Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 84


__ADS_3

"aku minta ma...."


"diam Rangga"bentak Dewi menatap tajam Rangga "aku ngk nyangka iyh, kamu mempunyai sikap brengsek kayak gini, ku kira kamu pria baik-baik loh, kukira kamu akan menjadi sandaran terakhirku, dan ku kira kamu pria yang lebih baik dari suami ku"teriak Dewi.


"tapi apa..?kamu bahkan lebih bejad dari suamiku, kamu tau ngk ngimna susahnya aku dirumah itu..?kamu tau ngk ngimna susahnya aku melepaskan dirinya dari suami ku..?kamu pernh merasa ngk sulitnya jadi aku..?kamu ngk tau ga, kamu ngk tau semua itu"teriak Dewi.


"satu hal yang kamu tau ga, aku mati-matian menjaga keperawanan aku dari suamiku, aku mati-matian supaya suamiku tidak meminta haknya kepadaku, semua itu demi kamu, karna aku bertekad akan memberikannya kepada pria yang aku cintai, dan pria itu kamu ga, tapi apa..?ini balasannya..?ini balasan dari semua yang aku pertahankan..? kamu malah dengan mudahnya selingkuh dengan sahabatku sendiri, bahkan kau sampai menghamilinya"Isak Dewi sudh tidak bisa menahan laju air matanya, tadinya ia sebisa mungkin menahan air matanya supaya tidak jatuh, tapi mengingat semua perjuangannya selama ini yang ternyata hanya sia-sia, perjuangan yang di balas dengan penghianatan.


"sayang aku minta maaf, aku khilaf, berikan aku satu kali kesempatan dan aku akan menjelaskannya, ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan"ucap Rangga mencoba memengang tangan Dewi, tapi dengan langsung menepis itu.


"kesempatan..?kesempatan mana yang kamu maksud ga..?udah dengan keadaan seperti ini, kamu menghamili sahabat aku, kamu masih bisa meminta kesempatan sama aku..?ucap Dewi dengan tersenyum getir "kamu anggap aku ini perempuan apa sih ga..?kamu anggap aku selama ini apa..?


"lalu apa yang mau kamu jelaskan..?tolong jabarkan dibagian mana lagi yang mau kamu jelaskan, kamu mau jelaskan kalau kamu di jebak sama suci dan membuat dia jadi hamil..?begitu!! semua sudh jelas ga, kalian berdua penghianat"ucap Dewi lagi.


"Dewi tolong, kasih aku kesempatan"ucap Rangga melutut dihadapan Dewi sambil memengang tangan Dewi.


"aku butuh orang yang bisa nolongin aku, bukan orang yang minta tolong kepadaku, maaf izinkan aku untuk egois sekali ini aja, aku udh capek ngk, maaf aku egois"ucap Dewi menghempaskan tangan Rangga yang hendak memengang tangannya.


"sayang aku moh..."


"jangan pernah Lo manggil gue syaang dengan mulut sampah Lo"bentak Dewi memotong ucapannya Rangga, kalau duluh ia bahagia ketika ranggga memanggilnya syaang, berbeda dengan sekarang, ia jijik mendengar kalimat romantis itu keluar dari mulut sampahnya Rangga.


Sedangkan Rangga yang mendengar kalimat Lo dari mulut Dewi teringat ketika baru pertma kali bertemu, yang dimna saat itu mereka seperti orang asing saja.

__ADS_1


"wi, kamu panggil aku Lo..?"ucap Rangga.


"ga hubungan kita sampai dsini iyh, lo fokus ke hidup lo sama anak Lo, izinkan gue memperbaiki hubunganku dengan suamiku"ucap Dewi sambil tersenyum getir tanpa menghiraukan ucapan Rangga.


"ngk Dewi aku ngk mau putus dari kamu, ayo kita mulai dari awal wi, kita bisa aja mengambil ank yang ada dikandungan suci, kita urus sama-sama"ucap Rangga tak ingin mengakhiri hubungan ini.


"dan Lo pikir gue mau ngituh, gue ngk sejahat kalian yang bermain di belkang saya sendiri, gue ngk sejahat itu yang tega memisahkan anak dan ibunya"ucap Dewi.


"kenapa sih wi..?kamu selalu manggil gue Lo sama aku, apakah hubungan kita sudah menjadi seasing itu..?kamu ngk bisa seperti itu wi, pacaran tergantung keputusan kedua bela pihak, dan jika mau putus pun harus persetujuan kedua bela pihak, lagian kita sudah lama pacran wi, kita sudh lama membangun hubungan ini, tolong kasih aku kesempatan"ucap Rangga.


"Lo pernah mikir ngk sih, dengan hubungan kita yang seperti ini apakah masih bisa di pertahankan..?coba kasih tau gue dibagian mana hubungan ini yang harus di pertahankan..?asal Lo tau ga, sebuah hubungan itu diperankan oleh dua orang, bukan seperti ini, hubungan yang diperankan oleh tiga orang, hubungan yang terjalin lama pun belum tentu akan berakhir di pelaminan kan..?seperti hubungan kita ini contohnya"ucap Dewi menekan setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"aku ngk tau, aku kah yang menjadi selingkuhan disini, atau aku kah yang jadi orang ketiga disini, yang pasti hubungan kita sampai disini, dan ci semoga anaknya ngk nurut sikap mama bapaknya nanti"ucap Dewi sambil meninggalkan cafe itu, hati akan semakin sakit jika melihat wajah mereka, apalagi ketika melihat perut buncit suci.


"gapain sih kejar dia..?sudahlah lupakan Dewi kita mulai kehidupan yang baru bersama anak kita"ucap suci menahan Rangga.


"diam kamu ci, kamu ngk pernh tau ngimana susahnya aku duluh mendapat Dewi, kamu ngk tau ngimana cintanya aku sama Dewi"ucap Rangga tak habis pikir dengan jalan pikirnya suci saat ini.


"trus harus kayak ngimna sekrang, aku sedang hamil anak kamu, jadi kamu harus tanggung jawab, apapun yang terjadi"ucap suci mulai terbawa emosi.


"setelah anak ini lahir kita akhiri hubungan ini, kalau kamu mau merawat anak itu aku bersedia membiayai, dan jika kamu tidak bersedia merawat aku akan mengambil alih"ucap suci menunjuk ke arah, lalu ia langsung meninggalkan cafe itu.


Karna emosi dan malu datang bersamaan, dia malu karna saat sejak tadi menjadi pusat perhatian, tak sedikit pengunjung cafe yang menatap mereka dengan penuh kebencian dan dengan tatapan jijik, bahkan tatapan mereka seperti menelanjangi saja rasanya.

__ADS_1


Emosi karna Dewi memutuskan hubungan mereka secara sepihak, ia tau kalau dia salah, apa tapi tidak bisa lagi di perbaiki..?


Sedangkan suci yang terbawah emosi hampir saja menghancurkan makanan yang ada diatas meja, kalau tidak mengingat saat ini ia sedang berada di tempat umum, mungkin makanan itu akan hancur.


"kenpa sih, disaat seperti ini masih saja harus Dewi yang menang, bahkan Rangga sudah berada dalam genggaman ku masih saja dia yang unggul, heran apa sih kelebihan anak itu"ucap suci kesal, ditambah lagi melihat sikap Rangga kepadanya.


######


Sedangkan Dewi setelah keluar dari cafe itu saat ini ia hanya berjalan tanpa arah, menelusuri jalanan yang ia sama sekali tidak tau kemana arah jalan itu, bebrapa angkutan umum menawarkan Dewi tumpangan, tapi Dewi tetap saja mengeleng pertanda sedang tidak membutuhkan tumpangan.


Ia berjalan menatap lurus kedepan, sambil berjalan ia menahan air matanya, sakit banget rasanya ketika ia harus menangis dalam diam..?jika seperti ini kepada siapa ia harus bercerita, kepada keluarganya..?bukannya mendapat dukungan, keluarganya akan semakin menjatuhkannya, bahkan saat ini pun keluarganya tidak tau kalau ia masih hidup atau tidaknya, kepada Kevin, ia mungkin akan ditertawakan Kevin dengan habis-habisan.


Dewi terus berjalan hampir dua kilo meter tanpa tujuan, dan saat ini ia tepat di sebuah jembatan yang lumayan tinggi dengan keadaan arus yang cukup deras, disana sangat sepi bahkan disana tidak ada kendaraan yang berlalu lalang, kalau pun ada itu hanya satu sampai tiga kendaraan aja.


aaaaaaaaaaaaaa


Teriak Dewi ketika berada disebuah jembatan, ia ingin mengeluarkan semua yang ada di kepalanya, ia benci dengan semua ini.


"Tuhan aku capek, jemput aku sekarang, aku siap Tuhan, Tuhan kau dimna"teriak Dewi sambil menangis "takdir macam apa ini Tuhan, sekonyol ini kah alur hidup aku"


Saat ini Dewi benar-benar rapuh luar biasa, karna matanya sudh panas akhirnya ia menangis sejadi-jadinya, mengeluarkan semua air matanya yang sudh ada di penghujung sejak tadi.


Kalau saja iblis lewat dalam pikirannya karna terlalu capek mungkin hitungan detik Dewi bisa berbeda dunia, dengan cara melompat bawah jembatan, menyusul sang ibu yang sudah tenang dialam sana.

__ADS_1


Karna lelah menangis sejenak Dewi duduk bersender di tembok perbatasan jembatan, saat ini benar-benar bingung harus berbuat apa, jika pulang pun ia tidak tau harus kemana, kerumah Kevin..?ngk, bisa-bisa nanti mereka akan berdebat terus yang membuat kepalanya semakin pusing.


__ADS_2