
"dibawah ada salsa nungguin kamu"ucap Dewi dingin "sana temui ngih, siapa tau ban mobilnya bocor lagi, trus kamu disuruh sama nenek buat antar dia balik"ucap dewi menyindir.
"gapain dia kesini pagi-pagi.?"tanya Kevin.
"mana ku tahu, aku kan tempe"ucap Dewi mengangkat bahu.
"kamu cemburu..?"tanya Kevin melihat sikap yang ditunjukkan Dewi kepadanya, untuk kedua kalinya sikap itu Dewi tunjukkan ketika ia sedang berdekatan dengan wanita lain, dan Kevin menyukai wajah jutek Dewi ketika ia berdekatan dengan wanita lain, setidak ada kemajuan walaupun sangat lambat sekali.
"mana ada aku cemburu, lagian buat apa juga cemburu"ucap Dewi sambil turun dari tempat tidur lalu berjaln menuju balkon membuka tirai balkon supaya masuk udara pagi.
"buktinya, sikapmu berubah ketika ada salsa, perasaan pas keluar dari sini hangat saja tadi"ucap Kevin menatap Dewi.
"perasaan kamu aja kali, sikap ku begini-begini aja"ucap Dewi.
"mana ada..."
Ucapan kevin terpotong karna suara ketukkan dari pintu, Mendengar hal itu Dewi langsung membuka pintu kamar, dan ia melihat seorang pelayang dan sosok pria tampan dengan pakaian putih, Dewi yakin dia adalah seorang dokter.
"permisi nona menganggu waktunya, saya mau mengantarkan dokter Reno untuk memeriksa tuan Kevin"
"iyh ngk papa, silakan masuk dok, kevin ada dikamar"ucap Dewi mempersilakan dokter Reno masuk, tapi ketika hendak menutup pintu tangan seseorang menahan supaya tidak tertutup.
"ehhh"ucap Dewi karna merasa pintunya tertahan.
"aku mau melihat keadaan Kevin"ucap salsa menahan pintu kamar.
"tungguh sebentar, nanti Kevin akan turun kebawah iyh"ucap Dewi berusaha selembut mungkin.
"tinggal buka pintunya apa susahnya sih, aku cuma mau lihat keadaan Kevin"ucap salsa tak mau kalah.
"nona salsa yang terhormat setelah apa yang anda kepada suami syaa masih berani menunjukkan wajah dihadapannya..?situ urat malunya putus atau memang ngk punya muka"ucap Dewi kesal "kalau mau lihat kevin tungguh dibawah, tamu itu punya etika sedikit kenapa sih"ucap Dewi langsung menutup pintu.
"kenapa..?"tanya Kevin melihat perubahan sikapnya Dewi.
"ngimna keadaan suami syaa dok..?"tanya Dewi tanpa menghiraukan pertanyaan Kevin.
"belum di periksa sayang, ngimna bisa tau"ucap Kevin kesal.
"bentar-bentar, kalian ini kayak apa sih, kamu dan kamu tidur satu kamar, dan kamu Vin memanggil dia sayang, hubungan kalian apa sih..?"ucap dokter Reno yang bingung melihat keadaan saat ini sambil menunjukkan Kevin dan Dewi secara bergantian, Reno adalah anak dari adek alm ayah Kevin, yang sekrang menjadi dokter keluarga Mahendra.
"Vin jelaskan, maksudnya ini ngimna"ucap Reno menatap Dewi .
"hallo dokter Reno, kenalkan namanya Dewi Sartika Gabriela Adijaya, kami sudh menikah bebrapa bulan yang lalu, dan tolong tatapan mi di kondisikan"ucap Kevin kesal karna Reno menatap Dewi terus.
__ADS_1
"what, kalian sudh menikah dan kamu tidak mengundang aku"ucap Reno terkejut.
"nikahnya dadakan, dan tolong iyh tatapan mu tolong di kondisikan"ucap Kevin.
"habisnya istri kamu cantik sih, dapat dimana sih, hallo nama saya Reno baskara"ucap Reno memperkenalkan diri.
"Hallo juga, nama saya Dewi"ucap Dewi menundukkan kepala, ia tidak berani menerima jabatan tangan Reno karna melihat tatapan tajam dari Kevin.
"boleh langsung periksa keadaan suami sya, karna syaa takut pengaruh obat itu belum hilang seutuhnya"ucap Dewi, sejujurnya merasa risih dengan tatapan Reno, apalagi saat ini ia hanya memakai celana pendek diatas lutut saja dan kaos tipis sedikit transparan.
"obat..?obat apa emng..?"tanya Reno bingung.
"langsung periksa aja dok"ucap Dewi, ia bingung menjelaskan tentang obat itu kepada Reno.
Disela-sela dokter Reno memeriksa keadaan Kevin, Dewi berjalan menuju ruang ganti dan Kevin yang melihat Dewi berjalan menuju ruang ganti sedikit kesal bercampur kecewa, pasalnya bukannya menemani dirinya di periksa dokter tapi malah meninggalkannya.
"susah banget sih wi membongkar hati kamu wi, kemana coba kamu membuang gemboknya"batin Kevin melihat kearah ruang ganti.
"jadi di periksa ngk..?"ucap Reno membuyarkan lamunan Kevin.
"mm"
Setelah beberapa saat memeriksa keadaan Kevin dan dirasa cukup dan Reno sudh dapat simpulkan keadaan Kevin saat ini dan Dewi tidak ada disamping Kevin ketika pemeriksaan itu berlangsung, dan setelah selesai pemeriksaan Dewi baru keluar dari ruang ganti.
Sedangkan Kevin yang menyadari penampilan Dewi dengan pakaian sudh terganti, bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman, ternyata Dewi sangat menjaga diri dari laki-laki lain.
"sepertinya dia baru meminum obat perangsang, dan kelapanya sedikit berdenyut karena efek obat itu tidak tersalurkan sebagai mana mestinya"ucap Reno menjelaskan keadaan Kevin saat ini.
"maksudnya disalurkan sebagai mana mestinya ngimna dok, memang menjalankannya ada cara-caranya ngituh"ucap Dewi dengan polosnya. Sedangkan Reno yang mendengar pertanyaan polos dari Dewi bingung mau menjelaskan bagaimana lagi, tidak mungkin ia menjelaskan secara fulgar, istrinya Kevin benar-benar polos pikir Reno.
"aduh ngimna iyh..., ngimna sih Vin
jelaskannya"ucap Reno bingung.
"jelaskan aja kali, santai aja sama aku"ucap Dewi bingung.
"Kevin kan habis minum obat perangsang, dan itu menaikan nafsu batinnya dan nafsu batin itu halus di salurkan dengan cara kalian berhubungan badan, bukan dengan cara berendam"ucap Reno "begitu kira-kira penjelaskan singkatnya, sudh menjadi suami istri kan, tau sudh maksud penjelasan saya"
Mendengar hal itu wajah Dewi langsung merah bak tomat masak, sejenak ia mengangguk lalu kemudian mengeleng.
"maksudnya ngimna nih"ucap Reno bingung melihat respon Dewi.
"sayang, aku mau minum, tolong ambilkan"ucap Kevin, ia tau kalau Dewi bingung menjawab, pasalnya mereka belum berhubungan badan, jadi wajar Dewi bingung dan belum paham sampai kesana, dan jika ia ditanya sepertinya mungkin dia akan smaa seperti Dewi, bingung menjawab.
__ADS_1
"saya tinggal duluh dok"ucap Dewi langsung meninggalkan kamar itu.
Melihat gelagat dewi, Reno langsung menatap ke arah Kevin yang duduk bersandar diranjang.
"jangan bilang kalian belum anu"ucap Reno menebak.
"seperti dalam pemikirannmu, pernikahan aku dan Dewi tidak seperti pernikahan pada umum yang di dasari cinta"ucap Kevin menghentikan ucapannya sebentar untuk menggambil napas.
"maksudnya pernikahan bukan atas dasar cinta itu ngimna konsepnya"tanya Reno
"aku memaksa Dewi untuk menikah dengan ku dengan tujuan membalas dendam, tapi bukannya dendam ku terbalaskan tapi malah aku yang terjerat cintanya Dewi, iyh memang, aku jatuh cinta sedalam mungkin kepada Dewi, tapi beginilah perasaan cinta hanya bertepuk sebelah tangan, Dewi menutup hatinya sangat rapat kepadaku"ucap Kevin frustrasi memikirkan keadaan hubungannya dengan Dewi yang hanya satu arah saja.
"oo begitu toh, pantasan aku melihat dia seperti menjaga jarak darimu, lalu tujuanmu apa sekarang..?"ucap Reno.
"entah aku bingung, aku ingin mempertahankan rumah tangga ini, tapi disisi lain Dewi ingin menyudahi rumah tangga ini"ucap Kevin.
"kamu tau caranya supaya dia tetap mempertahankan rumah kalian..?"ucap Reno.
"caranya"tanya Kevin.
"buat dia hamil, dengan begitu dia akan terus terikat denganmu melalui anak kalian nanti"ucap Reno memberi solusi.
Mendengar usulan Reno, Kevin teringat tentang usahakan Revan beberapa bulan lalu, dimana Revan juga menyarankan supaya ia membuat Dewi hamil.
"aku akan membuat Dewi hamil, tapi bukan sekarang juga, kami masih sama-sama mudah, lagian kalau aku memaksa Dewi memberikan hakku, aku takutnya Dewi akan semakin membenciku dan semakin membulatkan tekadnya untuk lepas dari setelah hamil dari"ucap Kevin "aku masih menghargai Dewi, aku ingin kami melakukannya ketika Dewi meminta dan aku juga menginginkan nya, jujur aku juga ingin meminta hak ku kepadanya, tapi sebisa mungkin aku membuat ego, setidaknya dia masih bertahan di sampingku itu adalah suatu keuntungan bagiku"
"apa kau menyesal"ucap Reno karna melihat sebuah penyesalan di mimik wajah Kevin.
"iyh aku menyesal, sangat menyesal, kenapa aku harus menyiksa Dewi diawal pernikahan aku, aku menyesal kenapa bukan aku yang bertemu pertama kalinya dengan Dewi"ucap Kevin mendesah.
"maksudnya..?"
"Dewi masih memiliki kekasih, dan itu salah satu alasan kuat kenapa dia ingin lepas dariku, karna ia sangat mencintai kekasihnya, aku merebut paksa Dewi dari kekasihnya dan yang lebih parahnya lagi kekasihnya adalah sahabatku di zaman SMA"ucap Kevin.
Sedangkan Reno hanya diam saja setelah mendengar penjelasan dari Kevin, menurutnya sangat sulit untuk masuk kedalam hati Dewi, mengingat perlakuan kevin diawal pernikahan mereka sudah menjadi bumerang bagi Dewi. Apalagi saat ini Dewi masih memiliki kekasih dan untuk semakin mempersulit Kevin untuk masuk ke dalam hati Dewi, karna di dalam hatinya gadis itu masih terisi nama orang lain.
Tanpa mereka sadari seseorang mendengar dengan jelas pembicaraan mereka dari balik pintu.
Siapa lagi kalau bukan Dewi, sedikit hatinya Dewi menghangat ketika Kevin sangat menghargai diri dari pada diawal pernikahan mereka, bahkan dari balik pintu yang terbuka sedikit Dewi dapat melihat sebuah penyesalan di mimik wajah Kevin.
"maaf Vin, aku belum bisa memberikan hak mu saat ini, entahlah aku bingung dengan perasaanku,meskipun kamu kasar dan sudh menyiksaku berkali-kali tapi entah kenapa aku merasa nyaman ketika berada di dekat mu berbeda ketika aku sedang bersama Rangga"batin Dewi "maaf aku belum bisa menjadi istri yang terbaik buat kamu, karna pada dasarnya bukan seperti aku istri yang kau idam-idamkan, itu sebabnya kenapa aku meminta pisah darimu"
"karna kita memiliki jalur hidup yang berbeda dan tingkatan hidup yang berbeda, mudah-mudahan kamu dapat menemukan istri yang baik dan mencintai kamu, maaf aku belum bisa membalas perasaan mu"batin Dewi.
__ADS_1
Sejenak ia teringat dengan Rangga, entah seperti apa kabar pria itu, entah sejak kapan ia memblokir Rangga dari kontak media sosialnya, mulai dari Facebook, Instagram, tapi seingat ia tidak pernh memblokir Rangga dari media sosialnya, atau mungkin Kevin yang melakukannya, mengingat akun Facebook dan Instragram Dewi juga menempel di ponselnya Kevin, pokoknya media komunikasinya dengan Rangga benar-benar di putuskan oleh Kevin.