
Setelah selesai berbincang-bincang dengan devi, Dewi pun memutuskan untuk istirahat, sebenarnya bunda Devi mengajak Dewi untuk makan malam, tapi karna Kevin tidak ada akhirnya Dewi menolak dengan alasan sudh makan diluar bersama Kevin.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam tapi tidak ada tanda-tanda Kevin akan kembali, sesekali Dewi melirik ke arah pintu masuk tapi nihil tidak ada tanda-tanda seseorang akan masuk.
Karna terlalu lelah Dewi pun memutuskan untuk memutuskan membaringkan tubuh diranjang.
####
Sementara disebuah tempat yang sudh dikasih tau nek sari, Kevin sudh tiba disana, dan benar saja dari seberang jalan ia melihat salsa yang berdiri bersender di samping mobilnya.
"salsa mobil kamu kenapa..?"tnya Kevin.
"Kevin untung kamu cepat datang, aku sudah takut banget"ucap salsa memeluk lengan Kevin. "mobil aku bannya bocor deh kayaknya"
Sejenak Kevin melihat keadaan ban mobil salsa dan benar saja ban mobil memang benar-benar kempes.
"kenapa ngk panggil tukang bengkel sal, jangan kayak orang susah bah"ucap Kevin sambil memeriksa ban mobil salsa.
"sudh ku telepon tapi mereka pada ngk bisa, katanya bengkel mereka sudah tutup"ucap salsa.
"Bentar aku panggil orang bengkel kenalan ku duluh"ucap Kevin sambil membuka ponselnya hendak menghubungi seseorang.
"ngk usah Vin, biar kenalan bokap ku aja yang betulkan besok"ucap salsa menghalangi Kevin.
"oo ada kenalan bokapmu..?kenapa kamu ngk telepon bokapmu aja..?kenapa harus aku sih, suka benget repotin orang"ucap Kevin kesal, menganggu waktu berdua mereka bersama Dewi saja pikir Kevin.
"maaf Vin, tadi aku udah coba hubungin bokap tapi nomornya ngk aktif"ucap salsa lagi.
"kamu ngk bisa gantikan ban mobilku kah Vin, soalnya aku mau pulang nih"ucap salsa.
__ADS_1
"ngk bisa sal, ganti ban mobil bukan jurusanku, aku pesan taksi online aja"ucap Kevin, sebenarnya dia bisa kalau hanya sekedar mengganti ban mobil tapi entah kenapa mood sangat tidak baik sekali malam ini.
"aku ngk mau naik taksi online Vin, kamu yang antar aku pulang"ucap salsa.
"ngk bisa, aku harus langsung pulang, Dewi menunggu ku"ucap Kevin, kembali mengingat kata-kata Dewi yang bergatakan kalau ia menunggu dirinya.
"kenapa sih Vin, yang ada di otakmu hanya Dewi, hari ini aku lagi kena masalah ban mobil ku kempes dan aku hanya minta tolong kamu mengantar aku pulang, itu aja Vin, ngk ada yang lain"ucap salsa, ia cukup kesal karna Kevin yang selalu berusaha menghindar darinya.
"aku cinta sama Dewi sal, dan Dewi itu istri aku dan sudh sewajarnya yang ada di otak ku hanya Dewi seorang"ucap Kevin sambil melepaskan tangan salsa yang masih melingkar di lengannya.
"apa susanya sih Vin kamu antar aku pulang duluh, ngk juga membuat Dewi menunggu terlalu lama, lagian ini masih jam sebelas, aku tidak pernh minta tolong kepadamu, tapi sekali aku minta tolong kenapa kamu begitu susah sekali untuk menolongku"ucap salsa.
"kamu jangan kayak orang susah sal, orang tua mu punya bodigat banyak, apa susahnya kalau kau minta tolong sama mereka, kenapa harus sama aku sih sal"ucap Kevin "tolonglah aku ini lagi pusing mikirin hubungan ku smaa Dewi dan kamu jangan bikin aku makin pusing dengan hal sepele ini"
"baiklah aku akan mengantarkan kamu pulang, dan aku minta sama kamu jauhin aku dan jangan pernh ikut campur soal rumah tanggaku, izinkan aku membangun rumah tanggaku sal, izinkan aku memperjuangan rumah tangga ku yang sudah di ujung tanduk"ucap Kevin akhirnya mengalah "ayo pulang, hari sudh menjelang pagi"
"hanya aku yang bisa membangun rumah tangga dengan mu Vin, bukan wanita lain dan bukan dengan Dewi sekali pun"batin salsa sambil berjalan mengikuti Kevin menuju mobilnya yang ada diseberang jalan.
Akhirnya Kevin memutuskan mengantar salsa pulang, dan ini untuk terakhir kalinya, ia ingin fokus kepada Dewi seorang, menyakinkan hatinya kepada Dewi dan memastikan Dewi selalu berada dalam sisinya dan mengawasi Dewi jika sewaktu-waktu ingin mengajukan permohonan cerai.
"nih minum duluh, sepertinya kamu haus"ucap salsa memberikan sebotol air mineral kepada Kevin.
"kamu aja, aku ngk haus, lagian aku lagi menyetir"ucap Kevin menolak air pemberian salsa.
"aku sudh minum Vin, lagian kita masak satu minuman sih, kamu ada-ada aja"ucap salsa sambil membuka tutup botolnya.
"nih mumpu dilampu merah minum lah"ucap salsa memaksa Kevin, sejenak Kevin menatap salsa lalu beralih menatap botol air minum yang ada ditangan salsa, ada rasa curiga yang menghantui Kevin, kenapa salsa begitu kekeh supaya ia meminum air itu..?tapi demi membuat salsa diam dan tak banyak ngomong akhirnya Kevin meminum air tidak dua sampai tiga tegukan.
Sejenak Kevin tidak merasakan apa-apa, yang ia yakini air minum yang diberikan salsa tidak ada campuran apapun, tapi setelah beberapa saat sedikit demi sedikit ia mulai merasakan tubuhnya panas, ada hasrat yang harus dituntaskan.
__ADS_1
"Vin kamu baik-baik aja kan, kok kamu tiba-tiba berkeringat sih"ucap salsa sambil melap kening Kevin yang sudh bercucuran keringat.
"kurang ajar kamu sal, berani-beraninya kau mencampuri minuman itu dengan obat perangsang"batin Kevin, mencoba menahan hasrat supaya tidak menerkam salsa pada saat itu juga, ia tidak mungkin dan tidak mau melakukan itu dengan salsa, dia hanya ingin melakukan itu bersama Dewi walaupun ia belum tau Dewi memberikan haknya.
"kamu makin hari makin cantik wi, sepertinya sayang kalau dilewatkan begitu saja"ucap Kevin dengan suara penuh nafsu mendekat kearah salsa setelah menghentikan mobil di depan rumah salsa.
"yes akhirnya obat itu bekerja dan tinggal satu langkah lagi kamu akan menjadi milik Kevin Mahendra, seutuhnya"batin salsa tersenyum licik sambil tangannya menyentuh wajah kevin yang semakin dekat dengan wajahnya.
"tentu aku merawat diriku hanya untuk kamu, dan tubuh ini hanya milik seorang kevin sayang, aku milik mu malam ini"ucap salsa sambil tersenyum penuh kemenangan, tidak papa kalau Kevin mengira dirinya Dewi, tapi setidaknya malam ini mereka akan bercinta dan mulai malam ini tubuh kevin miliknya seutuhnya begitu juga sebaliknya tubuhnya menjadi milik Kevin.
"berarti boleh aku cicipi, kamu milikku malam ini Dewi syang"bisik Kevin tepat ditelinga salsa, bukan suara itu bernada manja, tapi salsa merasa suara sangat mengerikan, sampai buluh kuduknya berdiri karna merinding.
"tapi aku tidak sudi menjamah tubuhmu Beby, aku tidak bodoh sal, aku tau kamu mencampurkan obat perangsang dalam minuman tadi, ternyata sejauh itu kamu ingin memiliki ku, sebegitu tidak lakunya dirimu sampai harus melakukan cara licik seperti ini"bisik kevin ditelinga salsa.
"turun sal"ucap Kevin kembali ke posisi semula,
"kamu tidak ingin mampir dulu, aku tau tubuhmu pasti sudh panas bukan, aku tau nafsumu harus disalurkan, aku siap memanjakan tubuhmu Kevin"ucap salsa hendak memeluk lengan Kevin.
"keluar sekarang salsa"bentak Kevin memukul setir mobil, wajahnya benar-benar sudh merah, ia butuh guyuran air dingin.
"ayo lah Vin, aku tau Dewi tidak pernh memanjakan dirimu"ucap salsa.
"aku bilang keluar sekarang salsa"bentak Kevin mendorong tubuh salsa, ia tidak mau sampai kelepasan dengan cara melahap salsa, karna tubuhnya sangat panas saat ini, sepertinya dosis obat itu sangat besar.
"kamu kok kasar sih Vin, mana Kevin yang duluh, Kevin yang selalu lemah lembut"teriak salsa.
"kamu tanya kepada Dewi seberapa kasarnya aku, kamu tanya Dewi seberapa kejamnya aku, dan sekarang kamu keluar, kalau tidak aku pastikan ini hari terakhir menghirup udara segar"bentak kevin.
Sedangkan salsa hanya diam menatap Kevin sejenak sebelum benar-benar keluar dari mobil itu, ada apa dengan obat itu..?kenapa Kevin bersikap kasarnya bukan kah Kevin harusnya berlutut kepadanya supaya ia memanjakan tubuh Kevin mengingat obat perangsang yang ia masukkan dosis cukup tinggi.
__ADS_1
"keluar salsa Hartanto"bentak Kevin lagi, sehingga mau tidak mau salsa harus keluar dari mobil.
Setelah dirasa salsa sudh keluar dari mobil itu, Kevin langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, sangat tinggi sekali, beruntung jalanan pada saat itu sudh mulai sepi sehingga Kevin tidak terjebak macet.