Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
123


__ADS_3

Tepat pukul sembilan malam Kevin baru keluar dari gedung tinggi yang merupakan kantor yang selama ini ia kelola.


Di lobby sudah ada daffa yang setia menunggu untuk mengantar Kevin pulang kerumah.


"kita kerumah orang tua Dewi daf"ucap Kevin sambil duduk dibangku penumpang, sedangkan Daffa hanya mengangguk tanda mengerti.


Daffa langsung menjalan mobilnya membelahi keramaian kota, meskipun waktu sudah menunjukkan pukul sembilan dan hal itu tidak lagi jam pulang kantor tetap saja mereka terjebat macet meskipun tidak terlalu lama.


"sudah sampai tuan"ucap Daffa.


"maksih, ngk usah turun aku buka pintu sendiri aja"ucap Kevin yang melihat Daffa hendak turun.


"OOO iyh daf, kamu cari tau apa yang terjadi tadi siang dikantin, waktu Dewi makan sendiri dikantin, saya mau infonya malam ini juga"ucap Kevin sebelum turun dari mobil.


"ngk bisa, Lo pikir gue ngk butuh istirahat, gue capek satu harian harus gantiin Lo ketemu klien, belum lagi nemani Lo lembur"ucap Daffa kesal, pasalnya satu hari ini Daffa tidak ada istirahat, bentar-bentar ketemu klien, meeting dan malam malah disuruh Kevin lembur.


"kalau Lo mau, besok pagi aku cari informasi nya"ucap Daffa.


"baiklah, aku tungguh sampai besok, kalau ngk ada bonus bulan ini aku potong dan kamu lembur tiap hari"ucap Kevin.


"bikin gue sekalian kerja rodi, gue hancurkan ngk lama gedung hotel, biar gue bisa lembur dua puluh empat jam"ucap Daffa kesal, bisa-bisanya Kevin mengancamnya dengan memotong bonus, dia memang pemilik perusahaan, tapi yang lebih banyak sibuk selama ini Daffa.


"boleh, itu lebih bagus, dan kamu harus bekerja selama dua puluh empat jam tanpa berhenti sedetik pun"ucap Kevin menyetujui usul Daffa.


"auh ahh, keluar dah lo"ucap Daffa tak kalah kesal


Setelah puas membuat Daffa kesal, Kevin pun langsung turun dari mobil, lalu masuk kedalam rumah orang tua Dewi.


Setelah memastikan Kevin masuk kedalam rumah, Daffa pun menjalankan mobilnya.


"tuan Kevin, anda sudah pulang..?"ucap Herman yang kebetulan sedang berada diruang tamu bersama istri dan anaknya.


"seperti yang anda lihat"ucap Kevin dingin.


"apakah anda sudah makan malam, mari kita makan malam bersama"ucap Herman menatap kevin.


"tidak, saya langsung kekamar istri saya aja"ucap Kevin dingin menolak langsung berjaln menuju tangga.


"ohh silakan, kebetulan Dewi sudah menunggu dikamar"ucap Herman.


Kevin langsung naik menuju kamar Dewi, sampai dikamar ia melihat Dewi sudah tidur sambil memeluk gulingnya.


Kevin langsung mendekati ranjang, ia menata wajah tenang Dewi, wajah jika terlelap seperti tidak ada beban, lucu dan mengemaskan, wajah yang membuat candu, tapi jika sudah terbangun wajah itu akan berubah menjadi seperti singa kelaparan.


"istri siapa sih..?cantik banget, pengeng makan kamu malam ini"ucap Kevin sambil mengelus pipi lembut Dewi, sesekali ia menyelipkan anak rambut Dewi yang mengenai wajahnya.


Merasa ada yang mengusik tidurnya Dewi pun membuka matanya.

__ADS_1


"Kevin"ucap Dewi kesal, pasalnya baru beberapa menit yang lalu dia terpejam sudah diganggu oleh Kevin saja.


"sayang"ucap Kevin lembut.


"maaf mengganggu tidurmu, kamu tidur aja lagi, aku mau bersih-bersih sebentar"ucap Kevin mengelusi rambut Dewi.


"kamu kesini..?gapain Vin..?"ucap Dewi.


"sebenarnya aku kesini mau jemput kamu, maafkan aku karna tadi sore telah meninggalkan kamu, aku hanya emosi dan aku takut akan memukul kamu kalau aku terus berada di dekatmu, makaya aku langsung meninggalkan kamu dijalan"ucap Kevin sambil membantu Dewi duduk.


"tolong jangan marah, aku janji ini yang pertama dan yang terakhir kalinya aku meninggalkan kamu dijalan"ucap Kevin menatap wajah Dewi.


Sejenak Dewi menarik napas panjang dan membuangnya secara kasar.


"aku ngk marah sama kamu Vin, aku ngerti kok, lagian kamu meninggalkan ngk langsung lepas tangan kan, kamu menyuruh Daffa untuk menjemput"ucap Dewi lembut.


"tapi lain kali jangan seperti itu lagi iyah Vin, jujur aku takut banget kalau kamu tinggalkan aku seperti itu, dan kamu jangan suka marah-marah, karna kalau kamu marah aku jadi teringat pas awal kita menikah"ucap Dewi dengan hati-hati takut menyinggung perasaan Kevin.


"iyh aku janji, aku ngk akan marah lagi sama kamu, aku minta maaf sayang"ucap Kevin sambil mengelus pipi Dewi lalu membawa gadis itu ke dalam dekapannya, sedangkan Dewi membalas pelukkan Kevin.


Mendapat pelukkan hangat dari Kevin, Dewi merasa beban yang ia pendam sejak tadi siang hilang, ia merasa sedikit tenang bahkan ia tidak terlalu khawatir lagi tentang kandungan Icha.


Ia akan menunggu sampai Kevin sendiri yang menceritakan kepadanya, kalau menanyakan langsung kepada Kevin sepertinya hatinya belum siap mendengar penjelasan Kevin.


"kamu sudah makan..?"ucap Dewi sambil melepas pelukkan Kevin.


"belum"ucap Dewi sambil mengeleng kepalanya.


"kenapa sayang..?ini sudah hampir jam sepuluh tapi kenapa kamu belum makan juga..?"ucap Kevin menghentikan kegiatannya yang hendak melonggarkan kerah bajunya.


"aku ngk selerah, lagian bagaimna aku bisa makan kalau suamiku sendiri ngk makan"ucap Dewi sambil turun dari kasur.


"nih minum duluh"ucap Dewi sambil memberikan segelas air minum yang memang segaja ia siapkan di atas lemari kecil samping ranjang.


"lain kalinya jangan seperti itu lagi syang, nanti kamu sakit, kalau kamu sakit siapa yang bikin cemburu setiap harinya"ucap Kevin sambil mengacak rambut Dewi.


"emng sejak kapan aku membuat kamu cemburu setiap hari..?"ucap Dewi bingung, pasalnya ia tidak pernh dekat dengan pria lain selain Ryo dan Remon.


"kamu tau ngk..?kamu ditatapan sama pria lain diluar sana sudah membuat aku cemburu setengah mati, kamu itu hanya milikku Dewi, dan milikku tidak boleh ditatapan pria lain apalagi disentuh"ucap Kevin sambil memengang kedua pipi Dewi.


"trus aku harus seperti apa Vin, tidak mungkin aku dirumah terus kan, aku juga butuh udara segar, aku juga butuh bergaul"ucap Dewi sedikit kesal.


"kamu cukup bergaul smaa aku, Ryo dan Remon, karna mereka akan menjaga kamu di saat aku tidak ada dikampus, lagian aku juga bisa kok memberikan kamu udara segar"ucap Kevin menggoda Dewi.


"itu bukan udara segar, lagian itu enak dikamu"ucap Dewi sambil mencubit lengan Kevin.


"sakit syang, suka banget sih kamu cubit aku, lagian cubitanmu sakit sekali"ucap kevin.

__ADS_1


"siapa suruh nakal, makaya kamu jangan suka menggoda aku"ucap Dewi.


"tapi kamu suka kan dengan godaanku"ucap Kevin sambil menarik pinggang Dewi yang hendak pergi sehingga membuat Dewi duduk di pangkuannya.


"mana ada..? aku risih tau mendengar godaan kamu"ucap Dewi gugup.


"itumu masih sakit sayng..?"ucap Kevin sambil mencium punggung Dewi.


"itu yang mana..?"ucap Dewi bingung.


"itu bagian bawahmu, aset aku"ucap Kevin sambil mencium leher Dewi, menciptakan tanda disana.


"aset kamu, itu asetku, sembarang kalau ngomng"ucap Dewi kesal.


"tapi aku laki-laki pertama yang mendapatkan itu kan..?, berarti sekarang itu milikku"ucap Kevin.


"iyah karna kamu suamiku, kalau kamu bukan suamiku berarti bukan kamu yang mendapatkan itu"ucap Dewi kesal.


"Kevin, lepas"rengek Dewi karna Kevin mencium lehernya tiada habisnya.


"aku menginginkan kamu malam ini"bisik Kevin sambil memutar tubuh Dewi kurang lebih empat puluh derajat, sehingga posisi Dewi sedikit menyamping di pangkuan Kevin.


"jangan macam-macam iyh, kemarin malam kan sudah"ucap Dewi dengan muka yang sudah merah, ia tau maksud Kevin yang menginginkan dirinya.


"kalau kita hanya sekali sjaa melakukan kapan tumbuhnya Kevin junior disini sayang, aku kan harus memupuk benihnya supaya subur"ucap Kevin sambil mengelus perut Kevin.


Benih..?


Kevin junior..?


anak.?


Dewi sampai melupakan hal itu, saking sibuknya dengan permasalahan yang datang silih berganti, ia tidak kepikiran sampai sejauh itu.


"ngimna sayang, bisa kan, aku sudah lelah bekerja, kuliah dan lembur, kamu kasihlah aku vitamin sayang"bisik Kevin dengan suara serak.


"baiklah, tapi pelan-pelan, soalnya masih sedikit perih"ucap Dewi memenuhi kebutuhan hasrat Kevin, mau ngimna pun situasi saat ini, sebagai istri, ia harus tetap melayani Kevin sebagai suaminya.


Setelah mendapat persetujuan dari istri tercinta, Kevin langsung memainkan peran sebagai suami sejati, menyenangkan istri dan mendapat hak dari istri.


Ternyata lelahnya Kevin selama satu harian penuh ini terbayar, mulai dari pagi ia harus kekantor, siangnya ia harus kekampus dan sore kembali ke kantor hingga malam ia harus lembur, tapi suatu kebahagian tersendiri setelah sampai dirumah ia dapat merasakan surga duniawi dari istrinya.


Dan ia lebih bersyukur lagi Dewi tidak menolak untuk memberikan jatah malamnya.


"makasih sayang"ucap Kevin sambil mencium kening Dewi.


Kata sebentar ternyata hanya omong kosong semata, buktinya sampai menjelang pukul dua belas malam Kevin masih tetap melakukan penyatuan dengan Dewi, sepertinya Kevin mulai saat ini mempunyai hobby baru yaitu meminta jatah kepada Dewi.

__ADS_1


Sedangkan Dewi tidak menjawab ucapan Kevin, ia langsung masuk kedalam dekapan kevin, karna lelah dan mengantuk datang secara bersamaan menyerang dirinya.


__ADS_2