
Seperti rencana Kevin dan teman-temannya sebelumnya mereka akan membalaskan dendam nya Dewi dengan cara Kevin sendiri yang terjun ke dunia bisnis keluarganya kleven, siapa lagi kalau bukan Abraham grup.
"apakah kamu sudah mencari informasi tentang Abraham grup"ucap Kevin menatap Daffa, saat ini mereka sedang berbicara serius tentang rencana mereka.
"sudah tuan, saya sudah mendapat infonya"ucap Daffa.
"bagimna..?apakah kita bisa masuk ke perusahaan mereka..?"tanya Kevin.
"bisa tuan, kebetulan perusahaan Abraham grup sudah beberapa kali menawarkan kerja sama kepada perusahaan Mahendra grup, tapi permohonan mereka selalu tertumpuk dengan perusahaan lain, jadi sampai sekarang belum kita respon, dan tiga hari yang lalu mereka baru saja memasukkan kembali permohonan kerja sama"ucap Daffa.
"ternyata mereka sendiri yang masuk ke perusahaan kita, baguslah jadi kita tidak pusing mengirimkan kerja sama kepada mereka"ucap Kevin tersenyum licik, ia sudah bertekad akan membalas penderitaan Dewi dimasa lalu.
"ada lagi tuan"ucap Daffa.
"katakan"jawab Kevin.
"mereka juga sekalian mengirimkan undangan, perihal ulang tahun pernikahan tuan Robert Abraham, jadi perusahaan kita menjadi tahu istimewa di acara itu"ucap Daffa.
"baiklah, awal yang baik, terima saja kerja sama itu, dan langsung atur pertemuan perihal tanda tangan kontrak, aku ingin kita bergerak cepat daf"ucap Kevin.
"baik tuan, akan segera saya laksanakan"ucap Daffa "bagaimana soal undang yang mereka kirim tuan..? apakah kita akan menghadirinya..?atau di wakilkan saja..?"
"kapan acaranya..?"ucap Kevin.
"besok malam tuan"ucap Daffa.
"baiklah, kita akan datang kesana, jangan lupa siapkan baju untuk Dewi, yang sederhana saja, jangan terlalu terbuka"ucap Kevin posesif, ia tidak mau cuma karna pesta seperti itu membuat tubuh Dewi nantinya menjadi bahan tontonan, dia sendiri saja belum pernah melihat tubuh dewi.
"baik tuan, akan segera saya siap"ucap Daffa "mengingat kembali tuan, setengah jam lagi kita akan menemui klien"
"baiklah, atur saja"ucap Kevin.
"kalau begitu sya permisi tuan, selamat siang"ucap Daffa mengundurkan diri, karna sekarang pekerjaannya bertambah yaitu menyiapkan baju untuk Dewi.
Seperginya Daffa, kevin langsung melanjutkan pekerjaannya yang tidak lain yaitu memeriksa dokumen dan menanda tangani.
Sekitaran tiga puluh menit kemudian, Kevin langsung keluar dari ruangan karna akan menemui klien.
Tapi ketika di lobby Kevin mendengar seperti ada keributan, karna tidak mau ada keributan dikantornya apalagi saat jam kerja, Kevin langsung berjalan menuju lobby kantor.
"ada apa ini..?kenapa kalian ribut disini..?"ucap Kevin menghentikan perdebatan antara resepsionis dengan seorang wanita yang belum Kevin tau itu siapa, karna posisinya wanita itu membelakangi kevin.
"Kevin, akhirnya kau keluar juga"ucap Icha, yang ternyata sosok itu adalah Icha, seseorang yang pernah singgah di hati Kevin.
Setelah beberapa bulan ini Icha tidak menampakkan dirinya ke hadapan Kevin, kini ia datang ke hadapan Kevin dengan permainan baru, entah permainan apa yang akan dia main, hanya dia sendiri yang tau akan hal itu.
"maaf tuan, wanita ini memaksa ingin bertemu dengan anda, tapi belum membuat janji"ucap seorang resepsionis baru, yang ternyata belum mengenal icha siapanya Kevin.
"kalian lanjut bekerja"ucap kevin membubarkan kerumunan itu, karna beberapa karyawan menjadi penonton antara perdebatan Icha dan resepsionis.
__ADS_1
"Kevin, aku ingin berbicara"ucap Icha menghentikan langkah Kevin.
"gue ngk ada waktu ca, sorry"ucap Kevin tanpa menghiraukan Icha.
"aku hamil"teriak Icha, yang membuat langkah Kevin berhenti dan seketika kegiatan para karyawan yang mendengar langsung terhenti, tak jarak karna terkejut ada aja karyawan yang menjatuhkan dokumen yang sedang mereka pengang.
"lalu..?"ucap Kevin menatap bingung Icha, pasalnya apa hubungannya dengan dirinya kalau Icha hamil.
"boleh kita berbicara diruangan mu saja"ucap Icha.
"maksudnya kamu hamil ngimana..?"ucap kevin tidak mengindahkan permintaan Icha.
"kita berbicara diruanganmu, ini masalah pribadi"ucap Icha sambil berjaln mendekati Kevin.
"tuan, kita berangkat sekarang"ucap Daffa yang kebetulan baru keluar dari ruanganya, ia tidak mendengarkan keributan yang terjadi karna sedang dikamar mandi.
"kamu hendel pertemuan itu daf, kamu ikut aku keruangan"ucap Kevin dingin, tanpa menunggu jawab Daffa Kevin langsung berjaln menuju lift khusus CEO, diikuti Icha dari belakang.
"kalian kenapa bengong..?apapun yang kalian lihat dan kalian dengan jangan sampai orang lain tau, siapapun itu"ucap Daffa, meskipun ia tidak tau pasti apa yang terjadi beberapa menit yang lalu, tapi yang pastinya pasti akan ada gosip baru di kantor ini.
"bukannya tuan Kevin sudah memiliki istri iyh..?kan beberpaa bulan lalu baru diperkenalkan kebebrapa karyawan"
"emng iyh tuan Kevin sudah punya istri..?tapi kenapa tidak pernh kelihtan..?ngk pernh ngituh datang kekantor"
"iyh, dengar-dengar sih ia, bahkan istri tuan Kevin katanya pernh dilecekan oleh salah satu karyawan disini, mungkin itu sebabnya tuan Kevin tidak pernh membawa nyonya besar kesini"
"tapi kenapa wanita tadi teriak hamil, apakah tuan Kevin menghamili wanita lain..?"
Sedangkan diruangan kevin beberapa saat hanya ada keheningan, belum ada yang membuka suara, kevin hanya diam saja sambil menatap wajah Icha dengan tatapan penuh arti.
"maksudnya kamu hamil ngimna..?"ucap Kevin membuka suara.
"iyh aku hamil, kemarin baru periksa kedokter"ucap Icha menatap Kevin.
"lalu hubungan sama aku apa..?kalau kamu hamil harusnya kamu memberitahukan kepada ayah dari bayi itu..?"tanya Kevin.
"iyah memang, aku sudah memberitahukan kepada ayah dari bayi ini"ucap Icha.
"lalu kenapa kamu kesini datang..?apakah ayah dari bayimu bekerja di perusahaan ini..?"ucap kevin.
"iyh, bahkan ayah dari bayi ini pemilik resmi perusahaan ini, jas wajar kalau aku datang kesini kevin"ucap Icha.
"jangan macam-macam kamu Icha, langsung ke intinya saja"ucap Kevin menatap tajam Icha, karna ia sudah paham arah pembicaraan Icha sejak tadi.
"aku hamil anak kamu kevin, kamu harus tanggung jawab"ucap Icha langsung to the point' sambil menunjukkan beberpa lembar hasil USG.
brakkkkkk
"kamu jangan gila, bagaimna caranya anak dalam kandungan mu itu anak ku..?kamu jangan main-main kepada ku Icha"ucap Kevin sambil memukul meja sehingga membuat Icha sedikit terkejut.
__ADS_1
"iyh ini anak kamu kevin, darah daging mu ak.."
"aku kesini meminta pertanggung jawaban dari kamu, nikahi aku, begitukan yang mau kamu bilang..?"teriak Kevin memotong ucapan icha.
"rencana kamu basi Bangs*k"bentak Kevin.
"basi bagaimana, nyatanya ini anak kamu kevin, darah daging kamu"ucap Icha.
"tapi kapan kita melakukannya Icha, aku tidak pernah menyentuh tubuhmu"teriak Kevin menatap tajam Icha.
"pas aku menginap dirumah mu ketika aku baru kembali dari luar negeri, setelah tiga malam aku menginap dirumahmu disaat itu juga kita melakukannya"ucap Icha "kamj memintaku untuk melayani kamu, karna pada saat itu kamu sedang stress berat"
"kita tidak pernh melakukannya, mau kamu membuat skenario apapun intinya kita tidak pernh melakukan dan anak itu bukan darah daging aku"bentak Kevin.
"kamu tidak bisa seperti itu Kevin, kamu melakukannya pada ku tanpa pengaman, aku hamil darah daging kamu, dan kamu harus tanggung jawab, nikahi aku secepatnya, aku tidak mau melahirkan anak ini tanpa status yang jelas"teriak Icha "kamu jahat Vin, malam itu kamu melakukannya, malam itu kamu memaksa aku untuk melayani kamu"
"kamu punya bukti apa Icha..?"teriak Kevin yang membuat mulut Icha bungkam seketika.
Benar, dia tidak mempunyai bukti kalau mereka melakukannya, ia hanya mengandalkan bayi dalam perutnya untuk meminta pertanggungjawaban dari Kevin.
"aku tidak sebodoh itu, kamu salah tempat bermain-main sama aku, aku bisa saja memeriksa rekaman cctv dikamar aku"ucap Kevin "satu hal yang harus kamu tau, wanita pertama yang aku bawa kekamar itu adalah Dewi seorang, bahkan wanita pertama yang tidur satu ranjang denganku hanya Dewi"
"kenapa wajah kamu pucat Icha..?kenapa kamu diam saja..?mana suara kamu yang meminta pertanggungjawaban dariku..?tunjukkan Icha"bentak Kevin yang melihat Icha diam saja dengan wajah yang sudah pucat pasit.
"aku akan memeriksa cctv, aku mau melihat seperti apa kamu memuaskan aku pada saat itu"ucap Kevin.
"aku masih muda cah, bahkan kejadian bebrapa tahun lalu aku masih ingat, tidak mungkin kejadian bebrapa bulan lalu aku tidak mengingatnya, ok kalau kamu bersih keras mengakui anak itu darah daging ku, sekarang kita kerumah sakit untuk tes DNA, tapi ingat!! kalau anak itu bukan darah daging ku, kamu harus siapkan memperbaiki nama baikku dengan nyawa kamu sendiri",teriak Kevin.
"kamu gila Kevin, kandunganku baru beberapa bulan, mana mungkin bisa melakukan tes DNA, itu bisa membahayakan janin dalam kandunganku dan nyawa aku juga"bentak Icha tak habis pikir dengan pemikiran Kevin.
"aku tidak peduli, mau berapa bulan kah, berapa Minggu kah, intinya kita harus melakukan tes DNA sekarang juga, aku tidak peduli dengan konsekuensinya, pokoknya namaku saat ini harus kamu bersihkan dengan hasil tes DNA itu"teriak Kevin, kekeh tetap melakukan tes DNA, padahal ia sangat tau betul resiko melakukan tes DNA ketika bayi masih dalam kandungan, ia tau itu bisa membahayakan janin dan juga ibunya.
Tapi mau ngimana lagi, ia tidak mau berita kehamilan Icha sampai ke telinga Dewi, mengingat hubungannya dengan Dewi baru bebrapa bulan ini saja hangat, bisa-bisa Dewi akan benar-benar meninggalkan dirinya kalau tau ia menghamili wanita lain.
Padahal pada kenyataannya, jangan untuk menyentuh Icha, bahkan lekuk tubuhnya Icha pun dia ngk pernh lihat, boro-boro menyentuh tidur berdua dikasur yang sama pun mereka tidak pernh.
Itulah sebabnya ia begitu yakin kalau anak itu bukan darah dagingnya sendiri.
"kamu gila, ok kalau kau tidak mau bertanggungjawab, tapi aku akan membuat kamu bertanggungjawab dengan sendiri nya"teriak Icha sambil berdiri dari kursinya.
"kamu jangan macam-macam Icha, ingat, aku bisa menghabisi kamu sekaligus janin dalam kandunganmu"ucap Kevin yang sudah mengerti tujuan ancaman Icha, ia tau kalau Icha akan memberitahukan berita kehamilan kepada Dewi.
"aku ngk mau macam-macam Vin, intinya kamu tanggungjawab, nikahin aku dan ceraikan Dewi, aku tidak mau berbagi suami"ucap Icha berusaha setenang mungkin.
"yang pertama, kamu tau aku, kamu udah dalam mengenal aku sudah sangat lama, kamu tau sendiri aku bukan tipe orang yang sembaranga tanggung jawab, yang kedua kamu jangan pernh mimpi untuk aku nikahi dan yang ketiga sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan Dewi apapun yang terjadi, yang menjadi nyonya Mahendra hanya Dewi tidak ada yang lain termasuk kamu"ucap Kevin.
"sebaiknya kamu pulang, klau kamu sudah ada bukti kalau itu darah dagingku kamu bisa datang kembali, atau aku bisa mencari bukti kalau itu bukan darah daging ku, tinggal pilih saja kamu yang membawa bukti atau aku yang mencari bukti"ucap Kevin "tapi ingat, jika aku yang mencari bukti, aku pastikan umurmu tidak sampai kepala tiga"ucap kevin lagi.
"aku rasa pintu keluar dari ruangan ini belum di pindahkan, kamu masih ingatkan pintunya disebelah mana..?jadi silakan keluar dari sini"ucap Kevin sambil menunjuk kearah pintu.
__ADS_1
"ingat Kevin, aku tidak akan menyerah"ucap Icha lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan keadaan kesal.