Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 73


__ADS_3

Kevin langsung meninggalkan salsa dikamar dan menyusul Dewi ke garasi, sebelum ia mencuci wajahnya.


“Silakan tuan, nona Dewi sudh menunggu”


Kevin langsung masuk ke dalam mobil dan duduk ke samping Dewi, sejenak Kevin melihat Dewi yang seakan engga menatap dirinya.


“Kita kemana tuan, nona”ucap sopir.


“Kita ke rumah sakit iyh pak”ucap Dewi.


“Kok ke rumah sakit sih wi..?katanya mau jalan”ucap Kevin bingung.


“Kamu lagi sakit, ngk mungkin kan kita jalan-jalan pas kamu sakit, aku punya perasaan juga kali”ucap Dewi menatap Kevin sekilas “jalan pak”


Di dalam mobil hanya ad keheningan, mereka sama-sama sibuk dengan pemikiran.


Drittt drittt drittt


“Kenapa daf..?”ucap Kevin dingin.


“......”


“Baik Minggu depan boking tiket buat kami, kami akan segera kembali”ucap Kevin langsung mematikan sambung telepn secara sepihak.


“Kenapa..?”tanya Dewi.


“Minggu depan kita kembali ke Indonesia”ucap Kevin berubah menjadi dingin


“Secepat itu..?”ucap Dewi.


“Iyh ada masalh di perusahaan dan aku harus langsung turun tangan”ucap Kevin.


“Sudh sampai tuan”


“Makasih pak, tungguh sebentar iyh”ucap Dewi turun dari mobil diikuti Kevin.


Kevin dan Dewi langsung berjalan ke lobby rumah sakit.


“Selamat siang pak, Bu, ada yang bisa kamu bantu?”


“Siang mba, kami mau bertemu dokter Robert, tadi saya sudah DM lewat ig, dan katanya langsung keruangan saja”ucap Dewi tersenyum manis.


“Ooo iyh Bu, kebetulan dokter Robert ada jadwal operasi kalau mau menunggu ruanganya di lantai lima belok kanan ruangan paling ujung."


“Terima kasih mba”ucap Dewi lalu berjaln meninggalkan area lobby rumah sakit.


“Kamu kenal dokter Robert dari mana..?”tanya Kevin sambil menatap Dewi yang menunggu lift terbuka.


“Dokter Robert salah satu pengikutku di instragram dan aku lihat dia memasang foto di rumah sakit ini, lalu aku dm tadi pas kamu tidur”ucap Dewi tanpa menatap Kevin.


“Kamu hubungin pakai apa..?”tanya Kevin, secara sampai saat ini ia belum memperbolehkan Dewi memakai ponsel.


“Pakai ponselmu lah,siapa lagi coba”ucap Dewi.


“Emng tau kodenya..?”tanya Kevin.


“Awalnya ngk tau sih, sudh ku coba tanggal pernikahan ngk bisa, ku coba pakai namamu tetap ngk bisa, pas ku coba pakai namaku eh malah bisa”ucap Dewi. “Suster bilang belok apa tadi..?”ucap Dewi ketika mereka sampai di lantai lima.

__ADS_1


“Kanan syang”ucap Kevin menarik tangan Dewi yang hendak belok kiri.


Mereka langsung berjalan menuju ruangan paling ujung, seperti arahan petugas lobby sebelumnya.


Sesampai di ruangan paling ujung, mereka dapat membaca di depan pintu dengan tulisan dr Robert.


“Permisi”ucap Dewi sambil membuka pintu diikuti Kevin dari belakang. “Kosong”ucap Dewi bingung.


“kan tadi katanya dokternya masih ada jadwal operas”ucap kevin sedangkan Dewi hanya mengangguk mengerti.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya dokter Robert pun selesai melakukan operasi dan langsung keruangannya.


“Ohhh ada tamu rupa”


“Hallo dokter, saya Dewi, yang DM dokter di Ig”ucap Dewi tersenyum manis.


“Wah nona Dewi, silakan duduk”


“Maksih dokter”ucap Dewi sambil di kursi depan meja kerja Robert.


“Wahh ternyata cantikan yang asli dari pada yang di Instragram iyh, oo iyh saya sering Loh lihat stori kamu, aku juga selalu mengikuti keseharianmu”ucap Robert menatap Dewi “dari sekian ribu pengikutmu mudah-mudahan Cuma aku yang beruntung bisa bertemu langsung dengan kamu, bahkan aku ada komen di foto yang kamu pasng waktu SMA”


Sedangkan kevin yang mendengar hal itu langsung menatap tajam Robert, ahh Robert segitunya mengikuti Dewi..? Ingin rasanya Kevin memukul Robert, menutup mulutnya menggunakan kemoceng yang ada diruangan itu, supaya berhenti berbicara smaa Dewi.


“maaf dok, sya tidak terlalu aktif membaca komentar di Instagram sya”ucap Dewi tersenyum manis, tak dapat di pungkiri Robert yang melihat senyuman terpesona.


“Lalu kenapa tidak pernh bikin stori lagi, terakhir bikin stori galau itu pun beberapa bulan lalu”ucap Robert menutup keterpesonaannya.


“Iyh dok, syaa hanya ingin memprivasi kegiatan saja”ucap Dewi “oo iyh dok bisa langsung kita mulai”ucap Dewi mengalihkan topik, ia sudh menyadari tatapan Kevin yang terus menatap nya.


“Maaf dok, yang di periksa bukan saya tapi suami saya, tadi pagi dia deman, karna terlalu khawatir saya memutuskan untuk langsung memeriksa saja”ucap Dewi ketika Robert ingin menuntunnya berbaring di ranjang.


“Ohh, mari”ucap Robert kikuk, hampir saja ia melupakan sosok Kevin yang sedari tadi ada diantara mereka.


“Ngimna dok keadaan suami syaa”ucap Dewi setelah Robert selesai memeriksa Kevin.


“Tidak ada yang di khawatir kan, mungkin lebih menjaga pola makan saja, jangan sering begadang dan jangan terlalu berpikir keras, sedangkan yang lainnya aman-aman saja”ucap Robert, “ini daftar obat yang mau ditebus”


“Baik dok kalau begitu kami langsung pamit iyh,”ucap Dewi sambil menerima selembaran kertas dari Robert.


“Dewi kalau ada waktu bolehlah kita makan siang bersama ngituh, atau hanya sekedar mengobrol”ucap Robert.


“Maaf dokter yang terhormat, malam ini kamu akan langsung terbang ke Indonesia, makasih sudh memeriksa sya”ucap Kevin sambil memeluk pinggang Dewi dengan posesif “lain kali kalau sudh tau ada suaminya jangan di korek lagi masalh kehidupan pribadi, dokter tau kan cara menghargai orang lain kan”ucapn Kevin lalu berjlan meninggalkan ruangan itu.


“Mak...”


“Ngk usah ngomong maksih, tadi aku sudh ngomng dan tidak usah izin”ucap Kevin memotong ucapan Dewi sambil tangannya menutup mulut Dewi yang hendak berbicara


"ngk sopannya"ucap Dewi setelah melepaskan tangan Kevin dari mulutnya.


"ayo sayang, katanya mau jalan-jalan kan"ucap kevin segaja meninggikan volume suaranya.


"ngk usah dilihat kebelkang, suami kamu ada disamping"ucap Kevin langsung menangkap wajah Dewi ketika kepala gadis itu hendak menoleh kebelkang, lalu ia mengarahkan wajah Dewi ke dadanya, karna takut jatuh otomatis Dewi mau tidak mau langsung memeluk pinggang Kevin.


"jail banget sih"ucap Dewi kesal setelah sampai ke parkiran.


Nyata Kevin benar-benar menyembunyikan kepala Dewi di ketiaknya supaya tidak ada yang melihat wajah gadis itu, ia tidak habis pikir Dewi yang jarang sekali nimbruk di media sosial bisa sepopuler itu, bahkan seorang dokter Robert yang jauh bertugas di negara tetangga bisa mengagumi sosok Dewi.

__ADS_1


Ia tidak bisa bayangkan jika pengikut Dewi yang jumlah berpuluh ribu tidak mengangumi Dewi semuanya, mungkin dia hanya sebutiran debu dibandingkan pengikut Dewi yang ada di Instagram, tak dapat dipungkiri, Kevin yang mempunyai wajah sempurna, pengikut Kevin di Instragram tidak sebanyak pengikut Dewi.


Ia mengetahui sosok Dewi lagi, selain di dunia nyata Dewi yang di kagumi kaum pria ternyata di dunia maya sekalipun Dewi tetap di kagumi, terbukti dari seorang dokter Robert yang memperhatikan Dewi lewat dunia maya.


Sepertinya Kevin harus memperketat pengawasan bagi Dewi pikir Kevin.


"kita ke toko ponsel pak"ucap Kevin setelah masuk ke dalam mobil.


"gapain..?"tanya Dewi bingung, "langsung pulang aja, kan kamu harus istirahat, besok kita satu harian harus jalan-jalan pokoknya"


"mau cari buaya beku"ucap Kevin asal.


"emng ada buaya beku..?"tanya Dewi tiba-tiba loding lama.


"ada, kalau di masukkan ke kulkas"ucap Kevin kesal kenapa tiba-tiba Dewi bodoh "mau beli ponsel buat kamu Dewi syang"ucap Kevin memengang kedua pipi Dewi menggunakan kedua tangannya.


"serius nih, kamu mau beli ponsel buat aku..?emng aku sudh dibolehkan main ponsel ngituh..?"tanya Dewi.


"iyah serius, tapi kamu hanya bisa menyimpang nomor aku, Dafa dan bunda, lainnya ngk boleh termasuk Rangga"ucap Kevin menatap Dewi.


"itu sama aja ngk pakai pon.."


"dan ngk boleh sering-sering pakai Instragram, kalau boleh ngk usah download aplikasi Instagram di ponselmu, aku ngk mau seperti dokter Robert memantau kamu lewat media sosial"ucap Kevin mengingat sosok dokter Robert memantau kegiatan Dewi.


"ihh kok kek ngituh, itu berlebihan Vin, apalagi aku ngk boleh menyimpang nomor Rangga, trus kamu bisa menyimpang nomor Icha smaa salsa ngituh"ucap Dewi tak terima dengan persyaratan Kevin yang sangat-sangat memberatkannya.


"mau beli ponsel ikuti persyaratan ku, tapi kalau ngk mau beli ponsel iyh sudh, ngk usah kamu pakai ponsel, cukup pakai ponselku saja"ucap Kevin tak terima alasan apapun "dan satu hal yang harus kamu tau, aku ngk ada menyimpan nomor Icha maupun salsa, nih kamu bisa periksa ponsel"ucap Kevin sambil memberikan ponselnya kepada Dewi.


"akun Instagram mu akan terdaftar di ponselku juga, jadi jangan macam-macam Dewi"ucap Kevin menatap Dewi yang sedang membuka ponselnya.


Sedangkan Dewi bukannya memeriksa ponsel Kevin mengenai nomor Icha dan salsa, ia malah membuka akun Instagram Kevin.


"apa sandinya"ucap Dewi ketika hendak membuka aplikasi Instagram di ponsel Kevin, aplikasi itu malah terkunci.


"love Dewi"ucap kevin asal


"serius Vin"ucap Dewi.


"itu kata sandinya Dewi sayang love Dewi, huruf besar semua"ucap Kevin mengacak rambut Dewi.


"kita sudah sampai tuan"ucap sopir menghentikan perdebatan kedua manusia yang ada di kursi belakang.


Kevin dan Dewi langsung masuk ke pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, tujuan mereka saat ini adalah mencari toko ponsel.


"selamat sore, ada yang bisa bantu"


"saya mau cari ponsel yang persis seperti ini"ucap Kevin sambil mengeluarkan ponsel memperlihat ke pelayannya


"ini tuan bisa di cek duluh, ini persis seperti ponsel tuan.


"ngk usah langsung nyalakan saja, dan tolong cari nomor kartu telepon seperti ini, bedanya cukup beda satu angka saja dibelakang nomornya"ucap Kevin sambil memperlihatkan nomor ponselnya kepada pelayan konter.


"mba carikan nomor ponsel yang di minta suami sya, mbanya kerja disini digaji bukan untuk melihatin suami saya tapi melayani pelanggan"ucap Dewi karna melihat pelayan wanita itu selalu melihat wajah tampan kevin dan tidak fokus melayani permintaan Kevin.


"maaf nona, saya pikir bukan suami, pasalnya kalian seperti adek Kakak saja"


Sedangkan Kevin mendengar ucapan Dewi yang tersenyum, untuk pertama kalinya Dewi marah ketika ada wanita lain yang menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2