
Hampir tiga jam Kevin duduk ditepi danau tenggelam dalam lamunannya, jujur saja saat ini ia belm bisa menerima semua ini, ia belm bisa mengiklaskan kepergian Dewi.
"Tuhan jahat, kenapa disaat aku mulai menetapkan hatiku buat Dewi tapi kenapa pada saat itu juga Engkau malah mengambil Dewi dari, kau merebut milikku Tuhan"teriak Kevin sambil melemparkan batu ke dalam danau.
boleh kan Kevin marah sama Tuhan..?boleh kah Kevin mengatakan Tuhan itu jahat..?atau boleh ia mengatakan kematian Dewi hanya lelucon semata..?banyak pertanyaan yang timbul dalam benak kevin, jika duluh dewilah yang dipermainkan takdir, tapi saat ini ia lah yang benar-benar di permainkan takdir.
dringg dringggg
Ditengah-tengah lamunannya tiba-tiba saja ponsel Kevin berdering pertanda ada panggilan masuk.
"apa..?"jawab Kevin malas.
".........."
"jangan pernh sentuh Dewi, dia belm meninggal dan dia hanya tidur saya akan segera kesana"ucap Kevin marah dan langsung mematikan sambung telepon secara sepihak.
Lalu ia berdiri meninggalkan danau itu, ia sangat marah ketika Devan meneleponnya untuk mengabari jika Dewi akan segera di pulangkan dan tak lama akan di makam kan,
Tidak....apapun ceritanga Dewi tidak akan pergi kemana-mana, dan apapun yang terjadi Dewi akan selalu di sisinya.
Kevin langsung melajukan kendaraan menuju rumah sakit tempat mayat Dewi berada, bagaimana pun caranya ia harus menghidupkan Dewi kembali tak peduli jika ia harus mengeluarkan banyak biaya itu hal itu.
####
Setelah sampai dirumah sakit Kevin melihat sudh ada keluarga dari pihak Dewi yang berdiri di depan ruangan Dewi, tapi sangat disayangkan tidak ada raut wajah sedih terpancar dari mereka.
Jika Herman bersikap datar wajahnya seakan tidak memperdulikan sesuatu yang terjadi saat ini sedangkan Ririn yang notabennya ibu Dewi hanya asik bermain ponsel di kursi.
Sejenak Kevin menetap satu persatu anggota keluarga itu, menjijikan pikir Kevin ketika melihat ekspresi anggota keluarga itu.
"maaf tuan baru bisa menjenguk Dewi setelah ia meninggal dunia"ucap Herman menatap Kevin.
"bahkan jika kalian tidak datang menjenguk Dewi pun tidak masalah buat kami, toh Dewi bukan tanggung jawab kalian lagi kan..?so kalian tidak perlu turun berduka cita"ucap Kevin datar.
"oo iyh sepertinya segala sesuatu yang baik selalu berpihak kepada anda, jika anda telah membunuh ayah syaa maka anda juga sudh membunuh ibunya Dewi dan sekarang Dewi sudh meninggal, sudh puaskan.?"ucap Kevin menyindir Herman, sedangkan Herman hanya diam saja karna kalah telat dengan kevin.
"kalau kalian mau pulang,pulang saja kalian tidak perlu melayat istri saya karna pada dasar kalian tidak peduli kan..?mungkin jika Dewi tidak menikah dengan saya, Saya yakin tidak akan mencarinya walaupun dia tidak pulang sampai dua Minggu ke depan kan..?"ucap Kevin lagi dan langsung masuk keruangan Dewi.
Sampai di ruangan Dewi lagi-lagi ia harus melihat mayat Dewi masih sama seperti yang ia tinggalkan sebelumnya.
"wi kenapa seperti ini..?wi kenapa kamu harus ninggalin aku bahkan disaat aku mulai menerapkan hatiku kepadamu, dan disaat aku mulai belajar mencintai mu"ucap Kevin sendu sambil menatap wajah Dewi.
"Dewi bangun, jangan tinggalkan aku, maaf aku Dewi...maafkan aku sudh menyakiti mu,,maafkan aku sudah menyiksamu, tapi aku mohon bangun wi"ucap Kevin menangis sambil memeluk mayat Dewi yang sudah sangat kaku sekali.
"bangun sayang please, ayo kita mulai dari awal lagi, aku mohon,"ucap Kevin masih memeluk tubuh Dewi.
__ADS_1
"l love you wi, aku cinta sama kamu"bisik Kevin ditelinga dewi berharap dengan bisikan itu dapat membangunkan Dewi.
"dewiiiiiiiiiiii"
Teriak Kevin frustasi, ia sudh tidak tau mau gapain lagi untuk membuat Dewi kembali kepadanya, entah kenapa hati kecilnya mengatakan kalau Dewi masih bisa dibangunkan itu sebabnya ia berusaha membangun Dewi, biarkan saja disebut orang gila karna sudah berbicara dengan mayat.
Kevin sangat betah memeluk tubuh Dewi meskipun tidak ada respon dari si empedu, tak bisa dibohongi ia berharap dengan pelukannya dapat membangunkan Dewi.
lama memeluk tubuh Dewi akhirnya Kevin memutuskan untuk menutup tubuh Dewi, tapi ketika hendak menarik kain penutupnya mata Dewi menangkap tangan Dewi bergerak sedikit meskipun ia tidak melihat dengan jelas tapi yang ia yakini jari itu benar-benar bergerak.
"wi..Dewi...kamu bangun sayang"ucap Kevin memengang wajah Dewi.
Kevin memutuskan untuk memanggil dokter supaya lebih jelas.
"dokter...dokter..dokter"teriak Kevin keluar dari ruangan Dewi.
"ada apa tuan..?"tanya Daffa khawatir yang kebetulan baru saja datang untuk mengurus mayat Dewi.
"panggil dokter daf, Dewi masih hidup"teriak Kevin
Daffa langsung berlari untuk memanggil dokter.
"dok cepat periksa Dewi, tadi jarinya bergerak sedikit"ucap kevin.
"baik pak, tungguh disini"ucap dokter langsung masuk ke ruangan Dewi dan langsung mengambil tindakan.
"cepat sembuh wi, kasih aku kesempatan untuk memulai dari awal"batin Kevin sendu sambil menatap tubuh lemah Dewi.
Setelah beberapa lama dokter memeriksa Dewi akhirnya dokter dan para suster pun keluar.
"bagaimana dok..?"tanya Kevin ketika melihat dokter sudh keluar.
"sangat luar biasa tuan, daya tahan tubuh nyonya Dewi sangat kuat, "
"Setelah bebrapa jam di nyatakan meninggal dunia detak jantung nyonya Dewi kembali berdetak, dan dia juga sudh melewati masa kritis nya, mungkin beberapa jam lagi ia akan segera siuman"ucap dokter.
"syukurlah Alhamdulillah ya Allah"ucap Kevin dengan penuh rasa syukur.
Ternyata Kevin masih mempunyai waktu untuk hidup bersama Dewi memulai rumah tangga bersama Dewi, ia berjanji tidak akan menyia-nyiakan waktu yang ada bersama Dewi nanti, bahkan ia tidak akan menyakiti Dewi seperti yang dulu-dulu.
"ini patut disyukuri tuan, Tuhan terlalu baik buat nyonya Dewi ini namanya hidup baru tuan"ucap dokter tak kalah bahagia karena pasien yang di tangani kembali sehat.
Suatu kebanggaan bagi seorang dokter jika pasien yang dia tangani bisa selamat.
"kalau begitu saya pamit duluh tuan"ucap dokter meninggalkan Kevin dan juga Daffa.
__ADS_1
Seperginya dokter Kevin maupun Daffa langsung masuk keruangan Dewi.
Setelah sampai di ruangan Dewi betapa bahagianya dirinya melihat wajah Dewi sudah tak sepucat ketika dia dalam proses masa kritis nya.
"terimakasih sudah mau bertahan demi aku"ucap Kevin lalu mencium kening Dewi dengan sangat dalam "aku janji ini yang terakhir kamu mengalami seperti ini,"ucap kevin lagi menatap wajah Dewi.
lama memandangi wajah Dewi, akhirnya Kevin memutuskan untuk pulang kerumah karna sudah satu Minggu lebih dia tidak kerumah bahkan ia meninggalkan urusan kantor.
#####
Sampai dirumah Kevin lagi-lagi harus melihat keributan di ruang tamu.
"dari mana aja..?"tanya Icha langsung to the point'.
"bukan urusanmu"jawab Kevin dingin.
"tentu urusanku karna kamu pacar aku, jadi sudh wajar aku harus tau setiap kegiatan kamu"ucap Icha tak kalah dingin.
"ohhh iyh"ucap Kevin sambil berjlan meninggalkan Icha .
"oo iyh kamu pasti merawat selingkuhan kamu iyh, dan ahh dia belm sadar juga"ucap Icha menembak Kevin.
"harusnya kamu pikir kata-kata selingkuh itu cocok buat siapa, aku atau kamu"ucap Kevin menatap tajam Icha.
"itu lebih cocok buat kamu Vin, kamu selingkuh dan aku merawat selingkuhan kamu bahkan kamu tidak datang ke kantor satu Minggu ini kan"ucap Icha.
"wah sejauh itu ternyata kamu mengutil aku iyh, luar biasa, selain jago dalam dunia bisnis terjadi kamu juga mempunyai profesi lain"ucap Kevin mengejek Icha.
Ting..
"lihat ponselmu, sebelum kamu berkata jujur tentang foto itu jangan pernh muncul dihadapanku"ucap Kevin setelah mengirim sebuah foto ke ponsel Icha.
Icha langsung membuka foto yang dikirim kevin dan betapa terkejutnya ia ketika foto yang dikirim kevin adalah foto perselingkuhannya ketika diluar negeri.
"Vin aku bisa jelaskan, itu bukan seperti yang di foto"ucap Icha berlari mengejar Kevin.
"ngk ada yang perlu dijelaskan Cha, itu adalah sebagain dari bukti perselingkuhan kamu, ingat masih sebagian dan aku masih punya bukti perselingkuhan kamu yang lebih memalukan, itu yang kamu maksud mengerjakan tugas akhir atau itu yang kamu maksud diterima bekerja di perusahaan terkenal"ucap Kevin menyindir alasan Icha selama ini tidak mau di temui lagi waktu d luar negeri.
"Yap aku memang selingkuh, dan aku memang menyakiti kamu secara terang-terangan, tapi kamu menyakiti aku dengan tersusun rapi tanpa cela Cha, kamu menyusun sebuah perselingkuhan dengan begitu rapi dan memakai alasan yang memang masuk akal, trus hubungan yang kita bangun selama bebrapa tahun ini untuk apa Cha..?tujuan kita membangun hubungan buat apa, ngk guna cha"ucap Kevin yang sudh muak dengan tingkah laku Icha yang merasa paling di sakiti dalam roda hubungan mereka.
"sekrang kelanjutan hubungan ini tergantung kamu, kalau kamu mau lanjut so kita lanjutkan uang bulanan tetap masuk ke rekening kamu, tapi kamu jangan pernah salahkan aku jika suatu saat aku membawa selingkuhan ku ke hadapan kamu"ucap Kevin lagi.
"aku minta maaf Vin, aku khilaf, please kasih aku kesempatan untuk memulai dari awal lagi"ucap Icha menangis.
"tapi aku rasa aku ngk khilaf kan mengetahui kamu berselingkuh"ucap Kevin.
__ADS_1
"stop Cha merasa paling di sakiti dalam hubungan ini, karna kamu yang memulai duluan dan aku akan mengikuti permainan kamu bahkan aku akan menyelesaikan permainanmu sampai garis finis"ucap Kevin dan langsung meninggalkan Icha yang terus menangis memanggil namanya tapi itu tidak menghentikan langkahnya.
Kevin sudah berada dititik muak melihat perselingkuhan Icha, awal ia masih menunggu Icha berterus terang kepadanya, tapi semakin lama permainan Icha semakin jauh itu sebabnya ia akan bertindak duluan.