
"Permisi, mohon maaf sebelumnya, apakah kalian mengenal Dewi..?ucap salah satu mahasiswa menghampiri meja Kevin.
"iyh kenapa..?kenapa kamu mencari Dewi..?"ucap Ryo sedangkan Kevin dan Remon hanya diam saja.
"ini ada titipan buat dia dari seseorang, saya sudah cari-cari disekitaran kampus tapi tidak ketemu"ucapnya sambil memperlihat paper bag yang ada ditangannya.
"emng itu dari siapa..?"ucap Remon.
"dia ngk bilang siapa namanya, saya cuma disuruh kasih ke Dewi saja"ucap nya lagi.
"yang memberikan laki-laki atau pria"tanya Remon.
"laki-laki"
"kamu benar-benar ngak tau siapa namanya..?"tanya Remon lagi.
"tidak"
"dibayar berapa kamu smaa dia..?sehingga kamu mau capek-capek mencari Dewi hanya untuk memberikan barang itu kepada Dewi"ucap Kevin dingin, ia tau kalau itu adalah kirim barang dari pengangum rahasia Dewi.
"sumpah demi apapun, sya tidak dibayar sama dia, dia hanya minta tolong sjaa kepada sya, kebetulan saya kenal Dewi tapi saya belum bertemu sama dia dari tadi pagi"ucap mahasiswa dengan nyali sudah menciut, apalagi mendengar dan melihat tatapan tajam Kevin dan suara dinginnya.
"kamu ngk usah berbohong, saya tau kalau kamu dibayar smaa dia, tidak mungkin kamu mau mengelilingi kampus ini jika itu tidak dibayar"ucap Kevin menatap tajam mahasiswa tersebut.
"gini aja, itu barang titip smaa kita aja, kebetulan kita teman satu kumpulan Dewi dan kebetulannya lagi Dewi sedang ada kelas, ini kita lagi nunggu Dewi juga"ucap Ryo yang sudah membaca situasi, apalagi melihat tatapan Kevin yang cukup mematikan.
"oo iyh sudah, syaa titip disini aja iyh, kalau sya permisi"ucap mahasiswa langsung meninggalkan meja yang ditempati Kevin.
Kevin langsung merebut paper bag yang ada ditangan Remon, ia cukup penasaran apalagi barang yang dikirim oleh manusia pengecut itu.
"apa isinya..?ucap Remon tak kalah penasaran.
"bekal makan siang, dan ada juga note nya"ucap Kevin sambil meremas lebaran surat.
"jangan dirusak duluh, baca dulu apa isinya, siapa tau itu ancaman atau apalagi"ucap remon.
"gue ngk peduli, gue ngk sudi melihat tulisan yang menjijikan itu"ucap Kevin sambil membuat surat itu ke tempat sampah.
"justru dari surat itu kita bisa aja mengetahui siapa yang mengirim nya"ucap Remon mengambil kembali surat yang sudah lecet itu dari bak sampah.
"hai cantik, ini aku ada bekal dikasih sama bunda, bunda nyuruh supaya aku memberikan kepadaku, kapan-kapan aku ajak ketemu bunda iyh, bunda pasti senang ketemu sama calon menantunya, wanita yang paling aku cintai, aku tau kamu belum sempat makan kan dari rumah, selamat menikmati cantik, i love you sayang"ucap Remon membacakan isi dari surat itu.
"dasar pengecut, bisanya cuma mengirim barang-barang saja, dasar laki-laki pencundang, lihat sjaa aku akan mencari kamu sampai ke lubang semut sekali pun"ucap Kevin sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Pas Kevin sedang marah, lebih tepatnya sedang cemburu karna lagi dan lagi pengagum rahasia Dewi kembali mengirim sesuatu kepada Dewi, pas pada saat itu Dewi masuk ke kantin untuk membeli air dingin.
"ehhh Dewi, kamu sudah selesai kelasnya"ucap Remon menghentikan langkah Dewi.
"iyh, baru aja selesai, ini mau membeli air dingin bentar"ucap Dewi menatap Kevin sekilas.
"habis nih kemana wi..?jalan yuk"ucap Remon
"ngk bisa, gue mau langsung pulang aja, mau istirahat, hari ini cukup melelahkan"ucap Dewi menolak secara halus.
"ayo pulang"ucap Kevin dingin sambil menarik tangan Dewi.
"Kevin, aku mau ambil minum duluh, kamu apa-apaan sih"ucap Dewi sambil menghempaskan tangan Kevin.
"dimobil ada minum, sekarang kita pulang, aku butuh bicara empat mata sama kamu"ucap Kevin dingin.
"ngk mau, aku mau pulang sendiri aja, lagian dsini banyak orang kamu jangan macam-macam"ucap Dewi.
"aku ngk peduli, mau ada orang atau ngknya, pokoknya mulai hari ini kita ngk usah sembunyi-sembunyi lagi, biarkan semua orang dikampus tau apa hubungan kita yang sesungguhnya"ucap Kevin tidak mau dibantah.
"ngk bisa ngituh Vin, kita masih sama-sama kuliah, biarkan hubungan kita cukup kita-kita aja yang tau"ucap Dewi tidak setuju.
"aku suamimu jadi kamu harus ikutin apa aturan ku"ucap Kevin "sekarang kita pulang"ucap Kevin lagi langsung menarik tangan Dewi.
"bakal terjadi perang dunia ketiga, aku yakin mereka akan bertengkar hebat"ucap Remon menatap Kevin dan Remon.
"biasalah mon, suami istri pasti ada pasang surutnya"ucap Ryo memaklumi perdebatan Kevin dan Ryo.
Kevin langsung menarik Dewi menuju parkiran, tak peduli banyak anak-anak yang melihat mereka.
Kevin membukakan pintu mobil buat Dewi, sedangkan Dewi hanya pasrah saja masuk ke dalam mobil.
"nih minum duluh"ucap Kevin mengambilkan minum dari kursi belakang, terlebih duluh ia membuka tutup botol baru memberikan kepada Dewi.
"makasih"ucap Dewi kesal sambil menerima botol air minum dari tangan Kevin lalu meminum hampir habis setengah.
"ihhh kevin kenapa di minum lagi, kan itu bekas ku"ucap Dewi karna melihat Kevin meminum bekas air minum tadi.
"memang kenapa sayang, bukan kah kita sudah berbagi keringat..?lalu apa yang harus kamu khawatir"ucap Kevin sambil menjalan mobilnya.
"kan itu jorok Kevin"ucap Dewi kesal.
"ngk jorok sayang, aku suka kok"ucap Kevin sambil menatap Dewi sekilas.
__ADS_1
Sedangkan Dewi hanya diam saja, berdebat dengan Kevin sungguh tidak ada habisnya.
"Vin, kamu ngk serius kan sama ucapan kamu pas dikantin tadi"ucap Dewi menatap Kevin.
"apa mana..?"ucap Kevin bingung.
"tentang hubungan kita, kamu ngk seriuskan mau mempublikasikan hubungan kita"ucap Dewi.
"aku serius wi, kita akan mempublikasikan hubungan kita, biar semua orang tau kamu milikku seutuhnya"ucap Kevin memang sudah membulatkan tekad untuk mempublikasikan hubungan mereka, ia tidak mau lagi main kucing-kucingan dikampus.
"jangan Kevin, biarkan aja seperti ini, aku sudah nyaman dengan hubungan kita yang seperti ini"ucap Dewi mencoba membujuk Kevin.
"tapi aku tidak nyaman dengan hubungan kita seperti ini wi, hampir setiap hari ada aja laki-laki yang menggoda kamu dihadapan ku, hampir setiap hari kamu selalu dpaat barang dari pengagum rahasia kamu, aku cemburu Dewi, aku ngk rela apa yang menjadi milikku di sentuh orang lain"ucap Kevin mengeluarkan uneg-uneg selama.
Ia benar-benar risih dengan pengagum Dewi yang tidak ada habisnya, ada aja tingkah mereka setiap hari.
"tapi Vin, jangan sekarang duluh, dan.."
"mau di publikasikan duluh atau aku adakan resepsi langsung"ucap Kevin memotong ucapannya Dewi.
"ngk di publikasikan dan ngk usah adakan resepsi"ucap Dewi tidak mau mengalah.
"dengar syang, walaupun hubungan kita di publis tidak akan merubah apapun, apapun yang terjadi aku akan selalu bersama kamu"ucap Kevin setelah menepikan mobilnya.
"aku belum siap Vin"ucap Dewi.
"aku belum siap karna mantan kekasih kamu sekarang hamil anak kamu Vin, dan bahkan kamu bersikap seakan tidak terjadi apa-apa, aku ngk mau setelah hubungan ini di publis kamu malah meninggalkan aku dan menikah dengan Icha"batin Dewi berteriak dalam hati.
Karna hati belumnya siap menerima kenyataan ada, sehingga ia belum berani menanyakan tentang kebenaran kandungan Icha.
"kamu belum siap atau kamu malu mempunyai hubungan denganku..?atau kamu ngk mau fans kamu kecewa gara-gara mereka tau kalau kamu sudah menikah..?kamu belum menerima aku sebagai suami mu Dewi"ucap Kevin menatap dingin Dewi.
"bukan seperti itu Vin, aku ngk pernh malu punya suami seperti kamu, hanya perempuan bodoh yang malu untuk mempersuamikan kamu Vin, sejak awal kamu mengucapkan hijab kabul dihadapan penghulu, sejak saat itu juga aku menerima kamu sebagai suami aku Vin"ucap Dewi "kamu salah paham"
"kamu belum menerima aku sebagai suami kamu Dewi, kita memang sudah melakukan hubungan suami istri tapi itu semua tidak dari hati kamu wi, kamu hanya tidak mau dianggap egois makaya kamu memberikan hakku, tubuh kamu milikku wi, tubuh kamu memang sering bersama aku, tapi tidak dengan hati kamu, hati kamu masih belum menemukan tempat untuk menetap Dewi, aku tau semua wi, aku merasakan itu semua"ucap Kevin, yang memang begitu kenyataanya, Dewi memang sudah mencintai Kevin, tapi belum seutuhnya dari seratus persen maka ia hanya mencintai Kevin kurang lebih dari dua persen saja.
Delapan puluh persen dari entahlah, mungkin karna ia sudah sering kecewa maka untuk memberikan hatinya yang delapan puluh persen lagi untuk Kevin masih belum siap.
Pasalnya belum diberikan sjaa, ia sudah kecewa lagi, bagaimna kalau sudah memberikan sepenuhnya..?mungkin ia akan makan hati setiap harinya.
"apa susahnya sih wi, membuka hatimu buat aku seutuhnya, apa susahnya melambungkan hatimu buat aku, aku suami kamu wi, aku hanya ingin aku laki-laki yang terakhir dalam hidup kamu, aku tidak seperti laki-laki diluaran saja wi, aku tidak akan mengecewakan kamu lagi, ok!! aku memang pernh mengewakan kamu, tapi aku janji, itu adalah yang pertama dan yang terakhir kalinya"ucap Kevin sambil menarik rambutnya secara kasar.
Sedangkan Dewi hanya diam saja sambil menundukkan kepala.
__ADS_1