ponselnya dia langsung keluar dari kelas"batin kleven menatap punggung dewi
"gue harus ikutin mereka"guman kleven berlari keluar kelas.
Sedangkan anak-anak yang melihat kleven menatap bingung, mereka semakin yakin kalau Dewi dan kleven mempunyai hubungan khusus.
Saat ini Dewi dan Kevin sedang berada disalah satu cafe tak jauh dari kampus, dan sepertinya semesta sedang berpihak kepada mereka untuk menghabiskan makan siang bersama, terbukti dari keadaan cafe itu sangat sepi karna biasanya cafe itu akan rame dikunjungin para mahasiswa untuk sekedar nongkrong.
__ADS_1
"pesan apa sayang, mba pelayannya sudah lama berdiri disitu "ucap Kevin sambil menatap Dewi yang sedang membalik-balikkan buku menu.
"kamu pesan apa..?"ucap Dewi, kebiasaan Dewi yang paling cepat membuat Kevin gemas kepada Dewi adalah ketika Dewi menjawab pertanyaan dengan pertanyaan juga.
"kebiasaan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan"ucap Kevin gemas "cepat sudah mau makan apa, kasihan mbanya"
"emng kamu mau bayarin aku..?"ucap Dewi tanpa menatap Kevin.
"astagfirullah Dewi"ucap Kevin gemas.
"mba pesan seblak sama jus mangga satu"ucap Dewi tanpa menghiraukan ucapan Kevin "kamu mau pesan apa by..?"
huk huk huk
Mendengar pertanyaan Dewi membuat Kevin tersedak dengan ludahnya sendiri, dia ngk fokus ke pertanyaan Dewi tapi lebih fokus ke kata terakhir yang Dewi ucapkan.
"by?"guman Kevin.
"Kevin Mahendra, pesan apa bah, mbanya udah lama nunggu nih"ucap Dewi kesal karna melihat Kevin hanya diam saja.
"anuh, apa namanya, sya mie ayam aja sama jus jeruk"ucap Kevin gugup.
"baik, ditunggu pesanan"ucap pelayan sambil meninggalkan meja yang ditempati Dewi dan Kevin.
"kamu panggil aku tadi apa syang..?ucap Kevin sambil memengang tangan Dewi.
"kamu bisa ngk sih wi, kalau aku tanya kamu jangan kamu jawab dengan pertanyaan juga, kan jadi kesal aku"ucap Kevin kesal.
"iyh maaf by, udh kebiasaan bah"ucap Kevin.
"apa tadi kami bilang..?by"ucap Kevin memastikan ucapan Dewi lagi, ia tidak mungkin salah mendengar bukan.
"permisi mas mba"ucap pelayan menghentikan perdebatan Kevin dan Dewi.
"maksih mba"ucap Dewi setelah pelayan menata menu pesanan mereka di atas meja.
Sedangkan Kevin hanya diam saja, jujur saja saat ini otaknya tidak bisa berpikir sebagai mana mestinya, suara Dewi yang memanggilnya by menghantui otakknya.
Mereka makan dalam diam, sesekali Dewi menyuapi Kevin dan Kevin pun dengan senang hati menerimanya, ia tak mau melewatkan kesempatan dimna Dewi menyuapi dirinya tanpa di minta.
"apa sebenarnya hubungan mereka..?apa benar mereka sudah menikah..?tidak!! Dewi tidak pernh mempunyai keinginan menikah mudah, tapi kenapa ketika di lingkungan kampus mereka seperti orang asing..?pokoknya gue harus selidiki semua ini"guman kleven yang menatap kemesraan Dewi dan Kevin dari sudut cafe.
Saat ini tidak dapat dijabarkan bagaimana keadaan hatinya ketika melihat Dewi bermesraan pria lain, bahkan ketika mereka berpacaran mereka tidak pernh seromantis itu, bahkan saat mereka berpacaran Dewi sangat jarang sekali memperlihatkan senyum hangatnya.
####
Seperti pemberitahuan daffa sebelumnya kini Dewi dan Kevin sudah bersiap menunggu Daffa menjemput mereka, karna mereka akan berangkat bertiga.
"ngk usah cemberut begitu sayang"ucap Kevin menatap Dewi yang sedang wajah murungnya.
__ADS_1
"Vin, ayolah aku ngk usah ikut iyh"ucap Dewi masih mencoba bernegosiasi dengan Kevin.
"ngk bisa syang, kamu harus ikut, kamu harus mendampingi aku"ucap Kevin mencoba membujuk Dewi "emng kamu ngk mau menjaga suami mu yang paling tampan ini dari wanita-wanita disnaa nanti, kalau mereka menggoda aku ngimna..?nah kalau kamu ikut ngk akan ada yang menggoda aku, soalnya aku sudh membawa pawangku yang paling cantik diantara mereka semu"
"elehh kamunya aja yang ke geeran, mana ada perempuan yang mau sama kamu lagi, cuma aku perempuan yang mau bertahan sama kamu tau"ucap Dewi menatap tajam Kevin.
"ngk geer sayang, emng kenyataan seperti itu, suami tampan mu banyak yang menyukai"ucap Kevin masih dalam mode geernya.
"Kevin"ucap Dewi lagi.
"apa syang"ucap Kevin gemas.
"aku ngk usah ikut iyh, emng kamu ngk malu ngituh membawa aku ketemu sama kolega bisnis kamu"ucap Dewi mencoba memengaruhi Kevin.
cup
Supaya Dewi berhenti mengoceh Kevin langsung membungkam mulut Dewi dengan sebuah ciuman hangat, sedangkan Dewi hanya diam saja karna ia masih terkejut karna Kevin tiba-tiba menciumnya, meskipun Kevin sudah sering menciumnya tapi itu masih tetap membuat jantungnya berdetak lebih cepat ketika bibir Kevin menempel dibibirnya.
"siapa yang malu..?asal kamu tau wi, aku tidak pernh malu memperkenalkan kamu ke kolega Bisnisku, justru aku dengan senang hati memberitahu kepada mereka kalau Dewi Sartika Gabriela Adijaya adalah nyonya dari Kevin Mahendra, aku adalah pria yang beruntung diantara pria yang mengejar-ngejar kamu sampai saat ini, karna aku bisa memiliki kamu seutuhnya tanpa harus pusing mengejar-ngejar kamu"ucap Kevin menatap Dewi.
"kalau perlu besok kita akan mengadakan resepsi terbesar dikota ini, aku akan menghubungi bunda supaya langsung terbang dari sana sekarang juga"ucap Kevin.
"ets jangan, ngk usah mengadakan resepsi lagi dan ngk usah hubungin bunda"ucap Dewi menghalangi Kevin.
"makaya jangan cerewet dan kamu harus tetap ikut aku malam ini"ucap Kevin
"tapi aku.."
"kalau kamu menolak lagi, aku akan menerkam kamu malam ini, aku akan meminta hak ku malam ini"ucap Kevin mengancam Dewi.
"tuan nyonya mari kita berangkat"ucap Daffa menghentikan perdebatan Kevin dan Dewi.
"ayo sayang kita berangkat"ucap Kevin membantu Dewi berdiri.
"ngk usah cemberut begitu, nanti aku cium di depan Daffa"ucap Kevin yang membuat wajah Dewi berubah menjadi merah padam.
"bentar aku pakai sepatu duluh"ucap Dewi sambil mencoba memakai sepatunya, karna malam ini baju yang ia lumayan membuat dia susah bergerak bebas, karna bajunya lumayan berat dan ia juga tidak pernh memakai gaun seperti itu.
"sini aku aja yang pakaian"ucap kevin sambil jongkok membantu Dewi memakai sepatunya.
"makasih"ucap Dewi sedangkan Kevin hanya mengangguk sambil meraih tangan Dewi membantu berjalan.
Daffa langsung membuka pintu mobil buat Dewi dan Kevin.
"hati-hati masuknya syaang"ucap Kevin sambil memengang kepala Dewi supaya tidak terbentur.
"nih baju sangat-sangat menyusahkan sekali, heran kenapa masih ada desainer yang membuat baju dengan model seperti ini, sangat tidak nyaman sekali"ucap Dewi kesal karna bahkan naik mobil pun ia sangat kesusahan sekali.
Sedangkan Kevin dan Daffa hanya mengeleng mendengar ocehan Dewi.
__ADS_1