Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 64


__ADS_3

Tanpa mereka sadari Kevin dan teman-temannya menyaksikan perdebatan antara Dewi dan Angel, jika Ryo dan Remon fokus ketika Dewi menyiramkan jus kepada Angel, maka lain halnya dengan Kevin yang fokus ke buku yang di pengang oleh Dewi


"buat apa Dewi membaca buku soal perceraian, apakah ia akan seriusan mendaftarkan perceraian itu..?"batin Kevin sambil menatap punggung Dewi yang semakin jauh.


"Vin, kamu kenapa sih kok bengong begitu"ucap Ryo membuyarkan lamunan Kevin.


"Dewi jurusan apa sih..?"ucap Kevin tanpa menghiraukan teriak Ryo.


"ekonomi lah, sama kayak kita, cuma beda semester aja kan"jawab Ryo bingung.


"kenapa Lo tiba-tiba nanya soal Dewi, apa mungkin lo jatuh cinta sama dia??"ucap Remon menebak.


"trus kenapa Dewi malah membaca buku soal perceraian..?emng anak ekonomi mempelajari soal perceraian..?"tanya kevin menatap mereka bergantian.


"OOO iyh sih, atau jangan-jangan Dewi mau pisah sama suaminya..?tapi kan mereka baru saja menikah"ucap Ryo menebak.


"ini ngk boleh terjadi, gue harus lakukan sesuatu, ayo Vin, mikir, pakai otak Lo, jangan cuma bisnis aja yang ada di dalam otak ini"batin Kevin terdiam ketika mendengar tebakan Ryo sambil memukul-mukul jidatnya.


"Lo kenapa Vin..?"ucap Remon.


"kenapa apanya"tanya Kevin.


"Lo kenapa mukul jidat, dan Lo tumben nanya soal Dewi, apakah kamu jatuh cinta smaa Dewi..?"ucap Remon penasaran


"aku lupa hari ini ada meeting, dan soal jatuh cinta sama dewi!!entahlah cuma akhir-akhir wajahnya berputar-putar dalam pikiranku"ucap kevin jujur lalu berjalan meninggalkan Ryo dan Remon yang terkejut atas pengakuan kevin, bisa dikatakan Kevin sudh lelah menyembunyikan hubungan dengan Dewi.


######


Setelah pulang dari kampus Dewi memutuskan pergi kesebuah kantor pengadilan, ia harus mulai mengurus surat perceraiannya dengan Kevin, meskipun nanti akan sulit ketika berada ditahap meminta persetujuan dari Kevin tapi setidaknya ia mencoba duluh.


Saat ini Dewi sudh berada disebuah kantor pengadilan, tanpa menunggu lama ia langsung masuk.


"selama siang bu, ada yang bisa sya bantu"ucap slaah satu petugas kantor.


"selamat siang pak, saya ingin mendaftarkan perceraian sya"ucap Dewi tersenyum manis.


"bisa Bu, boleh syaa lihat dokumen-dokumennya"


Dewi langsung menyerahkan data-data dirinya dan Kevin.


"nama suaminya Kevin Mahendra.?kalau boleh tau apa alasan anda cerai dari suami, kalau ada Maslah bisa dibicarakan dengan baik, bukan malah minta cerai"ucap petugas sambil memeriksa data-data yang Dewi serahkan.


"saya sama suami syaa di jodohkan, dan sepertinya tidak ada kecocokan dalam hubungan kami, sehingga kami memutuskan pisah"ucap Dewi.


"baik Bu, akan saya coba mendaftrakan, di tunggu sebentar karna mulai hari saat ini pendaftaran melalui online jadi anda bisa menunggu di setujui pihak pusat atau tidaknya"ucap petugas, sedangkan Dewi hanya mengangguk berharap proses awal ini lancar tanpa halangan.


"mohon maaf ibu, nama anda sudh terblokir, yang berarti anda tidak bisa mengajukan surat cerai"ucap petugas dengan wajah bingung, pasalnya untuk pertama kalinya ia menangani sebuah kasus namanya terblokir padahal belum pernah mengajukan surat cerai.


Biasa penyebab nama itu bisa terblokir karna pihak pengaju sudh beberapa kali mengajukan surat permohonan cerai.

__ADS_1


"maksudnya di blokir ngimna pak..?saya kan baru pertama ini mengajukannya, masak langsung terblokir"ucap Dewi bingung.


"saya tidak mengerti juga Bu, ketika saya mendaftarkan data ibu, dari pusat timbul pemberitahuan kalau nama ibu di blokir"jelas petugas.


"coba daftarkan data suami saya duluh pak"ucap Dewi.


"tetap sjaa Bu, nama suami ibu juga sudh diblokir dari pihak pusat"ucap petugas ketika sudh mendaftarkan data Kevin.


Ketika mendengar itu, Dewi hanya bisa menelan rasa kecewanya baru tahap proses pengajuan, apakah sesusah ini untuk lepas dari Kevin..?.


"siapa yang memblokir nama kami pak, kok dia bisa bertindak sejauh itu"ucap Dewi bingung.


"saya kurang tau Bu, ini baru pertama kalinya syaa menemukan kasus seperti ini, atau mungkin keluarga ibu yang tidak menyetujui perpisahan ini"ucap petugas sambil menyerahkan berkas-berkas Dewi.


"Kevin, kenapa kau mempersulitkan ku"guman Dewi, ia tau dibalik semua ini ada Kevin yang campur tangan.


"kalau begitu saya permisi pak, maksih sebelumnya dan mohon maaf jika mengganggu waktunya"ucap Dewi tersenyum.


"sama-sama ibu, senang melayani anda"ucap petugas.


Dewi sudah mendatangi bebrapa kantor pengadilan yang ada di kota itu, tetap hasilnya sama, namanya dan Kevin sudh terblokir dari pusatnya, dan dpaat disimpulkan Dewi tidak akan bisa mengajukan permohonan cerai sampai kapanpun, kecuali blokiran namanya dibuka


Dan kalau Kevin yang melakukan itu semua, sudah pasti sangat minim kemungkinan Kevin akan membuka itu.


Dewi hanya pasrah saja, bingung berbuat apa, dia bukan sepertinya Kevin yang mempunyai kekuasaan dimana-mana, ia hanya orang biasa anak si pengusaha kaya nan sukses dikota itu tapi tidak dianggap, ia tidak mungkin meminta bantuan kepada ayahnya, bukanya membantu Herman pasti akan menghinanya habis-habisan nantinya.


Karna lelah mendatangi bebrapa kantor pengadilan, Dewi memutuskan pergi ke kantor Kevin, ia ingin meminta penjelasan dari semua ini, filing sangat kuat kalau semua ini ulah Kevin.


"permisi mba, Kevin ada diruang, boleh syaa bertemu"ucap Dewi kepada resepsionis.


"sudh membuat janji kah mba..?"


"belum sih mba.."ucap Dewi kukik.


"maaf anda tidak boleh masuk, sebelum membuat janji"


"ngk bisa dibantu kah mba, saya cuma berbicara sebentar sja"ucap Dewi memohon.


"dewi gapain disini..?ucap Daffa yang kebetulan melihat Dewi memohon-mohon kepada resepsionis.


"kak Daffa, bantu aku bertemu smaa Kevin, mba resepsionis tidak memberi izin karna belum membuat janji"ucap Dewi.


"biar sya yang mengurus nona ini, kalian lanjutkan pekerjaan kalian"ucap Daffa yang melihat slaah satu petugas resepsionis hendak membuka suara "mari nona sya antar keruangan tuan Kevin"ucap Daffa memberi ruang buat Dewi.


Sedangkan dewi langsung berjaln dengan diikuti Daffa belakang.


"silakan masuk nona, tuan Kevin ada didalam"ucap Daffa sambil membuka pintu buat Dewi.


Ketika masuk kedalam ruangan itu hanya ada kesunyian, ia tidak menemukan sosok Kevin disana.

__ADS_1


"Vin, Kevin"teriak Dewi sambil mencari Kevin.


"akhirnya kamu datang juga, aku sudah menunggu mu dari tadi"ucap Kevin keluar dari toilet.


"ngimna sudh sampai mana kamu mendaftarkan gugatan pisah kita"ucap kevin berjalan menuju kursi kebesarannya.


"kamu tau dari mana aku akan kesni"ucap Dewi penasaran.


"emngnya kamu mau mengadu sama siapa lagi..?ngk mungkin kan kamu mengadu sama orang tuamu"ucap Kevin mulai mengotak gatik laptop di hadapannya.


"jadi kamu yang melakukan semua itu..?maksudnya apa Vin"ucap Dewi menatap tajam Kevin.


"melakukan apanya..?maksudnya ngimna..?"ucap Kevin masih terlihat tenang.


"aku sudh mendatangi bebrapa kantor pengadilan, tapi hasilnya sama namaku dan namamu sudah di blokir"ucap dewi.


"kok bisa, siapa yang melakukan itu"ucap Kevin cuek.


"ngk usah belagak bodoh deh Lo, siapa lagi yang bisa melakukan itu kalau bukan kamu, aku serius Kevin, maksudnya kamu melakukan itu apa..?ucap Dewi menutup laptop yang dihadapan Kevin secara kasar.


"laptopnya rusak Dewi"ucap Kevin menatap tajam Dewi.


"kamu tidak perlu menjual satu anak perusahaanmu hanya untuk membeli laptop, jadi jangan belagak sok susah"teriak Dewi.


"iyh ok, aku memang yang memblokir nama itu, kalau kamu bisa bertindak sejauh itu, maka aku akan bertindak lebih jauh darimu"ucap Kevin sambil berdiri dari kursi kebesarannya lalu berjaln menuju balkon.


"kenpa harus di blokir Vin, ini ngk adil namanya, jangan kamu mengandalkan kekuasaan seenak jidat Vin"teriak Dewi menghampiri Kevin ke balkon.


"saya sudh ingatkan berkali-kali, jangan pernah berpikir lepas dariku, tapi apa..?usaha mu malah membuatmu capek sendiri kan"ucap Kevin menatap lurus kedepan.


"awalnya aku tidak ingin mengadakan kekuasanku, tapi kamu dan keadaan yang menuntunku untuk mengandalkan itu"ucap Kevin lagi "jangankan memblokir namamu dari pengadilan, bahkan dari jalur darat, laut dan udara aku bisa memblokirnya, supaya kamu tidak bisa pergi dariku"


"jadi jangan berharap lagi bisa lepas dariku, aku lebih cepat dua langkah darimu, coba saja kamu memesan tiket, sya pastikan pihak Bandaran akan memberikan jawab smaa seperti pihak pengadilan"bisik Kevin ditelinga dewi, lalu mengacak rambut Dewi lalu berjaln menuju sofa.


"kamu jahat Vin, aku cuma ingin lepas darimu, itu aja ngk lebih"teriak Dewi.


"bahkan aku bisa lebih jahat kalau kamu masih keras kepala ingin lepas dariku"ucap Kevin dingin.


"bersiaplah, bebrapa hari kedepan kita akan ke luar negeri untuk menemui orang tuaku"ucap Kevin dingin.


"aku ngk mau dan ngk akan mau, kamu lupa kalau kamu sudah memblokir namaku"ucap Dewi menurunkan volume suaranya.


"kamu ngk lupakan siapa suami mu..?"ucap kevin dingin.


"terserah kamu Vin, aku capek"ucap Dewi frustrasi sambil mendudukkan dirinya di sofa.


"istirahat lah, aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan, habis itu kita pulang bersama, ingat jangan pernh berpikir pisah dariku, karna itu akan membuatmu pusing sendiri"ucap Kevin sambil membantu Dewi membaringkan tubuhnya di sofa "atau kamu mau istirahat dikamar aja..?"


"ngk usah, disini aja, aku sangat lelah sekali hari ini, jadi biarkan aku istirahat"ucap Dewi yang memang benar-benar lelah karna mendatang bebrapa kantor pengadilan hari ini.

__ADS_1


__ADS_2