
Seperti ucapan Kevin sebelumnya, setelah selesai kelas Dewi langsung berjalan menuju parkiran, tak lupa ia membawa beberapa cemilan dan juga minuman, karna menunggu Kevin akan membutuhkan waktu yang cukup lama, mengingat Kevin kuliah siang meskipun hanya satu mata kuliah saja.
Setelah hampir setengah cemilan yang Dewi bawa habis tapi Kevin tidak menampakkan batang hidungnya, Tanpa sadar Dewi tertidur dengan bebrapa cemilan berada di posisi pangkuan.
Hingga beberapa saat kemudian, ternyata Kevin sudah selesai kelas dan karna mengingat Dewi sedang menunggunya di mobil, Kevin langsung berjalan cepat menuju mobil.
"pasti kecapean nungguh nya"ucap Kevin sambil mengelus pipi Dewi.
Tak mau menunggu lama dan hari pun sudah mulai sore Kevin langsung memakai sabuk pengaman Dewi tanpa membangunkan gadis itu.
Kevin langsung melajukan mobilnya menuju kantor, karna sebelumnya Daffa sudah mengabari bahwa ada dokumen yang harus ditanda tangan, jadi mau tidak mau Kevin harus kembali ke kantor meskipun hari sudah menjelang sore.
"mmmm"guman Dewi terbangun dari tidurnya.
"kamu sudah bangun"ucap Kevin.
"ummm, Kevin"ucap Dewi dengan suara serak.
"iyh, kamu mau tungguh di mobil aja kah atau ikut naik ke atas"ucap Kevin.
"aku ikut aja deh, sekalian aku mau ketoilet sebentar"ucap Dewi.
Sedangkan Kevin langsung turun dari mobil dan membukakan pintu buat Dewi.
Ketika berada di lobby kantor, sejenak Dewi menghentikan langkahnya, sehingga membuat Kevin bingung menatap Dewi.
"orang yang waktu itu ma..."
"karyawan yang melecekan kamu sudah di neraka kok, jadi kamu ngk usah khawatir, aku jamin tidak ada karyawan yang berani menganggu kamu"ucap Kevin memotong ucapan Dewi, ia tau kekhawatiran Dewi, karna Dewi terakhir ke kantor ketika ia dilecekan oleh salah satu karyawan.
Sedangkan Dewi hanya mengangguk, Lalu ia melanjutkan langkahnya menuju lantai atas, lebih tepatnya ruang kerja Kevin.
"toilet disebelah sana, nanti kamu tunggu di sofa aja iyh, kalau mau istirahat disitu ada kamar pribadi ku"ucap Kevin sambil berjaln menuju kursi kebesarannya.
Sejenak kevin menarik napasnya panjang lalu membuangnya secara kasar, melihat dokumen yang begitu banyak bertumpuk di meja kerja, sepertinya pekerjaan tidak ada habisnya, sebentar ia harus mengikuti meeting, tinjau lapangan dan memeriksa dokumen yang tidak ada habisnya, pekerjaan benar-benar tidak ada habisnya
Sangat lelah sekali, mengingat hanya dirinya dan dibantu Daffa yang mengolah perusahaan yang ada di Indonesia membuat diri harus ekstra kerja keras, sedangkan diluar negeri di hendel oleh bundanya, itu pun terkadang bundanya sudah keteteran meskipun dibantu oleh dua sekretaris.
Tapi mau ngimna lagi, ia tidak mau lalai mengolah usaha peninggalan almarhum ayahnya.
"semangat kerjanya, buat anak istri"ucap Dewi yang baru keluar kamar mandi membuyarkan lamunan Kevin yang sedang menatap tumpukan dokumen.
Ya saat ini cuma Dewi lah penyemangat nya setelah bunda, ketika melihat wajah Dewi, Kevin mempunyai kekuatan tersendiri.
"iyh, buat anak istri harus semangat"ucap Kevin "nanti aku mau ank kembar Iyah"
"kalau kamu punya keturunan kembar, mungkin kita bisa memiliki, kalau ngk ada, ngk usah berharap banyak karna dari pihak ku tidak ada keturunan kembar"ucap Dewi.
__ADS_1
"ngk usah dibawa serius syaang, tapi kalau dikasih ngk papa juga"ucap Kevin sambil fokus ke dokumen.
"mau aku buatkan kopi ngk..?"tawar Dewi.
"ngk usah, kamu duduk di situ aja aku sudah pesan sama ob kok, lagian kamu ngk usah pergi ke party lagi"ucap Kevin, karna pada dasarnya ia juga takut kejadian yang lalu menimpa Dewi kembali.
"permisi tuan, kopi smaa jusnya"ucap salah satu karyawan wanita.
"OB yang saya suruh kemna, kok kamu yang mengantar"ucap Kevin dingin.
"katanya kebelet tuan, jadi sya yang mengambil alih sebentar"
Meskipun Kevin seorang pemimpin yang terkenal kejam dan dingin, tapi ia selalu mengajarkan kepada para bawahan supaya membantu pekerjaan satu sama lain meskipun itu pekerjaan OB, itulah sebab parah karyawan tak jarang sering mengambil alih pekerjaan OB, tapi sekian ratus karyawannya tidak semua bersikap seperti yang Kevin perintahkan.
Seperti pepatah mengatakan sebagus-bagusnya padi, pasti ada aja padi yang isinya kosong, begitulah ibaratnya sifat para karyawan Kevin.
"nyonya jusnya"
"maksih iyh"ucap Dewi.
"sama-sama nyonya, kalau begitu sya pamit duluh tuan"
"ehh bentar, aku boleh minta tolong kah..?"ucap Dewi lembut.
"silakan nyonya"
"minta tolong bilangin satpam, tolong dibelikan goreng pisang yang ada di seberang kantor iyh"ucap Dewi.
"maksih iyh, maaf merepotkan kalian"ucap Dewi.
"kami tidak merasa di repotkan nyonya, permisi"
Sedangkan Dewi hanya mengangguk, sebenarnya bisa ia sendiri pergi membeli kesana, tapi ia yakin sebelum ia izin pun Kevin tidak akan memperbolehkannya keluar.
"kamu mau makan pisang goreng yang di pinggir jalan..?kenapa ngk sekalian aja tadi kita beli direstor syang..?kan lebih higenis"ucap Kevin tanpa menatap Dewi.
"iyh aku mau, tadi aku ngak enak bilang sama kamu"ucap Dewi.
"lain kalinya jangan pernh sungkan sama aku syang"ucap Kevin berdiri dari kursinya.
"kalau kamu pengeng sesuatu ngomong sama aku, mau beli ini itu ngomng sama aku, kalau kamu mau beli sesuatu tapi ngk enak ngomong sama aku, aku seperti suami yang tidak berguna sayang, aku seperti suami tidak bertanggung jawab sama kamu"ucap Kevin lagi sambil berjaln mendekati Dewi dan duduk disamping Dewi.
"duluh memang aku tidak bertanggung jawab sama kamu, duluh memang aku suami brengsek, tapi untuk kali ini izin aku untuk menjadi suami yang berguna buat kamu, izinkan aku untuk bertanggung jawab sama kamu, izinkan aku melakukan peranku sebagai suami yang baik kamu"ucap kevin lagi.
"maaf aku, aku takut malah merepotkan kamu, secara pekerjaan mu banyak, belum lagi kamu harus kuliah, mengurusi ini itu"ucap Dewi "aku ngk mau kamu makin kerepotan karna terus mengurusi ku".
"justru kalau kamu kayak gini, seakan aku merasa kalau aku ngk berguna syang"ucap Kevin.
__ADS_1
"iyh maaf, lain kali ngk kayak gini lagi, ini terakhir kalinya"ucap Dewi.
"ngk papa syang, kedepannya jangan lagi iyh, pokoknya kamu mau apa jangan sungkan bilang sama aku"ucap Kevin lembut, lalu ia menarik Dewi kedalam dekapannya, memeluk gadis itu dengan sangat erat.
Sedangkan langsung membalas pelukan Kevin, ia bersyukur sampai sejauh ini Kevin menunjukkan perubahan yang bagus, ia tidak salah mempertahankan rumah tangga ini.
Ternyata penderitaan yang dia terima di awal pernikahan terbayar sudah, terbayar dengan perubahan Kevin yang bagus.
Bahkan dari Kevin ia bisa merasakan sosok perhatian ayah, yang dimana Kevin selalu memperhatikan dirinya mulai dari hal-hal kecil sekali pun.
"permisi tuan, sya mau antar pesanan nyonya"ucap seorang satpam.
"maksih pak, bapak boleh kembali"ucap Kevin menerima pesanan Dewi.
"nih pesanannya ibu negara"ucap Kevin memberikan kresek hitam berisi gorengan yang di pesan Dewi.
"makasih, yuk kita makan sama-sama, masih panas loh ini Vin"ucap Dewi menawarkan.
"ngk kamu aja deh, aku masih kenyang"ucap kevin berjaln menuju kursi kebesarannya.
"ngk boleh kenyang, kamu harus makan pokoknya"ucap Dewi menarik paksa tangan Kevin supaya duduk di sofa.
"ok aku mau, tapi harus dari mulut kamu"ucap Kevin.
"eyeee itu enak dikamu bah, ayo ahh jangan suka ambil untung"ucap Dewi kesal.
"iyh sudah, demi ibu negara, tapi cium aku duluh"ucap Kevin.
"ahh lama"guman Dewi.
cup
"ih bukan disitu sayang, tapi disini"ucap Kevin sambil menunjuk arah bibirnya.
"ihh si paling ngk mau rugi nih"ucap Dewi.
cup
Merasakan bibir kenyal Dewi menempel dibibirnya, kevin tidak mau diam saja, ia langsung mengambil alih ciuman itu.
"maksih syaang, yuk makan"ucap Kevin setelah puas mengabsen setiap inci bibir Dewi sambil mengusap bibir dewi
"dasar kamu"ucap Dewi dengan wajah merah sambil mencubit pinggang Kevin.
"mau makan ngk nih.."ucap Kevin.
"jadilah, masak udh di beli ngk jadi sih"ucap Dewi sambil membuka kresek.
__ADS_1
Sedangkan Kevin hanya memperhatikan Dewi saja , sesekali ia menerima suapan dari Dewi sambil bermain ponsel.
"habiskan gorengnya, aku mau lanjut kerja duluh"ucap Kevin mengacak gemas rambut Dewi.