
ketika jam jarum pendek menunjukkan angka dua belas dan jarum panjang menunjukkan angka enam, yang artinya Kevin baru tiba dirumah jam setengah satu, ia langsung berjaln menuju litf.
Sampai dikamar Kevin melihat sosok yang sedang tertidur sofa dan ia menatap ke arah ranjang sedikit berantakan, dapat ia pastikan tadinya Dewi tidur di ranjang lalu pindah ke sofa.
Ingin rasanya ia mendekati Dewi hendak memindahkan gadis itu ke ranjang, tapi mengingat tubuhnya terasa sangat panas semua itu ia urungkan, ia bisa saja memaksa Dewi untuk melakukannya, tapi ia juga tidak mau membuat Dewi semakin benci kepadanya karena terlalu memaksa meminta haknya.
Ia yakin Dewi akan menjadi milik secara perlahan tanpa memaksa, perlahan tapi pasti. Karna tidak mau memandang Dewi terlalu lama yang bisa mengakibatkan nafsunya semakin naik Kevin memutuskan untuk berlari ke kamar mandi.
Kevin menguyur tubuhnya di bawah software tak cukup sampai disitu Kevin langsung masuk ke dalam bathtub mengisi air dengan suhu sangat tinggi.
#####
Azan subuh membangunkan Dewi dari tidur lelapnya, ehh ralat sebenarnya satu malam ini Dewi tidak bisa tidur, sesekali ia terbangun memastikan keberadaan Kevin, tapi ketika ia bangun hasilnya selalu nihil tidak ada sosok Kevin di dalam kamar itu.
"Kevin belum pulang"guman Dewi melirik ke arah ranjang masih sama seperti ia tinggalkan tadi malam ketika pindah.
"kemana kamu Vin, sudh pagi belum pulang juga"batin Dewi sambil berjaln menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Dewi langsung masuk ke kamar mandi tanpa merasa ada yang aneh dan ia pun mengambil wudhu. Tapi setelah selesai wudhu mata Dewi menangkap sosok yang ada di dalam bathub.
Awalnya ia merasa takut, bahkan hendak berteriak, tapi rasa takut itu di kalahkan dengan rasa penasaran.
Lalu Dewi berjalan menuju bathub dengan kaki gemetar dan perlahan, sangat perlahan pelan sekali, bahkan dari software menuju bathub membutuhkan waktu yang lama karna saking pelan.
Perlahan tapi pasti dan..
"Kevin"pekik Dewi setelah melihat sosok itu, betapa terkejutnya ia ketika melihat sosok itu adalah Kevin.
"Kevin, ini benaran kamu kan..?"ucap Dewi dengan tangan kegemetar menyentuh wajah Kevin dengan perlahan.
"Kevin, bangun Vin, kenapa bisa seperti ini"ucap Dewi khawatir setelah memastikan sosok itu adalah Kevin.
Keadaan kevin saat ini sangat mengkhawatirkan, wajah pucat bak seperti mayat hidup dan keadaan tubuh yang sangat dingin, mungkin efek dosis obat perangsang itu yang sangat tinggi sehingga mengakibatkan Kevin berendam terlalu lama dan sampai ketiduran hingga subuh.
Karna panik Dewi pun langsung mengangkat tubuh Kevin dari dalam bathub, karna tubuh Dewi yang mungil dan badan Kevin yang cukup besar sehingga membuat Dewi cukup kesulitan ketika mengangkat tubuh Kevin.
__ADS_1
Dan lagi-lagi perlahan tapi pasti, saat ini Kevin sudh berada di atas ranjang, dan mau tidak mau Dewi harus menggantikan baju Kevin, ia yang mau ia suruh..?tidak mungkin ia menelepon Daffa dari Indonesia, tidak mungkin juga ia meminta bantuan kepada pelayan dirumah itu, bahkan hal yang tidak mungkin juga ia meminta tolong kepada bunda maupun nek sari, itu sangat memalukan jika hal itu sampai terjadi.
Dengan keadaan wajah merah bak udang rebus akhirnya Dewi telah selesai menggantikan baju Kevin, lalu ia menarik selimut menutup tubuh Kevin sampai ke leher.
Ia memandang lekat wajah Kevin, wajah yang duluh sagar, wajah yang arrogan, wajah yang dingin sekarang sudh tidak ada lagi, disana cuma terdapat wajah yang pucat dan sangat lemah sekali.
lalu ia duduk samping Kevin dan bersender.
"kenapa sih Vin, kok kamu bisa sampai ketiduran dikamar mandi, jam berpaa kamu pulang tadi malam"ucap Dewi sambil mengelus rambut Kevin.
"cepat bangun vin, sepi kalau kamu ngk ada"ucap Dewi lagi.
Entah kenpa perasaan begitu sedih ketika melihat keadaan Kevin saat ini, ada apa sebenarnya yang terjadi..?apa ini ada hubungannya dengan pertemuan Kevin dan salsa tadi malam..?banyak pertanyaan yang timbul di pikiran Dewi.
Sampai matahari mulai menampakkan dirinya ke penjuru dunia, Dewi tidak pernh beranjak dari hadapan Kevin, ia terus menatap Kevin yang sangat jejak sekali.
Entah dorongan dari mana tiba-tiba saja Dewi mencium kening Kevin dengan sangat dalam, seperti menyalurkan kekuatan supaya Kevin lekas bangun.
"bangun Vin, kamu sudh terlalu lama tidurnya, jangan buat aku panik terlalu lama"bisik Dewi ditelinga Kevin lalu turun dari ranjang menuju kamar mandi, sudah saat ia untuk membersihkan diri.
Ia tidak terlalu memperhatikan ke arah ranjang karena pada saat itu ranjang sudh kosong tanpa berpenghuni, karna terlalu asik memilih-milih baju yang akan ia kenakan dan tiba-tiba saja sesuatu melingkar di perutnya.
"kamu semakin membuatku tersiksa wi"bisik Kevin sambil memeluk tubuh Dewi dari belakang, ia mencium aroma sabun yang Dewi pakai yang menjadi candu bebrapa bulan belakangan ini.
"aaaaaa"
Teriak Dewi terkejut bukan main, pasalnya siapa yang berani memeluknya dari belakang, tidak mungkin Kevin, karna terakhir ia tinggalkan pria itu masih tertidur lelap sekali.
"hey kamu kenapa..?ini aku Kevin"ucap Kevin refleks membalikkan badan Dewi menghadap dirinya. Untung kamar yang mereka tempati kedap suara sehingga tidak membuat heboh satu rumah dengan teriak Dewi.
"ke...ke..Kevin"ucap Dewi gugup "kamu sudh sadar"tanya Dewi lagi.
"sepertinya yang kamu lihat syaang"ucap Kevin sambil merapikan rambut Dewi menyelipkan beberapa rambut kebelakang telinga Dewi.
"kamu ngk kedinginan lagi kan, kamu istirhat aja duluh"ucap Dewi sambil menuntun Kevin ke arah ranjang, ia belum menyadari penampilan saat ini yang dapat nafsu Kevin semakin menggila, mengingat efek obat perangsang tadi malam belum hilang sepenuhnya.
__ADS_1
"aku masih kedinginan, dan aku butuh dihangatkan"bisik Kevin ditelinga dewi, lalu ia mencium sekilas telinga Dewi.
"kamu itu, udh sakit juga masih aja bisa bercanda"ucap Dewi dengan polosnya.
"awalnya aku masih terasa sangat lelah, tapi melihat penampilan kamu saat ini aku semakin bersemangat syaang"ucap Kevin menggoda Dewi.
"seksi"bisik Kevin ditelinga dewi.
Dewi yang menyadari ucapan Kevin, ia langsung menutup dadanya menggunakan kedua tanganya.
"please wi, aku tidak akan melewati batas, badan aku panas, dan ini butuh disalurkan"ucap kevin dengan penuh nafsu.
"maksudnya panas ngiman..?ucap Dewi "ngk panas lagi kok"ucap dewi dengan polosnya sambil meletakkan di kening Dewi.
"salsa tadi malam mencampurkan obat perangsang kedalam minumanku, beruntung tadi malam aku langsung pulang, dan aku melihat kamu tertidur disofa, ingin rasanya aku memindahkan ke kasur, tapi aku takut jika aku mendekati maka nafsu akan naik dan aku akan menerka mu dengan buas, aku masih menghargai mu"ucap Kevin lembut, dan Dewi yang mendengar hal itu seketika hatinya menghangat, setelah Kevin menyiksya beberapa bulan ini kini pria itu benar-benar menghargainya sebagai perempuan.
"dan aku mohon wi, untuk kali ini aja izinkan aku mencicipi sedikit saja, janji tidak akan kelepasan, aku tau kalau kau belum siap untuk memberikan hak ku, tapi aku akan bersabar menunggu"ucap Kevin.
Dengan diamnya Dewi berarti gadis itu menyetujui, Kevin berpikir bahwa gadis itu telah menyetujui, tanpa pikir panjang ia langsung menyambar bibir Dewi dengan buasnya, puas dengan bibir manis Dewi, ia menuntun tubuh dewi supaya terlentang di ranjang, mulut Kevin turun ke leher mulus dewi, memberikan tanda kepemilikan disana yang lumayan banyak, tangannya tidak lagi diam begitu saja, saat ini tanganya mulai bekerja meraba buah d*d* Dewi dari balik handuknya, sesekali ia menekan buah d*d" itu.
Sedangkan Dewi hanya diam saja dengan perlakuan Kevin, dan dia juga tidak menolaknya, tapi sebisa mungkin ia tidak mendesah supaya tidak membangkitkan gairah Kevin, sejujur yang benar-benar belum siap memberikan hak Kevin saat ini.
Setelah puas mencium semua tubuh dewi, mulai dari wajah turun ke leher lalu lagi dada, tak jarang Kevin juga memberikan tanda kepemilikan di dada dan leher Dewi.
Lalu ia memeluk membaringkan tubuhku disamping Dewi, membawa tubuh mungil gadis itu ke dalam dekapannya.
"ehh"ucap Dewi terkejut, ia tidak mau membangkitkan gairah Kevin lagi.
"biarkan kayak gini wi, aku sangat merindukan mu"ucap Kevin ketika mendapati Dewi yang hendak bangkit.
Entah saat ini ia benar-benar bucin akut kepada Dewi, untuk pertama kali ia merasakan kerinduan yang sangat berat kepada seorang wanita, yang duluh ia sangat membenci Dewi, bahkan duluh ia seakan engga menyebut nama Dewi dengan mulutnya sendiri, tapi sekarang berjauhan dengan Dewi membuat gelisah tak menentu.
Ternyata semakin lama dekat dengan Dewi, makan semakin erat juga Dewi memikat hatinya.
"sana pakai bajumu"ucap Kevin melepas pelukannya setelah beberapa saat memeluk Dewi.
__ADS_1
"kamu istirahat, aku akan membawa sarapan pagi ini ke kamar aja, dan dokter akan datang beberapa jam lagi"ucap Dewi gugup,lalu berjalan menuju ruang ganti.