
Karna hari Minggu Kevin dan Dewi memutuskan untuk lari pagi disuatu taman dekat tempat tinggal mereka, lebih tepatnya Kevin lah yang lari pagi, sedangkan Dewi hanya jalan santai saja karna Kevin melarang Dewi buat lari.
Setelah hampir satu jam mereka mengelilingi taman dan matahari pun mulai meninggi akhirnya Kevin dan Dewi memutuskan untuk kembali kerumah, mengingat Dewi juga harus sarapan dan minum susu.
"by sepertinya ada tamu deh, kok ada mobil yang asing di depan rumah"ucap Dewi.
"sepertinya sayang, soalnya mobil itu baru pertama kali datang kesini, ngk tau deh mobil siapa"ucap Kevin sambil menarik tangan Dewi.
Karna penasaran akhirnya Kevin dan Dewi memutuskan langsung masuk kerumah, lebih tepatnya Dewi yang sangat penasaran, pasalnya tidak biasa ada orang yang bertamu pagi-pagi kerumah mereka.
"mba, ada tamu kah..?"ucap Dewi penasaran.
"ada nyonya, katanya teman tuan Kevin dari Italia sehingga pihak penjaga memutuskan untuk mengizinkan masuk"ucap pelayan.
Sedangkan Dewi langsung menatap Kevin meminta jawaban dari pernyataan pelayan, Kevin mengeleng tanda dia tidak tau siapa tamu yang di maksud pelayan itu.
"ayo dah masuk, gapain juga harus bingung sendiri"ucap Kevin sambil menarik tangan Dewi masuk kedalam rumah.
"mba, tolong buat minum buat tamu iyh"teriak Dewi.
Mendengar perintah nyonyanya pelayan langsung membuat minum, karna para pelayan merasa tamu yang datang pagi ini seperti orang asing, sehingga mereka tidak membuatkan minum. Anggap saja para pelayan itu kurang ajar karna tidak menghormati tamu yang berkunjung ke mansion itu, tapi mau ngimna lagi, itu semua atas perintah Kevin, supaya tidak sembarangan melayani tamu yang tidak mereka kenal.
"Kevin"pekik seseorang wanita berlari memeluk Kevin yang sedang berdiri di ambang pintu.
"berhenti"ucap Dewi memasang badan di depan wanita itu, sehingga pelukkan itu tidak mendarat sempurna kepada si empedu.
"kalau bertamu itu iyh bertamu aja, ngk usah meluk-meluk suami orang"ucap Dewi mendorong tubuh wanita itu sehingga mundur beberapa langkah.
"sorry, gue kelepasan, habisnya gue kangen sama Kevin"ucap salsa.
Yap yang bertamu pagi-pagi dirumah Kevin adalah salsa, entahlah apa tujuan salsa jauh-jauh datang dari Italia ke Indonesia.
"sayang aku naik duluh, mau mandi"ucap Kevin tanpa menghiraukan salsa dihadapannya.
__ADS_1
"iyh, mandi gih, nanti aku nyusul"ucap Dewi lalu berjalan melewati salsa
"mau sampai kapan Lo berdiri di situ, kalau Lo mau duduklah disini"ucap Dewi menatap salsa yang masih diam tak jauh dari pintu masuk.
"sial"guman salsa sambil berjalan menuju ruang tamu, di mana disana Dewi sudah duduk disalah satu sofa.
"permisi nyonya, minumnya"ucap pelayan.
"maksih mba, sekalian siapkan sarapan iyh mba, biar sekalian tamu saya sarapan disini aja"ucap Dewi menekan kata tamu sambil menatap salsa
"baik nyonya kalau begitu syaa pamit undur diri"ucap pelayan sambil menundukkan kepada.
"mau gapain kesini...? sepertinya ada hal yang sangat penting yang Lo jauh-jauh dari negeri seberang"ucap Dewi setelah terjadi keheningan hingga beberapa menit.
"gue baru pindah kuliah di Indonesia, jadi untuk menghemat pengeluaran gue disini, jadi gue mau tinggal disini, gue juga sudah minta izin sama nenek dan bunda"ucap salsa menjelaskan kedatangannya.
"emng yang menjadi tuan rumah disini nenek smaa bunda iyh..?kok Lo minta izin sama mereka dan tanpa persetujuan dari kami Lo langsung datang kesini..?"ucap Dewi dingin.
"bukan begitu maksud gue wi, kebetulan sja bunda dan nenek habis balik dari Indonesia, sehingga aku memutuskan untuk izin terlebih dahulu kepada mereka, toh kalian keluarga kan, jadi tidak ada salahnya kalau gue minta izin sama bunda atau nenek"ucap salsa menata Dewi.
"cih, tidak punya kenalan, tapi bisa pindah kuliah di Indonesia, sya kira kampus di negara mu tidak kalah elit dengan kampus disini, kenpa Lo harus pindah jauh-jauh kesini"ucap Dewi lagi.
"ngk papa sih, gue cuma mau ingin merasakan pesona Indonesia, lagian gue juga ingin merasakan udara Indonesia"ucap salsa lagi.
"kalau mau merasakan pesona Indonesia harus Lo ke Bali atau ke labuan bajo, bukanya Lo datang ke Bandung, soalnya disini ngk ada pesona Indonesia, lagian gue dengar-dengar di Bali ada kok kampus yang cukup elit"ucap Dewi mengikuti alasan salsa datang ke Indonesia.
"di Bali gue ngk punya kenalan, lagian ini pertama kalinya gue menginjakkan kaki di Indonesia, jadi masih ada rasa takut-takut juga sih"ucap salsa.
"o"ucap Dewi.
"ngimna gue bisa tinggal disini kan..?"ucap salsa kembali.
"Lo ngk bisa tinggal disini, gue akan menyewa satu unit apartemen buat Lo dekat kampus, asal Lo jangan tinggal disini"ucap kevin yang sedari tadi mendengar obralan Dewi dan salsa.
__ADS_1
"sayang minum susu duluh"ucap Kevin sambil menyodorkan kepada Dewi segelas susu hamil.
"kenapa Vin..?lagian kenapa harus di apartemen sih..?kan dirumah ini juga ngk papa kan..?masak rumah sebesar ini ngk ada kamar kosong buat gue"ucap salsa.
"iyh memng, dirumah ini tidak banyak kamar, lagian kamar tamu juga sudah dijadikan gudang, kalau Lo mau masih ada sisa satu kamar pembantu"ucap Kevin lagi tanpa menatap salsa.
"ngk deh, gue tinggal di apartemen aja, tapi gue ngk nyusahin Lo kan Vin..?kalau Lo menyewakan apartemen buat gue"ucap salsa mencoba mempengaruhi Kevin.
"menyewa satu unit apartemen tidak akan membuat gue bangkrut kok"ucap Kevin.
"ok gue tinggal di apartemen, tapi gue bisa kan sering-sering datang kesini, bosan juga kalau sendiri dikampus muluh"ucap salsa.
"boleh aj, asal Lo tau kapan bertamu, tidak datang pagi-pagi buta hanya untuk bertamu, emng ngk bisa menunggu sampai nanti siang"ucap Dewi mencela ucapan Kevin.
Sedangkan Kevin hanya diam saja, sebenarnya dia kurang setuju dengan Dewi yang mengizinkan salsa bisa berkunjung ke rumah mereka.
Karna kehadiran salsa ditengah-tengah mereka bisa memicu perdebatan di hubungan mereka.
Apalagi saat ini Dewi sedang hamil, jika secara negatifnya bisa saja salsa dengan mudahnya mencelakai Dewi, lebih baik ia mengeluarkan uang untuk menyewa apartemen buat salsa, asal wanita itu tidak tinggal satu atap sama mereka.
"nyonya, sarapan sudah siap, mau makan sekarang atau nanti aja"
"sekarang aja mba, kalau Lo belum sarapan, Lo bisa gabung sama kita"ucap Dewi.
"ngk usah, gue sudah sarapan di bandara tadi subuh"ucap salsa menolak halus.
"ohh iyh kah, lagian gue cuma nawari aj sih, bukan ngajak"ucap Dewi tersenyum mengecek salsa.
"s*al, rencana gue gagal total, sia-sia gue pindah kuliah jauh-jauh dari Italia ke Indonesia, kalau tidak bisa dekat dengan Kevin sama aja bohong"batin salsa sambil menatap Dewi dan Kevin yang berjalan menuju ruang makan.
"tenang sal, banyak jalan ke Roma dan banyak cara untuk memisahkan Dewi dan Kevin, jika cara pertama gagal maka cara kedua bahkan sampai seribu masih banyak, Lo memang pintar salsa"batin salsa sambil tersenyum penuh kemenangan.
"kalau begitu gue pamit pulang duluh Vin, kapan-kapan gue main lagi kesini"ucap salsa yang sudah kesal melihat kemesraan Kevin dan Dewi, apalagi Kevin dan Dewi segaja mengabaikan keberadaan salsa.
__ADS_1
"iyh silakan nanti akan ada orang yang mengurus apartemen tempat Lo tinggal"ucap Kevin.
Salsa meninggal kediaman Kevin dengan perasaan dongkol, berharap Kevin akan menyambut kedatangan tapi ternyata tidak, bahkan dilirik pun tidak.