
"iyh sudh tidur ngih"ucap Dewi sambil salah satu tanganya mengelus punggung Kevin maka tangan satunya menyisir rambut Kevin menggunakan kelima jarinya, sama seperti seorang ibu yang menidurkan anaknya, bedanya saat ini adalah Kevin merupakan bayi ngede buat Dewi.
Tak lama setelah mereka pun tidur berdua, lebih tepatnya dewilah yang terlelap sedangkan Kevin hanya menutup matanya saja, ia ingin menikmati posisi mereka saat ini, posisi pertma kali ia rasakan sejak mereka menikah.
"kevin"pekik salsa ketika melihat sedang tidur dipangkuan Dewi sambil memeluk pinggang Dewi.
"bisa ngk usah masuk ke kamar orang sembarangan, kamu tau privasi ngk..?ucap kevin kesal.
"ini yang kamu maksud privasi, berdua sama asisten kamu, satu ranjang dan kamu tidur dipangkuan nya"ucap salsa tak terima ketika melihat pemandangan yang sangat menjijikan menurutnya "kamu tau ngk sih kalau kita sudh di jodohkan"
Karna merasa terganggu dan mendengar suara yang cukup keras Dewi pun membuka matanya, lalu matanya menangkap sosok yang baru beberapa kali mereka bertemu.
"awas bentar Vin, aku mau kencing"ucap Dewi menguap lalu turun dari ranjang setelah mengeser kepala Kevin dari pangkuannya.
Lalu ia berjalan menuju kamar mandi tanpa memperdulikan salsa yang menatapnya tajam.
"itu yang kamu maksud asisten..?kalian ini asisten sama atasan atau apa sih..?ucap salsa.
"apa sih sal. kamu tuh ganggu aja tau, aku lagi ngk enak badan, coba kamu sana keluar, lagian siapa juga yang suruh kamu kesini"ucap Kevin kesal, sambil duduk bersender ke ranjang.
"aku dikabarin nek sari, katanya kamu ngk enak badan, untung aku belum jauh dari komplek sini"ucap salsa sambil duduk di pinggir ranjang. "ini aku bawakan bubur ayam"
"Kevin ngk suka bubur ayam sal, katanya kalian sudh dekat sedari kecil, masak kamu ngk tau makanan kesukaan Kevin sih"ucap Dewi keluar dari kamar mandi sambil berjaln menuju meja rias.
"kamu tuh asisten diam aja, ngk usah banyak ngomong, sana ambilkan Kevin teh hangat"ucap salsa kesal.
"kalau aku bukan asistennya ngimna dong..?"ucap Dewi sambil melap wajahnya menggunakan tisu "nyaman banget kayaknya duduk disana"
"kamu yang hanya asisten bisa diam ngk sih..?"ucap salsa.
__ADS_1
"namanya punya mulut mana bisa diam sal, mulut kan gunanya untuk berbicara"ucap Dewi sambil naik ke atas ranjang lalu menempelkan tangannya di kening Kevin "ngk panas lagi"guman Dewi.
"Lo ngk sopan banget sih..?"ucap salsa menepis tangan Dewi.
"kamu yang tidak sopan atau aku yang ngk sopan, masuk ke kamar orng sembarangan tuh sopan namanya..?"ucap Dewi sambil turun dari ranjang.
"lalu kamu sopan tidur satu ranjang dan satu kamar sama tuanmu sendiri..?"ucap salsa tak mau kalah.
"wajar dong, kalau aku tidur satu kamar sama Kevin, kan dia suami aku"ucap Dewi lalu berjaln ke ruang ganti.
Duarrrrrrrr
Mendengar kata-kata sederhana yang keluar dari mulut Dewi seketika salsa diam mematung, lalu ia menatap kevin seakan meminta penjelasan, sedangkan Kevin hanya mengangguk ketika melihat tatapan salsa.
"ehh kamu klau mimpi tuh jangan ketinggian, asisten iyh asisten aja, ngk usah mimpi jadi istrinya Kevin"teriak salsa ketika melihat Dewi keluar dari ruang ganti.
"lah nyatanya memang begitu, aku dan Kevin adalah suami istri, lalu dibagian mana aku bermimpi nona"ucap Dewi "cari makan yuk, kamu udah baikan kan..?"ucap Dewi berjalan mendekat Kevin, lalu ia segaja mengelus lembut rambut Kevin yang sedang bersender di kasur.
"sebenarnya aku dan Kevin bukan asisten sama atasan, tapi aku sama Kevin suami istri"ucap Dewi "saya rasa cukup sampai disitu penjelasan, saya rasa kamu sudh bisa menjabarkan dari kalimat sya sebelum, dan untuk kedepannya kamu tolong jaga jarak sama suami saya"ucap Dewi segaja menekan kata suami berharap salsa bisa mengerti.
"kamu tidak bisa begitu, kamu tau sendiri kan kalau aku dan kevin sudh di jodohkan sejak kami kecil, bahkan kamu seblum lahir pun kamu sudh di jodohkan"teriak Icha.
"kalian di jodohkan atau tidaknya bukan urusan ku, bahkan jika kalian sudh di jodohkan kecil pun bukan urusan, yang intinya Kevin sudh menjadi suami ku sekarang"ucap Dewi masa bodoh dengan ucapan salsa.
"ngk bisa begitu, kamu itu wanita kampung tidak ada cocoknya sama Kevin, hanya aku yang bisa menjadi nyonya Kevin Mahendra"ucap salsa tak terima, sejak pertma kali melihat kedekatan Dewi dan Kevin waktu di meja makan ia sudh merasakan sesuatu yang aneh dan ternyata benar, ke anehan itu mengatakan kalau Kevin dan Dewi bukan asisten sama atasan tapi suami istri.
"apapun ceritanya, mau kalian suami istri kah aku tidak peduli, intinya Kevin akan tetap menjadi milik ku seutuhnya tanpa berbagi dengan siapa pun"ucap salsa.
"Vin aku tunggu dibawah, kamu udh janji mau bawa aku keliling kota Italia kan..?tapi kalau badan kamu kurang fit ngk usah, kita jalan besok aja"ucap Dewi tanpa menanggapi ucapan salsa yang menurutnya sangat tidak penting.
__ADS_1
"iyh syaang kita jalan hari ini, kamu turun duluan ngih, aku mau cuci wajah duluh"ucap Kevin membuka suara yang hanya sedari tadi diam saja ketika melihat perdebatan Dewi dan salsa.
"Vin kamu jelaskan sama aku apa maksud dari semua ini..?ucap salsa sambil menahan Kevin yang hendak turun dari ranjang.
"apa lagi yang dijelaskan sal, bukan kah semua sudah dijelaskan Dewi tadi"ucap kevin.
"katakan ini hanya sebuah kebohongan"ucap salsa berharap hubungan Kevin dan Dewi hanya kebohongan semata.
"ngk ada kebohongan disini sal, dan hubunganku dan Dewi bukan lelucon semata, aku dan Dewi sudh menikah beberapa bulan lalu"ucap Kevin "jadi aku sudh berumah tangga, dan stop bahas soal perjodohan soal"
"ngk bisa seperti itu Vin, perjodohan tetap perjodohan, apapun yang terjadi perjodohan kita tetap berjalan, aku mau menjadi yang kedua"ucap salsa tak terima dengan peryataan Kevin, ia menahan tangan Kevin supaya tidak beranjak dari ranjang.
"salsa kamu gila iyh, aku ngk mau mencari yang kedua, sedangkan Dewi saja aku setngah mati menaklukkan gadis itu, jadi tolong jangan menambahkan pikiran ku lagi"ucap Kevin terkejut.
"maksudnya menaklukan ngimna Vin..?"tanya salsa.
"kamu pikir aja sendiri, aku pikir kamu sudah cukup dewasa untuk hal itu"ucap Kevin sambil turun dari ranjang berjalan meninggalkan kamar menyusul Dewi
"anj*Ng, pokok aku ngk terima dengan semua ini, apapun yang terjadi Kevin harus jadi milikku, tidak peduli siapa yang menghalangi"teriak salsa kesal sambil menatap punggung Kevin.
"astaga sal, kenapa teriak sayang"ucap nek sari yang kebetulan lewat dari depan kamar Kevin.
"nek itu yang maksudnya asisten sama atasan, Kevin dan Dewi sudh menjadi suami istri, bahkan Kevin sudh membatalkan perjodohan ini, maksudnya ngimna sih nek"ucap salsa merengek.
"tenang sayang, mereka memang sudh menjadi suami istri, tapi itu tidak akan bertahan lama, kita harus memikirkan cara memisahkan mereka"ucap nek sari membujuk salsa "nenek juga tidak sudi mempunyai cucu menantu seperti gadis kampung itu, Kevin tidak setera dengan dia"
"jadi nenek juga tidak setuju dengan hubungan mereka..?dan nenek juga berniat memisahkan mereka..?"tanya salsa mendapat angin segar
"seperti yang kamu ucapkan syaang, dan kita harus membuat Kevin menjadi milik ku seutuhnya sebelum mereka kembali ke Indonesia, jadi ketika Kevin menjadi milikmu kamu akan ikut dia ke indonesia, dan secara perlahan kamu bisa menyingkirkan gadis"ucap nek sari.
__ADS_1
"maksih iyh nek, udh dukung salsa terus, pokoknya apapun yang terjadi Kevin harus jadi miliku, seutuhnya"ucap salsa sambil tersenyum licik.
"iyh syang, jadi biarkan gadis itu menikmati waktu terakhirnya bersama Kevin, tapi untuk hari selanjutnya waktunya Kevin akan dapat habiskan bersama mu"ucap nek sari dan dianggukan oleh salsa, dia sudh bisa bayangkan ngimna nantinya menjadi nyonya bersama Kevin Mahendra, menantu satu-satunya di keluarga Mahendra tentunya.