Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 56


__ADS_3

Karna merasa kesal dengan ucapan Bimo ketika dikelas Dewi pun memutuskan berjalan ke kantin, Seperti hati dan otaknya yang sedang panas membutuhkan siraman air dingin.


Sesampai dikantin Dewi sejenak mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kantin, tidak ada yang berubah mulai dari letak kursi dan meja bahkan letak tanaman pot bunga masih smaa seperti terakhir kalinya ia pingsang dikantin.


Lalu Dewi mencari sosok suci, karna tidak menemukan sosok itu Dewi memutuskan untuk mencari meja yang kosong yang bertepatan di sudut kantin, disna hanya sisa tiga meja yang kosong.


Sebelum Dewi berjlan menuju meja kosong itu lebih duluh ia memesan menu karna malas menunggu dan kakinya belum kuat berdiri lama akhirnya dewi meminta pelayan kantin mengantar pesanannya ke mejanya nanti.


"ehh Dewi lama ngk kelihatan kemana aja..?"ucap Ryo yang kebetulan sedang membeli minum.


"biasalah urusan keluarga dikampung, jadi mengharuskan sya harus pulkam"ucap Dewi tersenyum manisnya kepada Ryo.


"kukira kamu pindah Lo dari sini, soalnya sudh hampir dua Minggu ngk kelihatan kan"ucap Ryo.


"iyh, baru balik kemarin lusa, dan baru bisa masuk hari ini"ucap Dewi beralasan.


"nanti kita lanjut bicraa lagi wi, aku masuk duluh soalnya ada kelas"ucap Ryo setelah membayar minumannya kah.


"mau aku bayarkan kah sekalian"ucap Ryo sebelum benar-benar meninggalkan kantin.


"ngk usah biar aku aja"ucap Dewi cepat.


"iyh sudah aku tinggal iyh"ucap Ryo benar-benar meninggalkan area kantin.


Sedangkan Dewi hanya tersenyum, setelah dirasa sudh memesan sesuai porsinya Dewi pun berjalan menuju meja kosong.


"mba pesanan saya tolong diantar ke meja paling ujung iyh"ucap Dewi.


"baik mba, mohon di tunggu iyh"


Dewi langsung berjalan menuju meja kosong sambil menunggu pesanannya, sembarin menunggu pesanan mata Dewi mencari sosok suci yang katanya akan menunggu Dewi dikantin.


"ehhh wi.."ucap suci mengejutkan Dewi.


"iiii ci, dari mana aja sih"ucap Dewi terkejut.


"biasalah dari toilet, ngk tau nih aku mual terus, seperti aku masuk angin deh, soalnya kemarin kena hujan pas pulang dari kampus"ucap suci yang merasa mual dan pusing.


"trus ngimna sekrng..?kita periksa ke dokter aja kah"ucap Dewi khawatir sambil menuntun suci duduk dihadapannya.


"ngk usah wi, aku sudh baikan kok, mungkin nanti istirhat langsung sembuh"ucap suci.


"yakin udh baikan, kalau begitu minum teh hangat aja, biar badanmu sedkit menghangat"ucap Dewi khawatir melihat wajah pucat suci.


"boleh deh"ucap suci.


"permisi mba, pesananya"ucap pelayan kantin mengantar pesnan Dewi.


"terimakasih mba, oo iyh mba saya pesan satu teh hangat iyh, ngk usah terlalu manis"ucap Dewi sambil menerima nampang yang berisi pesananya.


"baik mba, ditunggu iyh"ucap pelayan meninggalkan meja Dewi dan suci.

__ADS_1


"jadi kamu ngk makan nih"ucap Dewi.


"ngk, kamu aja yang makan, aku masih kenyang"ucap suci tersenyum tipis.


Karna tidak mau terlalu memaksa Dewi pun memutuskan makan sendiri sambil menunggu teh hangat pesananya buat suci.


"ehh neng Dewi dari mna aja, makin cantik tau"ucap Remon yang baru saja datang ke kantin.


"maksih Mon"ucap Dewi tersenyum manis.


"btw kemana aja selama ini..?"ucap Remon penasaran.


"liburan sama keluarga"ucap Dewi sejenak menatap Kevin yang juga menatap dirinya.


"trus aku kapan di jadikan bagian dari keluarga kamu..?"tanya Remon menggoda Dewi.


"kamu mau apa..?tukang kebun dirumahmu lagi cuti soalnya"ucap Dewi menatap Remon.


"ngk juga jadi tukang kebun Dewi sayang"ucap Remon mengacak rambut Dewi.


"Remon jangan di acak-acak"ucap Dewi kesal.


"gemas banget sih"ucap Remon sambil mencubit kedua pipi Dewi dengan gemas.


ehmmmm


ucap Kevin sambil menatap tajam Dewi dan Remon.


"gue mau lewat"ucap Kevin dingin


Sedangkan Remon langsung memberikan ruang kepada Kevin supaya bisa lewat.


"Lo mau duduk disana atau disini"ucap Kevin dingin karna melihat Remon duduk di meja yang Dewi tempati.


"iyh bawel Lo, ngk bisa lihat teman lagi pdkt an,"ucap Remon kesal sambil meninggalkan meja Dewi.


Sedangkan Dewi dan suci hanya tersenyum melihat kelakuan Remon, lain hal dengan Kevin ia terus menatap Dewi yang sedari tadi berbincang-bincang dengan suci.


"kalau udh punya anu setidaknya jaga jarak sama lawan jenis kalinya iyh"ucap Kevin segaja meninggikan suaranya.


"kenapa dah lu Vin"ucap Ryo menatap Kevin bingung.


"emng gue kenapa..?"tanya kevin balik.


"menurut lo, Lo kenapa..?"ucap Ryo kesal.


"ngk papa sih"ucap Kevin cuek.


"kenapa sih orang-orang sekarang nih, nyebelin tau ngk, Lo pada sadar ngk sih"ucap Ryo menatap Remon yang juga menatapnya bingung.


"iyh sih, aku juga meras..."

__ADS_1


"permisi kak Dewi, ini ada titipan dari seseorang"ucap slaah satu mahasiswi yang membuat perhatian Kevin cs menuju arah meja Dewi.


"dari siapa..?"tanya Dewi sambil menerima sebuah kotak persegi empat itu.


"ngk tau cuma disuruh kasih aja, kalau begitu sya langsung pamit kak"


"terimaksih iyh"ucap Dewi tersenyum manis.


"apa isinya wi..?"tanya suci penasaran.


"seperti biasa ci, bekal sama nots"ucap Dewi.


"bacakan notsnya "ucap suci semakin penasaran.


"Hay cantik, setelah dua Minggu tidak melihat senyum manismu hadir dikampus, akhirnya kamu datang juga iyh, so nikmati hari-hari bahagiamu syang, dan jangan lupa bekalnya dimakan sepertinya badanmu tambah kurus, jangan diet-diet syang nanti kamu sakit, love you"ucap Dewi membaca isi pesan dari si pemberi bekal misterius itu.


"siapa yang ngirim ini lagi, ngk bosan kah dia"ucap Dewi kesal sambil membuka kotak bekal yang berwarna putih itu.


"apa isinya"ucap suci dan tidak menanggapi ucapan Dewi sebelumnya.


"kamu lihat aja sendiri, gue merasa terganggu banget ci"ucap Dewi sambil mendorong bingkisan itu menjauh dari hadapannya.


"wah sepertinya orang yang ngirimin bekal ini orangnya sehat wi, buktinya dia mengirim makanan empat sehat lima sempurna"ucap suci melihat bekal yang isinya nasi putih berserta laut dan sayurnya, tak lupa dilengkapi dengan buah dan satu kotak susu rasa mangga yang merupakan susu kesukaan Dewi.


Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka dengan tatapan tajam, Kevin terus menatap Dewi mulai bingkisan itu datang, emosinya semakin membara ketika mendengar Dewi membacakan pesan dari si pengirim, dan bisa-bisanya Dewi tidak menghiraukan dirinya yang sejak tadi.


"siapa sebenarnya pengangum rahasia dewi, kenapa dia selalu mengirim sesuatu buat Dewi setiap harinya"batin Kevin mengepal tangan.


Kalau tidak karna area kampus mungkin Kevin sudh menarik paksa gadis itu sedari tadi keluar dari kantin, tapi karna ia masih memikirkan perasaan Dewi yang tidak mau hubungan mereka terbongkar, jadi sebisa mungkin ia menahan emosinya.


Padahal dalam hati kecilnya ingin rasanya ia mengumumkan hubungan mereka saat ini, mengatakan kalau dirinya adalah suami Dewi, dan mengingatkan kepada semua para pria yang mengangumi Dewi bahwa Dewi merupakan miliknya seutuhnya.


Tapi mengingat hubungannya dengan Dewi belm baik-baik saja dan Dewi juga belm bisa menerima dirinya bahkan dihati dewi saat ini bukan dirinya yang tertulis melainkan nama Rangga masih terukir di hati dewi, buktinya dengan bersih kerasnya Dewi ingin pisah darinya supaya bisa hidup berdua dengan dengan Rangga.


Entahlah akan seperti apa hubungannya dengan Dewi kedepan, tapi sebisa mungkin ia harus bisa membuat Dewi berada di sampingnya apapun caranya.


"wah siapa yang mengirim itu kepada Dewi iyh"ucap Remon menatap Ryo dan Kevin secara bergantian.


"yang pastinya pengangum rahasia dewilah"ucap Ryo menebak.


"Vin, menurut Lo siapa..?"tanya Remon membuyarkan tatapan Kevin.


"entahlah, gapain juga gue mikirin itu, ngk penting"ucap Kevin sambil mengangkat bahunya.


"yakin Lo ngk tertarik kepada Dewi, secara Dewi cantik begitu, apalagi klau udh senyum, bah cantiknya bertambah dua kali lipat dah"ucap Remon.


"kalau gue suka smaa dia sudh gue kejar sejak duluh, ngimna sih"ucap Kevin kesal, bisa-bisanya Remon memuji kecantikan Dewi dihadapannya, ingin rasanya ia menjitak kepala teman yang kadang rada aneh ini.


Sedangkan Ryo dan Remon mengangguk membenarkan ucapan Kevin, dan mereka percaya begitu saja. Kenapa mereka percaya begitu saja..?jawabannya simpel karna selama ini mereka tidak pernh melihat Kevin maupun Dewi saling berbicara bahkan hanya sekedar senyum ke satu sama lain saja mereka tidak pernh, itu sebabnya mereka percaya begitu saja ketika Kevin mengatakan tidak tertarik kepada Dewi.


Padahal tanpa sepengetahuan mereka Dewi dan Kevin sudh menikah beberapa bulan yang lalu, dan sekarang Kevin mulai belajar mencintai Dewi.

__ADS_1


__ADS_2