Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 45


__ADS_3

Kevin langsung membawa Dewi kerumah sakit, di depan rumah sakit sudh ada beberapa suster dan dokter yang menunggu kedatangan Kevin, Kevin langsung menggendong tubuh Dewi tanpa mematikan mesin mobilnya.


“Lakukan yang terbaik dok”ucap Kevin ketika melihat dokter memasuki rawat inap Dewi.


“Baik tuan, mohon bersabar, kami akan berubaha semaksimal mungkin”ucap dokter lalu masuk keruangan itu.


Hampir satu setengah jam dokter memeriksa keadaan Dewi dan hampir satu setengah pula Kevin mondar mandir bak setrikaan di depan pintu, hingga daffa pusing sendiri melihat tingkah laku tuannya tapi ia tidak berani menegur karna ia tau situasi saat ini sedang dalam masa mode tengang


Hingga beberapa saat kemudian dokter pun keluar dari ruangan rawat inap Dewi dengan wajah masam, dari wajahnya itu dapat ditebak jika pasien sedang tidak baik-baik saja.


“Ngimna keadaan dok..?”tanya Kevin khawatir.


“Fatal tuan, sangat fatal sekali”


“Maksudnya fatal ngimna..?”


“Sepertinya bebrapa hari yang lalu pasien tenggelam dan banyak menelan air kolam dan tidak langsung dikeluarkan yang menyebabkan racun kaporit tersebut menyebar luas ditubuhnya dan..”


“Dan apa..?”potong kevin.


“Dan terjadi pengumpulan darah di bagian belakang kepalanya, kemungkinan besar kepala terbentur benda keras dan luka yang di jidatnya mengalami infeksi tuan”jelas sang dokter.


“Solusinya apa..?tanya Kevin.


“Jalan satu-satunya kita harus melakukan tindakan operasi tapi..”


“tapi apa..”potong Kevin lagi.


“tapi hal itu juga tidak menjamin pasien bakal langsung sembuh sangat kecil kemungkinannya tuan, karna darah di kepalanya sudah semakin membesar”


Mendengar bahwa kecil kemungkinan Dewi akan selamat darah Kevin seakan berhenti mengalir, ia tidak menyangka dengan perbuatan gilanya saat ini Dewi benar-benar diambang antara hidup dan mati.


la ingat perlakuannya kepada Dewi waktu malam itu, mulai dia mencekik Dewi sampai ia melemparkannya ke kolam yang menyebabkan Dewi tenggelam cukup lama dan muncul dengan sendirinya ke dasar kolam dan dengan bodohnya ia tidak mengeluarkan air kolam yang di telan Dewi.


Dapat disimpulkan doanya terlalu cepat dijawab oleh sang pencipta yaitu ingin memusnakan Dewi secepatnya, dan hanya bermain-main kecil dengan Dewi menyebabkan gadis itu harus mengalami hal seperti ini.


“Percaya tuan nona Dewi adalah wanita yang kuat, hal-hal seperti itu tidak ada apa-apanya buat dia”ucap Daffa sambil menopang tubuh Kevin yang hampir tumbang.


“Berapa besar kemungkinan Dewi akan sembuh dok”tanya Kevin tanpa memperdulikan ucapan Daffa.


“Dua puluh persen tuan, dan delapan puluh persen kita serahkan sama yang diatas”

__ADS_1


“Cuma dua puluh persen saja.”ucap kevin tidak percaya.


“Iyh tuan kemungkinan sangat minim, karna penyebabnya sangat sederhana tapi efeknya bukan main tuan, dan dapat disimpulkan kolam itu mengandung sangat banyak kaporit”


“Kapan dilaksanakan”


“Secepatnya, kalau bisa sore ini akan segera dilakukan “


“Baiklah lakukan yang terbaik, dan tolong pergunakan kemungkinan yang dua puluh persen itu untuk menyelamatkan Dewi, saya tidak mau mendengar kata gagal”ucap Kevin menekankan setiap kata-katanya, seakan memaksa pihak rumah sakit untuk membangunkan Dewi apa pun caranya. “Daffa urus dokumen dan biaya administrasi”ucap Kevin lagi sedangkan daffa hanya mengangguk lalu berjalan ke arah bagian administrasi.


“Sebelum operasi boleh saya melihat Dewi”ucap Kevin.


“Silakan tuan, dan mungkin bebrapa jam lagi para suster akan menjemputnya keruangan operasi”ucap dokter lalu meninggalkan Kevin.


Tanpa menunggu lama Kevin langsung masuk keruang Dewi, ketika membuka pintu dapat ia lihat ranjang itu terdapat seseorang yang terbaring lemah, selang infus tertusuk ditangannya dan selang bantu pernapasan terpasang di hidung.


Lalu ia berjalan mendekati Dewi, dapat ia lihat dengan jelas wajah Pucak Dewi, wajah yang duluhnya selalu mengeluarkan mimik galak, wajahnya yang selalu membantah dan wajah yang terlihat baik-baik saja padahal pada kenyataannya sangat hancur, bahkan wajah yang duluhnya selalu menampilkan senyum manis sekrang sudh hilang.


Hampir beberapa menit Kevin memandangi wajah Dewi dengan sangat lekat, wajah yang sudh berubah menjadi seperti mayak hidup.


“Maaf”ucap Kevin sambil menyatukan jidatnya dengan jidat Dewi, hanya satu kata yang keluar dari mulut Kevin, kata-kata yang sangat jarang di keluarkan bagi siapapun.


“Aku mohon bangun wi, aku tau kamu wanita kuat, aku tau kamu wanita hebat, jadi please bangun”ucap Kevin lalu mencium kening Dewi dengan sangat dalam.


Lama menyatukan jidat mereka mata Kevin menangkap air mata Dewi keluar dari pelupuk matanya, entah kenapa saat ini ia benci air mata itu dan entah apa maksud air mata itu.


Apakah hanya setetes itu yang terakhir dari mata Dewi..?


Apakah itu air mata perpisahan Dewi..?


Atau apakah itu hari terakhir Dewi menangis..?


Dan masih banyak lagi pikiran buruk Kevin ketika melihat air mata Dewi yang keluar begitu saja.


“Bahkan di saat sekarat pun kamu masih bisa menangis, dan bahkan hidupmu antara hidup dan mati pun air matamu masih keluar”ucap Kevin mengelus lembut rambut Dewi.


Seperti perkataan dokter sebelumnya setelah bebrapa jam akhirnya suster pun masuk keruangan Dewi dan bebrapa jam itu juga Kevin memandang wajah Dewi entah kenapa pikirannya buruk ini adalah saat-saat terakhir ia memandang wajah Dewi, pertanyaan itu selalu menghantui pikiran nya.


“Permisi tuan, pasien akan kami bawa ke ruang operasi, dan akan segera dilakukan tindakan operasi”


Kevin tidak mengangguk atau pun mengeleng tapi ia memberi ruang kepada para suster untuk mendorong brankas Dewi.

__ADS_1


Ia mengikuti para suster mendorong brankas Dewi sampai depan pintu operasi.


“Mohon maaf tuan, pengantaran sampai sini izinkan kami untuk mengurus pasien dan untuk keselamatan pasien tolong di bantu doa saja”ucap suster yang melihat Kevin hendak masuk keruang operasi, Mendengar perkataan suster Kevin hanya mundur beberapa langkah dan pintu ruangan pun di tutup rapat.


“Kenapa bisa sampai terjadi Vin”ucap Devan yang sudah berada disana.


“gue kelepasan”ucap Kevin datar.


“Maksudnya ngimna”


“Gue mendorong tubuh Dewi ke kolam hingga ia tenggelam hampir setengah jam dan ketika kami bertengkar kepala Dewi terbentur ke tembok dengan cukup keras”ucap kevin menatap lurus ke depan.


“Dan..”


“Dan Dewi menelan banyak air kaporit dan racun kaporit itu menyebar luas di tubuhnya dan kepalanya terjadi pembengkakan darah yang semakin besar”ucap Devan memotong ucapan Kevin dan tepat sekali tebakan Devan benar tanpa ada yang meledek sedikit pun.


“Seperti yang kamu tau..”ucap Kevin datar.


“Br*ngs*k Lo Vin, Lo adalah laki-laki yang tidak punya otak dan hati”ucap Devan “sudah aku ingatkan jika kamu membenci Dewi lepaskan dia, berikan Dewi ke tangan Rangga yang pantas menjaga dan membahagiakan Dewi”ucap Devan lagi.


“kalau Dewi sampai lewat trus apa bedanya kamu dengan orang tua Dewi, bahkan kalian sama-sama pembunuh”ucap Devan ingin rasanya ia menghadiahkan Kevin sebuah pukulan tapi mengingat saat ini mereka berada ditempat umum dan lebih tepatnya dirumah sakit yang dapat menganggu pasien jika terjadi keributan disana.


“kalau sampai Dewi kenapa-kenapa gue pastikan tangan gue sendiri yang bikin menyusul dia kesna”ucap Devan mengepal tangannya, sedangkan Kevin hanya diam saja, untuk saat ini ia benar-benar tidak berniat hanya untuk berdebat pikirannya saat ini melalang buana pada kondisi Dewi yang sedang berjuang di ruangan operasi.


“Lakukan yang terbaik dok, gunakan kemungkinan yang dua puluh persen itu dengan sebaik mungkin”ucap Kevin ketika melihat beberapa dokter hendak memasuki ruangan operasi.


“Kami akan berusaha semaksimal mungkin sisahnya kami serahkan sama yang diatas”ucap salah satu dokter lalu masuk keruangan operasi.


Sedangkan Kevin hanya menatap pintu ruang operasi dengan tatapan kosong, dapat ia lihat di atas pintu terdapat angka sepuluh dan berwarna merah yang dapat diartikan operasi sudh dimulai dan terdapat sepuluh ruangan yang dipakai untuk melakukan tindakan operasi dengan penyakitnya masing-masing.


Operasi dilakukan hampir lima jam dan selama itu juga kevin mondar mandir di depan ruangan, ia melihat kearah pintu ruangan dan sekrang sudh berubah menjadi lima yang berarti sisa lima ruangan yang di pakai.


Ketika memasuki jam keenam akhirnya lampu berubah menjadi warna hijau yang artinya operasi sudh selesai dilakukan, melihat hal itu Kevin dan Devan bisa bernapas lega.


Ting..


Pintu terbuka dan keluar beberapa dokter diikuti oleh suster.


“Ngimna dok, operasinya berhasil kan..?”ucap Kevin


“Maaf tuan kami sudh berusaha semaksimal mungkin dan keadaan pasien saat ini sedang Kristis dengan waktu yang belum diketahui dan sangat kecil kemungkinan pasien terbangun”ucap salah satu dokter.

__ADS_1


Deggg


Mendengar hal itu tubuh Kevin seakan dilemparin ribuan anak panah dan ia pun terjatuh pingsang mendengar hasil operasi Dewi yang hanya ada kemungkinan sepuluh persen dan saat ini gadis itu harus kristis


__ADS_2