Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 135 kemarahan Kevin di luar batas.


__ADS_3

Dan benar sja, setelah di oles minyak kayu putih, angel langsung sadar.


Objek yang pertama dia lihat adalah sosok Kevin yang berdiri di depan dengan tatapan yang begitu dingin.


"Kevin"guman Angel sambil mengumpulkan kesadarannya.


"akhirnya Lo bangun, gue kira Lo bakal mati"ucap Kevin dingin.


"akhirnya lo datang juga, gue pikir Lo bakal biarkan aku disini"ucap Angel.


"emng kalau gue datang kesini akan berubah sesuatu ngituh..?"tanya Kevin dengan senyum miring.


"tentu!! kamu pasti kesini ingin melepaskan aku kan..?so terimaksih Vin"ucap Angel dengan penuh percaya diri.


"setelah Lo hampir membunuh istri dan anak gue, dan Lo masih berharap gue lepasin ngituh aja..?kalau mimpi itu jangan ketinggian, nanti turunannya susah"bisik Kevin ditelinga Angel dan hal itu membuat si empedu merinding.


Padahal hanya sebuah bisikkan saja, tapi mampu membuat buluh kuduk Angel berdiri.


"bagus dong, kenapa ngk sekalian saja Dewi meninggal, padahal aku sudah melakukan dua tusukkan, harusnya aku menusuk di jantung saja"ucap Angel tanpa rasa bersalah.


"dasar wanita gila, ngk punya otak Lo, Lo sudah menusuk Dewi Bangs*k, apa salah Dewi sama lo"bentak kevin, mencoba untuk tidak bermain tangan kepada Angel.


"Lo masih nanya apa salah Dewi sma gue..? Dewi selalu unggul dari gue, dan gue ngk suka hal itu"bentak Angel menatap tajam Kevin.


Alasan yang sangat sederhana dan begitu konyol, dan mampu membuat Angel ingin menghabiskan Dewi.


"karna memang begitu kenyataan, Dewi berbeda dari wanita diluar sana, bahkan jauh lebih unggul dari Lo, Dewi ngk sebanding sama Lo yang wanita murahan"ucap Kevin.


"stop memuji wanita sial itu dihadapan, aku benci wanita itu, kenapa dia dilahirkan lebih unggul dariku"bentak Angel memberontak.


plak


plak


Karna saking kesalnya, tangan Kevin begitu ringannya untuk menampar Angel dengan begitu kencang, sampai sudut bibir Angel mengeluarkan darah.


"Lo nampar gue Vin..?Lo tega nampar gue..?demi seorang Dewi Lo tega nampar gue..?"ucap Angel.


Ia tak habis pikir kalau Kevin akan menampar nya, ia pikir di balik sikap dingin dan cueknya, Kevin tidak akan berani bermain tangan terhadap wanita


"dan seorang Dewi yang Lo maksud itu adalah istri gue, orang paling gue cintai setelah orang tua gue, dan apapun akan gue lakukan demi Dewi, termasuk membunuh Lo"ucap Kevin dengan suara pelan tapi sangat mengerikan.


Bagi angel suara kevin bagaikan suara pencabut nyawa yang siap mengakut dirinya saat itu.


"sejak awal Lo udah slaah mencari lawan, gue ngk bakal lepaskan orang-orang yang menganggu Dewi, gue bakal hancurkan sampai ke akar-akar tanpa sisa"bisik Kevin sambil mencekik leher Angel.


"Vin, lepaskan tangan Lo, dia bisa mati"ucap Ryo menghalangi Kevin, karna melihat wajah Angel sudah pucat bak mayat hidup.


"Lo diam Yo, memang itu tujuan gue, gue mau wanita ular ini meninggal di tangan gue"ucap Kevin sambil mendorong Ryo yang mencoba menghalangi dirinya, dengan posisi tangan yang masih melingkar dileher angel, ia tidak peduli saat ini angel sudah kehabisan napas.


"Vin, Lo harus ingat, Dewi sedang hamil"ucap Remon membantu Ryo menghalangi Kevin.

__ADS_1


Dan benar saja, ketika mendengar nama Dewi, Kevin langsung melepaskan tangannya dari leher Angel.


huk


huk


huk


Setelah Kevin melepaskan tanganya dari lehernya angel langsung terbatuk-batuk, jika beberapa menit lagi Kevin tidak melepaskan tangannya dari lehernya, maka dapat di pastikan angel hanya tinggal nama saja.


"itu belum seberapa dengan apa yang Lo lakukan terhadap Dewi, Lo yang mengibarkan bendera perang dan gue akan menghancurkan Lo tanpa sisa"bentak Kevin sambil mendorong kursi yang di duduk angel sampai terjatuh kebelakang.


"mana bensinnya"teriak Kevin.


Mendengar teriak Kevin, salah satu anak buahnya langsung berlari dan memberikan dua botol Aqua besar ke tangan Kevin.


"Lo mau gapain dengan bensi itu Vin"ucap Devan terkejut.


"wanita ini tidak pernh mandi satu minggu, aku hanya membantu dia mandi menggunakan bensin ini"ucap Kevin dengan senyum yang sangat mengerikan.


"maksud.."


"Lo jangan macam-macam Vin, gue ngk mau mandi pakai bensin"ucap Angel memotong ucapan Devan, sungguh tak pernah terbayang dalam hidupnya akan mandi bensin.


"gue ngk menyuruh Lo mandi pakai bensin, gue hanya membantu menuangkan bensin ini ke tubuh Lo, supaya Lo mandi"ucap Kevin sambil menekan kedua pipi Angel.


"bantu dia ke posisi semula"ucap Kevin sambil menghempaskan tanganya dari pipi Angel.


Dan saat ini Angel kembali ke posisi semula, di ikat di kursi plastik.


"Lo kenal gue udah lama, dan gue ngk pernh main-main dengan ucapan gue"ucap Kevin.


Dan tanpa mendengarkan ucapan Angel berikut nya, Kevin sudah menuangkan dua botol bensin ke tubuh Angel.


Jika Angel ketakutan, maka Ryo, Remon dan Devan terkejut bukan main, pikiran mereka sudah di hantui oleh hal-hal negatif, sungguh saat ini mereka harus benar-benar menghentikan aksi Kevin.


Ternyata Kevin kalau sudah marah tidak pandang buluh, tidak memandang pria dan wanita, semuanya disapu ratakan Kevin.


"Lo jahat Vin, tega Lo nyiram gue pakai bensin, apa salah gue sama Lo, gue ngk pernh cari gara-gara smaa Lo"ucap Angel menangis.


"kalau Lo jahat gue bisa lebih jahat, Lo ngk punya salah sama gue, tapi setelah lo menganggu wanita gue, mulai sekarang Lo mempunyai slaah sama gue, lebih tepatnya punya masalah sama gue"ucap Kevin menekan bahu angel, sehingga membuat wanita itu meringis kesakitan.


"gue minta maaf Vin, tolong lepaskan gue, gue khilaf, gue di butahkan oleh rasa benci yang sangat luar biasa terhadap wanita Lo"ucap Angel lirih.


Ia tidak menyebut nama Dewi lagi, sekarang ia sadar, sampai kapan pun Kevin tidak akan meliriknya, dan sangat jelas ia lihat kalau Kevin sangat mencintai Dewi.


Lagi dan lagi ia kalah dari Dewi, lagi dan lagi Dewi lebih unggul darinya, dan lebih parahnya lagi ia harus mengalah kepada Dewi. Seorang Angel yang sejak duluh tidak mengenal kata mengalah baik dalam bidang apapun sekarang ia harus mengalahkan kepada Dewi, gadis yang selama ini ia anggap sebagai gadis murahan.


Siapa sangka, ternyata selama hampir sepuluh bulan belakangan ini, Dewi yang ia anggap sebagai saingannya sudah menjadi wanitanya Kevin, seorang lelaki yang ia sukai dalam dia sejak awal ia memasuki dunia perkuliahan.


Menyesal.

__ADS_1


Ia menyesal telah bertindak sejauh ini, ia tidak pernh kepikiran efeknya akan semegerikahkan ini.


Kevin cukup menyeramkan, ehh bukan, tapi sangat menyeramkan, untuk pertama kalinya ia tidak menyangka kalau Kevin sedang marah akan berubah seperti monster.


"kalau Lo bisa memutar waktu dan membuat Dewi tidak terbaring dirumah sakit, maka gue akan melepaskan Lo, dan kalau Lo bisa menghilangkan bekas jahitan di perut Dewi gue akan melepaskan Lo"ucap Kevin.


"tapi kalau Lo ngk bisa.__"ucap Kevin menjeda ucapannya.


"jangankan maaf, gue akan pastikan hari ini Lo terakhir kalinya menghirup udara segar, gue pastikan saat ini juga tubuh Lo akan berubah menjadi abu, dan abu tubuh Lo akan gue kirim ke depan orang tua Lo"ucap Kevin.


Deg


deg


Ini sangatlah gila, dan benar-benar gila. Tanpa dijelaskan pun orang-orang yang menyaksikan kegilaan Kevin sudh tau, kalau Kevin akan membakar Angel hidup-hidup.


"Lo lihat bekas galian di tanah lapang snaa"ucap Kevin sambil menunjuk kearah pintu kaca yang menghubungkan sebuah lahan kosong dibelakang markas mereka.


"itu bekas gue mengubur Rangga hidup-hidup, Lo tinggal pilih saja, mau jadi abu atau mau gue kubur hidup-hidup"bisik Kevin membuyarkan keterkejutan Angel.


"buah jatuh tak jauh dari pohonnya, sepupu Lo Rangga pernh bermalam disini karna melecehkan Dewi, dan Lo bermalam disini karna hampir membunuh Dewi, opps istriku dan anakku lebih tepatnya"ucap kevin.


Apa..?


Dibakar hidup-hidup..?


Sungguh Angel tidak bisa bayangkan kalau dirinya dibakar hidup-hidup dan berubah menjadi abu, ia tidak mau meninggal dengan cara mengeringkan seperti ini. Membayangkan saja dia tidak sanggup, apalagi sampai hal itu terjadi.


Tidak!!!


Ia yakin Kevin hanya bercanda, tidak mungkin Kevin tega membakar dirinya. Ehh tapi tungguh duluh, jika Rangga saja Kevin kubur hidup-hidup, maka tidak menutup kemungkinan kalau Kevin juga akan membakar dirinya hidup-hidup.


Ternyata Kevin setega itu, kalau marah tidak pandang buluh.


"hik hik hik Vin aku mohon jangan lakukan itu, aku masih ingin hidup, gue masih punya cita-cita Vin, tolong lepaskan gue, gue janji tidak akan menganggu kehidupan Lo dan Dewi"Isak Angel, ia bingung harus seperti apa lagi supaya Kevin melepaskan dirinya.


"gue butuh korek"ucap Kevin tanpa menghiraukan tangisan Angel.


"Vin, stop, Lo ngk seriuskan ingin membakar Angel, ingat Vin, dia manusia bukan anj*ng, tidak semudah itu membakar manusia"ucap Devan mencoba kompromi dengan Kevin.


"sejak kapan gue bermain-main dengan ucapan gue, kalian mengenal gue sudah sangat lama, Rangga saja bisa gue kubur hidup-hidup tanpa perasaan, maka angel juga bisa gue bakar hidup-hidup"ucap Kevin dingin.


"tapi tidak seperti ini juga Vin, Lo masih punya peri kemanusiaan, dia itu seorang perempuan Lo jangan gila ingin membakar manusia"ucap Remon menatap Kevin.


"justru kalau gue masih melihat wanita ular ini tetap hidup itu akan membuat gue semakin gila"ucap Kevin sambil menunjuk Angel menangis tanpa henti.


"tapi ada cara lain Vin, tidak harus membakar juga kan, ini terlalu kelewatan batas"ucap Ryo mencoba memberikan pengertian terhadap Kevin.


"tidak ada cara lain, ini cara paling tepat, membakar wanita ular ini, kalian mundur"ucap Kevin menatap ketiga temannya secara bergantian.


Beginilah Kevin, jika jiwa mafianya sudah keluar maka akan sulit dihentikan, Kevin akan bertindak di luar batas, ia akan menghabiskan musuh tanpa pakai hati dan tanpa memandang buluh, wanita atau pria bagi Kevin itu smaa jika dalam hal memunaskan

__ADS_1


Sedangkan para bodyguard yang menyaksikan hal itu hanya bisa menunduk tanpa berani mengangkat kepala, mereka akan bergerak jika mendengar perintah dari Kevin.


Sungguh ini lebih mengerikan dari dunia mafia.


__ADS_2