
Setelah selesai berpakaian Dewi langsung keluar dari ruang ganti, ia melihat kearah ranjang disna Kevin sedang tertidur dengan bertumpu pada salah satu tangannya.
Ia langsung berjalan keluar kamar menuju meja makan, karna waktu sudh menunjukkan jam sarapan pagi. Sampai di meja makan ia sudh melihat bunda Devi, nenek sari dan ditambah satu mahkluk manusia yaitu salsa.
Sejenak mata mereka saling bertemu, jika Dewi menatap salsa dengan tatapan sulit diartikan berbeda dengan salsa yang menatap Dewi dengan penuh kebencian.
"pagi"ucap Dewi sambil berjaln menuju meja makan.
"pagi sayang"ucap bunda Devi, sedangkan nek sari dan salsa hanya memandang sinis Dewi.
"Kevin mana, kok turun sendiri"ucap Devi sambil melirik ke arah lift.
"Kevin sakit Bun, dan ini aku mau ambil sarapan buat dia aja"ucap Dewi sambil mengisi bebrapa makanan ke atas piring.
"kevin sakit..?sakit apa..?"tanya salsa khawatir sambil berdiri dari kursi.
"kamu nanya aku..?harus aku yang bertanya kamu apakan Kevin sampai kayak begitu keadaannya"ucap Dewi datar.
"tentu aku tanya, karna kamu istrinya kan"ucap salsa.
"dan kamu pengangu dirumah tangga kami kan..?"ucap Dewi yang membuat salsa bungkam seketika.
"jaga ucapan kamu Dewi, aku tidak pernh menganggu rumah tanggamu lagi, aku sadar kalau Kevin tidak mungkin kembali kepadaku lagi"ucap salsa sendu.
"lalu tadi malam..?"tanya Dewi hendak meninggalkan meja makan, ditangan sudh ada nampang yang berisi menu sarapan buat Kevin.
"Kevin tadi malam hanya membantu saja, dan aku ingin berterima kasih kepadanya karna ia sudh membantu, itu sebab aku datang kesini sepagi ini"ucap salsa menghentikan langkah Dewi.
"oo iyh"ucap Dewi membalikkan badanya, ia memandang sinis salsa "mba, tolong antarkan ke kamar Kevin ia, sepertinya dia masih tidur"
"sepertinya kamu tadi malam kurang belaian iyh, sampai-sampai kamu berharap suami saya akan membelai kamu"ucap Dewi berjalan menuju meja kembali.
"jangan ucapan kamu Dewi"ucap nek sari.
"wahh dibela dia, nek jangan ikut campur urusanku dengan dia, tolonglah jangan urusan rumah tanggaku dengan Kevin, nenek sudh berpengalaman dalam berumah tangga, bukan kah dalam rumah tangga hanya ada dua orang yang berperang, tapi kenapa kalian selalu berusaha masuk kedalam rumah tangga kami..?"tanya Dewi.
"nek kalau memang anda tidak menerima kehadiran saya dirumah ini, tenang saja beberapa hari kedepan kami akan kembali ke Indonesia, ngk usah repot-repot mengusir syaa dari sini meskipun dengan cara halus, anda sudh tua, harusnya anda perbanyak ibadah, supaya jalan anda selalu dilancarkan, bukannya ngurusin hidup orang"ucap Dewi menatap nek sari yang juga menatapnya tajam.
"selain aku tidak menyukaimu hadir dirumah ini, aku juga tidak menyukaimu hadir dihidup Kevin, saya tidak akan pernh setuju kalau kamu akan menjadi cucu menantu saya dirumah ini"ucap nek sari menatap Dewi tajam.
__ADS_1
"tau kan dimana letak kamar sya dan Kevin..?nenek pergi ke kamar itu minta Kevin supaya melepas sya detik ini juga, saya juga ngk pernah berharap menjadi istri Kevin, saya juga tidak pernh berharap menjadi cucu menantu anda"ucap Dewi datar.
"kenapa..?apa perlu sya antarkan..?atau malah anda tidak berani meminta kepada Kevin..?"ucap Dewi karna melihat nek sari tidak berkutik sama sekali.
"satu hal yang Anda harus tau tidak semua perempuan di dunia mau menjadi istri Kevin, dan tidak semua di dunia ini mau menjadi cucu menantu keluarga Mahendra, termasuk saya, sya tidak mau menjadi istri Kevin dan cucu menantu buat anda"ucap Dewi "jangan mentang-mentang anda kaya raya, orang terpandang, membuat semua orang bisa di genggaman anda"
"dan kamu, kamu tau ngimna susahnya aku jadi istri Kevin..?kamu tau ngk ngimna susahnya aku lepas dari Kevin..?kamu ngk pernh tau dimana dipaksa masuk ke kehidupan seseorang dan lalu ketika sudh masuk di campakkan tapi tidak dilepas, kamu bisa ngk mendefinisikan ucapan sya, kamu ngk bisa kan!! yang kamu tau kalau Kevin sudh bertekuk lutut dihadapan ku, kamu salah besar, akulah selama ini yang bertekuk lutut dihadapan kevin"ucap Dewi menunjuk kearah salsa.
"terimakasih karna kamu sudh memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Kevin, hal itu membuat hubungan kamu yang semula berjarak dan kini semakin hangat saja"ucap Dewi menyindir salsa "dan satu hal yang kamu harus tau, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan Kevin barang sehelai rambut pun ke atas lantai, termasuk ke atas tangan kamu, paham"ucap Dewi lagi.
"dan siapa pun tidak akan ku biarkan yang menganggu rumah tangga ku, termasuk kamu dan anda juga"ucap Dewi sambil menunjuk nek sari dan salsa, bodohlah kalau dia dibilang tidak sopan kepada orang yang jauh lebih tau darinya, soalnya dia sudh cukup muak di perlakuan nek sari kepadanya.
Sedangkan Devi yang mengeleng menyaksikan perdebatan mereka bertiga, sesekali ia tersenyum ketika melihat Dewi dengan bersih keras mempertahankan rumahnya, awalnya memang dia tidak menerima Dewi sebagai menantu, tapi menurutnya waktu tetap berjalan, kehidupan tetap berjalan, jadi ia memutuskan menerima Dewi secara perlahan, dan jika bersama Dewi Kevin merasa bahagia ia akan merestui hubungan mereka.
"permisi nona, tuan Kevin memanggil anda, katanya dia mau sarapan kalau nona yang suapi"ucap salah satu pelayan yang menghentikan perdebatan mereka.
"oo iyh mba, saya akan segera kesana"ucap Dewi tersenyum.
"saya duluan iyh, hanya berdebat dengan kalian saya harus melupakan keberadaan suami sya"ucap Dewi "kalau mau bicara sama Kevin supaya melepaskan saya, kami tunggu dikamar karna syaa sangat menunggu hari itu tiba"ucap Dewi lagi sambil tersenyum miring menatap nek sari dan salsa.
"bund Dewi naik duluan iyh"ucap Dewi sambil berjaln meninggalkan meja makan.
"iyh syang, rawat Kevin dengan baik, soalnya kalau dia sedang sakit biasanya manja"ucap Devi sedangkan Dewi hanya mengangguk sambil tersenyum lalu berjaln menuju lift.
"awas aja Dewi, sebelum kalian kembali ke Indonesia aku pastikan Kevin menjadi milikku, dan aku pastikan kau akan kembali ke Indonesia sendirian tanpa Kevin"batin salsa tersenyum licik.
"Lama banget sih, ngambil sarapan aja"ucap Kevin ketika melihat Dewi sudh ada di hadapannya.
"iyh tadi ngomong sama bunda sebentar"ucap Dewi beralasan, tidak mungkin ia mengatakan habis berdebat dengan salsa dan nenek sari.
"ngimna perasaan kamu, masih panas..?atau kamu mau apa sekarang..?"ucap Dewi sambil naik keranjang.
"tidak panas lagi sih, tapi aku butuh kamu saat ini"ucap Kevin sambil menari dewi kedalam dekapannya, sehingga wajah Dewi terbentur ke dada bidang Kevin, dan Dewi dapat merasakan detakan jantung Kevin saat ini.
"ehhh"ucap Dewi ketika Kevin memeluk nya dengan sangat erat.
"biarkan kayak gini duluh wi"ucap Kevin ketika mendapat Dewi hendak memberontak.
"kamu membuatku semakin gila wi, kamu membuatku gila ketika berjauhan dari kamu, jadi please jangan tinggalkan aku, berhenti menuntun pisah dariku, karna jujur hati rasanya tercubit ketika mendengar hal itu keluar dari mulutmu"ucap Kevin sambil mengelus lembut rambut Dewi.
__ADS_1
"berjanji tidak meninggalkan aku"ucap Kevin sambil mencium pucuk kepala Dewi.
Sedangkan Dewi hanya diam saja tanpa menjawab ucapan Kevin, jujur saat ini pikirannya tidak ada untuk hidup bersama kamu, tapi hatinya mengatakan kalau ingin selalu dekat dengan Kevin.
Sedari duluh ia sudh merasakan kenyamanan ketika bersama Kevin meskipun ia duluh sering di siksa Kevin, tapi rasanya itu tidak akan pudar meskipun Kevin sudh menyakitinya.
"aku ngk tau Vin, jujur kamu bingung saat ini, hati dan pikiranku berlawanan"batin Dewi masih diam di dalam dekapan Kevin.
"segitu betahnya kamu bersender di dada ku"ucap Kevin karna tidak mendapat jawaban Dewi bahkan anggukan sekali pun, sejujurnya dari hatinya yang paling dalam ia sangat kecewa saat tidak mendapatkan jawab dari mulut Dewi.
"ehh mna, kamu yang menarik aku"ucap Dewi dengan wajah merah bak kepiting rebus.
.
"tapi kamu juga menikmati nya kan sayang"ucap Kevin sambil mencolek hidung Dewi, sedikit menghilangkan kekakuan yang tercipta.
"mana ada"ucap Dewi mengelak, padahal ia sangat nyaman berada di dalam dekapan Kevin.
"kamu makan ngih, bentar lagi dokter mau datang"ucap Dewi hendak turun dari ranjang.
"suapin"ucap Kevin sambil menahan tangan Dewi, sedangkan Dewi hanya mengangguk sambil tersenyum.
Dewi menyuapi Kevin dengan telaten, sesekali ia mengusap bibir Kevin karna ada sisa makanan.
"sudah makan..?"ucap kevin.
"belum, kamu duluh yang makan, nanti aku gampang aja"ucap Dewi.
"ini udh jam berpa wi, kamu belum sarapan, kalau kamu sakit siapa yang merawat aku"ucap Kevin "makan duluh, sini gantian aku yang nyuapin kamu"ucap Kevin mengambil alih sendok yang ada ditangan Dewi.
"ngk usah Vin, kamu duluh yang makan, lagian aku bisa makan sendiri"ucap dewi.
"mau aku suapin pakai sendok atau pakai mulut"ucap Kevin sedikit mengancam Dewi karna tidak mau membuka mulutnya.
Mendengar hal itu Dewi langsung membuka mulutnya lebar-lebar.
"kapan kita kembali ke Indonesia..?"ucap Dewi.
"kenapa kamu bertanya seperti itu..?apakah kamu tidak nyaman tinggal disini..? atau kamu ingin menemui Rangga.."ucap Kevin meletakkan sendok yang hendak ia suapkan kepada Dewi.
__ADS_1
"bukan begitu, jika boleh jujur aku sungguh tidak nyamna berada dsini, dan maaf aku tidak nyaman dsini karna nenek yang tidak menerima keberadaan ku, aku merasa seperti pencuri ketika nenek menatap ku, lagian jam kuliah sudh terlalu lama aku tinggalkan, aku ingin cepat-cepat lulus"ucap Dewi menjelaskan supaya Kevin tidak salah paham.
"hari Minggu kita balik ke Indonesia, aku diminta bunda untuk membantu perusahaan yang disini bebrapa hari kedepan, kamu sabar iyh, anggap aja ucapan nenek seperti angin lalu"ucap Kevin, ia juga menyadari hal tersebut.