Pernikahan Puncak Balas Dendamku

Pernikahan Puncak Balas Dendamku
bab 95


__ADS_3

Kevin dan anak buahnya yang lain sudh mencari Dewi disetiap sudut penjuru kota, bahkan Kevin juga sudah memeriksa kondisi cctv disetiap penjuru jalan, tapi hasilnya nihil, mereka tidak menemukan sosok Dewi, bahkan setitik debu pun tidak bisa menjadi petunjuk dimna Dewi.


"kenapa sih Vin, Dewi bisa hilang sama kamu, makaya kalau udh tau istri cantik, banyak yang mengangumi dan para buaya mengantri di luaran sana, mohon dijaga istrinya Kevin, kita tau Dewi itu milikmu seutuhnya, tapi dijaga dong istrinya"ucap Ryo mengomeli Kevin, dan lagi-lagi mereka harus di susahkan Kevin untuk mencari keberadaan Dewi, yang pada kenyataannya kejadian beberapa bulan lalu terulang lagi, yang dimana mereka kalang kabut mencari Dewi sedangkan Dewi malah nyantai tidur di hotel.


"aku sudh jagain Dewi Ryo, cuma untuk hari ini aku benar-benar kelepasan, biasa aku yang sering menjemput nya, tapi karna tadi aku banyak pekerjaan dikampus jadi pak sopir yang menjemput Dewi"ucap Kevin frustasi.


"makaya hidupmu itu jangan cuma bekerja dan bekerja terus, kamu bekerja seperti kekurangan uang saja"ucap Ryo "kamu cuma membiayai Dewi yang bahkan pada dasarnya tidak boros, tapi kamu bisa bekerja sampai segitunya"ucap Ryo.


"Vin kamu sudah cek cctv kampus, kehilangan Dewi sangat patut di curigai, karna dari lokasi terakhir Dewi berada di roftop kampus, gapain Dewi kesana..?secara disana sangat sepi dan panas, sangat tidak logika jika Dewi nongkrong disnaa, dan bertepatan pada saat itu cctv roftop rusak, bahkan bukan cuma satu atau dua yang rusak, tapi cctv di setiap sudut roftop rusak semua, itu semua bukan suatu kebetulan Vin, ini sudh direncanakan jauh-jauh hari"ucap Remon menatap Kevin dan ryo. "hubungin Daffa, minta dia kirimkan rekaman cctv di setiap sudut kampus".


Ting


Ponsel Kevin berbunyi pertanda ada pesan masuk, dan Kevin membuka aplikasi hijau yang ada di ponselnya, ternyata itu pesan dari Daffa yang mengirimkan sebuah video.


"Daffa mengirim video"ucap Kevin sambil mengunduh video itu.


Dan mereka secara seksama menonton video itu yang dimana, divideo itu tertera rekaman cctv dari setiap penjuru kampus, ternyata sebelum Kevin memerintahkannya, Daffa sudh menyelesaikan nya, hebat memang, Daffa seperti mempunyai Indra ke delapan yang tau apa isi otak tuannya.


"berhenti Vin"ucap Remon ketika video di menit ke lima belas.


"fokus ke laki-laki yang mengendong perempuan yang sedang pingsang, kalau kita lihat-lihat video itu, dia mengendong wanita dengan ketakutan dan panik, seperti melihat situasi"ucap Remon "dan kalau dia pingsang kenapa tidak membawa ke UKS kampus, dan kenapa wajah di perempuan di tutupi"


"itu Dewi, artinya Dewi di culik, dan sudh direncanakan"ucap Kevin dengan wajah yang sudh memerah.


"kamu tau dari mana itu Dewi, sedangkan wajahnya ditutupi, jangan buruk sangka duluh, siapa tau Dewi ada dirumah orang tuanya kan, lagian kamu belum cek kesana"ucap Ryo tak mau Kevin berburuk sangka.


"itu sepatu yang di pakai wanita itu sepatu Dewi, aku sangat ingat sekali, aku yang membelikannya waktu kami perjalanan dinas ke Yogya"ucap Kevin


"Bangs*k siapa yang berani bermain-main denganku, kenapa mereka bisa mengetahui status Dewi, padahal yang tau Dewi istri ku hanya beberapa orang saja"ucap Kevin dingin.


"lawan bisnismu yang ingin menjatuhkan mu, kamu punya musuh kan, apa ngimna"ucap Ryo.


"dalam dunia bisnis pasti aku mempunyai musuh, dan sangat banyak, tapi aku pastikan dari sekian ribuan banyak teman dan musuhku dalam dunia bisnis tidak ada yang tau kalau aku sudh menikah"ucap kevin.


"berarti bisa jadi itu bukan teman bisnismu, bisa jadi itu teman-teman mu, atau fans beratnya Dewi selama ini, secara kita tau pasti selama ini Dewi selalu mendapatkan bingkisan yang tak lain dari fansnya, bahkan itu setiap hari"ucap Ryo.


"ingat wajah dari pria yang mengendong Dewi, kita cari Dewi sekarang juga"ucap Remon "jangan lupa zoom wajahnya dan kirimkan ke anak buahmu, suruh mereka mencari pria itu".


Kevin langsung mengirim foto itu kepada anak buahnya dan memerintahkan supaya mereka mencari sosok itu.

__ADS_1


"kita mencar saja"ucap Kevin sambil masuk ke dalam mobil, sedangkan Ryo dan Remon hanya mengangguk saja.


Kevin dan teman-temannya mencari keberadaan Dewi disetiap sudut kota, mulai dari setiap hotel dan penginapan, tak lupa juga mereka memeriksa di tongkrongan yang sering di datangi anak mudah zaman sekarang.


Bahkan hingga menjelang subuh dan suara azan sudah pun sudh berkumandang pertanda sholat subuh pun sudh tiba, tapi Kevin dan teman-temannya belum menemukan sosok Dewi entah kemana.


"siapapun kamu yang berani menyentuh dewiku, akan aku pastikan tidak akan bertahan hidup lama"guman Kevin sambil memukul stir mobil.


"awas saja sedikit saja Dewi terluka, aku pastikan akan menghancurkan kalian sampai ke akar-akarnya tanpa sisa"guman Kevin.


Karna Kevin sudah mencari Dewi hampir satu mslam dan tidak menemukan Dewi, Kevin memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan, karna ia merasa lelah dan mengantuk sekali.


Sesekali ia membuka ponsel, berharap ada kabar dari anak buahnya dan juga teman-temannya, tapi hasilnya selalu nihil, tidak ada info sedikit pun dari mereka.


#####


Sedangkan disebuah bangunan yang menjulang tinggi dan sudh tua, ketika azan subuh berkumandang , dan seketika itu juga Dewi membuka matanya.


Sejenak ia melirik ke kanan dan ke kiri untuk menyesuaikan tempat dimana ia sekarang, karna menurutkan tempatnya saat ini adalah suatu yang baru baginya, ini bukan kamar mereka dengan Kevin, dan itu bukannya juga kamar tidurnya waktu dirumah ayahnya.


"sakit banget punggungku, seperti baru di pukul saja"guman Dewi yang merasakan punggungnya sedikit pegal.


"aku dimana ini, kok tangan ku diikat seperti ini",guman Dewi karna saat ini posisinya sedang duduk di kursi dengan kedua tangannya diikat kebelakang, membuat Dewi benar-benar sangat sulit sekali bergerak.


"ahhh, siapa yang membawa aku kesini, dan kenapa aku harus diikat seperti ini"ucap Dewi yang sudh menyadari keadaan sekarang, Yap dia di culik oleh seseorang, hanya itu yang dapat ia simpulkan dari keadaannya saat ini "pokoknya aku harus lepas dari sini, Kevin tolongin aku".


"kamu sudh bangun, akhirnya kamu bangung juga, apakah punggung masih sakit"ucap seseorang sambil berjalan mendekat Dewi.


Sedangkan Dewi yang mendengar suara itu, langsung mencari asalnya dari mana, karna ruangan itu sangat minim cahaya membuat dirinya sedikit kesusahan untuk melihat.


Semakin dekat dan semakin dekat, dan saat ini sosok itu sudah berdiri didepan sambil memengang segelas air putih.


"minum duluh, karna kamu baru bangun, air putih sangat baik bagi kesehatan ketika diminum setelah bangun pagi"ucapnya hendak membantu Dewi minum, tapi Dewi langsung memalingkan wajahnya pertanda tidak mau minum.


"kamu...?maksudnya ini apa..?"ucap Dewi, bukan meminum, ia malah bertanya, yang mungkin ketika sosok itu mendengar pertanyaan Dewi, ia bisa simpulkan kalau itu hanya pertanyaan konyol semata saja.


Dewi sangat terkejut ketika melihat sosok itu, sosok yang sangat ia kenali, bahkan sosok itu pernh mengisi hatinya beberapa tahun belakang ini.


"aku ngk ada maksud apa-apa Dewi, aku hanya ingin memberikan kamu minum"ucap Rangga, dan Yap yang ternyata menculik Dewi adalah Rangga, sepemilik hati Dewi beberapa tahun terakhir ini.

__ADS_1


"maksudnya apa ga, lepaskan aku, kenpa kamu tega menculik aku"ucap Dewi.


"aku tidak menculik kamu wi, aku hanya ini berduaan sama kamu"ucap Rangga sambil duduk berjongkok dihadapan Dewi.


"kamu menculik aku ga, aku bukan anak kecil lagi, dan kalau pun kamu tidak menculik aku, tolong lepaskan aku, aku mau pulang, Kevin pasti sudh mencari aku"teriak dewi.


"jangan pernh kau sebut nama laki-laki lain ketika kita sedang bersama, termasuk itu Kevin, aku benci nama pecundang itu"ucap Rangga menekan kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"apa hak kamu melarang aku menyebut nama Kevin, Kevin suamiku, tidak ada yang berhak melarang ku menyebut namanya, termasuk kamu Rangga"bentak Dewi menatap jijik Rangga


"diam Dewi, stop kau menyebut nama laki-laki itu, Iyah memang sekarang Kevin suami mu, tapi aku pastikan secepatnya Kevin tidak lagi suami mu"bentak Rangga menatap tajam Dewi.


"karna cepat atau lambat kamu akan menjadi milikku sayang"bisik Rangga ditelinga dewi, sedangkan Dewi yang mendengar langsung merinding, buluh kusutnya tiba-tiba berdiri.


"kamu jangan perna mimpi, aku tidak sudh menjadi milikmu"teriak Dewi menatap Rangga tak kalah tajam.


"aku tidak meminta persetujuan dari kamu, mau atau tidaknya menjadi milikku aku tidak peduli Dewi, intinya kamu hanya milikku apapun yang terjadi"ucap Rangga.


"Ayo kita kerja sama, dan ayo kita mulai semuanya dari awal"ucap Rangga.


"apa yang mau dimulai rangga, hubungan yang seperti apa yang kamu maksud kita mulai, stop omong kosong mu ini Rangga, kita tidak ada hubungan apa-apa lagi"teriak Dewi sambil membuang ludahnya kesamping.


"kita sudh selesai beberapa bulan lalu, dimana kamu menghianati aku dengan suci, asal kamu tau, sampai mati pun aku tidak akan melupakan penghianat itu, penghianat yang sangat menjijikan"teriak Dewi lagi.


"kita tidak pernh selesai Dewi, kamu bisa saja menganggap hubungan ini selesai, tapi aku tidak akan"ucap Rangga.


"sudh cukup kau hidup bergantung kepada Kevin, sekarang kamu hidup bersama ku, tanpa embel-embel nama Kevin diantara kita"ucap Rangga lagi.


"Kevin suamiku, sudah sewajarnya aku hidup bergantung kepadanya, bahkan hidup sampai mati pun aku bisa hidup sama dia"teriak Dewi.


"tapi mulai saat ini Kevin tidak lagi suamimu, mulai saat ini hubungamu dan Kevin sudah putus, tidak ada lagi embel-embel suami istri"bentak Rangga.


"stop omong kosong kamu Rangga, kamu gila, tidak waras lagi, aku benci sama kamu"ucap Dewi.


"iyh aku gila wi, iyh aku memang tidak waras lagi, aku gila gara-gara kamu syang, aku cinta mati sama kamu, tapi kamu malah membangun rumah tangga bersama orang lain"teriak Rangga sambil mengelus wajah Dewi, "aku merindukan mu Dewi, aku sangat mencintaimu kamu".


"kamu tungguh disini, aku akan membeli sarapan buat kamu, kamu pasti lapar kan..?secara kamu dari kemarin tidak makan, aku tau perut kamu sudh keroncongan"ucap Rangga sambil mengelus perut rata Dewi.


"jauhkan tangan kotormu dari tubuhku Bangs*k"teriak Dewi sambil memberontak.

__ADS_1


"ngk papa syang, kamu berbicara seperti ini, tapi suatu saat tangan ini yang akan memanjakan tubuhmu"ucap Rangga sambil mengacak rambut Dewi lalu ia berjalan meninggalkan Dewi.


"pokoknya aku harus lepas secepatnya dari sini, Ya Allah tolong hambamu",ucap dewi sambil menetap kepergian Rangga, tak lupa ia berusaha melepaskan ikatannya yang ada ditangannya.


__ADS_2