Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 57


__ADS_3

“wah wah, setelah hampir satu abad ngk masuk sekarang masih berani nunjukin mukanya kesini ternyata"ucap Angel yang tiba-tiba datang ke kantin lebih tepatnya mendatangi meja Dewi dan suci,


“Baru masuk ehh langsung dapat bingkisan lagi yang katanya dari penganggum rahasia”ucap Angel lagi “wah stok om-om banyak juga iyh”


“Boleh dong bagi tipsnya mendapatkan om-om, siapa tau kita beruntung”ucap salah satu geng Angel.


Mendengar perkataan itu sontak para penghuni kampus menertawakan Dewi.


"emng begini ciri-ciri muka tembok kali"ucap salah satu teman Angel.


"ehhh tapi dengar-dengar nih beasiswanya baru aja di cabut Lo"


"wahh wajar sih di cabut, secara udh ngk turun selama satu abad, gue akui mungkin duluh pihak kampus salah mencatat nama kali"ucap Angel menyindir dewi.


"Lo pada kenapa sih, suka betul cari ribut heran dah"ucap suci kesal.


“Kenapa Lo pada kangen smaa gue, sampai haru jauh-jauh datang dari lantai tiga, kantin di lantai tiga ngk ada iyh”ucap Dewi berdiri dari kursinya.


“suka-suka kita dong, ini kan tempat umum”ucap Angel memandang remeh Dewi.


“tau bedanya tempat umum sama tempat khusus kan..?tau kampus itu khusus apa umum”ucap Dewi memandang remeh angel.


“Wah lama liburan sepertinya kamu semakin pintar dalam berbicara iyh”ucap angel.


“heran iyh, aku yang liburan, aku yang ngk turun kok kalian yang kebakaran jenggot, kalian dirugikan kah..?dan ahh iyh supaya lebih jelas lagi memang sih beasiswa aku sudh di cabut, tapi kalian tau ngk alasannya kenapa..?”ucap dewi.


“Palingan karna Lo ngk turunlah, terus apa lagi”ucap salah satu geng angel.


“Ahh iyh salah, beasiswa saya di cabut karna salah satu dosen disini meminta saya menjadi kekasih trus saya ngk mau, karna kekuasaan dia beasiswa saya tidak cabut” ucap Dewi, “pasti kalian terkejut kan alasannya beasiswa saya dicabut”ucap Dewi lagi.


“wah dosen ternyata Lo embat juga”ucap angel.


“Kenapa...?Lo iri karna Lo ngk bisa membuat dosen tertarik sama Lo..?Lo iri karna Lo ngk ada pengangum rahasia yang bisa kasih perhatian sama lo..?ucap Dewi memandang remeh Dewi “jadi Lo tau dong siapa yang kalah, Lo kalah dibawah gue, ada dosen yang tertarik sama Lo..? Lo punya pengangum rahasia ngk..?UPS ngk ada ternyata”ucap Dewi lagi.


“Lo nantangin gue..?”ucap angel berjalan mendekatin Dewi.


“gue ngk nantangin sih, tapi kalau Lo tertangtang itu akan lebih menarik”ucap Dewi.


“Ok sebutkan siapa dosen yang Lo mau”ucap angel menantang Dewi.


“pak Bimo, buat pak Bimo jatuh cinta smaa Lo, dan kalau Lo bisa gue sebut Lo cantik”ucap Dewi.


“Dan ahh iyah soal bingkisan yang setiap hari ada yang mengirim sama gue, Lo pada mau ngk,siapa tau uang kalian sudah habis keluar masuk club tiap malamnya”ucap Dewi mengeser kotak bekal itu kehadapan Angel dan teman-temannya.


“kebanyakan gaya Lo, baru juga dapat bingkisan dari om-om “ucap angel kesal.


“gue dapat bingkisan dari om-om, lah Lo dapat bingkisan dari siapa..?ngk ada kan,”


“Kayak gue dong bisa naklukin dosen disini dan gue bisa naklukin om-om tanpa memamerkan tubuh gue di hadapan mereka”ucap Dewi segaja menyindir angel.


“Lo nyindir gue, asal Lo tau iyh gue ngk pernh tuh pamerin tubuh sama om-om”ucap angel terpancing dengan obralan Dewi.

__ADS_1


“Gue ngk ada menyindir Lo, dan kalau Lo tersindir bukan kah itu akan lebih baik..?dan gue ngk pernh ngomong kalau Lo pameri tubuh Lo”ucap Dewi tersenyum.


“tadi maksud omongan apa kalau bukan nyindir anj*Ng”ucap angel manatap tajam Dewi.


“wett, santai sob, ini nih kalau keseringan keluar masuk club, jadi lemot kan ngk bisa memahami ucapan orang, pahami duluh baru komen”ucap Dewi.


“ok karna Lo udh nantangin gue, sekrang gue yang nantangin Lo”ucap angel tersenyum licik.


“awalnya gue ngk ada niatan buat nantangin Lo, tapi iyh sudahlah, apa tantangan Lo..?”ucap Dewi.


“Lo kan cantik, si bunga kampus dan hampir setengah pria di kampusin mengejar Lo, tapi ada satu pria yang tidak mengejar Lo, bahkan melirik Lo sama sekali, sekarang gue tantang Lo untuk mendekatin pria terganteng di kampus ini, Lo tau kan siapa pria terganteng di kampus ini..?”ucap angel sedangkan Dewi hanya mengeleng pertanda tidak tau siapa pria terganteng di kampus ini.


“wah kampungan juga Lo, seluruh mahasiswa disini sudh tau kali siapa pria terganteng disini”ucap salah satu geng Angel memandang Dewi.


“Bukan kampungan, tapi gue kekampus buat belajar bukan mencari tau siapa pria terganteng disini, ngk bagi gue ngk guna sih”ucap Dewi.


“Kevin, Lo dekatin Kevin, buat dia bertekuk lutut dihadapan Lo”ucap angel .


Mendengar nama kevin disebut sejenak Dewi memandang ke arah meja Kevin, dan untuk beberapa detik tatapan mereka saling bertemu.


“Suami gue bah”batin Dewi masih menatap Kevin.


“Lo bisa ngk..?kalau Lo bisa naklukin pak Bimo pastinya Lo bisa dong naklukin Kevin”ucap Angel.


“lo dengar gue baik-baik, kalau gue ngk tertarik mau seganteng apapun kalau gue ngk suka ngk bakal gue kejar, lagian gue masih menjaga hati”ucap Dewi dingin, Tujuannya sekarang ingin lepas dari Kevin masak demi memenuhi tantangan angel ia harus membuat Kevin bertekuk lutut dihadapan nya, tidak ini semua sudh lari dari jalur rencananya.


“Kenapa Lo ngk bisa”ucap angel.


“Bukan ngk bisa, tapi gue menghargai perasaan pasangan gue, lagian gue ngk tertarik sama dia, lalu buat apa gue buat dia bertekuk lutut dihadapan gue..?lakukanlah sesuatu yang menguntungkan buat Lo tanpa merugikan orang lain”ucap Dewi berjalan meninggalkan kantin.


“Emang ada yg maksa Lo buat dekatin pak Bimo..?ucap Dewi berbalik badan lalu berjaln mendekati angel.


“lah tadi..?ucap Angel.


“Gue ngk minta sih,tapi karna Lo merasa tertantang yuk lakukan lah”ucap Dewi sambil menggambil susu kotak yang ada di kotak bekal.


“Gue titip bekalnya, klau Lo pada lapar makan aja, klau ngk lapar kasih sama satpam aja”ucap Dewi berjaln meninggalkn kantin.


“ahhhh Bangs*k Lo wi, tunggu pembalasan gue”ucap angel sambil menghempas kotak bekal yang ada di atas meja, ia kesal karna Dewi sudh mempermaikannya di depan anak-anak.


Sedangkan suci dan anak-anak lainnya hanya memandang remeh angel dan gengnya.


“Makaya kalau mau berdebat tuh lihat duluh siapa lawannya, Dewi di lawan, malu sendiri kan mbanya”ucap Ryo menyindir angel menatap Remon dan Kevin.


“diam Lo”ucap angel semakin kesal.


“Gue duluan, mau mampir kantor duluh”ucap Kevin dingin sambil berdiri dari kursinya lalu berjalan meninggalkan kantin.


“Kevin anterin balik, soalnya mobil ku di bengkel”rengek angel.


“Ada sopirkn, dan tau kan guna sopir itu apa”ucap Kevin dingin.

__ADS_1


“Sopir gue lagi cuti”ucap angel beralasan.


“Punya teman tuh di manfaatkan, dan satu lagi jangan pernh Lo bawa-bawa nama gue antara perdebatan Lo dan Dewi”ucap Kevin menekan setiap kata-kata yang diucapkan lalu berjalan meninggalkan kantin.


Sedangkan angel hanya bisa merengek karna setiap kali minta bertemu dengan Kevin, ia selalu di acukan pria itu.


Ketika melihat Dewi meninggalkan kantin Kevin pun berniat mengejarnya, ia langsung ke parkiran dan menjalankan mobilnya menuju halte tempat ia menurunkan Dewi tadi pagi, dan benar saja ketika mendekati halte mata Kevin menangkap sosok gadis cantik yang sedang duduk di kursi halte sambil melirik ke kiri dan ke kanan.


Sejenak bibirnya terangkat untuk membentuk sebuah senyuman tipis, ia bahagia mendapat Dewi sampai sejauh ini masih menurut kepadanya.


"ayo masuk"ucap kevin membuka kaca mobil untuk memanggil Dewi.


Sebelum masuk Dewi melihat sekitar duluh, memastikan tidak ada yang melihat ia masuk ke mobil Kevin, dirasa situasi sudh aman akhirnya Dewi masuk ke mobil Kevin.


"mau masuk mobil aja harus pakai drama dulu, tinggal masuk aja apa susahnya sih"ucap Kevin sambil menjalan mobilnya.


"itu sih maunya kamu, kamu ngk lihat seperti apa tadi aku dihina, kamu mah enak"ucap Dewi menatap Kevin sambil hendak meminum susu rasa mangga yang segaja ia ambil tadi dari kiriman si pengangum rahasianya.


Sedangkan Kevin yang melihat Dewi hendak meminum susu tersebut langsung merem mendadak mobilnya sehingga Dewi belum sempat meminum susunya sudah muncrat duluan ke wajah dan bajunya.


"Kevin kenapa sih direm mendadak.?kan jadi tumpah susunya"ucap Dewi kesal.


"lagian siapa suruh kamu minum susu itu"ucap Kevin tanpa rasa bersalah.


"yang namanya aku pengen iyh aku minumlah"ucap Dewi sambil membersihkan bekas tumpahan di wajahnya.


"aku bisa belikan kamu sama pabriknya, jadi kamu tidak perlu meminum susu dari si pengirim yang tidak jelas itu"ucap Kevin sambil merebut susu kotak yang ada ditangan Dewi.


"ihh jangan di buang, belm juga ku minum sedikit pun"ucap Dewi ketika melihat Kevin hendak membuang susunya.


"kamu bisa meminum susu dengan rasa yang sama sebanyak yang kamu mau, tapi jangan coba-coba kamu meminum susu dari orang yang tidak jelas seperti apa batang hidungnya"ucap Kevin benar-benar membuang susu itu kejalanan.


"tapi setidaknya dihargai Vin"ucap Dewi kesal.


"jadi kamu senang mendapat bingkisan terus dari dia..?senang merasa diperhatikan sama manusia misterius itu..? atau kamu sudah tau sebenarnya siapa si pengirim itu..?"ucap Kevin sambil mengambil alih tissu basah yang digunakan Dewi untuk membersihkan wajahnya.


"kalau aku tau siapa yang mengirim sudh kudatangin sejak duluh, emng kamu pikir aku ngk merasa terganggu selalu dapat kirim tiap hari..?"ucap Dewi kesal.


"bukti kamu minum aja tuh susu yang dia kirim, bahkan sampai kamu bawa-bawa sampai sini, seperti anak kecil aja suka minum susu seperti ini, kalau kamu pengeng minum susu seperti aku bisa belikan sama pabriknya, ngk harus kamu minum susu dari dia"ucap Kevin sambil membersihkan wajah Dewi.


"namanya aku suka"ucap dewi.


"nanti aku belikan yang baru, sekrang pakai jaket ku dulu untuk menutup baju kamu yang kena susu"ucap Kevin sambil membuka jaketnya dan memakaikannya kepada Dewi.


"kita ke kantor duluh ada dokumen yang harus aku tanda tangani, sekalian kita makan malam diluar aja deh, nanti Daffa bawah baju ganti buat kamu"ucap Kevin sambil melajukan mobilnya tanpa menunggu persetujuan dari Dewi.


"dengar-dengar beasiswa kamu dicabut..?kenapa..?kok bisa..?"ucap Kevin sambil fokus menyetir.


"Iyah, di cabut sama pak Bimo, gara-gara pak Bimo memintaku menjadi kekasihnya, tapi aku ngk mau jadi dia ngancam bakal menghentikan beasiswa ku"ucap Dewi jujur.


"kapan dia minta..?"ucap Kevin penasaran.

__ADS_1


"beberapa hari sebelum aku dirawat dirumah sakit"ucap Dewi.


Setelah jawaban Dewi tidak ada lagi obralan diantar merka, dan lagi-lagi terciptalah keheningan.


__ADS_2