Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 92


__ADS_3

Akhirnya kevin dan Dewi meninggalkan cafe itu, dengan perasaan kesal, lebih tepatnya Dewi yang paling kesal dari pada Kevin, dimana ia berusaha untuk melupakan bayang-bayang Rangga dan suci, entah kenapa mereka selalu muncul kemana Dewi perginya.


"mandi ngih"ucap Kevin kepada Dewi yang hanya sekedar memejamkan matanya di atas kasur.


"kamu duluh, aku cukup lelah hari ini, padahal ngk ngapain-gapain"ucap Dewi terkekeh mengingat kegiatannya hari ini yang tidak gapain-gapain tapi bisa merasakan lelah yang teramat sangat.


"baiklah"ucap Kevin sambil berjalan menuju kamar mandi, ketika Kevin masuk kekamar mandi maka Dewi masuk keruang ganti untuk menyiapkan baju buat Kevin, setelah itu lagi-lagi ia membaringkan tubuhnya di ranjang dengan bertumpuan pada kedua tangannya sebagai bantal, sedangkan kaki nya segaja tidak di naik ke atas ranjang.


Setelah beberapa saat Kevin pun selesai dengan ritual mandinya, ia keluar kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya dan rambut basah sehingga tetesan air dari rambutnya mengenai dada bidangnya.


Kevin melihat dewi yang masih tertidur di ranjang tanpa mengganti bajunya.


"mandi sayang"ucap Kevin berjalan mendekati Dewi.


"belum"ucap Dewi tanpa membuka matanya, padahal Kevin sudh berada diatas tubuhnya.


"mandi sendiri atau aku yang mandikan"bisik Kevin ditelinga dewi.


Mendengar hal itu, Dewi langsung membuka matanya dengan sempurna, dapat ia lihat dengan jelas dada kotak-kotak Kevin, bahkan ia dapat merasakan dengan jelas tetesan air dari rambut Kevin terjatuh dengan sempurna diwajahnya.


"mau gapain..?"tanya Dewi gugup, bahkan saking gugupnya ia hendak teriak.


"kalau kayak begini, aku baru mandi, belum pakai baju dan berada diatas tubuhnya biasanya gapain..?"bukannya menjawab Kevin malah bertanya balik.


"kebiasaan yang ditanya jawabnya pakai pertanyaan juga"ucap Dewi mengalihkan matanya kearah lain.


"lihat aku wi"bisik Kevin.


Sedangkan Dewi hanya mengeleng sambil memejamkan matanya, ia benar-benar tidak sanggup memandang wajah Kevin, bahkan belum melihat saja jantung sudh berdetak dua kali lebih cepat.


"kenapa..?bukannya kita sudh pernh berada di keadaan yang lebih intim dari ini, kita sudh pernh mandi bersama cuma bedanya kita sama-sama ngk buka baju dan itu terjadi bukan sekali saja"ucap Kevin menggoda Dewi.


"itu beda Vin, kamu sekarang lagi ngk pakai baju"ucap Dewi tanpa membuka matanya.


"bagus dong, itu berarti itu akan memudahkan kita untuk..."


"aku mau mandi"ucap Dewi memotong ucapannya kevin yang sudh tau kemana arah omongan Kevin.


"iyh sudah, mandi ngih"ucap Kevin.


Mendengar ucapannya Kevin, akhirnya Dewi membuat matanya, tapi bukannya lega Dewi malah semakin terkejut karna Kevin masih berada diatas tubuhnya, bahkan semakin dekat mengenai dadanya.


"Kevin"rengek Dewi.


"apa sayang"ucap Kevin tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"aku mandi"ucap Dewi.


"iyh sudh mandi ngih""ucap Kevin.


"tapi kamu masih menindih aku, kayak mana aku mau berdiri"rengek Dewi yang melihat Kevin tidak mengerti maksudnya.


"cium duluh"ucap Kevin menaik turunkan alisnya.


"aku belum mandi, aku masih..."


Ucapan Dewi terhenti ketika Kevin tiba-tiba saja membungkam mulut Dewi, bukan hanya sekedar ciuman tapi Kevin segaja menempel bibirnya di bibir Dewi beberapa menit, melihat Dewi yang diam saja dan menutup matanya akhirnya Kevin melanjutkan ciumannya.


Semakin lama semakin dalam ciumannya, dalam adegan ini kevinlah yang berperan aktif, sedangkan Dewi hanya diam saja menikmati ciuman dari suaminya, ada rasa yang beda ketika Dewi menerima ciuman ini, bahkan sangat jauh berbeda dari ciuman yang sebelumnya Kevin berikan kepadanya, saat ini ia merasa kenyamanan ketika Kevin menciumnya, Kevin mampu memberikan Dewi kenyamanan yang bahkan hanya sekedar ciuman semata.


Tangan Kevin sudah tidak bisa diam lagi, jika satu tangan menahan tubuhnya suami tidak benar-benar menindih tubuh Dewi maka tangan yang satunya memengang salah satu gunung kembarnya Dewi dan sedikit meremasnya, walaupun aset itu masih ditutup beberapa kain yaitu baju kemeja, kaos dalam dan bra Kevin dapat mengetahui berapa ukurannya punya Dewi, baginya sangat cocok bagi usia Dewi yang masih dua puluan dan anak kuliahan.


Suara ******* secara perlahan mulai keluar dari mulut mungil Dewi ketika tangan Kevin beremas berkali-kali aset Dewi.


Jika tangannya bermain di kedua aset Dewi secara bergantian makan mulut Kevin berpindah ke leher jenjang putih mulus Dewi, menciptakan beberapa tanda kepemilikan disana.


"mau mandi sendiri, atau mau mandi bersama"bisik Kevin disela-sela kegiatannya.


"mandi sendiri"ucap Dewi gugup.


"maaf"lirih Dewi sambil mengelus wajah Kevin.


"ngk papa, dengan kamu belajar mencintai aku dan menerima semua yang ada sudah sangat cukup buat aku"ucap Kevin sambil mencium kening Dewi.


"aku mau mandi"ucap Dewi.


"mandi syang"ucap Kevin sambil menarik kedua tangan Dewi membantu gadis itu berdiri.


"bajumu sudah aku siapkan diruang ganti, gantilah bajumu nanti kamu masuk angin"ucap Dewi lalu berjaln menuju kamar mandinya sebelumnya ia sudh membawa baju ganti.


"maksih"ucap Kevin sambil berjaln menuju ruang ganti untuk memakai baju.


Setelah dirasa sudh rapi, Kevin pun berjaln keluar kamar berjalan menuju ruang kerjanya yang hanya bersebelah dengan kamar yang mereka tempati.


Sedangkan Dewi setlah keluar dari kamar mandi mencari sosok Kevin, tapi matanya tidak menemukan pria itu, ia melihat pintu kamar terbuka sedikit yang dapat ia simpulkan bahwa Kevin sudah keluar kamar.


Jika Kevin sudh keluar kamar maka Dewi pun memutuskan keluar kamar berjalan menuju dapur, mereka sudh meminta para pelayan supaya tidak masak karna pas pulang dari bioskop mereka sudh sekalian makan malam di luar.


"malam mba"ucap Dewi sambil berjaln menuju dapur.


"malam nyonya, kami senang jika nona sudh kembali lagi kerumah ini"ucap salah satu pelayan yang sedang mempersiapkan makan malam untuk para pengerja dirumah itu.

__ADS_1


"maaf, membuat kalian semua khawatir"ucap Dewi tersenyum manis.


"tidak papa nona, tapi yang paling khawatir itu adalah tuan Kevin sampai tidak pulang kerumah karna mencari nyonya, kelihatan banget tuan sangat mencintai nyonya"ucap pelayan "apakah anda membutuhkan sesuatu, biar syaa buatkan nyonya"


"tidak, aku hanya ingin membuat susu hangat buat Kevin dan biar aku sendiri aja yang buat"ucap Dewi, sambil mengambil gelas dan susu dari atas lemari.


"permisi nyonya, di ruang tamu anda seorang pria mencari anda"ucap pelayan menghentikan kegiatan Dewi yang sedang membuat susu.


"siapa..?"ucap Dewi bingung, sedangkan pelayan itu hanya menggeleng bertanda tidak tau. "iyh sudh mba, nanti saya kesana"


"siapa..?"ucap Dewi sambil berjalan menuju ruang tamu dimna seseorang yang menunggu dirinya di sana.


"Dewi"ucap Rangga, yang ternyata sosok pria itu adalah Rangga, entah angin apa Rangga tiba-tiba datang kerumahnya.


"Lo"ucap Dewi menghentikan langkahnya "siapa yang suruh masuk..?"


"aku sudah sering keluar masuk kesini wi"ucap Rangga sambil berdiri dari sofa.


"itu duluh, sekrang beda cerita"ucap Dewi dingin "stop disitu jangan mendekat, gue akan memanggil Kevin duluh"ucap Dewi lagi karna melihat Rangga hendak berjalan mendekatinya.


"aku bukan mau ketemu Kevin, aku ingin ketemu kamu, aku ingin menjemput kamu, kita akan pergi meninggalkan kota ini, hidup berdua"ucap Rangga menghentikan langkah Dewi yang hendak menaiki tangga.


"jaga ucapan Lo ga, jangan pernh mimpi untuk hidup berdua sama gue"ucap Dewi menatap tajam Rangga.


"kenapa..?bukan kah itu sedari duluh yang menjadi impianmu..?lepas dari suamimu dan hidup bahagia bersama ku..?itu adalah plenning kita wi, ayo sekarang kita wujudkan plenning itu"ucap Rangga semakin mendekati Dewi ke arah tangga.


"stop Rangga"bentak Dewi "stop berbuat kekacauan dirumah ini, kalau tidak ada urusan angkat kaki sekrang"bentak Dewi lagi lalu berlari menaiki tangga.


"eh wi, kok lari-lari"ucap kevin yang ternyata baru keluar dari ruang kerjanya.


"anu..anu...anu itu"ucap Dewi takut, takut karna Rangga datang kesini dan yang bisa memicu perkelahian antara Rangga dan Kevin nantinya.


"anu..anu apa wi, bicara yang jelas sayang"ucap Kevin sambil memengang wajah Dewi.


"dibawah ada Rangga"ucap Dewi langsung menutup matanya, ia takut melihat reaksi Kevin yang pasti akan marah.


Dan benar saja, cukup beberapa huruf yang membentuk beberapa kata dan terciptanya sebuah kalimatyang sangat sederhana. Sederhana tapi mampu membuat Kevin emosi seketika, mendengar Rangga datang kerumahnya membuat dia marah yang dimna ia sudh tau apa tujuan Rangga datang kesini, yang tak lain adalah untuk membahas masalah Dewi.


"kamu masuk ke dalam kamar, jangan pernh keluar meski satu langkah pun"ucap Kevin lembut "nanti pelayan yang antar susu hangatnya buat kamu"


"kamu tau dari mana kalau aku mau bikin susu hangat"ucap Dewi seketika melupakan berasas Rangga.


"cctv sayang, kamu ngk lihat disetiap sudut dirumah ini ada cctv, dan itu terhubung langsung ke komputer yang ada di ruang kerjaku"ucap Kevin sambil menunjuk beberapa cctv yang berada di setiap sudut ruangan itu "sekarang masuk, istirahat"


Setelah memastikan Dewi masuk ke dalam kamar, Kevin pun berjalan ke menuruni tangga untuk menemui Rangga.

__ADS_1


__ADS_2