
Setelah malam berlalu kini pagi pun menyapa, matahari muncul dengan malu-malu memancarkan cahaya, begitu juga dengan Dewi setelah semalaman susah tidur Dewi terbangun ketika jarum jam menunjukkan angka tujuh dapat dipastikan kalau Dewi sudah melewatkan sholat subuh.
Sejenak Dewi menatap langit-langit kamar sambil mengumpulkan kesadarannya, tak lama setelah itu ia menoleh ke arah sofa sudh tidak ada lagi Kevin disana.
"kemana dia..?"guman Dewi sambil turun dari kasur.
Dan telinganya menangkap suara gemericik air di kamar mandi yang ia yakini itu adalah Kevin. lalu ia berjalan keruang ganti untuk menyiapkan baju Kevin.
Dewi membuka satu persatu lemari dan benar semua barang-barang nya sudh tersusun rapih disana, lalu ia menyiapkan stelan kemeja dan juga jas lengkap dengan dasi dan sepasang kaos kaki buat Kevin.
"gapain..?"tanya Kevin sambil menatap Dewi yang sedang berjijit seperti ia sedang kesulitan mengambil sesuatu.
"aku mau ambil kaos dalam buat kamu, sepertinya tempat kaos dalammu terllau tinggi"ucap Dewi gugup seketika wajah memerah bak tomat masak karna melihat Kevin yang tiba-tiba masuk dengan telanjang dada.
"kalau ngk bisa jangan di paksa, biar aku aja"ucap Kevin berjalan mendekati Dewi yang berdiri mematung di depan lemari.
"mau gapain..?"tanya Dewi waspada ketika Dewi melihat Kevin semakin berjalan mendekatinya.
"menurutmu..?"tanya Kevin balik sambil mendekati Dewi semakin dekat dan semakin dekat lagi dan hap dada bidang Kevin mendarat bebas di wajah Dewi
"Kevin gapain"ucap Dewi ketika Kevin sengaja menghipit tubuh Dewi dengan lemari sehingga dada bidang Kevin menempel dengan wajah Dewi.
"mau ambil kaosnya syang"bisik Kevin ditelinga dewi.
"tapi ngk gini juga kan, aku terhimpit sama tubuh kamu"ucap Dewi gugup.
"siapa suruh disitu"ucap Kevin tanpa merasa bersalah
"aku kan dari tadi disini Vin, mau nyiapkan baju buat kamu"cicit Dewi masih terhimpit di dada bidang Kevin.
"ihh kenapa kamu cium dada aku wi"ucap Kevin menggoda Dewi.
"mana ada , dadamu yang segaja menempel di wajahku"ucap dewi tak mau kalah dengan nada gugup.
"Kevin awas na"ucap Dewi sambil mendorong tubuh kekar Kevin.
"glebbbb"
Kevin langsung menarik tubuh mungil Dewi kedalam dekapannya, sedangkan Dewi yang mendapati perlakuan Kevin langsung terkejut, ia tidak membalas pelukkan Kevin tapi jantungnya tidak bisa di ajak kerja sama, bahkan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasa.
"lepas Vin, kamu basah na, lagian aku belum mandi"cicit Dewi gugup, karna merasa air dari rambut Kevin menetes disalah satu bagian tubuhnya
Bukannya melepaskan Kevin malah mempererat pelukannya, ia juga menyadari detak jantung Dewi yang berdetak kencang, ia tau kalau Dewi saat ini sedang mode gugup.
"biarkan kayak gini duluh"ucap Kevin karna mendapati Dewi mulai memberontak.
Lama mereka berpelukkan lebih tepatnya Kevin lah yang memeluk Dewi sedang Dewi hanya diam saja tanpa membalas pelukan Kevin.
"bantu aku pakai baju"bisik Kevin sambil melonggarkan pelukkannya.
"pakai sendiri aja, udh gede juga"ucap Dewi kesal, pasalnya cukup lama Kevin memeluk tubuhnya yang dimana dia seakan patung hidup saja.
__ADS_1
"iyh sudh, pelukannya ngk bakal ku lepaskan, biarkan bibi yang antar sarapan keruang ganti aja deh"ancam Kevin.
"iyh iyh, tapi kamu pakai celana duluh, ngk mungkin kan aku juga yang pakaian kamu celana"ucap Dewi mengalah, ia tau kalau Kevin tidak pernah main-main sama ucapannya.
"awas kamu berani kabur Iyah"ucap Kevin benar-benar melepaskan pelukkan, lalu memakai celana tepat dihadapan Dewi.
"gapain juga kabur, cepat sudh nah, aku mandi"ucap Dewi sambil menutup matanya menggunakan kedua tangannya.
"kenapa harus di tutup hmm..?"ucap Kevin membuka melepaskan tangan Dewi dari wajahnya.
"ihh Kevin, aku malu tau, lagian kamu ngapain pakai celana di depan aku"ucap Dewi kesal.
"kamu siapa ku..?"tanya Kevin gemas.
"istrimu"ucap Dewi dengan polos.
"iyh sudh, jadi ngk salah dong kalau aku pakai celana di depan istri sendiri"ucap Kevin.
"sudh belum"ucap Dewi mengalihkan pembicaraan.
"sudh apanya"ucap Kevin kembali menggoda dewi.
"pakai celananya"jawab Dewi kesal.
"sudah, nih pakaian aku baju smaa dasi aja"ucap Kevin sambil menyerah kaos putih tipis kehadapan Dewi.
Lalu Dewi membantu Kevin memakai baju bagaikan anak kecil yang di pakaian baju, yang membedakan dari anak kecil pada umunya kalau Kevin pakai dasi sedangkan anak kecil hanya pakai baju dan celana saja.
"sudah selsai, lepas na aku mau mandi udh siang nih, aku mau kekampus"ucap Dewi kesal, bukannya melepas Kevin malah menarik pinggang Dewi supaya lebih dekat lagi.
"kekampus harus iyh..?apakah ngk sebaiknya kamu istirahat duluh..?"ucap Kevin malah membawa tubuh Dewi ke dalam dekapannya.
"iyh aku sudh banyak ketinggalan, aku sudh lebih baik"ucap Dewi "Kevin lepas sesak, aku kesulitan napas nah"ucap Dewi karna lagi-lagi Kevin memeluknya terlalu erat.
"iyh maaf, sudh sana mandi aku antar ke kampus"ucap Kevin melepaskan pelukkan lalu mencium kening Dewi dan kedua pipinya secara bergantian.
"dia bisa selembut itu"guman Dewi sambil memengang kedua pipinya bekas ciuman Kevin.
Entahlah ada rasa yang tidak bisa di devinisikan ketika Kevin bersikap lembut kepadanya. Tapi semua itu ia tepis tujuannya sekarang adalah lepas dari kehidupan Kevin dan memulai hidup baru dikota lain, meskipun akhir nanti Dewi akan menyandang status janda diusia muda Dewi sudh siap menerima gunjingan orang-orang kepadanya.
"cepat Dewi aku ada rapat pagi ini"teriak Kevin membuyarkan lamunan Dewi.
"kalau ngk niat antar tuh ngk usah, aku bisa berangkat sendiri"guman Dewi langsung keluar dari ruang ganti.
"aku masih dengar Dewi"ucap Kevin terkekeh geli.
"iyh iyh"ucap Dewi kesal sambil berjalan menuju kamar mandi.
"aku tunggu d meja makan ngk pakai lama"teriak Kevin sambil keluar dari kamar, sedangkan Dewi tidak menyahuti teriakan Kevin.
#######
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan dirasa penampilan sudh rapi dan pantas Dewi pun memutuskan turun kebawah, tujuannya sekarang adalah menuju ruang makan lebih tepatnya meja makan.
Ketika berjalan menuruni anak tangga satu persatu Dewi melihat sudh banyak para pelayan yang ada dirumah itu, mungkin ada kurang lebih sepuluh orang, ngk heran sih jika kediaman Kevin mempunya banyak pelayan secara rumah besar dan bertingkat empat, duluh ketika ia yang membersihkan rumah itu jam empat pagi Dewi sudh mulai bersih-bersih itu tidak semua bisa Dewi bersihkan setiap sudut rumah itu.
"selamat pagi nona"
"pagi,"ucap Dewi sambil tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipinya.
"lamanya, sampai semutan aku nunggunya"ucap Kevin kesal.
"iyh aku semedi duluh tadi dikamar mandi"ucap Dewi sambil mengambil piring dan mengisi buat Kevin.
"kita satu piring aja, kamu suapin aku"ucap Kevin sambil bermain ponsel, dan hal itu menghentikan aktivitas Dewi yang sedang mengisi nasi ke atas piring, sejenak Dewi menatap beberapa pelayan yang berdiri di samping meja memastikan kalau ia tidak salah dengar, sedangkan para pelayan hanya mengangguk sjaa.
Seluruh para pelayan bahkan sampai ke para penjaga sekali pun sudh tau awal pernikahan Dewi sama Kevin, bahkan mereka juga tau ngimna penderitaan Dewi selama menikah dengan Kevin, tak jarang mereka juga mengetahui ngimna perlakuan iblis Kevin kepada Dewi.
"kamu kan punya tangan bisa makan sendiri, kayak bayi saja harus disuapin duluh"ucap Dewi kesal.
"anggap saja kamu mempunyai bayi gede yang sedang bersiap-siap berangkat sekolah"ucap Kevin dingin tanpa mentap Dewi.
"tadi perasaan masih hangat, bahkan masih lembut, kok sekrang sudh dingin lagi"batin Dewi bingun dengan perubahan sikap Kevin.
"makan sendiri aja ngih, jangan nambah kerjaan ku"ucap Kevin menyerahkan piring yang berisi menu sarapan pagi ini.
"kamu suapin aku pakai sendok, atau aku yang akan menyuapi kamu pakai mulut"ucap Kevin mengancam Dewi. "kerjaannm dirumah ini hanya melayani aku saja"ucap Kevin lagi
"kamu duluh pas mau lahir di ancam duluh iyh, makaya pas besarnya suka ngancam"ucap Dewi sambil mengarahkan sendok yang berisi nasi ke hadapan Kevin.
"tau dari mana, kamu yang bantu mama aku lahiran"ucap Kevin sambil menerima suapan dari Dewi.
"iyh, pas aku di kandungan aku sudh bantu mama kamu lahiran puas"ucap Dewi kesal.
"hebat dong kamu"ucap Kevin semakin bersemangat membuat Dewi kesalnya, pasalnya ia sangat gemas melihat wajah kesalnya Dewi.
"ayo sudh cepat nah"ucap Dewi sambil menyuapi Kevin.
"kamu makan juga dong"ucap Kevin sambil bermain ponsel.
"aku nanti setelah selesai kamu makan"ucap Dewi.
"makan duluh kamu, kan aku udh bilang kita makan sepiring berdua, lagian bisa meringankan pekerjaan pelayan"ucap Kevin.
"iyh nanti"ucap Dewi
"sekarang Dewi"ucap Kevin segaja memperlambat nada suaranya dan menekannya.
"baik tuan kevin Mahendra"ucap Dewi lalu menyuapkan suapan berikutnya ke dalam mulutnya.
Sedangkan Kevin yang melihat itu langsung tersenyum tipis sangat tipis sekali, dimana Dewi memakai sendok bekasnya, yang artian mereka berciuman secara tidak langsung.
Sedangkan pelayan yang melihat perdebatan suami istri itu di hari sepagi ini hanya bisa tersenyum sambil menunduk, jika Kevin suka memaksa dan tidak mau kalah, berbeda dengan Dewi yang tidak mau menurut dan tidak mau mengalah.
__ADS_1
Terimakasih atas kunjungan dan dukungan ๐๐๐jangan lupa like iyh๐น๐น