Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 96


__ADS_3

setelah beberapa saat, akhirnya Rangga kembali dengan membawa sebungkus nasi dan segelas jus mangga, yang dimna jus itu adalah kesukaan Dewi.


Sedangkan Dewi yang terus berusaha melepaskan ikatan pada tangannya tetapi tidak membuahkan hasil apapun.


"kamu makan iyh, aku suapin"ucap Rangga.


"aku masih kenyang"ucap Dewi dingin.


"kenyang dari mana sayang, bukannya dari kemarin kamu tidak ada makan sedikit pun, makanlah nanti kamu sakit"ucap Rangga mencoba membujuk Dewi.


"stop Rangga, stop sok baik sama gue, kalau pun gue sakit itu tidak ada urusan sama lo"ucap Dewi menatap Rangga dengan tatapan penuh kebencian. "karna sejak bertemu sama Lo, gue sudh sakit duluan, dan penyakit yang gue sesali adalah ketika bertemu sama Lo"


"kamu jangan seperti itu wi, aku ngk mau kamu sakit, aku cuma perhatian sama kamu, apa susahnya kamu menerima perhatianku"ucap Rangga "kenapa sejak kita pacaran kamu tidak pernh bisa menerima perhatianku tanpa protes, bahkan perhatian yang sangat kecil pun kamu selalu protes"ucap Rangga lagi.


"karna aku pacaran sama kamu bukan untuk mencari perhatian atau untuk di perhatikan, aku masih punya kaki dan tangan yang bisa aku gunakan untuk merawat diri sendiri"ucap Dewi.


"dan itu yang aku suka dari kamu, kamu yang selalu mandiri, tidak manja dan tidak menuntut apapun dariku, itu yang membuat aku semakin jatuh cinta sama kamu"ucap Rangga tersenyum menatap Dewi. "semua yang ada pada diri kamu ini, mempunyai daya tarik sendiri bagi aku, dan para lelaki diluar sana"ucap Rangga sambil mengelus bibir Dewi menggunakan jari jempolnya.


"jauhkan tangan kotormu dari tubuhku Bangs*k"ucap Dewi.


"tenang sayang, tanganku tidak sekotor yang ada dalam pikiranmu"ucap Rangga "sekarang makan iyh, aku juga bawa jus mangga kesukaan kamu".


"aku ngk pernh sudi, makan dari tangan manusia jahat sepertimu, dan saya minta kamu menjauh dari hadapan saya"ucap Dewi.


"dasar laki-laki ngk punya otak, ngk punya hati, laki-laki biadab, aku benci sama kamu Rangga"teriak Dewi sambil meludahi wajah Rangga.


"berani-beraninya kamu Dewi, ini yang di ajarkan Kevin sebagai suami yang baik buat kamu"ucap Rangga sambil mencengkram mulut Dewi.


"iyh aku memang ngk punya hati, karna semua hatiku sudh kamu curi, aku memang ngk punya otak, karna semua isi otakku tentang kamu"ucap Rangga "aku cinta sama kamu Dewi"


"kamu ngk cinta sama aku Rangga, kalau kamu cinta, ngk mungkin kamu melukai aku seperti ini, kamu manusia biadab, anj*Ng"teriak Dewi sambil menghempaskan tangan Rangga dari kedua pipinya.


"karna aku cinta sama kamu Dewi, aku tidak ingin kamu menjadi milik orang lain, apalagi itu Kevin"ucap Rangga.

__ADS_1


"tapi nyatanya sekarang aku sudh menjadi istri Kevin, dan sampai kapan pun aku akan tetap menjadi istrinya Kevin"teriak Dewi "camkan itu Bangs*k"


"sebaiknya kamu hentikan impian kamu Dewi, soalnya aku yang akan menjadi suami kamu selama"ucap Rangga tersenyum licik kepada kamu.


"soalnya harta dan kedudukan aku memang kalah sama Kevin, tapi soal merebut dan memiliki kamu, aku tidak mau kalah sama dia apapun yang terjadi"ucap Rangga, dan lagi-lagi sambil mengelus bibir Dewi menggunakan jari jempolnya lalu turun ke leher putih mulus Dewi.


"kamu keluar Rangga, aku benci sama, sampai kapan pun aku tidak sudi hidup berdua sama kamu, bahkan sampai mati sekali pun"teriak dewi.


"kita lihat aja nanti, aku pastikan tanpa aku paksa kamu akan datang sendiri kepadaku"ucap Rangga.


"hentikan omong kosongmu itu, pergi dari sini, aku tidak sudi melihat wajah sampah mu itu"teriak Dewi sambil meludahi wajah Rangga kembali.


"kamu mau apa sih Dewi, dari tadi aku sudh berbicara lembut sama kamu, dari tadi aku sudah mencoba bernegosiasi sama kamu, tapi kamu selalu ketus sama aku"teriak Rangga sambil melepaskan gelas berisi jus yang ada ditangannya, hingga gelas itu hancur lebur.


"aku mau kamu melepaskan aku, aku mau pulang"teriak Dewi.


"kita akan pulang tapi tidak sekarang"teriak rangga.


"kita akan pulang setelah status kita berubah"bisik Rangga lalu mencium pipi Dewi, lalu pergi meninggalkan tempat itu tanpa melepaskan ikatan ditangan dewi.


"Vin kamu dimna, tolong aku"guman dewi tak terasa air matanya lolos begitu saja.


Setelah kepergian Rangga, tak lama setelah itu pintu gudang pun terbuka kembali, tampaklah sosok perempuan dengan penampilan modis berjalan mendekati Dewi, tak lupa pakainya yang kurang bahan memperlihatkan tubuh seksinya yang terespos sempurna.


"Lo menangis..?"ucap Icha sambil berjalan mendekati Dewi


"lo..?jangan bilang lo dan Rangga bekerja sama untuk menculik gue"ucap Dewi.


"Yap, ternyata Kevin tidak salah memperistri lo, soalnya otak mu sangat cerdas"ucap Icha memandang remeh Dewi.


"lo mau apa..?gue salah apa sama lo..?kenapa kalian tega menculik gue..?"ucap Dewi.


"gue mau lo melepaskan Kevin kepadaku, lo melepaskan Kevin otomatis lo juga gue lepaskan tanpa luka lecet sedikit pun"ucap Icha, "harusnya lo tidak ada salah, tapi setelah lo masuk kehidup Kevin, lebih tepatnya masuk kedalam hubungan kami, lo menjadi orang paling salah dsini semua"

__ADS_1


"yang pertama bukan gue yang masuk ke hubungan kalian, tapi Kevin sendiri yang masuk ke dalam kehidupanku, tanpa gue undang sekali pun"ucap Dewi "untuk melepaskan Kevin..?sampai kapan pun gue tidak akan melepaskan dia, karna dia suami gue, sudah sewajarnya aku mempertahankan dia, kecuali dia suami orang meskipun itu mantan pacar gue, tidak wajar jika gue harus mengganggunya lagi, karna gue punya harga diri"ucap Dewi mencoba setenang mungkin.


"lo nyindir gue..?asal lo tau gue sama Kevin pacaran sudh lama, tapi lo yang baru dikenal beberapa hari langsung di nikahi, dia lebih memilih lo dari pada gue, dasar cewek kampungan"teriak Icha.


"gue tidak merasa menyindir lo, tapi kalau lo merasa tersindir bukan kah itu lebih baik..?setidaknya jika lo merasa tersindir, itu bisa membuat lo berubah walaupun kecil kemungkinan"ucap Dewi tersenyum manis menatap Icha "Kevin memilih gue..?berarti bagus dong, berarti mata Kevin masih bagus dalam hal memilih, wajar sih dia memilih wanita kampungan seperti gue tapi berkelas daripada wanita murahan"


"apa bagusnya Lo, bahkan jika dibandingkan dari segimana pun, gue lebih segalanya"ucap Icha sambil menarik rambut Dewi dengan cukup kuat.


"kalau Lo lebih dari gue, tidak mungkin Kevin lebih memilih gue daripada Lo, yang itu artinya gue lebih baik dari Lo, gue menang dalam mendapatkan kevin"ucap Dewi sambil menahan sakit yang ad di kepalanya, jika tadi berdebat dengan Rangga membuat sakit kepala, dan sekarang rambutnya harus di tarik membuat kepala bertambah sakit.


"Lo bisa menang sekarang, tapi kita lihat saja ending, gue pastikan hubungan Lo sama Kevin tidak berakhir baik"ucap Icha "apa reaksi Kevin jika istri kesayangannya sedang berduaan bersama laki-laki lain..?akan seperti apa hubungan kalian kedepannya..?"


"Lo jangan macam-macam, mau Lo apa..?"ucap Dewi.


"gue pastikan hitungan jam, Kevin menceraikan Lo"ucap Icha sambil melepaskan tangannya dari rambut Dewi.


"dan gue pastikan, ngk lama lagi Kevin akan datang menyelamatkan gue"ucap Dewi tersenyum mengejek Icha.


"sombong banget Lo, yakin saat ini Kevin sedang mencari Lo..?"ucap Icha.


"sangat yakin, karna kata hati seorang istri terhadap suaminya tidak pernh salah"ucap Dewi.


"stop menyebut suami Lo Kevin, karna kalimat itu sangat menjijikan buatku"teriak Icha.


"emng kalian ngk punya pekerjaan lain sehingga harus capek-capek menculik aku, emng kalian dapat apa ahh..?dasar kalian semua manusia sampah, ngk punya hati dan ngk punya otak"teriak Dewi "ingat, Kevin tidak akan diam saja, gue pastikan Kevin akan datang secepatnya"


"kami punya banyak pekerjaan, tapi ini lebih penting daripada kerjaan kami yang lain, tidak ada yang lebih penting daripada memusnakan lo dari dunia ini"ucap Icha "banyak-banyak berdoa supaya Kevin segera menyelamatkan lo dari sini"


"gue kasih waktu satu kali dua puluh empat jam, Kevin harus sudh datang kesini, kalau dia tidak ada, gue pastikan kepala sama leher Lo terpisah di saat itu juga"bisik Icha.


"OOO iyh, Lo pikir gue takut sama ancaman sampah Lo, Lo pikir Lo siapa yang bisa ngancam manusia..?kalian hanya manusia-manusia sampah masyarakat yang tidak berguna"ucap Dewi.


"kita lihat, siapa yang sampah, Lo atau gue"ucap Icha, lalu meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Vin tolongin gue, gue takut banget"guman Dewi terus berdoa supaya Kevin datang segera menyelamatkan dirinya.


Karna memang saat ini ia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, ia sudh mencoba melepaskan diri, tapi tetap tidak bisa, ikatan yang ada di tangannya sangat kuat, apalagi tangannya diikat kebelakang dan kedua kakinya juga diikat.


__ADS_2