Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
ban 41


__ADS_3

"masih ada iyh cewek seperti itu, dasar maktre"ucap Kevin menatap punggung icha.


Seperti ucapan Kevin sebelumnya ia terlebih dahulu mengirim uang bulanan buat Icha, ia juga segaja mengirim uang lebih buat Icha


"selamat menikmati hari-hari terakhir dimasa bahagiamu"ucap Kevin sambil tersenyum licik, lalu ia berjalan menuju ruang rapat dilaksanakan.


"rapat dimulai, silakan setiap devisi mempresentasikan laporannya"ucap Kevin dingin.


Rapat pun segara dimulai setiap devisi-devisi pun mulai memaparkan laporan mereka, sedangkan Kevin hanya diam saja pikirannya saat ini sedang berkeliaran kemana-kemana, di satu sisi ia sangat memikirkan keadaan Dewi , karna sejak pertengkaran mereka tadi subuh ia tidak melihat batang hidung gadis itu, Sedangkan disisi lain ia memikirkan tentang hubungannya dengan Icha akan dibawa kemana hubungin ini yang dimana selama ini Icha ternyata menghianatinya, belum lagi ia harus memikirkan perkembangan perusahaannya.


"tuan..tuan..tuan"panggil Daffa yang melihat Kevin hanya bengong saja.


"ahh iyh kenapa..?"tanya Kevin tersadar lamunannya.


"apakah ada sesuatu yang mengganjal pikiran anda..?"ucap Daffa.


"tidak ada"jawab Kevin datar.


"mereka sudh selesai memaparkan laporannya, apakah ada sesuatu yang anda sampaikan mengenai laporan mereka..?"ucap Daffa.


"tidak ada, rapat hari ini kita tutup terimaksih atas waktu kalian dan kalian bisa kembali bekerja"ucap Kevin lalu meninggalkan ruangan diikuti Daffa dari belakang.


"Daffa kamu handel kantor hari ini dan tetap arahkan anak buahmu untuk supaya mengikuti Icha"ucap Kevin sambil membuka jasnya.


"baik tuan"ucap Daffa sambil mengikuti langkah panjang Kevin.


"saya akan berangkat ke kampus dan sampai bertemu di cafe ****nanti malam"ucap Kevin menatap Daffa sekilas tuan.


"baik tuan, apakah ada lagi yang mau syaa kerjakan...?"tanya Daffa.


"tidak ada, kamu lanjutkan pekerjaan mu"ucap Kevin sedangkan daffa hanya mengangguk sambil mengundurkan diri.


Sedangkan Kevin langsung mengganti stelannya menjadi stelan mahasiswa pada umunya, dan ia langsung melajukan mobilnya menuju kampus, Sepanjang perjalanan kekampus pikiran kevin selalu dipenuhi wajah Dewi.


"s*al wajahnya selalu ada di pikiranku"ucap Kevin memukul stir mobilnya.


Sampai di kampus Kevin langsung memarkirkan mobil dan berjalan menuju kelasnya, disana sudh banyak teman satu jurusannya menunggu dosen.


Setelah menunggu bebrapa lama akhirnya dosen yang ditunggu pun datang, dosen langsung memulai mata kuliah sesuai jadwal.

__ADS_1


"baik anak-anak materi hari ini cukup sampai disini, dan buat Kevin tolong tugasnya yang ketinggalan segera disetor iyh, ibu tetap akan menunggu"ucap dosen setelah dirasa materi yang dijelaskan selesai.


"baik Bu terimaksih telah memberikan sya waktu Bu, dan saya akan segera menyetor tugas saya"ucap Kevin.


"baik semua saya akhiri semoga hari kalian menyenangkan"ucap dosen meninggalkan kelas.


"kok aku ngk lihat dewi dari tadi pagi iyh"ucap Remon sambil memasukkan buku yang ada di meja menatap Kevin dan Ryo.


"iyh ngk juga kamu harus setiap hari melihat Dewi ogeb, emng Dewi ngk bosan lihat kamu"ucap Ryo.


"Dewi ngk masuk, bukannya tadi pagi kamarnya sudh sepi, trus Dewi kemana sepagi itu, atau Dewi sudh kabur bersama Rangga"batin Kevin membayangkan Rangga membawa Dewi kabur.


"Vin, Kevin kamu kenpa..?"ucap Ryo membuyarkan lamunan Kevin.


"aku kenapa..?tanya Kevin balik tersadar dari lamunannya.


"kamu kenapa bengong dari tadi"ucap Remon


"ngk papa cuma banyak kerjaan aja dikantor"ucap Kevin beralasan, "yuk ke kantin gue udh lapar nih"ucap Kevin berdiri dari kursi dan diikuti Ryo dan Remon


Sampai di kantin mereka langsung memesan makanan dan makam dalam diam.


"sepertinya ngk masuk, soalnya ngk ada kabar dan tidak bisa dihubungin karna dia ngk ada ponsel"ucap suci jujur.


"kamu sudah kerumahnya..?"tanya Remon lagi.


"beberpa bulan belakangan ini Dewi sudah tidak tinggal dirumahnya lagi tapi dia tinggal di apartemen dan dia tidak mau memberikan alamat apartemen nya kepada mu"ucap suci sendu memikirkan keadaan Dewi saat ini entah dimana batang hidungnya.


Sedangkan Kevin hanya diam mencerna ucappan suci dan dapat ia simpulkan kalau Dewi tidak turun kuliah, yang menjadi pertanyaan kemana Dewi sepagi itu..?


"gue duluan"ucap Kevin dingin langsung meninggalkan mereka.


"kenapa lagi dia itu, setiap mendengar nama Dewi seperti tidak suka aja."ucap Remon bingung.


"aku juga sudh curiga beberapa bulan terakhir ini, Kevin selalu menatap Dewi dengan tatapan yang sulit diartikan, tapi Dewi tidak pernh menatap Kevin"ucap Ryo.


"perasaan kalian aja kali, kalau begitu syaa duluan"ucap suci sambil berjaln meninggalkan mereka.


Sedangkan Kevin langsung melajukan mobilnya dari kampus tujuannya sekarang adalah pulang ke apartemen untuk memastikan Dewi dirumah atau tidaknya.

__ADS_1


"awas saja kamu berani kabur Dewi, nasip kamu akan lebih buruk dari sebelumnya"ucap kevin membayangkan Dewi benar-benar lepas darinya.


"Daffa kamu gantikan saya malam ini sya ada urusan mendadak."ucap Kevin dari sambung telepon.


Setelah sampai di apartemen Kevin langsung berjalan menuju kamar Dewi, keadaan apartemen masih seperti yang ia tinggalkan tadi pagi, gelas bekas minumnya tadi pagi masih ada diatas meja.


"tidak di kunci"guman Kevin ketika membuka hendel pintu kamar Dewi.


Lalu Kevin masuk kedalam kamar tanpa mengetuk, ia melihat kasur tidak ada berpenghuni dan keadaan kasur pun masih rapi sepertinya belum tersentuh, lalu Kevin mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan mencari sosok Dewi, tapi ia tidak menemukan sosok itu, kamar itu benar-benar sepi, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan.


Kevin berjalan menuju balkon kamar, belum sampai ke balkon mata Kevin menangkap sosok yang sedang tertidur dibawah tempat tidur, lalu ia berjalan mendekati sosok itu dan membalikkan badannya.


"Dewi" pekik Kevin yang terkejut melihat Dewi tertidur dibawah kasurnya.


"Dewi bangun, please"ucap Kevin sambil mengangkat tubuh Dewi ke atas kasur.


"badanya panas sekali"ucap Kevin ketika merasakan badan Dewi yang cukup panas.


lalu ia berlari ke arah dapur untuk membuat kompres kepada Dewi,


"wi bangun, aku yakin kamu adalah wanita yang kuat, mana Dewi yang suka teriak-teriak, mana Dewi yang suka ngebantah"ucap Kevin mengelus rambut Dewi lembut.


"wi aku mau berdebat sama kamu, please bangunlah"ucap Kevin sambil mengganti handuk kecil yang ada di kening Dewi.


Hampir satu jam Kevin mengompres Dewi tapi belm ada tanda-tanda Dewi akan membuka matanya, Kevin sendiri bingung apakah Dewi tertidur atau pingsang lagi.


Dapat di pastikan bahwa Dewi tertidur dibawah kasur mulai Dewi keluar dari kamarnya, ternyata selama itu Dewi tertidur, Kevin merasa sedikit lega karna apa yang ia pikirkan tentang Dewi tidak terjadi, karna pada dasarnya Kevin sudh berpikiran negatif kalau Dewi kabur bersama Rangga.


Sejenak Kevin memandangi wajah cantik Dewi, wajahnya tanpa polesan make up yang membuat kecantikan Dewi bertambah ditambah bibir merah jambu yang membuat Dewi semakin seksi.


Karna menunggu Dewi tak kunjung bangun juga Kevin akhirnya memutuskan kembali kekamarnya untuk membersihkan dirinya.


Kevin sudah selesai membersihkan tubuhnya ia langsung kembali ke kamar Dewi, sampai dikamar lagi-lagi ia melihat Dewi belm terbangun juga masih sama seperti yang dia tinggalkan sebelumnya.


Lalu ia naik ke kasur menatap wajah Dewi dengan cara yang sangat dekat, bahkan ia menempelkan pipinya di pipi dewi.


"wi bangun, kamu ngk capek tidur terus dan kamu pasti belm makan kan..?emng kamu ngk lapar ngituh..?"bisik Kevin ditelinga dewi.


Karna terlalu lelah berbicara sendiri dan tidak mendapatkan respon dari Dewi akhirnya Kevin memilih terlelap disamping Dewi, memeluk erat tubuh wanita itu berusaha memberikannya kehangatan.

__ADS_1


Sebenar Dewi sudh terbangun ketika merasakan sesuatu yang dingin menempel di jidatnya, tapi ia masih engga untuk membuka mata dan ia juga tau kalau yang merawatnya saat itu adalah kevin, tapi apa boleh buat untuk melihat wajah Kevin pun ia belm sanggup


__ADS_2