
Entahlah Dewi sendiri bingung, Dewi belum bisa menebak isi pikiran Kevin, karna selama menjadi istrinya Kevin, Dewi tidak mau menahu tentang kehidupan Kevin.
Ingin rasanya Dewi menyapa Kevin, hanya sekedar bertanya yang mungkin hal konyol, tapi melihat Kevin yang dengan segaja tidur membelakanginya membuat Dewi mengurungkan niatnya, sehingga ia pun tidur dengan membelakangi kevin.
"kenapa sesusah ini mencintai kamu wi..?kenapa disaat semua penghalang hampir musnah tapi harus ada penghalang lagi sih"batin Kevin.
Mengingat sosok Kleven yang tidak segaja temui di taman kota membuat Kevin menjadi tidak tenang, ia bisa melihat dari tatapan Kleven bahwa ia masih menginginkan Dewi kembali.
Hingga azan subuh berkumandang, Dewi pun terbangun dari tidur, dan ia melihat Kevin masih tidur dengan membelakangi.
Duduk diatas kasur sambil bersender, Dewi menarik napas panjang dan membuangnya secara kasar. Jika semalaman mata Dewi tertutup tapi tidak dengan otaknya, otaknya terus berpikir tentang perubahan sikap Kevin, otaknya selalu dihantui dengan sikap Kevin, otaknya selalu bertanya-tanya dimana letak kesalahannya.
Sejenak ia menatap Kevin yang tertidur disamping, lalu tanganya terangkat untuk menyentuh lengan Kevin, tapi tangannya terhenti di udara ketika melihat Kevin sedikit melakukan pergerakan, tak mau menganggu Kevin akhirnya Dewi menarik tanganya kembali lalu turun dari ranjang.
Setelah beberapa saat dikamar mandi, Dewi dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian kuliah, ia memutuskan berangkat kuliah hari ini, ia juga tidak mau larut dalam kesedihan dan rasa trauma yang selalu menghantuinya, jika tidak bertemu dengan Rangga, mungkin akan baik-baik saja dan tidak akan teriak histeris lagi.
"Vin bangun, ini sudah siang, kamu ngk kekantor kah"ucap Dewi mengoyangkan lengan Kevin, karna hari sudah siang dan matahari sedikit demi sedikit mulai meninggi.
"mmm"respon Kevin lalu langsung turun dari ranjang tanpa menghiraukan Dewi, sebenar sejak masuknya Dewi ke kamar mandi, Kevin sudah terbangun tapi ia masih enggan untuk turun dari tempat tidur.
"uhh masih marah"guman Dewi sambil menatap kevin yang masuk kekamar mandi.
Lalu ia menyiapkan dua pakaian buat Kevin, yang satunya untuk pakaian kerja dan yang satu untuk pakaian kuliah, karna ia cukup tau kebiasaan Kevin yang habis dari kantor pasti langsung ke kampus.
Dewi sangat sedih dengan sikap Kevin saat ini, disaat ia ingin membangun hubungan dengan Kevin, disaat ia memutuskan untuk belajar menerima dan mencintai Kevin, tapi disaat itu juga sikap langsung berubah kepadanya. Duluh diwaktu awal pernikahan ia tidak pernh sesakit ini ketika Kevin bersikap dingin kepadanya.
Setelah selesai menyiapkan baju buat Kevin, Dewi langsung turun kebawah, sedangkan Kevin keluar dari kamar mandi, dan ia melihat dua stelan baju di atas kasur yang dia tau Dewi menyiapkan baju itu, lalu ia memutuskan memakai baju kantor, karna pagi ini ia akan kekantor duluh.
"pagi"ucap Dewi kepada beberapa pelayan yang ada di dapur.
"pagi juga nyonya, ada yang bisa kami bantu"
"ngk ada, saya cuma mau bikin susu coklat aja buat Kevin"jawab Dewi, dan setelah selesai membuat susu coklat ia langsung ke meja makan.
"ini susu buat Kevin, kalau di nanya aku bilang aja aku berangkat duluan, soalnya ada kelas pagi"ucap Dewi kepada pelayan yang sudah stay di samping meja makan.
"nona tidak sarapan duluh..?"
__ADS_1
"ngk usah, saya sudah telat, sya berangkat iyh"ucap Dewi sambil mencobok buah anggur yang ada diats meja.
Sepertinya Dewi menuju pintu utama, bersamaan turunnya Kevin menuju meja makan, ia menatap meja makan masih kosong, padahal yang seharusnya Dewi sudah harus disana.
"Dewi dimana..?"ucap Kevin kepada pelayan.
"nyonya Dewi sudah berangkat tuan, katanya ada kelas pagi"
"kelas pagi..?bukan ini masih terlalu pagi untuk kelas pagi..?"guman Kevin sambil duduk.
"itu nyonya Dewi yang buat sebelum berangkat tuan"ucap pelayan yang mengerti dengan tatapan Kevin yang sedang memperhatikan segelas susu hangat di atas meja.
"selamat pagi tuan" sapa Daffa yang ternyata baru tiba untuk menjemput Kevin.
"jadwal mata kuliah Dewi jam berapa"ucap Kevin tanpa menyapa Daffa kembali.
"jam pertama dimulai jam sembilan tuan, sedangkan mata kuliah kedua dimulai jam sebelas"ucap Daffa.
"ini masih jam tujuh dan Dewi sudah berangkat sepagi ini"batin Kevin sambil menatap jam tangan yang melingkar ditangannya.
"kita berangkat sekarang"ucap Kevin padahal sarapannya belum disentuh sama sekali, ia hanya menghabiskan susu yang disediakan oleh Dewi.
"Daffa, bayar ngojeknya"ucap Kevin ketika melihat seorang tukang ngojek berhenti di gerbang rumahnya.
"ihh kenapa Vin, biar aku aja"ucap Dewi hendak berdiri.
"kamu aku antar ke kampus, ngk ada embel-embel pakai ngojek"ucap Kevin menahan tangan Dewi yang hendak pergi "lagian sopir kamu kemana..?"ucap Kevin lagi, karna Kevin sudah menyiapkan sopir khusus buat Dewi jika sewaktu-waktu dirinya tidak bisa mengantar dan menjemput Dewi.
"dia izin, anaknya lagi sakit, udah ahh aku naik ngojek aja, sudah dipesan juga"ucap Dewi sambil melepaskan tangannya yang genggam Kevin.
"kamu naik mobil sama aku"ucap Kevin dingin.
"tapi ngojeknya sudah datang Kevin, dan sudah dibayar juga kan, rugi aku kalau ngk pakai ngojek"ucap Dewi.
"uangku tidak akan habis jika membayar ngojeknya sampai seratus kali lipat"ucap Kevin "lagian ngojeknya laki-laki, itu sama aja kau selingkuh"
"sebagain besar memang ngojek itu laki-laki Vin, tolonglah jangan berlebihan, lagian aku ngk bakal selingkuh, aku tau batasan"ucap Dewi sambil menghempaskan tangan Kevin.
__ADS_1
"lepas Vin, aku sudah telat"ucap Dewi karna lagi-lagi Kevin menahan tangannya.
"kamu mata kuliah pertama jam sembilan, dan ini masih setengah delapan, dan ngk ada ceritanya telat"ucap Kevin, Ia tidak sanggup kalau melihat Dewi berdekatan dengan laki-laki lain, meskipun itu tukang ngojek, bertemu mantan cinta pertama Dewi sja ia sudah cemburu sampai ke ubun-ubun, apalagi sekarang sama tukang ngojek, bisa-bisanya ia gila.
"aku mau ngojek Vin"rengek Dewi.
"ngk ada, masuk ke mobil"ucap Kevin tanpa menghiraukan rengekan Dewi. "Daffa kita bertemu di kantor saja, kamu duluan, nanti saya nyusul"
Sedangkan Daffa hanya mengangguk sedikit kesal, karna ia sudah cukup jauh menjemput Kevin, tapi yang dijemput malah berangkat naik mobil sendiri, dan lagi-lagi ia datang kerumah Kevin hanya untuk melihat perdebatan suami istri itu di pagi-pagi buta kayak begini.
"tuan Kevin kalau sudah jatuh cinta, sama bang ojol pun cemburu, heran gue sama manusia yang jatuh cinta"guman Daffa sambil masuk kedalam mobil.
Sedangkan di mobil, Kevin dan Dewi hanya berdiam diri sja, jika Kevin fokus ke arah jalan sambil menyetir maka berbeda dengan Dewi yang hanya menatap ke arah jendela mobil, sekali-kali ia melihat Kevin, yang sedang fokus ke jalanan.
"aku turun agak jauh dari gerbang aja"ucap Dewi ketika mendekati Kevin.
Kevin langsung menghentikan mobil lima puluh meter dari gerbang kampus.
"aku turun, makasih"ucap Dewi, sejenak melihat penampilan di kaca mobil, sambil menunggu respon dari Kevin, tapi apa mau dikata Kevin tidak merespon ucapannya bahkan Kevin tidak meliriknya sama sekali.
Melihat Kevin hanya diam saja, Dewi pun memutuskan keluar dari mobil, dengan mata berkaca-kaca ia terus berjaln menuju gerbang kampus, ternyata lagi-lagi dan lagi Kevin masih marah kepadanya bahkan lebih dingin lagi.
"sakit banget di kacangin sama suami sendiri"guman Dewi.
Sedangkan Kevin hanya menatap kepergian Dewi, sejujur ia sudah tidak tahan lagi berdiaman terlalu lama dengan Dewi, ingin rasanya ia memeluk Dewi mencium bahkan bermanja kepada gadis itu, mengingat bebrapa hari yang lalu ia tidak bisa memeluk Dewi.
"maaf, aku ngk bermaksud mendiami kamu, tapi aku ngk sanggup melihatmu bersama laki-laki lain, karna mantanmu sekarang sudah kembali dan dia menginginkan mu"guman Kevin, sambil menatap kepergian Dewi yang semakin jauh dari pandangannya.
Dirasa Dewi sudah benar-benar masuk ke dalam kampus, Kevin pun melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.
Sedangkan Dewi bukannya ke kelas tapi ia malah berjalan menuju kamar mandi, memang benar, mata kuliah pertama dimulai jam sembilan tapi ia memilih lebih awal kekampus karna ia tidak sanggup melihat Kevin yang masih marah kepadanya.
Di toilet Dewi menangis sejadi-jadinya, di otaknya menari-nari wajah Kevin yang dingin kepadanya bahkan wajah itu menandakan mereka seperti orang asing, ditelinga selalu bergema suara dingin dan datar Kevin.
Sakit sangat sakit sekali.
Apakah ia sudah membuka hatinya kepada Kevin..?apakah sudah jatuh cinta kepada Kevin..?kenapa rasanya sesakit ini ketika Kevin mendiaminya..?kenapa rasanya sesakit ini ketika Kevin cuek kepadanya..?padahal diawal mereka bertemu, Kevin yang dingin dan kasar kepadanya rasanya tidak sesakit ini.
__ADS_1
Dewi menangis dalam diam, menahan laju airnya matanya supaya tidak jatuh, karna pada saat itu kondisi toilet cukup ramai, mahasiswi datang silih berganti.
Cukup lama Dewi menangis dalam toilet, ia pun memutuskan untuk masuk kedalam kelas karna jam pertama akan segera dimulai, Sejenak ia mencuci wajahnya supaya tidak kelihatan habis menangis, dapat dipastikan saat ini mata sudah bengkak, karna bukan cuma hari ini ia menangis, tapi tadi malam ia menangis tanpa bersuara.