
"kamu tidak perlu melakukan itu, dan kamu tidak akan kemana-mana"ucap Kevin sambil menarik tubuh Dewi dari pembatas roftop ketika dirasa keadaannya mulai lega.
Kevin langsung menarik tangan Dewi kedalam dekapannya ketika keadaan Dewi mulai lega.
"lepas Vin"ucap Dewi menangis sambil memberontak
"aku ngk akan melepaskan kamu dewi, apapun yang terjadi"ucap Kevin semakin mempererat pelukannya.
"kamu mau apa sih sebenarnya Vin, aku harus gapain sih supaya kamu melepaskan aku "ucap Dewi sesegukan.
Sedangkan Kevin hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Dewi, ia membiarkan Dewi terlihat lebih tenang duluh dan tidak menangis.
Setelah dirasa Dewi cukup tenang Kevin melepaskan pelukkannya dan memandang wajah Dewi dengan intens sedangkan yang di tatap hanya diam saja tanpa ekspresi kalau biasanya seorang wanita jika di pandang oleh lawan jenis akan salah tingkah tapi hal itu sangat berbeda dengan Dewi.
"jangan coba-coba melakukan hal bodoh itu lagi, aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah"ucap Kevin dingin dan menarik tangan Dewi dari tepi roftop.
"aku mau pulang"ucap Dewi dingin tanpa memperdulikan Omelan Kevin.
"aku antar pulang"ucap Kevin menarik tangan Dewi
"ngk usah, aku bisa pulang sendiri aku ngk mau ada orang yang melihat kita berduaan lagi, cukup yang tadi pagi saja kita berduaan ketika diluar rumah"ucap dewi melepas tarikan kevin.
"ak tidak bodoh Dewi, aku tidak ingin kau berbuat hal bodoh itu lagi, kan aku sudh bilang aku tidak ingin mati dengan mudah, pokoknya aku antar dan tidak ada penolakan"ucap Kevin tak mau kalah.
Sedangkan Dewi hanya bisa memberontak, hanya diam saja mengikut langkah kaki Kevin toh kalau pun dia memberontak tidak akan mengubah apapun, karna pada dasarnya Kevin adalah manusia pemaksa dan tidak bisa ditolak.
"aku mau ke toilet bentar"ucap Dewi ketika melewati lorong menuju toilet.
"aku temani"ucap Kevin.
"ngk usah, aku cuma mau mencuci wajah saja biar tidak kelihatan kalau baru menangis"ucap Dewi "kamu tunggu di parkiran saja"ucap Dewi melepaskan pegangan Kevin.
"mau aku antar sampai depan toilet atau mau aku temani sampai dalam toilet"ucap Kevin mengancam Dewi, yang membuat langkah Dewi terhenti.
"aku cuma mau kencing, apa kamu mau lihatin aku juga pas kencing"ucap Dewi kesal.
"kalau kamu mengizinkan kenapa tidak..?kamu kan istri ku jadi tidak ada yang melarang ataupun marah"ucap Kevin tak mau kalah. "lagian semua yang ada ditubuh itu milikku kalau kamu lupa akan hal itu"ucap Kevin lagi.
"Kevin aku cuma mau kencing, apa susahnya kamu menunggu diparkiran kalau memang kamu niat mau ngantar aku"ucap Dewi kesal "bisa ngk sih sekali aja kamu ngk usah paksa dan mengancam"ucap Dewi.
"apa salah kalau ak menemani istriku ke toilet, bukannya sudh kita sudh pernah mandi bersama"ucap Kevin.
"kevinnnnn, tunggu di parkiran dan stop sebut-sebut istri apalagi di lingkungan kampus"ucap Dewi mendorong tubuh Kevin.
__ADS_1
"awas kamu berbuat hal bodoh lagi, aku akan menghancurkan perusahaan keluargamu kalau kamu berbuat hal gila lagi""ucap Kevin.
"bodoh amat"ucap Dewi berjlan menuju toilet.
"kok jadi galakan dia daripada aku sih, harusnya aku dong yang selalu marah-marah sama dia"batin Kevin sambil berjalan kearah parkiran kampus.
Dewi langsung berjalan kekamar mandi, sesampai dikamar mandi Dewi tidak lah kencing, ia hanya memandangi wajahnya di depan cermin, melihat penampilan yang sudah berantakan dan sebelah pipinya sedikit memar bekas tamparan Kevin.
"bodohnya kamu Dewi melakukan hal gila seperti itu, emng kamu pikir masalah akan selesai begitu saja"guman Dewi mengingat perlakuan bodohnya ketika di atas roftop.
"tapi aku harus segera lepas dari hidup Kevin, aku ngk mau terkurung dalm pernikahan konyol ini"guman Dewi seketika air matanya lolos begitu saja ketika mengingat kondisi pernikahan yang ia alami, bahkan perlakuan kasar dan sifat Kevin yang susah ia imbangi semua terlintas dalam benaknya.
"tapi aku harus gapain sekarang, hidup aku benar-benar di mata-matain Kevin 24jam"guman Dewi lagi.
Karna tidak mau pusing dalam pemikirannya Dewi langsung mencuci wajah dan sedikit merapikan penampilannya, karna biasa Dewi tidak membawa peralatan make up kekampus alhasil Dewi keluar dari toilet tanpa memoles wajahnya make up lagi, tapi hal itu tidak membuat kecantikkan Dewi tidak pudar, ia tetap pede berjalan di lorong-lorong fakultas.
Dewi berjalan menuju parkiran kampus, untung saat itu kampus sudah sepi karna hampir sebagian mahasiswa sudh pulang dan waktu pun sudh menunjukkan sore.
Dirasa aman dan tidak ada yang melihat, Dewi langsung masuk kedalam mobil Kevin dengan sembunyi-sembunyi.
"santai aja kali, ngk usah sampai segitu takutnya, mau masuk mobil aja kayak maling ayam aja kamu"ucap Kevin.
"kalau orang kampus tau kita satu mobil kamu sih aman, lah gue..mungkin gue bisa dihina satu antero, dibilang jual tubuhlah, jual ini lah, cewek mur*han, cewek ini lah"ucap Dewi segaja menyindir Kevin.
"ngk ada yang nyindir tapi baguslah kalau situ tersindir"ucap Dewi menatap kearah jendela
mobil.
"stop"ucap Dewi ketika Kevin hendak menjalankan mobilnya.
"ada apa lagi, gue ngk ada waktu berdebat lagi smaa kamu"ucap Kevin kesal menatap tajam Dewi.
"kok bisa ada Rangga dikampus ini."ucap Dewi menatap kearah gerbang kampus.
"lah ini tempat umum, jadi wajarlah kalau dia disini"ucap Kevin belum konet.
"tapi kalau dia lihat aku smaa kamu kayak mana..?kalau dia nanya aku harus jawab apa."tanya Dewi menatap Kevin.
"tinggal jawab kita suami istri dan mau pulang ke rumah apa susahnya"ucap kevin menjalankan kembali mobilnya.
"Kevin aku serius, kalau Rangga lihat aku ada di dalam mobil kayak apa ini"ucap Dewi panik karna mobil Kevin sudh mendekati gerbang kampus.
"turunkan kursimu Dewi dan pakai jaket ku untuk menutup wajahmu, anggap saja kamu lagi sakit dan tertidur"ucap kevin dan Dewi langsung sigap melakukan apa yang di perintahkan Kevin.
__ADS_1
"woy ga, gapain disini kayak satpam kampus aja Luh"ucap Kevin segaja membuka kaca mobil.
"biasalah lagi nunggu Dewi aku, btw kamu ad lihat dia kah..?"tanya Rangga mendekati mobil Kevin.
"boro-boro lihat Dewi, bicara aja gue ngk pernh sama dia"ucap Kevin.
"kenapa ngk kamu hubungin saja, gapain kamu nungguin disini"ucap Kevin memberi saran.
"itu masalahnya bre Dewi ngk pakai ponsel lagi, dilarang suaminya"ucap Rangga lesuh.
"maksudnya suami ngimna ngimna, bukannya kamu pacranya"ucap Kevin segaja memancing.
"Dewi sudh menikah dengan alasan menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut,"ucap Rangga.
"dan Lo masih berhubungan sama Dewi.?"tanya Kevin lagi.
"kenapa tidak..?pernikahan mereka hanya satu tahun, dan setelah itu aku akan membawah Dewi jauh dari kota ini, itu kesepakatan kita bro dan iyh namanya juga gue cinta smaa Dewi aku ngk mau Dewi dimiliki laki-laki lain"ucap Rangga dan hal itu membuat emosi Kevin seketika naik.
"btw siapa..?"ucap Rangga melihat sosok yang terbaring disamping kursi kemudi dengan wajah segaja ditutupi.
"biasalah pacar gue"ucap Kevin dingin tak ada lagi sebuah senyuman ketika Rangga mengatakan akan membawa Dewi jauh dari kota ini.
"kok ditutupi wajahnya..?"ucap Rangga curiga.
"tadi dia sakit, jadi aku suruh istirahat sebentar dan ini aku mau antar balik duluh, takut makin kecapean dia"ucap Kevin beralasan.
"iyh sudh gue duluan, cari aja Dewi kedalam"ucap Kevin hendak menjalankan mobil.
"ehh tunggu duluh, tapi kok aroma parfum Dewi ada di dalam mobil ini iyh, iyh aroma parfum ini tidak asing lagi buat aku"ucap Rangga.
"astaga kamu, mungkin kamu terlalu cinta sama Dewi sampai aroma parfumnya juga terbawa-bawa kesini, mana mungkin Dewi ada disini ketemu Dewi aja aku ngk pernh, ngimna sih kamu"ucap Kevin.
"betul juga sih, iyh kali Dewi ada disini, iyh sudh jalan ngih, udah panjang mobil dibelakangmu"ucap Rangga menjauh dari jarak mobil Kevin.
Sedangkan Kevin tidak menyahut ucapan Rangga ia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi masa bodohlah Dewi mau takut kah atau ngknya, yang penting emosinya saat ini saat tersalurkan duluh.
Tapi sayang di dalam mobil Dewi tidak bereaksi apapun, bukan seperti wanita pada umunya yang teriak-teriak kalau menaiki mobil dengan kecepatan tinggi, bagi Dewi saat ini masa bodohlah mau meninggal di usia mudah pun dia sudh siap, ia hanya memandang kearah jendela mobil tenggelam dalam pikiran.
"susahnya punya suami dan pacar yang berteman dekat, selingkuh dari pacar selingkuh juga dari suami"guman Dewi tapi masih bisa di dengan oleh Kevin.
Tak bisa dibohongin ketika melihat Rangga tadi di gerbang kampus ingin rasanya ia berlari dan berhambur kepelukan pria yang sudh mengisi hati dan kehidupannya dua tahun belakangan ini, tapi apa boleh buat saat ini dia sedang bersama Kevin dan tidak mungkin ia bisa berlari secepat yang dia bayangkan, ingin rasanya ia bertukar cerita dengan Rangga karna selain suci hanya Rangga yang bisa ia jadikan sebagai teman cerita.
Sedangkan Kevin masih melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, kata-kata Rangga yang mengatakan akan membawa Dewi jauh dari kota ini setelah satu tahun pernikahan mereka menari-nari dalam pikirannya, ia tidak akan membiarkan Rangga membawa Dewi jauh darinya.
__ADS_1
terimakasih atas kunjungan dan dukungan, dan terimaksih sudh meninggal jejak 🙏🙏🙏