
Mereka langsung keluar dari ruangan itu, tujuan mereka saat ini hanya rumah, karna selain ingin beristirahat mereka juga hendak memberikan tubuh mereka yang lengket.
Tapi ketika sampai diluar ruangan tiba-tiba mata Dewi menangkap dua sosok yang satu Minggu belkangan ini tidak pernh ia lihat dan kevin, dan pas banget tatapan mereka saling bertemu, dan dan sosok itu adalah Ryo dan Reymon, yang kebetulan lagi berkunjung ke restoran itu.
"loh kalian berdua gapain disini..?"tanya Remon yang melihat Dewi dan Kevin baru keluar dari ruangan VIP, tak lupa pandangannya kearah pinggang Dewi dimna tangan Kevin melingkar sempurna disana.
"kelihatannya sedang gapain..?"tanya Kevin balik, bahkan dengan wajah datar berbeda dengan Dewi yang dimana terkejut dan takut mendominasi menjadi satu.
"ehh si kaleng k'rupuk malah nanya balik" ucap Remon, "kalian gapain disini dan itu tangan nyaman benget kayaknya disna",ucap Remon mengarahkan pandangan ke arah tangan dewi, sontak saja membuat Dewi memaksa Kevin untuk melepaskannya, tapi bukannya terlepas Kevin malah mengeratkan pelukannya.
"jangan bilang kalian pacaran..?"tanya Ryo yang sedari tadi diam saja.
Entah kenapa Dewi refleks menganggukkan kepala tapi setelah itu menggeleng kepadanya ketika menyadari pertanyaan Ryo.
"aisss jawaban apa itu wi, kalian pacaran atau ngk sih..?"ucap Ryo.
"ngk kok, cuma kebetulan lewat saja dan ketemu disni, mana mungkin kita pacaran, bertegur sapa aja ngk pernh"ucap Dewi gugup sambil menatap tajam kevin bermaksud supaya Kevin melepaskan tangannya dari pinggangnya.
"kalau begitu aku duluan iyh, permisi"ucap Dewi sambil berjalan meninggalkan tiga pria itu.
"dia istriku"ucap Kevin datar segaja meninggikan volume suaranya dan hal itu membuat langkah Dewi berhenti seketika, tapi itu tidak membalikkan badannya, ia belum siap melihat wajah teman-teman Kevin setelah mendengar pernyataan kevin.
"dia istriku, kami memang tidak pacaran, tapi kami langsung menikah"ucap Kevin lagi seakan memperjelas hubungannya dengan Dewi.
Tak lama setelah itu mau tidak mau Dewi pun membalikkan badan dan berjalan menuju dimana Kevin cs sedang berdiri, mau ngimna lagi, dia mau pergi dari sana pun tidak akan berubah semuanya, itu tidak akan membuat ucapan Kevin seperti angin lalu bagi Ryo dan Remon, nyata hubungan mereka sudh diketahui diketahui Ryo dan Remon.
"duduk disnaa aja"ucap Kevin menuju salah satu meja disudut ruangan itu, ia tau banyak pertanyaan yang akan di lontarkan kedua sahabatnya.
"bagaimana kalian bisa menikah, nyata kalian tidak pernh akbrab, bahkan kalian bisa dikatakan tidak saling mengenal"ucap Ryo tidak percaya, karna pada kenyataannya yang mereka lihat ketika dikampus Kevin dan Dewi tidak pernh dekat, bahkan tegur sapa pun tidak pernah, jangankan tegur sapa, saling bertukar senyum pun tidak pernh.
"tapi nyata kami sudh menikah beberapa bulan lalu"ucap Kevin lagi menyakinkan kedua sahabatnya.
__ADS_1
"kalian menikah sudh beberapa bulan lalu dan kalian bisa seperti tidak mengenal ketika dikampus..?wah hebat juga kalian, yang dimana kamu seakan engga melihat Dewi dan Dewi yang tidak pernh menganggap keberadaan kamu ketika dikampus"ucap Remon sambil bertepuk tangan, suatu kedasyatan yang luar biasa, ketika suami istri seperti tidak saling mengenal.
"jadi kabar yang selama ini suami Dewi itu adalah kamu Vin, dan kamu bisa terlihat tidak terjadi apa-apa ketika kami membahas suami Dewi..?"ucap Remon lagi tak habis pikir dengan rahasia besar yang disimpan sahabatnya ini.
Bahkan jika dilihat kebelakang dan mengingatkan hubungan kevin dan Dewi dikalangan umum adalah suatu yang hal yang tidak mungkin jika mereka adalah suami istri, tapi nyata beberapa bulan belakangan ini mereka dengan sempurna menutupi status mereka.
Sedangkan kevin hanya mengangguk seakan tidak bersalah dan sepertinya tidak ada niatan untuk menjelaskan kepada teman-temannya dengan semua yang terjadi dihubungannya dengan Dewi, sedangkan Dewi hanya bisa menundukkan kepada, belum berani menatap kedua teman Kevin, ia juga sudh mempersiapkan hatinya menerima umukan dari mereka.
"ngk ada ngituh yang mau kamu jelaskan smaa kita"ucap Remon.
"lain kali aja, yang pastinya aku dan Dewi sudh menikah, dan hubungan kami tidak seperti pacaran lagi, dan tolong kalian jaga sikap kepadanya, dan aku juga minta tolong kalian bisa menjaga Dewi buat aku"ucap Kevin, ia sendiri juga bingung harus mulai bercerita dari mana, bahkan ia juga seakan enggan mengingat kebelakang lagi, dimana ia sepertinya pria brengsek yang menyiksa istrinya sendiri dan ia tidak mau mengingat itu lagi.
"baik lah, demi kamu, kami akan menjaga Dewi ketika kamu tidak ada, ada selamat untuk pernikahan kalian"ucap Remon dan Ryo secara bergantian, sedangkan Kevin hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
"kamu boleh minta tolong..?"ucap Dewi akhirnya membuka suara yang sedari tadi menundukkan kepalanya.
"apa..?"ucap Ryo dan Remon secara bersama, sedangkan kevin menatap Dewi lekat, mau minta tolong apa Dewi dan klau pun Dewi merasa kesulitan kenapa tidak minta tolong kepadanya, kenapa harus sama kedua sahabatnya, pikir Kevin.
"baiklah kami akan merahasiakan hubungan kalian"ucap Remon membenarkan alasan Dewi, mereka takut jika fans Kevin akan berlomba-lomba meneror Dewi nanti.
"kalau begitu pamit duluh, soalnya mau istirahat, Kebetulan kami baru kembali dari Italia bebrapa jam yang lalu"ucap Kevin sambil berdiri dari kursinya menatap Dewi.
"jadi satu Minggu ini tidak ada kabar, karna sedang berbulan madu bersama ayang"ucap Ryo menggoda Kevin.
"kapan nih, Kevin junior launching"ucap Remon tak kalah menggoda.
"ngomongin apa sih kalian berdua, kami bukan bulan madu, tapi berkunjung ke tempat bunda"ucap Kevin yang memang sudh tau arah godaan teman-temannya, boro-boro Kevin junior akan launching, dewi saja belum memberikan haknya sampai saat ini, tapi entahlah untuk saat ini ia belum benar-benar menuntut haknya dari Dewi.
######
Waktu terus berjalan setelah beberapa hari kepulangan Kevin dan Dewi dari negara tentang, kini mereka kembali disibukkan dengan kegiatan masing-masing.
__ADS_1
Kevin yang sibuk mengurus perusahaan beserta cabang-cabangnya dibantu daffa, dan ia juga harus membagi waktu antara kuliah dan mengurus perusahaan mengingat mata kuliah dia sudah ketinggalan jauh, sedangkan Dewi tidak jauh berbeda dengan Kevin, ia juga sudh disibukan dengan kekampus dan tugas kuliah, dan untuk saat ini ia tidak pernh lagi menuntun pisah dari Kevin, mungkin ia sudh nyaman dengan keadaan sekarang mengingat Kevin sudh memperlakukannya dengan baik, walaupun ia yang selalu ketus dan dingin terhadap Kevin.
Seperti saat ini ia sudah berada diperjalanan menuju kampus, ia tidak diantar Kevin, tapi Kevin lah yang telah mempersiapkan sopir pribadi kepadanya, ia tidak di perbolehkan Kevin membawa kendaraan ke kampus.
Setelah beberapa menit melakukan perjalanan, kini mobil yang membawa Dewi ke kampus sudah sampai tepat di parkiran kampus.
Dewi langsung turun dari mobil, keadaan kampus masih smaa seperti terakhir ia tinggalkan, tidak ada yang berubah barang sedikit pun, yang membedakan saat ini, tak sedikit mahasiswa yang melihat kearah Dewi ketika ia baru turun dari mobilnya yang dimana sopir telah membukan pintu kepadanya.
Tapi Dewi tidak memperdulikan hal itu, tatapan teman-temannya seperti angin lalu saja bagi dirinya, ia langsung berjalan menuju kelasnya.
Sampai dikelas pun masih sama, tidak ada yang berbeda dan tidak ada yang berubah.
Ketika di depan pintu masuk sejenak Dewi mengedarkan pandangannya mencari sosok sahabat yang sudh lama ia tinggalkan, tapi nihil ia tidak menemukan sosok itu, lalu ia berjalan menuju kursi tempat biasa ia duduk dan suci.
"Dewi lama tidak kelihatan"
.
"ahhh iyh kebetulan satu Minggu belakangan ini saya ada urusan keluarga di kampung nenek dari alm mamaku"ucap Dewi berbohong, tidak mungkin ia berkata jujur kalau mengunjungi mertuanya di negara tetangga.
"Oalah, iyh juga sih, terakhir kabar yang aku dengar ada seseorang datang kekampus untuk mengijikan mu langsung sama reaktor, apa kau mengenalnya..?"
"oo itu, mungkin itu sepupu, karna pas mau ke kampung alm mama aku belum sempat izin"ucap Dewi tak terkejut lagi, karna ia sudh tau siapa yang di maksud temannya, siapa kalau bukan orang suruhan suaminya, yang tak lain adalah Daffa.
"oo iyh suci kemana..?seingatku dia selalu datang pagi"ucap Dewi mengalihkan percakapan, bisa-bisa temannya itu akan terus menguras dari mna aja ia selama ini.
"ohh suci, beberapa hari yang lalu dia izin pulang cepat, karna terus muntah-muntah, dan sampai sekarang belum ada kabar lagi"
ucap seorang mahasiwa
Sedangkan Dewi hanya mengangguk, tak lama setelah itu dosen pengampu pun masuk, tapi sampai berakhirnya jam kuliah pertma belum ada tanda-tanda akan kedatangan suci.
__ADS_1