
"tenanglah, kita hadapin sama-sama, mohon kerja samanya"ucap Kevin sambil mengelus rambut Dewi yang tergerai indah, sedangkan Dewi hanya mengangguk sambil tersenyum.
"iyh sudh aku turun duluh"ucap Dewi hendak turun dari mobil tapi langsung ditahan oleh Kevin.
"kamu tidak melupakan janjimu kan..?"tanya Kevin sambil menaik turunkan alisnya.
"janji..?janji yang mana..?"ucap Dewi bingung.
"waktu dikamar mandi hotel"bisik kevin.
"tapi kan ada Daffa"ucap Dewi setelah mengingat janjinya.
"saya akan turun nona, lagian saya mau ke toilet duluh"ucap Daffa langsung keluar dari dalam mobil, sebenarnya ia tidak ke toilet, ia hanya ingin memberi ruang buat nona dan tuannya saja.
"sudh ngk ada Daffa tuh"ucap Kevin.
"tutup mata duluh tapi"ucap Dewi, dan tepat ketika Kevin menutup matanya, Dewi langsung mencium bibir Kevin, hanya sekedar menempel saja tidak lebih.
"sudh"ucap Dewi hendak turun dari mobil, tapi lagi-lagi dan lagi Kevin menahannya "apa lagi"
"maksih, nanti pulangnya di jemput sopir, pulang kerumah aja, jangan ke hotel lagi"ucap Kevin, lalu mencium kening dewi., sedangkan Dewi hanya mengangguk lalu turun dari mobil.
"kak Daffa sudh"ucap Dewi karna melihat Daffa berdiri di belkang mobil.
"baik nona, semoga harinya menyenangkan"ucap Daffa langsung masuk k dalam mobil.
Setelah kepergian mobil Kevin, Dewi pun langsung masuk ke dalam kampus, karna tinggal beberapa menit lagi mata kuliah akan dimulai.
Ketika berada di lorong kampus banyak yang menatap Dewi, pasalnya penampilan Dewi saat ini berubah dengan memakai kaca mata, tapi tidak sedikit pun mengurangi kecantikkannya, bahkan banyak yang beranggapan kalau Dewi lebih cantik kalau pakai kaca matanya, tak lupa rambut panjangnya segaja di gerai.
Ketika sampai di dalam kelas ternyata di sana sudah banyak mahasiswa yang akan mengikuti kuliah pagi ini, dan dari sekian banyak mahasiswa disana ada suci, sejenak Dewi menatap suci dengan tatapan susah di artikan, ia juga melihat kursi sebelah suci kosong.
kalau duluh jika kursi itu kosong berarti itu disediakan suci kursi buatnya, tapi berbeda dengan sekarang, bahkan untuk bertemu suci dan Rangga pun ia belum siap, kalau bisa pindah kampus mungkin ia akan pindah segara supaya tidak bertemu suci.
"sampai kapan berdiri disitu, dosen mau masuk tuh"ucap teman kelas Dewi, yang memang dibelakang Dewi sudah berdiri seorang dosen.
"maaf pak"ucap Dewi membalikkan badan, lalu berjaln menuju kursi kosong.
Ia berjalan melewati suci begitu saja tanpa menatap suci sedikit pun, dan karna tidak ada kursi yang kosong dan tersisa disamping suci saja mau tidak mau Dewi harus duduk disitu.
Tapi Dewi tidak duduk disitu, melainkan ia segaja menarik kursi kosong itu kebarisan.
Tak sedikit teman-teman Dewi yang bertanya-tanya dengan tindakan Dewi, pasalnya semua teman-teman mengetahui hubungan mereka yang sangat dekat, bahkan dimana ada Dewi disitu ada suci.
"baik anak-anak, kita lanjutkan materi kemarin, tugasnya jangan lupa dikumpul"ucap dosen.
__ADS_1
"khusus buat Dewi, tugasmu sudh pertanggungjawaban kan oleh Kevin, jadi kamu tidak usah mengumpulkan lagi"ucap dosen menatap Dewi, sedangkan Dewi hanya mengangguk meskipun ia tidak tau tugas apa yang dimaksud dosennya.
#####
Setelah bebrapa saat mengikuti pelajaran, kini jam pertama telah selesai.
"baik, materi sampai disini, jangan lupa belajar dirumah, materi yang syaa berikan di pelajari lagi, dan sekedar info Minggu depan kita UTS"ucap dosen sambil menutup buku penunjang mata kuliahnya.
Setelah dosen keluar semua mahasiswa keluar kelas tak terkecuali Dewi.
"mata kuliah kedua masuk kah"ucap suci pada salah satu mahasiswa yang bernama bara.
"ngk, pak Bimo ngk masuk, cuma kasih materi aja, nanti materinya aku kirim ke email kelas dan kalian bisa undu disana"jawab Bimo.
"wi, kenapa..?"tanya Selly
"apanya kenapa..?"tanya Dewi sambil berdiri dari kursinya.
"kok kamu sama suci seperti jaga jarak"ucap Selly.
"ngk kok, perasaan kamu aja"ucap Dewi menatap suci sekilas. "aku duluan"
Lagi dan lagi Dewi melewati suci begitu saja, tanpa menatap suci sedikit pun, sedangkan suci hanya menatap punggung Dewi yang semakin jauh dari pandangannya.
Tapi sebelum mendekati gerbang kampus, matanya menangkap mobil yang sangat ia kenali masuk wilayah kampus, dan itu mobil Rangga, dan pada saat itu juga Dewi bingung harus gapain, mau lanjut ke gerbang kampus tapi ia ngk mau bertemu Rangga, tapi mau kembali ke kampus ternyata Rangga sudh melihatnya, dan mau tidak mau ia tetap melanjutkan langkahnya menuju gerbang kampus.
"Dewi"teriak Rangga langsung turun dari mobil, padahal mobilnya belum ia parkirkan "kita butuh bicara"
Bukannya berhenti Dewi malah mempercepat langkahnya.
"Dewi, kita butuh bicara"teriak Rangga dan menahan tangan dewi, sehingga menghentikan langkah gadis itu.
"apaan sih ga, gue buru-buru"ucap Dewi menghempaskan tangan Rangga.
"kita butuh bicara wi, aku mau jelaskan semua yang terjadi, bukan seperti itu ceritanya"ucap Rangga hendak memengang tangan dewi, tapi Dewi langsung menghindar.
"ngk ada lagi yang harus kita bicarakan, dan tolong Lo jangan temui gue lagi, anggap kita ngk pernh kenal"ucap Dewi datar dan dingin.
"semua bisa gue jelaskan wi, semua hanya salam paham"ucap Rangga tak mau berusaha.
"dengan Lo menghamili wanita itu, masih bisa Lo bilang salah paham..?Lo punya otak apa ngimna sih ga"ucap Dewi mengurangi tekanan suaranya.
"ngk seperti itu ceritanya wi, aku bisa jelaskan"ucap Rangga.
"stop ga, ngk ada yang perluh di jelaskan, intinya hubungan kita sudh ngk ada lagi, anggap kita tidak pernh kenal"bentak Dewi lalu melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
"apa semua itu karna Kevin, sehingga kamu tidak mau mendengarkan penjelasanku"ucap Rangga menghentikan langkah Dewi.
"masalah gue sama Lo dan wanita itu, jadi Lo jangan pernah bawa-bawa siapapun dalam masalah ini, termasuk Kevin"ucap Dewi membalikkan badannya.
"kenapa..?bukannya Kevin suami mu, harusnya dia harus tau tentang semua ini bukan..?"ucap Rangga.
"kalau Lo tau kenapa harus bertanya..?kamu udh tau kan alasan kenapa aku tidak mau mendengar penjelasanmu"ucap Dewi sedikit terkejut.
"kenapa kamu tidak kasih tau, kalau selama ini yang menjadi suami adalah Kevin sahabat aku sendiri wi"ucap Rangga berjalan mendekati Dewi.
"bukan kah itu tidak penting buat lo..?satu hal yang harus Lo tau ga, kalau saja sejak duluh gue tau sikap asli kayak mana, gue ngk bakal susah payah untuk lepas dari Kevin, dua tahun gue pertahankan Lo ga, dua tahun gue belajar mencintai Lo ga, tapi apa..?ini balasan kamu..?dengan teganya kamu menghamili sahabat aku sendiri,dimana otak lo ga..?dimana hati Lo ga..?"ucap Dewi tak habis pikir dengan ucapan Rangga.
"ok aku ngaku salah, aku minta maaf, kita bisa mulai dari awal dan kita bisa.."
"kita bisa merawat anak dalam kandungan wanita itu begitu kan yang mau kamu katakan"bentak Dewi memotong ucapan Rangga "stop ucapkan kata-kata menjijikan itu ga"
"karna sampai kapan pun, gue ngk Sudi merawat anak itu"ucap Dewi.
"Lo yang berbuat dan Lo yang bertanggung jawab, nikahi wanita itu, kalau Lo masih punya hati, karna anak dalam kandungan itu juga butuh status yang lengkap, walaupun ayahnya seorang laki-laki biadab"ucap Dewi.
"permisi nona, tuan Kevin menyuruh saya untuk menjemput anda, sopir yang ditugaskan menjemput tiba-tiba sakit, dan sya ditugaskan untuk mengantar anda ke kantor"ucap Daffa tiba-tiba turun dari mobil dan menghentikan perdebatan Dewi dan Rangga.
"baik kak"ucap Dewi berjaln mengikuti Daffa.
"Dewi tungguh, gue cinta sama Lo"ucap Rangga mencoba menahan tangan Dewi.
"stop Rangga, stop temui gue, stop muncul dihadapan gue, stop kenal sama gue, gue benci sama Lo"bentak Dewi ketika Rangga lagi dan lagi hendak memengang tanganya.
"jangan bilang kamu udh jatuh cinta sama Kevin"teriak Rangga dan lagi-lagi menghentikan langkah Dewi yang hendak masuk kedalam mobil.
"iyh, aku udh jatuh cinta sama Kevin..?wajarlah, dia kan suami gue, ada ikatan"ucap Dewi lalu masuk kedalam mobil.
"ahhh pokoknya gue ngk mau kehilangan Dewi, meskipun ada Kevin berdiri dibelakang"ucap Rangga sambil memandang kepergian mobil yang membawa Dewi.
Tanpa mereka sadari ternyata suci sedari tadi berada dibelakang mereka, mendengar semua perdebatan mereka, bahkan ia bisa melihat segitu besar cinta Rangga kepada Dewi, dan ia juga bisa melihat seberapa bencinya Dewi kepadanya, terbukti dari Dewi seakan engga ya menyebut namanya.
"apa salah kalau gue cinta sama Lo ga, sudh cukup dua tahun gue melihat kamu bahagia terus sama Dewi, kapan sih kamu melihat aku disini ga, orang yang benar-benar tulus mencintai kamu, dan wi, kapan sih kamu mau mengalah sama aku, kenapa segala sesuatunya selalu kamu yang menang, gue benci sama Lo wi"ucap suci.
"Lo ngk salah mencintai laki-laki, Lo hanya slaah dalam menempatkan cinta itu, sampai-sampai pacar sahabat sendiri kamu embat, dan lebih slaah lagi ketika kamu sudh hamil anaknya dia, jadi hal yang wajar kalau Dewi membenci teman bermuka dua seperti kamu"ucap Ryo yang mendengar ucapan suci.
"berubah wi, sesuai namamu dengan sikapmu, suci"ucap Remon menekankan kata suci.
"jangan sana sini masuk"ucap Remon sambil tersenyum sinis.
"kalian yang hanya orang luar ngk usah ikut campur"ucap Dewi menatap tajam Remon dan Ryo.
__ADS_1