Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 66 aku menyerah


__ADS_3

'woi aku masih ada disini."teriak Icha kesal sambil memukul meja kerja Kevin.


"lagian udh tau orang lagi pacaran gapain juga disana"ucap Kevin dingin.


"kok kamu ngk pernh hargai sih Vin, aku kesini jauh-jauh datang ke kantormu, tapi kamu malah asik pacaran sama wanita murah*n ini"teriak Icha tak terima dengan adegan yang baru saja ia lihat.


"aku ngk pernh minta kamu buat datang kesini, dan lagian aku juga berharap supaya kamu tidak muncul lagi di hadapanku"ucap Kevin dingin.


"sudh lah Cha, hentikan permainan ini, kita jalani hidup kita masing-masing,lagian aku sudh punya rumah tangga yang harus aku perjuangkan, dan aku juga harus belajr mencintai istriku Cha, aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup, kamu tau kan di keluargaku paling anti sama perceraian"ucap kevin mencoba berbicara baik-baik kepada Icha.


"ngk bisa seperti itu Vin, aku yang kenal kamu duluan, aku yang pacaran sama kamu, aku yang lebih mengenal kamu dari pada j*l*Ng itu"ucap Icha sambil menunjukkan Dewi "ngk adil rasanya jika dia yang menjadi istri kamu, dan ngk adil buat aku jika dia bisa memiliki kamu seutuhnya"


"j*l*ngan mana seorang perempuan datang memohon-mohon kepada suami orang, j*l*ngan mana seorang perempuan yang suka menjual tubuhnya"ucap Dewi yang tidak terima dengan ucapan Icha "ternyata anda serendah itu nona, kalau memang sudh ngk jodoh biarkan saja, kalau memang sudh di tolak biarkan saja, jadilah perempuan yang mempunyai harga diri tinggi, kalau ngk bisa menjadi wanita karier setidaknya perempuan terhormat lah"


"bedanya kamu sama aku apa, kamu memang ngk punya malu iyh, kamu adalah orang ketiga yang masuk ke hubungan aku sama Kevin, kamu adalah perusak hubungan orang, harusnya aku yang berada di posisi saat ini, harusnya aku yang menjadi nyonya Kevin"teriak Icha.


"sebagai sesama perempuan harusnya kamu bisa mengerti perasaanku, harus kamu bisa meninggalkan Kevin bersama aku, aku cinta sama Kevin dan begitu juga sebaliknya"teriak Icha lagi.


"wahh aku masuk hubungan kalian..?aku yang masuk ke hubungan kalian atau Kevin yang masuk ke hubungan saya..?kamu tanyakan kepada pacar kamu, upss sorry mantan pacar maksudnya"ucap Dewi menatap Icha dan Kevin bergantian.


"jangan sok paling tersakiti dalam hubungan ini, jangan sok paling menderita dalam hubungan ini, asal kamu tau seberapa kerasnya aku berjuang dalam hubungan ini, Kevin menikahi karna ingin balas dendam, balas dendam karna kematian ayahnya sendiri, di dalam pernikahan ini aku harus merasa dilecehkan oleh suamiku sendiri, dalam pernikahan ini aku merasakan penyiksaan yang hampir setiap hari, dalam pernikahan ini hal sekecil debu pun aku selalu disalahkan, dalam pernikahan ini aku harus dirawat dirumah sakit dan kristis, Karna pernikahan ini hubungan sya sama Rangga renggang bahkan hubungan yang tahun-tahun kami bangun harus hilang tanpa tujuan karna kevin masuk kedalam"teriak Dewi meluapkan semua penderita nya selama.


"lalu siapa yang paling tersakiti disini..?siapa yang korban dan dikorbankan disini..?aku cha, aku harus mengorbankan semua yang ada pada diriku, hidupku, masa depanku, dan hubunganku sendiri, dan aku harus menjadi korban kekerasan Kevin, aku harus menjadi korban pelampiasan Kevin"teriak Dewi, ia tidak bisa menahan air matanya lagi. "dan kalian..?yang kalian korbankan apa..?hubungan yang mana kalian korbankan..?masa depan mana yang kalian korban..?kalian enak terlahir kaya dan bisa menikmatinya, kalian enak terlahir kaya bisa menggunakan kekuasaan orang tua kalian untuk melakukan seenak kalian. Lah aku apa..?aku terlahir kaya tapi aku tidak pernh menikmati kerja keras orang tuaku, aku terlahir kaya tapi aku harus mendapatkan sebuah kebencian dan hinaan dari ayah aku sendiri, aku harus menerima kenyataan kalau aku ini anak seorang pembunuh, aku harus menerima kenyataan kalau ayahku sendiri membunuh ibuku sendiri, aku harus menerima kenyataan kalau aku harus terjebak dalam pernikahan balas dendam, bahkan aku harus menerima kenyataan bahwa aku mempunyai penyakit keturunan dari ibuku sendiri, yang bahkan hitungan detik pun kita bisa beda dunia"teriak Dewi histeris menatap Icha dan kevin yang diam mematung secara bergantian.


"siapa yang paling hancur disini Cha..?hidupku sudah hancur Cha, kurang apa lagi penderitaan ku..?aku ingin marah tapi marah sama siapa..?marah sama kevin..?wajar Kevin membalas dendam kepadaku karna ayahku sendiri telah membunuh ayahnya. Aku ingin menyerah, tapi keadaan selalu memaksaku berjuang, keadaan memaksaku untuk bertahan, kalian ngk tau ngimna rasanya ketika otak dan tubuh lelah secara bersamaan, kalian ngk tau rasa sakitnya ketika tubuh beristirahat tapi otak tetap bekerja, yang kalian tau itu hanya menyiksa dan menuntun keadilan"teriak Dewi menangis histeris.


"keadilan apa yang kamu tuntun cha..?kamu pikir keadaan saat ini adil buat aku..?kamu pikir dengan aku bisa memiliki Kevin adil buat aku..?jika aku bisa memiliki Kevin seutuhnya apa guna jika hati masih smaa orang lain..?ngk guna cha, semua akan terasa hambar"teriak dewi.


"aku muak Cha, aku capek, bahkan untuk lepas dari Kevin pun aku harus berjuang sekuat mungkin, tapi apa hasilnya, sebelum aku berjuang Kevin sudh menutup jalanku, aku ingin pisah bahkan aku sudah mendaftar perceraian kami, tapi Kevin sudh lebih duluh memblokir namaku, trus aku harus gapain lagi sekaran? aku bukan kalian yang mempunyai kekuasaan, aku bukan kalian yang bisa menghambur-hamburkan uang banyak hanya untuk membereskan masalah seperti itu"


"lalu kurang ngimna lagi aku sebagai sesama perempuan menghargai satu smaa lain..?disaat aku berjuang keras untuk lepas dari pernikahan ini, tapi kamu dengan gampangnya menyebut aku sebagai j*l*Ng, kamu menyebut aku wanita mur*h*n, kamu menuduhku menjual tubuhku sama Kevin, bahkan kamu datang kesini hanya meminta keadilan, keadilan seperti apa yang harus aku berikan smaa kamu..?kamu ingin aku melepaskan Kevin..?aku sudh melepaskan sejak sebelum aku memilikinya, kevinnya aja yang tidak mau melepaskan ku"ucap Dewi melemah lalu tubuhnya terduduk bersandar dibawah sofa.

__ADS_1


Sedangkan Kevin dan Icha hanya diam saja mendengar keluhan Dewi selama ini, mereka bingung harus berbuat apa, ingin rasanya Icha membawa Dewi kedekapannya tapi rasa gengsi yang sangat tinggi mengalah itu semua.


Lain hal Kevin yang diam mematung, tanpa sadar air matanya lolos begitu saja ketika mendengar luapan hati Dewi. Apakah dia sekejam itu..?apakah dia sudh bisa disamakan dengan iblis..?apakah dengan perlakuannya kepada Dewi selama ini masih bisa meminta Dewi untuk tetap disamping..?atau apakah ia harus melepaskan Dewi..? tidak!!! sampai kapan pun ia tidak akan melepaskan Dewi apa pun yang terjadi.


Melihat Dewi yang terus menangis, Kevin langsung membawah tubuh mungil Dewi kedalam dekapannya, yang memeluk erat tubuh Dewi bahkan sangat erat, ia bahkan merasakan tubuh Dewi yang bergetar hebat.


sakit


Itu lah yang Kevin rasakan ketika mendengar curahan Dewi, ternyata di balik sikap Dewi yang ketus dan dingin, ternyata gadis itu menyimpang sebuah penderitaan yang sangat besar, ia menyimpang sejuta beban hidup, dapat Kevin simpulkan senyum manis yang Dewi perlihatkan selama ini hanya semata-mata untuk menutup penderitaannya.


Sedangkan Dewi langsung menangis sejadi-jadinya ketika Kevin membawah tubuhnya dalam dekapannya. Ia butuh bahu untuk bersandar, ia butuh seseorang untuk tempat berkeluh kesah, ia butuh seseorang untuk menemaninya berjuang hidup.


"please jangan nangis lagi, aku ngk kuat lihat kamu seperti ini"ucap Kevin serak.


"aku capek Vin, aku nyerah"ucap Dewi sesegukan.


"jangan menyerah wi, kita sama-sama berjuang, aku akan menemani kamu berjuang, aku mohon tetaplah kuat"ucap Kevin semakin mempererat pelukannya kepada Dewi.


Lama memeluk tubuh mungil Dewi, Kevin merasakan tidak ada lagi pengerakan Dewi, bahkan aturan napas Dewi pun tidak teratur.


"wi, Dewi"ucap Kevin sambil memengang pipi Dewi "hey wi bangun, "ucap Kevin lagi karna tidak mendapat respon dari Dewi.


Karna khawatir akhirnya Kevin langsung mengangkat tubuh Dewi kekamar.


"suruh Devan kekantor sekarang, Dewi pingsang"ucap Kevin langsung mematikan sambung telepon.


Sambil menunggu Devan, Kevin terus mengoleskan minyak kayu putih ke hidung dan jidat Dewi, berharap dengan ini dapat membantu membangunkan Dewi.


"Dewi kenapa..?"ucap Devan ketika masuk ke kamar yang ada diruangan itu.


"ngk tau, terakhir dia marah-marah sampai menangis dan pingsang"ucap Kevin memberi ruang kepada Dewi.

__ADS_1


"bagaimana keadaanya..?kenapa dia tiba-tiba pingsang..?"ucap Kevin khawatir.


"seperti biasa, Dewi kelelahan yang memicu asmanya kambu, sepertinya akhir-akhir ini Dewi banyak pikiran"ucap Devan setelah selesai memeriksa keadaan Dewi.


"apakah dengan keadaan Dewi yang seperti ini, bisa memungkinkan kami terbang ke Italia..?"ucap Kevin mengingat jadwal mereka beberapa hari akan berangkat ke negara tempat orang tua Kevin tinggal.


"saya tidak bisa menjamin Vin, mengingat kondisi Dewi yang benar-benar lemah, aku takut jika kalian terbang kesana bisa berakibat fatal buat kesehatan Dewi, tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin, kita akan memasang selang infus beberapa hari kedepan, dan syaa sarankan jangan duluh membicarakan sesuatu hal yang membuat kesehatan dewi menurun"ucap Devan menenangkan Kevin, padahal pada dasar ia juga tidak bisa memastikan kalau Dewi bisa terbang ke Italia dalam waktu dekat.


Sedangkan Kevin hanya mengangguk setuju, berharap Dewi bisa pulih kembali dan mereka akan berangkat ke Italia, ia tidak akan menunda-nunda lagi rencananya yang akan mengenalkan Dewi kepada orang tuanya, mengingat Kevin juga sudh mengabari pihak orang tuanya kalau dia akan pulang, tapi ia tidak mengatakan akan pulang bersama istrinya, biarkan saja nanti dibicarakan disana.


"bagaimana hubungan Lo sama dewi"ucap Devan membuyarkan lamunan Kevin yang terus menatapnya tubuh Dewi.


"entahlah"ucap Kevin lesu laku berjalan ke arah sofa.


"maksudnya entahlah apa..?"tanya Devan mengikuti langkah Kevin.


"tadi siang Dewi sudh mendaftar surat cerai kami ke pengadilan.."ucap Kevin menjeda ucapannya, menarik napas sebentar dan membuang secara kasar "tapi aku dengan cepat pula meminta Daffa memblokir namaku dan Dewi dari pengadilan supaya tidak bisa mengurus surat pisah itu"


"lalu respon Dewi"ucap Devan.


"marah, bahkan sangat marah, itu lah sebab Dewi pingsang, belum lagi Icha sempat datang kesini menghina dirinya"ucap Kevin lagi


"kenapa kamu tidak memutus hubungan smaa Icha, fokus sama Dewi aja kalau kamu memng mencintainya, tapi kalau tidak lepaskan Dewi"ucap Devan.


"aku sudh melepaskan Icha, tapi dia ngk teri...."ucap Kevin


"dia tidak terima karna kamu masih memberikan uang bulanan sama dia"ucap devan memotong ucapan Kevin, sedangkan Kevin hanya mengangguk membenarkan ucapan Devan.


"itu sama saja kamu memberi harapan kepada Icha, karna uang bulanannya masih kau berikan, tolonglah Vin coba tegas, jangan cuma di dunia bisnis saja kau tegas dan garang, tapi masalah pribadi bahkan menyangkut sama depan tolonglah lebih tegas lagi"ucap Devan kesal.


Sedangkan Kevin hanya mengangguk sambil memikirkan ucapannya Devan yang ada benarnya juga, buat apa lagi ia harus memberikan uang bulanan kepada Icha..?kan dia bukan lagi tanggung jawabnya.

__ADS_1


__ADS_2