
"sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi milikku ci, aku akan dapatkan kamu dengan caraku"batin Rangga sambil menatap punggung yang semakin jauh dari pandangannya.
Dia belum jatuh cinta kepada suci, tapi ada rasa sakit ketika suci menolak ajakannya untuk menikah.
Padahal tanpa Rangga sadari secara perlahan ia sudah jatuh cinta kepada suci, tapi ia langsung menyangkal perasaan itu.
####
Pagi ini Dewi memutuskan untuk berangkat ke kampus, meskipun awalnya ia harus berdebat duluh dengan Kevin.
Kevin melarang keras Dewi berangkat ke kampus dengan alasan masih sakit, tapi Dewi mempunyai cara khusus supaya Kevin mengizinkan dirinya ke kampus yaitu dengan cara memberikan hak Kevin.
Ketika mendengar hak, Kevin langsung luluh dan mengizinkan Dewi berangkat kekampus dengan syarat Kevin mengantar sampai dikampus.
"aku turun duluh iyah"ucap Dewi menatap Kevin.
"iyh sayang, baik-baik belajar sayang, nanti pas makan siang aku kekampus"ucap Kevin sambil mencium kening Dewi.
"iyh, kabarin klau kamu sudah sampai di kantor iyh, hati-hati dijalan"ucap Dewi.
"sudah-sudah, heran suka betul memamerkan kemesraan, hargai yang jomblo disini"ucap Daffa kesal menghentikan adegan romantis antara Kevin dan Dewi.
"sirik aja Lo, makaya Lo cari pacar sana"omel Kevin.
"gue udah cari, memang belum dapat aja yang pas"ucap Daffa tau mau kalah "lagian bagaimana mau cari pacar, pagi ketemu pagi lo suruh gue kerja terus"
"kalian tuh kemana-mana selalu berdua tapi tetap aja kelahi, sudah ah aku keluar duluh"ucap Dewi menghentikan perdebatan Kevin dan Daffa lalu ia keluar dari mobil.
Setelah dirasa mobil Kevin meninggalkan kampus, Dewi langsung masuk ke dalam kampus dan berjalan menuju kelas, karna pagi ini ada jam mata kuliah pagi.
"suci.?kamu masuk kampus lagi..?"pekik Dewi ketika melihat sosok suci berada di kelasnya.
"Dewi jangan lari, kamu lagi hamil"ucap suci ngilu melihat Dewi berlari.
"sorry, gue kesenangan, akhirnya kamu masuk kampus lagi jadi aku punya teman deh"ucap Dewi bahagia.
"iyh wi, gue mau lanjutkan kuliah sampai selesai, habis tuh rencananya gue mau keluar negeri lanjutkan S2 dan mungkin akan menetap disana beberapa tahun"ucap suci menatap Dewi, memang hanya supaya bisa melupakan Rangga dan masa lalunya suci sudah merencanakan semuanya sematang mungkin.
"loh, kok kayak ngituh sih ci, kenapa harus diluar negeri, di sini kan banyak kampus ci"ucap Dewi terkejut.
"Dewi, kan keluarga gue sebagian besar diluar negeri semua, gue juga mau nyusul ayah gue diluar negeri wi, lagian gue mau melupakan semua pengalaman buruk gue selama di Indonesia"ucap suci memberikan pengertian kepada Dewi.
Dengan masuknya dosen kedalam kelas, maka terhentikan nya obrolan Dewi dan suci, pelajaran pun dimulai dengan tertib tanpa suara sedikit pun, karna dosen yang mengajar pagi ini cukup killer di kalangan mahasiswa.
Hampir satu jam dosen menerangkan materi kuliah pagi ini, yang artinya hampir satu jam juga otak semua mahasiswa berkerja aktif.
Jika biasanya dosen mengajar hanya satu jam saja, maka dosen kali ini berbeda ia biasanya mengajar sampai satu set jam, karna ia masuk mengajar hanya satu kali dalam dua minggu, sehingga setiap ia masuk akan menambah jam mengajarnya, itu pun sudah kesepakatan bersama.
Jika satu jam ia menjelaskan materi maka setengah jam sisanya maka ia akan memberikan berupa tugas yang harus dikumpul pada saat itu juga.
"baik lah, karna sisa waktu setengah jam lagi, maka bapak minta kalian merangkum materi yang saya jelaskan hari ini, waktunya tiga puluh menit dan dikumpul sekarang juga"ucap dosen dengan suara dingin.
"jangan ada yang brosing materi dari google, jika kalian fokus mendengarkan saya tadi maka kalian pasti bisa merangkum materinya, ingat saya tau yang mana penjelasan dari pemikiran sendiri dan yang mana penjelasan dari google"ucap dosen lagi "kalau ada yang berani membrosin dari google, semua jawaban akan saya coret"
__ADS_1
"tapi pak.,"
"satu orang berbuat kesalahan, semua mahasiswa harus kena imbasnya"ucap dosen memotong ucapan salah satu mahasiswa yang hendak protes.
Mendengar ancaman dosen tak ada satu pun mahasiswa yang berani membuka ponsel, selain takut diamuk dosen killer mereka juga takut di amuk oleh teman satu kelasnya.
Waktu setengah jam pun berlalu, mata kuliah pun telah usai, mahasiswa keluar kelas untuk melanjutkan rencana yang telah mereka susun sebelumnya.
Lain hal dengan Dewi dan suci, mereka memutuskan untuk pergi ke kantin, ketika sampai di pintu kantin, ternyata Kevin dan teman-temannya sudah ada di kantin.
Ketika Kevin melihat Dewi masuk ke kantin, di langsung menghampiri wanita itu.
"ngimana keadaan anak ayah hari ini..?apakah dia rewel.?ngk nyusahin mamanya kan..?"ucap Kevin jongkok dihadapan Dewi sambil mencium perut rata Dewi.
"ke... Kevin, gapain..?malu tau di lihatin banyak orang"pekik Dewi terkejut karna Kevin mencium perut di depan umum.
"gapain malu.? kita ngk gapain-gapain kok, lagian kita suami istri syang, jadi itu hal yang wajar"ucap Kevin sambil berdiri lalu mencium kening Dewi.
Sedangkan mahasiswa yang ada di kantin menatap tak percaya dengan tindakan Kevin, yang dengan segajanya mencium perut Dewi.
Sungguh, ini bukan Kevin yang mereka kenal, ternyata Kevin sebucin itu kepada seorang Dewi.
Dari tindakan Kevin yang mencium perut Dewi, dapat mereka simpulkan kalau Dewi saat ini tega hamil mudah.
Mereka tidak bisa bayangkan akan seperti apa anak Dewi dan Kevin nantinya, secara mama bapaknya cantik dan ganteng.
"ini ada titipan dari bunda, berpaa jenis buah"ucap Kevin setelah Dewi duduk di kurs sambil membuka kotak bekal.
"dua-duanya syang, makan ngih, biar anak ayah di dalam sini cepat keluar"celetuk Kevin.
ahhahahahhah
Mendengar ucapan Kevin yang begitu polosnya seketika teman-teman Kevin tertawa.
"meskipun Lo kasih makan buah satu pesawat embrio Lo ngk bakal keluar sekarang juga anjir"ucap Ryo sambil tertawa.
"Kevin, ngk usah aneh-aneh Lo, anak Lo bakal keluar kalau sudah sembilan bulan"ucap Remon tak kalah tertawanya.
"sirik aja Lo pada"ucap Kevin kesal.
"siang semua, gue bisa gabung ngk..?"ucap Rangga menghentikan omongan receh teman-teman Kevin.
Ketika melihat Rangga mendatangi meja mereka tiba-tiba suasana tegang, tidak ada lagi canda tawa, wajah mereka tiba-tiba murung, lebih tepatnya Ryo dan Remon, mereka masih kesal dengan kelakuan Rangga kepada Dewi, meskipun Kevin sudah memanfaatkan Rangga tapi tetap saja, bagi mereka tindakan Rangga tidak bisa di maafkan.
"Lo ga, duduk aja"ucap Kevin mempersilakan Rangga duduk, dan hal itu membuat Ryo da Remon menatap tajam Kevin yang mempersilakan Rangga gabung bersama mereka.
"gapain kesini ga..?tumben banget Lo datang ke kampus"ucap Kevin tanpa menghiraukan tatapan tajam dari teman-temannya.
"iyh, gue menjadi asisten dosen di kampus ini, kebetulan saya disuruh mengantikan salah satu dosen untuk mengajar di fakultas ke dokteran"ucap Rangga sambil duduk disamping suci, yang kebetulan hanya tersisa itu saja kursi yang kosong.
"Oalah, baguslah, nambah pengalaman juga kan Lo, siapa tau Lo nanti bisa sekalian dokter sekaligus dosen kan"ucap Kevin "sudah pesan makan..?"
"sudah kok"ucap Rangga sambil sesekali mencari pandang kepada suci yang sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
Sedangkan Ryo dan Remon mencoba terlihat biasa aja, menganggap Rangga tidak ada ditengah-tengah mereka, bahkan begitu juga dengan Dewi, daripada menatap Rangga lebih baik ia fokus memakan potongan buah yang ada dihadapannya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang merasa tidak nyaman dengan hadirnya Rangga di tengah-tengah mereka.
"wi gue duluan iyh"ucap suci sambil berdiri.
"loh kok begitu ci, kan pesanan Lo belum datang, katanya tadi kamu lapar"ucap Dewi menahan suci yang hendak pergi.
"gue lupa, kalau gue punya janji sama teman hari ini, gue makan sama dia aja nanti"ucap suci beralasan.
"ajak teman Lo gabung smaa kita aja ci, anak kampus sini kan..?"ucap Remon menatap suci, karna dari tingkah suci kelihatan sekali dia sedang berbohong.
"iyh, tapi lain kali aja iyh, lagian teman gue bukan anak sini kok, anak kampus sebelah"ucap suci lagi.
"Lo lagi ngk bohong kan ci..?sejak kapan Lo suka berteman sama anak kampus sebelah..?jujur aja Lo mau kemana..?makan duluh baru pergi"ucap Dewi curiga.
"sejak hari ini wi, iyh sejak hari ini gue mulai berteman sama anak kampus sebelah"ucap suci gugup.
"Lo mau kemana..?teman yang Lo maksud siapa..?"ucap Rangga menahan tangan suci yang hendak pergi.
"gue mau kemana bukan urusan Lo, dan gue ngk perlu minta izin sama Lo, sama siapa aja gue bisa berteman"ucap suci dingin.
"permisi"ucap suci lalu menghempaskan tangan Rangga.
"suci, gue belum selesai ngomong, Lo berhenti disitu"teriak Rangga menghentikan langkah suci.
"siapa Lo yang harus gue dengar sampai selesai berbicara..?"ucap suci lalu benar-benar meninggalkan kantin.
Dari sikap suci, dapat mereka simpulkan kalau suci dan Rangga sedang berkelahi, terlihat dari suci yang dingin ketika berbicara dengan Rangga.
"by, pulang sekarang, udah ngk mood lagi makan..?"ucap Dewi kesal.
"sayang, kan kamu belum makan, cuma makan buah aja tadi"ucap Kevin.
"Kevin Mahendra kita pulang sekarang, makan dirumah aja, sudah ngk ada jam kuliah kan..?"ucap Dewi tak mau dibantah.
"belum juga masuk kelas syang, baru sampai aku"ucap Kevin.
"baiklah kamu lanjut kuliah, aku pulang duluh"ucap Dewi.
"ngk boleh, aku antar kamu pulang duluh baru balik lagi ke kampus"ucap Kevin mengalah.
Dewi langsung meninggalkan kantin di ikuti kevin dari belakang.
"kantin dosen itu bukan disini, jadi asisten dosen itu jaga image dikit kenpa sih..?situ masih punya muka muncul dihadapan Dewi lagi, heran tuh muka di lapisi apa sih, tebal banget"ucap Ryo kesal menatap Rangga.
"Lo mau temanin dia juga kah disini..?"ucap Ryo menatap Remon yang hanya diam sjaa tanpa ada niatan pergi dari kantin.
"enak aja"ucap Remon sambil berlari mengejar Ryo.
"emng sejahat itu kah aku dimata mereka, padahal aku sudah mencoba memperbaiki diri, melupakan Dewi dan menerima suci, tapi kenpaa semua jadi ribet kayak ngini sih"guman Rangga.
Tinggallah ia sendiri di kantin.
__ADS_1