
saat Kevin sudah berada ruangan kemana satpam, dan laki-laki yang hampir melecekan Dewi pun sudah ada disana diampit oleh dua satpam.
"tuan"sapa mereka ketika melihat Kevin dan Daffa memasuki ruangan itu.
"kamu yang berani-beraninya menyentuh wanitaku"ucap Kevin menatap pria itu dengan tatapan tajam.
"maaf tuan, saya tidak tau kalau itu kekasih tuan"
"dia bukan kekasih, tapi istriku, kalau orang berbicara itu di lihat Bangs*k"bentak Kevin.
"tangan yang mana kamu gunakan untuk menyentuhnya"bentak Kevin sambil mencekik lehernya.
"jawab aku Bangs*k"teriak Kevin semakin mempererat cekikannya.
"maaf tuan"ucap nya setelah Kevin melepaskan tangannya dari leher pria itu.
"jangan pernh kau injakkan kakimu di perusahaan ini, atau aku sendiri yang akan mematahkan tanganmu"ucap Kevin, bukan hanya sekedar mengancam, nyata Kevin benar-benar mematahkan salah satu jari pria itu.
"Daffa, kamu tau kan apa yang kau lakukan"ucap Kevin tanpa menatap Daffa.
"lakukan, pastikan dia tidak muncul di hadapanku maupun Dewi"ucap Kevin, sebelum ia benar-benar meninggalkan tempat itu, lebih duluh, ia menghadiahkan sebuah tendangan kecil di bagian dadanya, tendangan kecil tapi mampu membuat pria itu muntah darah seketika.
Setelah di rasa cukup puas memberikan pelajaran kepada mantan karyawannya, Kevin langsung berjaln menuju ruangannya, sedangkan daffa langsung membereskan kekacauan yang ada di sana.
Setelah kejadian dimana Dewi dilecehkan, Kevin tidak fokus lagi dalam bekerja, mau tidak mau ia menyusul Dewi ke kamar pribadinya.
"kamu terlalu cantik, sehingga banyak pria yang menginginkan mu, sampai aku harus ekstra untuk menjagamu supaya mereka tidak menyentuhmu"guman Kevin sambil mengelus pipi Dewi dengan lembut.
Karna merasakan sesuatu yang mengusik tidurnya akhirnya Dewi pun terbangun.
"Kevin, mau gapain..?"tanya Dewi yang melihat Kevin yang sangat dekat dengan wajahnya.
"menurut kamu aku mau ngapain..?"tanya Kevin balik.
"bukannya menjawab malah bertanya balik"ucap Dewi memalingkan wajahnya dari Kevin.
"ngimna, sudah enakkan, ngk takut lagi kan"ucap Kevin lembut "maaf baru pertma kali kesini aku sudah tidak nyaman"
"kita jadi menonton kan..?aku sudah pesan tiketnya tadi"ucap Dewi mengalihkan pertanyaan Kevin, ia sendiri tidak mau mengingat-ingat kejadian buruk itu.
"kamu itu masih kepikiran sama nonton, tenangkan diri duluh"ucap Kevin gemas.
"pokoknya aku mau nonton, sayang tiket kalau sudh dibayar"ucap Dewi tak mau kalah.
"masalahnya tiket itu tidak akan membuat perusahaan kita rugi syaang, istirahat aja duluh iyh"ucap Kevin lembut.
"aku mau nonton, sekarang kita berangkat"ucap Dewi sambil turun dari kasur.
"dewi syang, istirahat aja duluh yuk, kita nonton besok aja"ucap Kevin mengejar Dewi yang sudh keluar dari kamarnya.
"ngk, aku berangkat sama kak Daffa aja"ucap Dewi mengambil tak selepangnya yang ada di sofa tak lupa memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"ok, kita nonton"ucap Kevin menyerah, sambil mengangkat kedua tanganya, dari pada Dewi pergi menonton bersama Daffa, ia benar-benar tidak bisa membayangkan itu saja. "tapi tungguh sebentar aku ganti baju duluh, masak nonton bioskop pakai baju kantor"
"untung sayang, kalau ngk dari tadi udh ku lempar ke kolam sana"batin Kevin sambil berjalan menuju kamar untuk mengganti bajunya.
#####
Setelah melewati beberapa tahap perdebatan, akhirnya Kevin dan Dewi sudh berada di salah satu mall terbesar di kota ini, saat ini mereka berjalan menuju bioskop dalam mall itu.
__ADS_1
"kamu duduk disini, jangan kemana-mana"ucap Kevin karna takut Dewi pergi entah kemana, akan karna itu akan membuat dirinya susah mencari gadis itu, sebab mengingat kondisi bioskop saat ini benar-benar ramai dari hari sebelumnya.
"aku mau ambil tiket sama cemilan, kamu mau minum apa"ucap Kevin lagi.
"Aqua sama jus mangga"ucap Dewi sambil tersenyum.
Setelah beberapa saat mengantri untuk mengambil tiket dan cemilan, akhirnya kevin sudh mendapatkan tiket itu.
"maaf lama, ayo masuk"ucap Kevin meraih tangan Dewi supaya berada dalam genggamannya.
"aku mau ketoilet duluh"bisik Dewi setengah berjinjit.
"aku antar dan tidak ada penolakkan"ucap Kevin karna tau kalau Dewi akan menolak "aku akan menunggu diluar"ucap Kevin lagi karna mengerti kekhawatiran Dewi.
Dewi masuk ke dalam toilet sedangkan Kevin menunggu Dewi di luar sambil bersender di tembok, tak lupa ia memengang beberapa cemilan di tangannya.
"ke..Kevin"ucap suci yang ternyata sedang menuju ke toilet.
"mm"
"disini juga, gapian...?pasti lagi ngidam iyh"ucap Kevin segaja menyindir suci.
Mendengar sindiran Kevin, suci bingung seketika, mau ke toilet di dalam pasti ada Dewi, sedangkan tetap berdiri disitu ia belum siap melihat wajah Kevin terlalu lama, yang notabennya suami sahabatnya sendiri.
"gapain berdiri disitu..?masuklah, mau ke toilet kan..?"ucap Kevin.
"saya ngk jadi kencing, permisi"ucap suci hendak pergi dari sana.
"masih takut ketemu sama Dewi..?bukannya tadi sudh ketemu dikampus..?upss sorry Dewi tidak mencakapi kamu iyh"ucap Kevin yang menghentikan langkah suci.
"itu bukan uru.."
"Vin aku sudh selesai, ayo masuk keburu filmnya dimulai"ucap Dewi yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi dan ia belum menyadari keberadaan suci.
"ngk papa, ayo kita masuk"ucap Kevin memeluk pinggang Dewi.
"Dewi, boleh selesai menonton kita bisa bicara bertiga, aku, kamu sama Rangga"ucap suci, entah keberanian dari mana ia menatap wajah Dewi, padahal secara manusianya kalau mengingat kesalahannya tidak sewajarnya ia memunculkan wajahnya dihadapan dewi apa lagi mengajak gadis berbicara empat mata.
"ngk ada yang perlu dibicarakan ci, mulailah hidupmu bersama Rangga, itu kan yang kamu mau"ucap Dewi dingin.
"bukan seperti....."belum selesai suci berbicara Dewi dan kevin sudh pergi duluh dari ruangan itu.
Sama hal dengan suci, ia pun langsung pergi dari sana, yang tujuan awalnya ingin ke toilet tapi tidak jadi karna bertemu Kevin dan Dewi.
Dan saat ini Kevin dan Dewi sudh ada di dalam bioskop di kursi nomor dua dari depan, sebenarnya untuk menonton malam Dewi merasa risih, karna Rangga dan suci berada tepat dibelakang mereka.
"risih iyh..?"ucap Kevin menatap Dewi yang sedari tadi tidak mau diam ketika duduk.
"seperti yang kamu rasakan"ucap Dewi tersenyum kepada Kevin.
"mau keluar aja kah"ucap Kevin sambil memberikan kepada Dewi jus mangga kotak "nih minum duluh"
"ngk, kita lanjut aja, bentar lagi selesai kok"ucap Dewi sambil menerima pemberian kevin "kamu mau..?"ucap Dewi sambil menyodorkan jus mangga kepada Kevin.
Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka tajam melihat keromantisan mereka, lebih tepatnya Kevin yang berperan aktif yang dimana Kevin yang selalu menyuapi Dewi cemilan.
"harusnya aku yang ada di posisi itu wi, harusnya kita sudh hidup bahagia, harusnya kamu sudh lepas dari suamimu yang ternyata Kevin"batin Rangga yang dimana matanya fokus menatap kebersamaan dewi dan kevin.
#####
__ADS_1
Setelah beberapa jam menonton di dalam bioskop akhirnya filmnya yang dijadwalkan tayang hari ini sudh selesai, semua orang yang berpartisipasi dalam menonton pun sudh keluar tak terkecuali Kevin dan Dewi.
"habis nih kita kemana lagi"ucap Kevin menatap Dewi.
"cari makan mungkin, enak kali"ucap Dewi.
"kita cari restoran sekitaran sini aja iyh"ucap Kevin sambil meraih tangan Dewi dan menggenggam dengan erat.
Dan setelah berkeliling beberapa menit akhirnya Kevin dan Dewi menemukan restoran yang mungkin dirasa cocok sama lidah mereka, kevin dan Dewi memilih duduk di sudut ruangan.
"mau pesan apa..?"ucap Kevin sambil membalik-balikan buku menu, sebenarnya Kevin meminta supaya mereka memesan ruangan VIP aja, tapi Dewi menolak ingin makan seperti pengunjung pada umumnya yang tidak mengandalkan uang dengan memesan ruangan VIP dan tentunya dilayani secara VIP juga.
"samakan aja kayak kamu"ucap Dewi.
"iyh sudh, aku pesan satu porsi aja iyh, seperti biasa kami suapi aku lagi"ucap Kevin sambil memanggil pelayan restoran.
"nasi goreng udang porsi jumbo sama jus mangga ya dua"
"baik tuan, mohon ditunggu"
"kenapa harus disuapi, banyak orang Vin, kan malu tau, nanti lama-lama kamu ngk bisa makan sendiri"bisik Dewi.
"ngk papa sayang, kayak baru pertama kali aja lagi kamu suapin aku"bisik kevin "sini duduk disebla aku aja, supaya suapinya lebih gampang".
"tapi itu beda Kevin, itu kan pas kita berdua, dsini banyak orang"ucap Dewi semakin kesal, tapi ia tetap berpindah kesamping Kevin.
"permisi tuan, pesananya"ucap pelayan menghentikan perdebatan Kevin dan Dewi "selamat menikmati"
"terimaksih mba"ucap Dewi tersenyum manis.
"aku akan suapi kamu, tapi pakai sendok, ngk pakai tangan, cukup pas kita berdua aja pakai tangan"ucap Dewi.
"iyh sayang"ucap Kevin sambil mengacak rambut Dewi.
Dewi pun menyuapi Kevin dengan telaten, sesekali ia juga membersihkan bekas makanan yang tersisa di bibir kevin, sedangkan Kevin hanya bermain ponsel sambil menerima suapan dari Dewi.
"ihhh romantis banget sih masnya sama mbanya, udh cantik dan ganteng, ihh jadi pengeng cepat-cepat nikah"
"kalau pada umum perempuan akan menjadi ratu ditangan pria yang tepat, berbeda dengan sekarang pria akan menjadi raja ditangan perempuan yang tepat"
"akan secantik dan setampan apa nanti anak mereka iyh, jika bapak sama mamanya secantik dan setampan mereka"
Dan masih banyak lagi obrolan para pengunjung restoran yang memuji keromantisan Kevin dan Dewi.
"boleh kita gabung"ucap suci yang ternyata sedang makan di restoran itu, di ikuti rangga dari belakang.
Sejenak Kevin dan Dewi terdiam, dan Kevin melihat perubahan wajah Dewi ketika kedatangan suci dan Rangga, ia tau Dewi terganggu dengan kehadiran suci dan Rangga.
"gue rasa pengunjung di restoran ini tidak terlalu banyak dan meja tidak penuh, dan masih banyak meja yang kosong, bisa kan kalian menempati meja yang kosong"bukan Kevin yang menjawab melainkan dengan dengan nada datarnya.
"kita butuh bicara wi, kamu jangan menghindar terus dari kita"ucap suci.
"ngk ada yang perlu dibicarakan suci, semua sudah jelas, lo hamil anaknya Rangga, terus apa lagi yang harus dijelaskan..?stoplah ci, belagak paling disakiti di situasi ini, harus Lo bisa membedakan konsep menyakiti dan tersakiti"ucap Dewi "bukan kah lo bilang gue yang selalu menang dari Lo mulai dari segi mana pun, jadi sekarang aku sudah mengalah buat kamu, trus apa lagi yang kurang"
"bukan seperti itu maksud aku.."
"aku sudh selesai, Vin ayo pulang"ucap Dewi menarik tangan Kevin memotong ucapannya suci.
"wi tolong, kita bisa bicara dengan baik, kita bisa mulai dari awal, aku mencintai kamu wi"ucap Rangga menahan tangan Dewi, dan hal itu langsung ditatap tajam oleh Kevin.
__ADS_1
"bedakan mana milikmu dan mana milik orang lain"ucap kevin dingin dan memisahkan tangan Dewi dan suci.
"persetanan dengan cinta palsu lo ga, stop ngomng cinta, karna sebesar apapun cintamu kepadaku tidak ada guna buat gue, dan cinta gue hambar ketika gue mengetahui Lo menghamili suci, mulailah hidup kalian, bahagia kan anak kalian, berikan dia status yang jelas"ucap Dewi dingin tanpa beban sedikit pun.