Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 89


__ADS_3

Ketika matahari mulai meninggi, tapi tidak membangunkan dua sejoli yang ada dibalik selimut, ehh salah bukan dua sejoli lagi, karna Kevin sudh terbangun sejak azan subuh berkumandang, tapi ia segaja tidak turun dari ranjang dan tidak juga membangunkan Dewi.


"jejak banget sih tidurnya"ucap Kevin sambil mencium pucuk kepala Dewi, dan memperat pelukannya.


Dan hal itu mengusik tidurnya Dewi, alhasil ia pun terbangun, sejenak ia terdiam merasakan sesak dan sulit bergerak.


"dada siapa ini..?bukan kah aku tidur sendiri"guman Dewi tapi masih menatap dada bidang Kevin.


"sudh bangun..?"ucap Kevin ketika menyadari pergerakan kecil dari Dewi.


"ke...Kevin"guman Dewi karna sangat mengenali suara itu.


"iyh ini aku, nyaman iyh nempel di dadaku.?"ucap Kevin segaja menggoda Dewi.


"ehhh mana ada, kamu yang menarik aku"ucap Dewi langsung menjauhkan dirinya dari dada Kevin.


"ehh mana ada, buktinya kamu yang nyaman dan terus peluk aku sejak tadi malam"ucap Kevin.


"sembarangan kamu, gapain juga aku peluk, mending peluk guling"ucap Dewi mengelak.


"buktinya ngk ada guling disini Dewi, yang ada itu guling hidup aja"ucap Kevin.


"Auh ahh, pusing"ucap Dewi sambil turun dari ranjang tapi langsung ditahan Kevin.


"kenapa wi..?"tanya Kevin masuk ke mode serius.


"kenapa apanya..?tanya Dewi mengkerutkan keningnya.


"kenapa kamu ninggalin aku, kamu menginap disini tapi tidak mengabari aku"ucap Kevin sambil duduk dihadapan Dewi.


"kamu pakai baju aku Vin..?"ucap Dewi ketika melihat baju yang dipakai Kevin.


"jangan mengalihkan percakapan wi, apakah kamu memang berniat meninggalkan aku"ucap Kevin, "dan mataku kenapa bengkak, apakah kamu habis menangis"ucap Kevin lagi mencoba memancing Dewi supaya menceritakan masalahnya yang sedang dihadapi gadis itu.


"aku hanya kelilipan Vin, kamu ngk usah khawatir"ucap Dewi, tidak mungkin dia jujur kepada Kevin kalau ia menangis hampir dua puluh empat jam.


"aku pernh kelilipan wi, dan aku juga pernh menangis, jadi aku bisa membedakan mana yang kelilipan dan mana yang menangis"ucap Kevin dengan lembut.


"aku ngk papa Vin, aku kuat kok, kamu tenang saja"ucap dewi dengan suara serak.


"aku mohon wi, ceritakan smaa aku"ucap Kevin lagi.


"ngk ada yang perlu diceritakan Vin, semua baik-baik saja"ucap Dewi sendu.


"aku mau mandi, soalnya ada kelas pagi ini"ucap Dewi sambil turun dari ranjang, sebelumnya ia memeriksa ponselnya sambil memesan sesuatu.


Sedangkan Kevin hanya menatap punggung Dewi yang semakin menjauh dari pandangannya, sesusah itu kah Dewi menceritakan semua kepadanya..?


tok tok tok


Suara ketukan pintu menyadarkan Kevin yang melamun sambil menatap ke arah kamar mandi.


"iyh kenapa..?"ucap Kevin setelah membuka pintu kamar.

__ADS_1


"maaf tuan tadi kurir yang mengantar paket atas nama ibu Dewi"


"baiklah terimakasih, tolong antarkan sarapan buat sya dan Dewi"ucap Kevin sambil mengambil paper bag, lalu menutup pintu.


"Dewi pesan apa pagi-pagi kayak gini"ucap Kevin, karna penasaran akhirnya membuka paper bang itu.


"buat Dewi membeli kaca mata ini..?ucap Kevin yang ternyata pesanan Dewi adalah satu pasang baju stelan kekampus, dan satunya pakai pria yang cocok ke kantor dan satu kaca buah kaca mata.


Tak mau ambil pusing, akhirnya Kevin pun meletakkan paket itu diatas meja dekat kasur.


"Kevin, Vin.."teriak Dewi membuka sedikit pintu kamar mandi sambil mata mencari-cari sosok Kevin. "Kevin.."


"apa wi, kamu mau mandi sudah kayak ngeronda aja"ucap Kevin berjalan dari arah balkon kamar.


"aku ada pesan bebrapa baju tadi, sudh datang kah, tolong dong"ucap Dewi.


"tolong apa"ucap Kevin.


"ambilkan"ucap Dewi.


"tinggal keluar apa susahnya sih wi, ngk ada siapa-siapa juga"ucap Kevin berniat menggoda Dewi, "awas gantian, aku mau kekantor nih"ucap Kevin lagi hendak menerobos ke kamar mandi.


"Kevin jangan macam-macam, aku belm pakai baju, ambilkan duluh baju"rengek Dewi.


"aku akan ambilkan, tapi dengan satu syarat"ucap Kevin.


"syaratnya apa"ucap Dewi.


"kamu harus cium aku nanti"bisik Kevin sambil menunjuk ke arah bibirnya.


"makaya kamu izinkan aku masuk, supaya aku berikan kehangatan"ucap Kevin sambil menaik turunkan alisnya.


"kehangatan versi kamu itu beda"ucap Dewi keceplosan


"emng kayak mana kehangatan versi aku"ucap Kevin.


"iyh nanti aku cium, tapi ambilkan duluh baju"ucap Dewi mengalihkan pembicaraan.


"betul iyh, awas kamu sampai ingkar janji"ucap Kevin sambil mengambil paper bag yang tadi di pesan Dewi.


Setelah beberapa saat akhirnya Dewi keluar dari kamar mandi dengan stelan mahasiswa kekampus pada umumnya, tak lupa rambutnya segaja di bungkus menggunakan handuk, karna ia tadi habis keramas, sehingga memperlihatkan leher jenjang Dewi yang putih mulus, sedangkan Kevin yang melihat pemandangan itu harus menelan salivanya dengan susah payah, tapi sebisa mungkin ia mengendalikan dirinya.


"mandi ngih, katanya mau kekantor"ucap Dewi sambil berjaln menuju meja rias.


Tanpa menjawab ucapannya Dewi, Kevin langsung berjalan menuju kamar mandi, tak lupa ia membawa baju ganti yang sudh dipesan Dewi sebelumnya.


"Vin, nih handakmu, sekalian aja"ucap Dewi sambil melepaskan handuk yang membungkus rambutnya.


"ngk salah nih, aku pakai handuk bekasmu"ucap Kevin sambil menerima handuk dari tangan Dewi.


"iyh ngk papalah, bukan kah kita sudh saling tukar baju"ucap Dewi.


"kau menggodaku.?"ucap Kevin.

__ADS_1


"ngk, sudh sana mandi, aku udh telat, kalau lama nanti aku tinggal, aku cek out duluan"ucap Dewi.


"tungguh sebentar, sepuluh menit"ucap Kevin sambil berjalan menuju kamar mandi.


Tak menunggu lama Kevin sudh selesai mandi dan sudah berpakaian khusus kekantor dan mereka sudh selsai sarapan bersama, dan sekarang mereka akan siap-siap cek out.


"cocok ngk"ucap Dewi sambil memakai kaca mata bulat putih bening yang ia pesan.


"cocok, cantik kok"ucap Kevin yang memang benar adanya, memakai apapun Dewi akan tetap kelihatan cantik, maupun itu kaca mata atau tidaknya.


"gapain dibawah baju-baju kotornya, nanti aku suruh mereka cuci baru kirim kerumah"ucap Kevin karna melihat Dewi membereskan baju-baju Dewi selama menginap.


"sembarang, emng kamu siapa, seenaknya suruh-suruh mereka, tugas merka hanya membersihkan kamar ini setelah kita keluar, bukan malah mencuci baju kotor"ucap Dewi.


"masalahnya hotel ini milik kita Dewi, dan kita juga yang membayar mereka"ucap Kevin.


"masak sih..?"ucap Dewi tak percaya.


"lihat tuh, Mahendra hotel"ucap Kevin sambil menunjukkan ke salah satu tembok hotel yang ada tulisan Mahendra hotel.


"jadi ngk papa nih"ucap Dewi.


"ngk papa sayang, lagian aku udah hampir telat kekantor nih"ucap Kevin sambil menarik tangan Dewi supaya keluar dari kamar.


Sampai di lantai dasar banyak petugas hotel yang menyapa mereka, berbeda ketika Dewi masuk hotel kemaren, banyak karyawan hotel yang menatap Dewi dengan tatapan jijik, berbeda saat ini keluar dari hotel, semua karyawan hotel menatap dengan senyum manis parah karyawan.


Karna saat ini Dewi sedang berjalan bersama Kevin, yang mereka yakini Kevin si pemilik hotel itu memilik hubungan spesial dengan Dewi buktinya dimana tangan Kevin yang memeluk erat pinggang Dewi.


"mba, kami mau cek out, terimakasih atas pelayanan terbaiknya selama saya menginap disini, dan maaf kalau menyusahkan kalian"ucap Dewi sambil menyerahkan kunci kamarnya kebagian resepsionis.


"sama-sama nona, senang melayani wanitanya tuan Kevin, semoga hubungan nona dan tuan selalu diberikan kemudahan, dan ditungguh kembali kedatangan untuk menginap di sini"ucap petugas resepsionis tersenyum manis.


"dikamar ada baju kotor, tolong dicucikan dan kirimkan ke alamat rumah sya"ucap Kevin datar dan dingin.


"baik tuan, sebelum sore menjelang kami akan mengirim baju-bajunya kediaman tuan"


"maksih sudh melayani istrinya sya"ucap Kevin langsung meninggalkan area lobby, tak lupa tangganya melingkar di pinggang Dewi.


Ternyata di lobby sudh ada Daffa yang menjemput Kevin dan Dewi.


"selamt pagi tuan, nona"ucap Daffa sambil membuka pintu mobil buat Kevin dan Dewi.


"masuk"ucap Kevin memberikan ruang buat Dewi supaya naik duluan ke mobil di ikutin Kevin.


Setelah dirasa tuan dan nonanya masuk ke dalam mobil, Daffa langsung melajukan mobil meninggalkan area Mahendra hotel.


"Daffa kita kekampus duluh iyh"ucap Kevin "belum telat kan kita meeting pagi ini"


"belum tuan, saya sudah undur waktunya menjadi satu jam lagi"ucap Daffa sambil fokus kearah jalan.


Sedangkan Dewi hanya diam saja, sesekali ia menarik napas panjang, setelah beberapa hari ia mengasingkan diri lebih tepat membutuh waktu sendiri, sekarang tiba saat ini harus keluar dari pengasingan itu, tidak mungkin ia terus seperti ini, hidup terus berjalan dan tak mungkin juga menghindar semua yang telah terjadi.


"kenapa..?"ucap Kevin yang menyadari kegelisahan Dewi sejak mereka meninggalkan area hotel.

__ADS_1


"ngk papa, aku hanya gugup saja"ucap Dewi.


"tenanglah, kita hadapin sama-sama, mohon kerja samanya"ucap Kevin sambil mengelus rambut Dewi yang tergerai indah, sedangkan Dewi hanya mengangguk sambil tersenyum.


__ADS_2